
Selesai makan Aya dan Ferdi pun keluar kamar Dan Aya mengandeng Ferdi untuk menuju taman samping .Disana Rio dan Ara sedang berayun ayun bersama si kembar .Yang membuat Ferdi tersenyum pada kedua pasangan itu.
" Mereka sudah waktunya punya anak sayang " kata Ferdi
" Tiga tahun lagi bang, kasihan Ara masih muda. Sekarang biar belajar dulu saja " kata Aya Yang ingin adiknya itu menjalani hidupnya tanpa beban
" Ya Aya benar , Mereka perlu belajar momong Agar terbiasa Dan nanti kalo sudah punya anak sendiri Akan terbiasa " kata Ferdi .
" Ya bang ayo " kata Aya mengandeng mesra Ferdi Dan Aya membawanya ke gazebo dekat taman .
" Hai sayang .... asyik ya sama om dan tante padahal belum mandi lho de " kata Aya tersenyum.
" Sudah kak , tadi pas ganti pampers Langsung di mandikan mba Erni dan Wati
kak...katanya biar segar " kata Ara
" Alhamdullilah , mamah kira belum " kata Aya mencium kedua pipinya putranya
Sedangkan Ferdi duduk tenang di atas gazebo Yang membuat Afnan dan Aska minta gendong pada sang papi
" Eh..... papi baru santai sayang main dulu sama om dan tante ya " kata Ara
" Uuu yayaya ......." kata Afnan menatap sang papi
" Iya sayang papi santai dulu ya, kalian boleh main .Papi disini kok ngak jauh " kata Ferdi tersenyum
" Aaaa...... " celoteh Aska bertepuk tangan Yang membuat Aya tersenyum lalu mengelar karpet dan menyiapkan kasur tipis di gazebo Agar mereka bisa tiduran atau duduk Sambil menikmati taman bunga. Karna hanya itu yang disenangi Afnan dan Aska Karna warna hijau bunga Dan warna warni bunga yang cukup indah. Yang menjadi perhatian mata mereka
Aya pun duduk menemani Ferdi . Tak lama Wati dan Erni datang membawakan mainan si kembar Untuk bisa bersantai sambil menikmati hawa sejuk taman bunga keluarga Ferdinan
Di negara lain . Naura terduduk menatap jendela apartemen mereka .Karna Reyhan seperti biasanya . Sibuk di kantor mengurus perusahaan Kini Naura hamil satu bulan Ketika mereka tiba . Reyhan membuang semua pil KB Naura tanpa sepengetahuan nya .Karna Reyhan ingin Naura benar benar bisa melupakan masa lalu nya tentang Ferdi.. Apalagi sepupunya itu hidup bahagia sekarang .Jadi tak ada alasan lagi untuk mengganggunya
__ADS_1
" Aku memang salah , terlalu berharap padahal ia tak sekalipun mengingat ku " guman Naura .Yang sempat berniat tak baik pada Reyhan .Tapi nyatanya ia adalah istri Reyhan bukan Ferdi yang seperti ia harapkan .
"Hahaha .............ya .......aku gila memang berharap bisa memiliki nya Tapi hanya sekedar mimpi belaka " kata Naura bicara sendiri dan tertawa lirih Karna sadar semakin ia berharap semakin hampa hidupnya Ia hanya menggapai impian kosong tak berujung manis
" Hiks ..... hiks ..... ya aku kalah , aku hanya masa lalu nya " kata Naura terisak sendiri. Karna terlalu banyak berharap Akhirnya ia terluka sendiri
" Aku sadar , aku kalah oleh gadis desa itu Dia hanya gadis bodoh yang tak punya pendidikan Tapi dia bisa memikat Ferdi . Padahal aku tak kalah cantik " kata Naura bicara sendiri .Karna kini ia pasrah hidup dengan Reyhan Dan berusaha untuk bisa melupakan Ferdi Kalo tidak ia akan makin terluka .Apa lagi ketika ia mendengar istri Gustav Heni di penjara . Mantan kekasih Ferdi itu nekad ingin membunuh suami nya sendiri Tapi berujung di penjara Karna laporan Ferdi dan keluargga Gustav Yang tak terima Gustav di lukai dengan Alasan ia ingin kembali pada Ferdi Tapi Ferdi menolaknya tegas
" Ya aku harus melupakan nya " kata Naura. Mencoba untuk mulai dari nol
*********
Disisi lain Wandi baru saja pulang dari kantor Ketika ia mendengar suara ribut ribut di kamar Kaifa .Dan ketika ia ingin membuka pintu .
