Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 133


__ADS_3

Sore di kebun kopi Rio duduk sendiri


Di kebun kopi menunggu para pertani pulang Pa Tejo yang melihat Rio pun menghampirinya lalu duduk di sebelah Rio .


" Kenapa sedih nak, kau tahu kau itu beruntung bisa menikahi Ara yo. Pa Kevin itu sekarang tak sekuat dulu ia berharap banyak padamu " kata pa Tejo


Menasehati Rio .Sayang dia tak punya anak lelaki Karna dua duanya semua perempuan Sama dengan pa Kevin .


" Rio ngak sedih pa , cuma merasa ngak enak saja . Apa lagi Ara masih muda dan punya segalanya " kata Rio


" Ya , tapi dia juga butuh pendamping Yang jujur dan baik seperti mu untuk Ara


Karna kita tak pernah tahu ajal seseorang " kata pa Tejo Yang beberapa hari ini mengantar pa Kevin cek up Pa kevin punya penyakit yang dirahasiakan nya Yang tak ingin ia ceritakan pada putrinya. Dan pa Tejo yang dulu pernah berkerja pada pa Rendra ayah pa Kevin Tahu banyak kisah hidup nya..


" Maksud bapa ?" kata Rio


" Ah bukan apa apa maksud bapa pa Kevin sudah tua , wajar kalo putrinya itu cepat menikah biar ada yang menjaganya Apalagi Aya dijakarta ." kata Pa Tejo yang memang baru datang dari bandung kerja di bangunan Karna dulu tak tahu pa Kevin pulang mengurus perkebunan lagi Dan sekarang kebun kopinya Sudah mulai menghasilkan lagi


" Ya tapi saya tetap merasa ngak pantas pa, saya hanya orang miskin " kata Rio


Yang belum berani bercerita pada ibunya


" Ya di buat santai saja nak, jalani saja seperti air yang mengalir " kata Pa Tejo


" Ya pa " kata Rio


***********


Aya sedang berkutat di dapur bersama bi Yam pagi ini membuat kan Ferdi bubur Ayam karna suami nya itu ingin memakan


Bubur buatan sang istri


"Hai.... apa sudah jadi " kata Ferdi memeluk Aya dari belakang


" Sudah ini tinggal buburnya saja bang " kata Aya yang lalu mengambil centong untuk mengambil bubur


" Ya ampun Fer ngak usah lebay juga kali .Aya lagi masak sabar dikit Sini... duduk sini sama mami " kata mami Yang melihat Ferdi menganggu Aya


" Ya mi " kata Ferdi


" Hehehe....... biasa nyonya kan gak sabar karna lapar " kata bi Yam


Aya pun hanya tersenyum mendengar suaminya itu di sindir Sambil membawa Tiga mangkuk bubur untuk mami dan suaminya juga papi mertuanya


" Nih sudah matang tinggal toping nya " kata Aya yang lalu memasukan daging ayam daun bawang seledri Bawang goreng dan kuah ayam .


" Tara sudah siap "kata Aya menyodorkan pada mami dan Ferdi

__ADS_1


Karna papi belum datang


Ferdi pun langsung mencicipinya dan " mhem.....enak sayang nanti abang


mau nambah ya " kata Ferdi


" Ya bang ....siap " kata Aya yang juga mengambil untuk dirinya sendiri


" Bi yam ayo cobain " kata Aya


" Ya bi, ini enak banget lho Kalo Aya buka warung buburnya pasti cepat ludes dan laris manis " kata mami yang menikmati bubur Aya


" Enak kan mi , pasti mami ketagihan" kata Ferdi


" Kok kamu tahu Fer kalo Aya masak bubur enak " kata mami heran


" Dulu waktu di Villa pas Ferdi sakit Ferdi di bikin kan Aya bubur mi , dan rasanya enak .Itu bikin Ferdi nafsu makan " kata Ferdi


" Oh ya pantasan kamu nafsu juga menganggu Aya " kata mami menyindir Membuat Ferdi terkekeh


" Wah ..... kok makan ngak nawarin papi ya " kata papi yang datang bersama


Alan Yang tersenyum menatap keluargga tuan besarnya itu


" Duduk pah itu buat papi, kak Alan biar


" Wah ....kayanya enak nih trimakasih nona " kata Alan yang ikut duduk


" Itu jelas Lan , tapi ngak boleh nambah sudah habis " kata Ferdi menyodorkan mangkok pada Aya minta tambah .


