Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 260


__ADS_3

Sedangkan dirumah Kaifa masih gelisah Karna Wandi belum juga pulang Dan sekitar jam 4 sore Baru suaminya itu pulang Dan masuk kamar untuk membersihkan diri .


" Kok tadi malam ngak pulang Wan " tanya Kaifa


" Aku menginap di kantor " kata Wandi


" Apa dia rewel ?" kata Wandi menatap buah hatinya itu


" Tidak , hanya terbangun malam saja minta disusui " kata Kaifa yang duduk disisi ranjang Sambil menatap Wandi mencium putranya .


"' Apa kau bosan dirumah.Hingga kau menginap di kantor " tanya Kaifa penuh selidik. Karna ia ingin tahu kemana Wandi pergi .


" Tidak aku semalam melayat , jadi malas pulang kerumah .Karna ngobrol lama dengan teman teman ku. Oh ya besok sore Ferdi Yusuf juga Tris dan Tristan akan datang kesini .Untuk melihat anak kita . Aku sudah memberi tahu bibi Untuk menyiapkan makanan Dan kuenya pesan saja Karna takut mereka membawa istrinya " Kata Wandi menatap Kaifa


" Aya juga ikut ?" kata Kaifa kaget


" Ya ..... Kenapa?" kata Wandi


" Apa Aya sudah tahu , aku mantan suami nya " kata Kaifa gugup


" Ya jelas pasti ia tahu, Kan hanya mantan bukan siapa siapa ? Lagian Ferdi dan Aya sudah hidup bahagia " kata Wandi .


" Ya ..... Aya sudah memberikan dua putra sekaligus untuk mertuanya " kata Kaifa lirih .Walau ia merasakan sakit .Tapi kini ia harus bisa menerima kenyataan Kalau dirinya kini adalah istri Wandi.


Bukan istri Ferdi yang dulu menjadi kekasihnya .


Dan Aya lah istri Ferdi . gadis muda itu itu bisa merebut perhatian Ferdi darinya


Yang membuat Ferdi benar benar meninggalkan nya .


" Ya itu jelas , apa kau masih berharap dan menyukainya " pancing Wandi


" Ah tidak , untuk apa aku bukan siapa siapa lagi .Aku punya kehidupan sendiri ya kan sayang " kata Kaifa mendekati Wandi .Dan tersenyum manis ..Walau batin nya masih berharap pada Ferdi Tapi pada akhirnya itu hanya impian palsu .Karna Ferdi sudah tak mau bersama nya lagi .


" Bagus lah , lihat lah kedepan aku juga ingin kita bahagia " kata Wandi jujur Lalu merangkul Kaifa .


" Ada Dean yang harus kita jaga sekarang. Tapi kalo kau ingin berubah pikiran Kau bisa meninggalkan kami " kata Wandi penuh penegasan


Deg......


Kaifa pun terdiam .Lalu menatap Wandi dalam Mencari sesuatu dimatanya Karna ia sendiri takut seakan Wandi tahu di dasar hatinya. Dan masih curiga padanya. Dan perkataan Wandi seperti peringatan terakhir untuknya .


" Jangan berkata seperti itu Wan, aku mencintai mu dan juga anak kita " kata Kaifa lirih Lalu bersandar di bahu Wandi


" Aku juga sangat mencintai kalian berdua Kai, aku hanya belum bisa menerima Bila kau masih saja berharap padanya . Itulah sebab nya aku ingin memastikan nya . Bila kau ingin pergi pergilah .Tapi Dean akan tetap tinggal bersamaku" kata Wandi


" Tidak Wan dia putra kita, aku tak akan kemanapun " kata Kaifa yang lalu memeluk Wandi erat dan menangis


Membuat Wandi terkejut.

__ADS_1


" Aku mencintai mu juga anak kita " kata Kaifa Yang membuat Wandi terpaku diam tak bisa berkata kata. Lalu memeluk Kaifa erat


" Tetap lah seperti itu, karna aku juga mencintaimu dan anak kita " kata Wandi


Yang membuat keduanya berpelukan Dan cukup lama itu terjadi Hingga Dean bangun membuka matanya .Bayi mungil itu tersenyum melihat kedua orang tua nya berada di dekatnya


" Hai sayang ....." kata Wandi


" Dia lapar bang, Kai susui dulu ya " kata kaifa mengangkat Dean


" Ya " kata Wandi tersenyum Melihat Kaifa yang begitu telaten merawat buat cinta mereka. Yang membuat ada rasa haru di hati Wandi .Karna selama ini Kaifa juga tak pernah keluar Untuk pergi shoping Ataupun menemui mamahnya Yang membuat Wandi tahu dan sadar Kaifa sudah mulai banyak berubah.


********


Sorenya Ferdi baru saja masuk kamarnya Ketika tangan mungil mengejutkan nya .