" Mamah mau kau menyuruh orang untuk menculik dua bayinya itu Dan membuangnya jauh jauh " kata mamah Kaifa dengan suara keras
" Tidak mah , Kaifa tidak mau ... mamah tahu kan mereka siapa Dan lagi mami sahabat mamah Bagaimana mamah tega membuang cucu sahabat mamah sendiri " kata Kaifa menolak Karna tak mungkin ia berbuat keji Walau ia tak menyukai Aya dan Ferdi bahagia .Tapi tak ada niat jahat terbesit untuk menculik bayi dan membuang Aya
Wandi terpaku diam tak bergeming Karna mertuanya itu punya pikiran jahat pada sahabatnya .Yang dulu memberikannya kesempatan untuk menikahi Kaifa .
" Mah, sudah cukup mamah berbuat jahat Mamah juga kan yang hampir mencelakai Aya .Kaifa tak mau mah Mamah bisa di penjara seperti Heni .Ferdi dan keluargganya tak akan tinggal diam saja Bila sampai Aya disakiti Apalagi mami Risma. Bayi kembar itu cucunya Dan tak mungkin bisa kita mengambil dan menculiknya Apalagi membuangnya begitu saja " kata Kaifa .
" Kau bisa menukarnya nanti dengan bayi mu " kata Mamah .
" Tidak........!!!!!" kata Wandi berteriak Yang membuat mamah Kaifa dan Kaifa terkejut Melihat kedatangan pria itu Yang berdiri di depan pintu Dan membuat kedua nya terkejut .
" Bang ....." kata Kaifa
" Jangan pernah kau lakukan itu, kalo tak ingin aku menceraikan mu detik ini juga
Dan mamah pergi lah....!!! Wandi tak mau mamah slalu ikut campur urusan rumah tangga kami .Sudah cukup aku diam selama ini . Dan Aku tahu mamah dalang kecelakaan Alan waktu itu.Tapi akhirnya mamah kena karma nya kan . Kenapa mamah tak bisa melupakan masa lalu .Dan mengikhlaskan Ferdi .Dia sudah bahagia dengan pilihannya mah. Dan dia juga tak mencintai Kaifa lagi " kata Wandi bicara cukup keras
__ADS_1
Membuat Kaifa tertunduk malu pada Wandi Sedangkan mamah Kaifa tak bisa berkata Apa pun. Ketika ia tertangkap basah .Oleh menantunya sendiri
" Maaf nak Wandi , mamah tak berniat....." kata mamah menggantung
" Mamah bisa pergi dari sini , aku tak mau Kaifa terseret berhati iblis seperti mamah. Dan mamah tahu bila aku melaporkan ini pada Ferdi tentang rencana mamah . Aku yakin Ferdi tak akan tinggal diam saja Dia pasti akan menghancur kan perusahaan papah dan mamah sekarang juga " kata Wandi .
" Bang ..... jangan lakukan itu " kata Kaifa
" Baik , tapi ingat jangan pernah lagi kau ikut menjadi jahat seperti mamah . Kalau tidak aku akan menceraikan mu setelah melahirkan nanti " kata Wandi
tegas dan penuh penekanan
Deg....
" Maaf kan mamah nak, mamah yang salah jangan ceraikan Kaifa Dan jangan pisahkan anaknya dari Kaifa ." kata mamah terisak .
" Oh ya lalu bagaimana rencana mamah membuang bayi Ferdi. Bukan kah itu hal yang sama " kata Wandi
" Tidak nak , Aya tak pantas untuk Ferdi mereka hanya menumpang hidup saja " kata mamah terisak
" Oh ya , bukan mamah yang bisa menentukan Aya pantas atau tidak jadi menantu Keluargga Ferdi .Tapi Ferdi sendiri yang menentukannya . Bahkan tante dan om Sandi tak sekali pun pernah mengungkit masa lalu Aya Dan juga latar belakang keluargganya .Lalu kenapa mamah merasa yakin mamah bisa merendahkannya . Mamah tak punya hak untuk ikut campur urusan mereka . Apalagi sekarang Kaifa istri Wandi ." kata Wandi emosi
" Bang sudah , maaf kan mamah .Biarkan mamah pulang " kata Kaifa .Karna mamah nya itu menangis . Takut kalo sampai Wandi membongkar semua kejahatannya.
" Kau duduk saja disana , biar mamah pulang diantar sopir" kata Wandi
" Bi Nilam ......bi....." teriak Wandi nyaring Yang membuat pembantunya itu kaget mendengar Wandi berteriak . Lalu bi Nilam bergegas masuk kamar tuannya
" Iya tuan ada apa " kata bi Nilam
" Antar mamah keluar suruh pa Tio mengantar nya pulang sekarang juga !!!" kata Wandi
__ADS_1
" Iya....tuan " kata bi Nilam gelagapan Karna tak biasa nya tuan nya itu marah Dan lagi mamah Kaifa menangis tersedu sedu .
" Ayo nyonya " kata bi Nilam Sambil melirik Kaifa yang menangis Tapi tak bersuara .Karna hanya terlihat air matanya saja Berlinang membasahi dua pipinya. Yang membuat bi Nilam bingung Apa yang terjadi pada tuan dan nona nya itu juga dengan mertuanya yang menangis tersedu sedu.