Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 237


__ADS_3

Cukup lama mereka ngobrol sampai adzan magrib berkumandang .Lalu sholat berjamaah bersama yang di pimpin papi Sandi sendiri . Setelah itu mereka makan malam bersama di ruang makan .


" Tris apa sudah isi " kata papi


" Belum om , baru bikin jarinya saja dulu " kata Tris tersenyum


" Ya santai saja tak perlu dipaksakan . Nanti juga ada saatnya isi seperti Ferdi asal kan sabar 4 bulan bisa jadi dua " sindir papi


" Iya dong kan usaha pi " kata Ferdi santai .


" Kalian ini ya, ngak usah dibahas juga kali pi. Nanti sudah waktunya juga kelihatan sendiri ngak mungkin bisa di sembunyikan " kata mami terkekeh


" Iya lah mi , kan di pompa tiap hari " kata Ferdi terkekeh


" Iya mi doakan saja. Karna mami juga sudah berharap Karna ia akan menagih janjiku padanya untuk memberinya cucu " kata Tris


" Bagus lah, apa mba Lia sehat Tris " tanya mami


" Alhamdulilah masih aktif mi, cerewet nya juga " kata Tris terkekeh


" Itu sudah biasa Tris , power emak emak jaman now " kata mami tersenyum Membuat Aya dan Ara juga Bella ikut tersenyum mendengarnya .


**********


Dirumah Wandi Kaifa masih terisak karna suami nya itu tahu kalo ia bersekongkol dengan mamahnya .Yang membuatnya malu Karna Wandi sudah sering kali mengingat kan nya


" Apa kau ingin kita benar benar berpisah " kata Wandi


" Maaf aku hilap " isak Kaifa


" Ini terakhir kali nya aku memperingat kan mu Kai, bila nanti aku tahu .Maka jangan salah kan aku menceraikan mu Karna aku sudah lelah .Dan kau bisa angkat kaki dari rumah ini. Dan bayi itu tak pantas kau didik bersama mamah mu karna kalian punya hati yang jahat " kata Wandi kesal lalu meninggalkan kamarnya . Dan menuju ruang kerjanya Lalu berbaring di sofa .


" Aku lelah, benar kata Yusuf bertahan untuk berusaha memperbaiki itu berat Lebih baik mulai dari awal. Karna sulit merubah sifat dan tabiat orang lain . Tak semudah membalik telapak tangan. Karna itu sudah mendarah daging ." batin Wandi memejam kan matanya .


Ia tahu Kaifa sudah banyak berubah . Tapi kedekatan nya pada sang mertua akhirnya membuat istrinya itu goyah. Sekarang ia harus melarang mertuanya itu datang Dan bicara pada papah mertuanya . Kalau tidak mamah mertua nya tak akan berhenti menganggu nya .

__ADS_1


Dan Wandi tak mau bayinya tanpa ibu.


Wandi pun lalu meraih ponsel di saku celana nya Dan lalu menelpon papahnya Karna cepat atau lambat papah mertuanya harus tahu Karna ia tak mau menyembunyikan bangkai pada kedua orang tuannya Akibat mamah mertuanya


" Iya Wan " kata papah di sebrang sana


" Bisa Wandi bicara empat mata dengan papah sekarang pah, Wandi tunggu di hotel xxx" kata Wandi


" Baik , apa ada yang penting nak " kata Papah Kaifa


" Iya pi , ini masalah rumah tangga Wandi dan Kaifa " kata Wandi


" Baik nak , Papah tunggu " kata papah Kaifa yang memang masih di kantor Dan hotel yang di maksud Wandi tak jauh dari perusahaan milik mertuanya


Yang membuat Wandi lega lalu keluar menuju kamar nya untuk mengambil pakai santai Dan mandi di kamar tamu. Di biarkan nya Kaifa terisak sendiri .Agar Kaifa sadar apa yang ia lakukan salah. Dan Wandi ingin istrinya itu bisa introspeksi diri .Karna ia sudah memberi banyak kesempatan untuk Kaifa bisa berubah . Karna hidup bukan hanya mengejar ambisi Tapi juga mendidik kesabaran dalam menjalani kenyataan hidup .


Setelah selesai Wandi pun keluar dengan pakaian rapi .Lalu mencari bi Nilam pembantunya .


" Bi awasi nona mu dan pintu depan aku kunci .Bibi pegang kunci serep kan untuk jaga jaga " kata Wandi


" Ya ngak usah di tunggu , bibi tidur saja dan temani nona di kamar " kata Wandi


" Baik tuan " kata bi Nilam mengangguk Lalu melihat Wandi pergi menghilang di balik pintu utama


" Ya Allah masalah apa lagi ini, kasihan nona baru juga bahagia Malah jadi ribut dan ruwet karna nyonya " omel bi Nilam sedih .