" Hahaha...... curang tuan muda pengen banyak sendiri " kata Alan


" Ya dong " kata Ferdi cuek .


" Hahaha...... dia lagi ngidam telat Lan . Jadi harap maklum " kata Mami


Yang membuat papi tersenyum Karna memang Aya jarang meminta apa pun sejak hamil Yang membuat mami dan papi bingung menantu nya itu tidak rewel Dan banyak polah .Padahal papi dan mami ingin sekali mengerjai Ferdi


" Hah..... kok bisa nyonya ngidam telat " kata Alan bingung


" Pengen makan yang aneh aneh tapi tidak ngidam " jelas mami


" O...... gitu ya mi kalo ngidam telat " kata Ferdi terkekeh


" Masa sih mi, perasaan abang kalo makan pas lapar makan nya tetap banyak ." kata Aya


" Ih sayang jangan cerita " kata Ferdi menatap Aya

__ADS_1


Membuat semua orang tergelak menertawakan Ferdi termasuk bi Yam Yang ikut mengambil bubur yang sudah habis Karna ingin mencicipinya Karna Aya memang membuat sedikit untuk sarapan


Setelah sarapan Aya pun mengantar Ferdi


keteras untuk berangkat kekantor


" Nanti sore jadi ke makam kan bang sekalian ke rumah ustad " kata Aya


" Ya sayang . Nanti abang telpon kalo pekerjaan abang sudah selesai ya " kata Ferdi mencium bibir Aya


" Ih.....abang malu di lihat Tina sama kak Alan " kata Aya


" Cuek aja biar mereka iri dan cepat menikah " kata Ferdi mengecup bibir Aya Yang membuat Alan membuang wajahnya Begitu juga Tina Yang tak kuat melihat kemesraan tuan dan nonanya itu Yang hanya menunduk kan kepala sambil memainkan kakinya .


Aya menyalami tangan Ferdi Dan Ferdi pun mencium kening Aya lalu ia pun turun ke garasi dan masuk ke dalam mobil lalu melambaikan tangan nya pada Aya


" Ya bang hati hati " kata Aya tersenyum Sambil membalas lambaikan tangan Ferdi


Yang lalu menutup kaca mobil


" Tina ayo bantu didapur " kata Aya yang tadi penyuruh para pelayan menyiapkan hadiah untuk anak anak baju koko dan sarung untuk anak pria .Rukuh untuk anak perempuan dan jilbab


Di yogya Qila baru saja keluar dari kelas ketika seseorang mengagetkan nya


" Baa.......Hai cinta " kata Awan


" Astaga ih mas Awan apaan sih bikin jantung Qila mau copot aja " kata Qila


" Hah..... kok bisa sini mas Awan pasangkan jantung nya keluar ngak ." kata Awan yang ingin menyentuh dada Qila namun Qila menghindar


" Ih.....apaan sih mau mesum nih " kata Qila kaget mendekap dada nya


" Dih .... sini " kata Awan menarik Qila ketempat sepi lalu mencium bibir Qila yang membuat Qila kaget lalu mendorong Awan


" Mas Awan......" teriak Qila


" Lah itu mas cuma kasih contoh buat Qila kalo mesum ya begitu itu ,makanya mas praktekkan orang di pegang aja belum sudah nuduh mas mesum ..tapi enak kan bibir Qila manis " kata Awan


" Plak.....plak....." Qila .mukul Awan memakai tasnya karna kesal


" Dasar kadal buntung " kata Qila pergi begitu saja karna kesal


" Cinta.... jangan marah dong mas Awan hanya khilaf tadi " kata Awan mengejar Qila .Namun Qila tetap berjalan tampa menoleh


" Ih sial marah dia , nih gara gara Baim nyuruh nyium ....akhirnya Qila marah besar deh mampus gue wah bisa gagal nembak kalo begini ." kata Awan yang lalu terduduk di rerumputan karna tadi Temannya bilang ia harus mencium Qila


Agar Qila suka pada nya . Namun nyatanya Qila malah marah

__ADS_1


__ADS_2