" Astaga " kata Ferdi kaget .Lalu menoleh pada bayi imut yang tersenyum manis


" Ade . .. kakak mana ?" kata Ferdi


" Tu....." jawab Aska


" Bang ......" kata Aya yang baru masuk kamar membawa dua botol susu untuk tambahan makanan si kembar .


" Ya ampun bikin papi kaget saja, Tadi abang pikir kalian di taman " Kata Ferdi Langsung meraih tubuh Aska dan mencium nya karna dua putranya itu sudah bisa berjalan pelan .


" Ya nanti bang, sini kak nih susu nya ade ayo minum dulu " kata Aya memberi kan botol susu pada Aska


" Belum bang, ini cuma tambahan .Kalo menyusu terus belum kenyang bang Untung mereka sudah mulai makan " jelas Aya


" Iya juga ya , Mana mereka sudah mulai aktif " kata Ferdi. Lalu mencium pipi Afnan yang duduk disampingnya


" Sini temani papi istirahat sebentar Nanti kita ketaman ya " kata Ferdi mengangkat dua putranya itu ketempat tidur Dan Ferdi tiduran sambil memeluk kedua nya .


" Bang lepas kemeja nya " kata Aya sambil duduk mendekati ketiga pria nya itu Yang asyik saling tersenyum sambil menyesap dotnya Dan Aya sambil membuka kancing kemeja Ferdi


" Kok papi ngak di kasih susu ya " kata Ferdi


" Mah......" tunjuk Afnan


" Sudah besar, papi ngak minum susu kak " kata Aya


" Papi mau ini boleh " kata Ferdi . Menujuk dada Aya Yang membuat Afnan mengeleng Dan Aska menjauhkan tangan Ferdi dari dada Aya


" Yah kok ngak boleh sih " goda Ferdi


" Bis ....no....no...." kata Aska


" Ade bilang apa mah " kata Ferdi menatap Aya

__ADS_1


" Kalo papi yang isap nanti habis pi, kan mereka berdua . Makanya ngak boleh


Kalo papi minta kan jelas habis nanti mereka ngak kebagian " jelas Aya


" Hahaha ..... Iya deh papi ngak minta " Tawa Ferdi yang hanya bercanda . Membuat kedua putranya itu langsung menciumnya .


" Yah mah, ada yang sayang sama papi bilang terimakasih Karna ngak ***** mamah " kata Ferdi terkekeh


" Ya dong pi , kan papi sudah tua minum teh atau kopi ya ngak kak, de " kata Aya tersenyum melepaskan kemeja Ferdi yang hanya memakai kaos dalam Lalu mencium kedua pipi si kembar .


Keduanya . asyik bergelayut manja pada Ferdi Sedangkan Aya menaruh kemeja kotor suaminya di keranjang baju Sesekali Aya melihat si kembar bersikap manja pada sang papi Yang membuat Aya senang melihat pemandangan itu. Karna sesibuk apapun Suaminya itu Ferdi masih bisa membagi waktu untuk keluargganya. Yang membuat Aya percaya bahwa suaminya itu tak mungkin membagi hati. Tapi ia juga harus hati hati Dan mengawasi Ferdi Karna ia tak ingin ada wanita lain mengoda suaminya.


" Abang mau Aya bikin kan kopi susu hangat " Tawar Aya


" Boleh sama gorengan ya sayang " kata Ferdi .


"' Ya bang , dah .. mamah ambil minum buat papi dulu ya " kata Aya melambai kan tangan pada dua buah hatinya itu Yang rebahan di antara tubuh Ferdi Yang membuat Ferdi tersenyum .


Dan tak lama ponsel Ferdi di atas meja berbunyi. Dan Ferdi pun duduk


" Bentar ya " kata Ferdi lalu mengambil Ponselnya .Dan memencet tombol hijau


" Fer bisa tolong aku " kata sebuah suara di sebrang sana .


" Siapa ini " kata Ferdi kaget melihat nama Naura terlihat jelas


" Aku kecelakaan Fer " kata suara itu merintih


" Kau dimana ?" kata Ferdi penasaran Bersamaan Aya masuk .Membawa kopi susu di nampan


" Aku dan Reyhan kecelakaan " kata Naura merintih pelan .


" Kau dimana ??" kata Ferdi


" Di........." kata Naura lirih di sebrang sana


" Tunggu disana " Kata Ferdi mematikan ponsel Lalu langsung menelpon Alan . Untuk menemui Naura . Karna tak mungkin ia mendadak pergi . Karna baru saja istirahat .Dan Aya juga baru membuatkan nya kopi .


" Siapa bang ?" kata Aya


" Naura istri Reyhan kecelakaan " kata Ferdi


" Hah.....Ayo kita kesana ." kata Aya kaget .


" Tidak , abang sudah menyuruh Alan melihatnya "' kata Ferdi bingung


" Bang ......" kata Aya


Yang membuat Ferdi menatap wajah Aya

__ADS_1


lekat Karna Aya seperti bertanya tanya padanya .


__ADS_2