Di teras halaman depan papi Sandi Tris dan Ferdi dan Rio sedang asyik duduk santai Membahas pekerjaan dan bisnis Sedangkan para perempuan bersama si kembar bermain di ruang tengah


" Yo apa cafe yang di belakang rumah sudah mau di bangun " kata Ferdi


" Belum bang menunggu dana turun " kata Rio santai .Karna yang ada saja mereka kewalahan Apalagi di bangun pasti akan banyak pekerjaan nantinya .


" Berarti bosnya lagi santai nih " kata Tris ikut bicara


" Ya begitulah bang , kan lagi sibuk ngurus sekolah dan si kembar .Lagian orang orang kita seperti mba Via lagi hamil Yang harus jeda dulu .Biar nanti bisa di pikirkan matang matang .Ngak buru buru juga Kan masih berjalan " kata Rio

__ADS_1


" Pemikiran yang bagus yo, kita harus hati hati Mending membangun pelan pelan dari pada bodong dan rugi Yang penting semua nya berjalan lancar Dan ada masukan untuk bertahan " kata papi


" Iya pi , Ferdi juga mikir begitu kan Yang penting sudah ada tempat usaha nya .Dan orang orang kepercayaan .Kalo sudah jalan seperti sekarang sudah lumayan .Ya kan yo" kata Ferdi


" Ya bang , ini saja mereka kewalahan Karna banyak pelanggan Makanya harus pelan pelan . Agar bisa mengurusi semuanya tanpa beban Apalagi Ara masih sekolah " kata Rio


" Ya itu benar Yo, santai saja tak lari gunung di kejar " kata Ferdi


" Iya lah Fer , orang gunungnya ngak punya kaki " canda Tris Yang membuat semuanya tertawa.


Sedangkan di ruang tengah terdengar celoteh Afnan dan Aska yang membuat mereka semua tertawa Karna keduanya memperebutkan balon air Yang dibuat Ara Dan lalu si kembar meremas remasnya .


" Ye...... ngak bisa pecah ,ayo coba lagi kak " kata Ara terkekeh melihat Afnan bersemangat .


Aska yang menggigitnya Hanya bergidik geli merasa alot Karna bola balonnya tak mau pecah Yang membuatnya gemas .


" Hahaha .... lihat ade Aska mulai bete tuh gigit gigit kak bantuin " kata Aya tertawa lepas melihat dua putranya itu saling berebut memecahkan nya Tapi tak satu pun ada yang pecah.


" Lucu ya kak , mereka ngak saling marah " kata Bella


" Mereka tahu Bell, kalo mereka saudara Jadi mainan saja jadi sasaran .Bukan adiknya " kata mami Risma


" Iya mi , mereka tak pernah mau rebutan Apalagi kalo main mereka saling bergantian .Seakan tahu mereka tak perlu memperebutkan sesuatu yang tak penting .Cuma mereka saling bergantian saja " kata Aya yang dekat dengan dua buah hatinya itu. Seakan tahu mereka bersaudara. Seperti menyusu pun mereka slalu menunggu dengan sabar sesuai antrian siapa yang duluan bangun .


" Tapi kadang ada juga kak yang rebutan mainan " kata Bella


" Iya Bel, tapi ini tak berlaku buat Afnan dan Aska Mereka ngak pernah ribut dalam berlomba menyusu atau makan Dan juga bermain .Seperti dirinya dan Ara Yang saling mendukung .Begitu juga anak anaknya .Seperti mereka mengerti mereka sudah punya rezeki masing masing Tanpa harus berebut mencari sensasi perhatian keluargga besar Ferdinan Dan mereka sudah tahu orang orang di sekeliling mereka .Sangat sayang pada keduanya Dan juga tak pernah pilih kasih .Itulah sebabnya mereka terlihat santai Dan tak pernah ribut . Karna semuanya di perlakukan adil dan sama rata untuk si kembar .


Malam makin larut Ketika jam 8 malam Bella dan Tris pulang apartemen mereka Karna besok Tri akan kembali kerja seperti biasanya .


" Apa mereka baru menikah Fer" kata Mami Yang baru tahu Tris punya istri bahkan Bella adik kelas Aya


" Iya mi, takdir nya sama seperti menantu mami " kata Ferdi berbisik Yang membuat Mami mendelikkan matanya


" Tapi itu bagus , karna ia dapat Tris Yang baik ngak kaya kamu banyak masalah " sindir mami

__ADS_1


" Iya mi tahu, tapi kan Ferdi ngak bertindak jauh " kata Ferdi Yang juga hampir terjebak Kaifa .Tapi karna takdirnya membawanya pada Aya lah ia banyak berubah .Karna Aya banyak sabar padanya itu Yang membuat Ferdi jatuh cinta pada Aya .


__ADS_2