
Ketiga nya menoleh kearah sumber suara Yang melihat bu Cunda menghampiri mereka
"Sini bu gabung kita " kata Aya
" Emang mau kesini , ibu nyari kalian bertiga tadi di ruangan pa Gery .Ibu pikir kalian disana .Tapi pa Gery bilang kalian disini jadi ibu susul saja " kata bu Cunda
" Apa ada masalah bu ?" kata Gita
" Ngak ada tapi , ibu hanya ingin menyesuaikan warna nya saja " kata bu Cunda Menatap Aya
" Iya bu , tapi kami sudah itu sudah sesuai dengan permintaan tim , kemaren kita sudah konsultasi pada mba Siska langsung Dan bilang sama kita ambil warna hitam dan abu abu sama cream
" Jadi kalian sudah bertemu bu Siska . ibu pikir belum " kata bu Cunda
" Sudah bu , Aya yang loby sama bu Siska langsung kok " kata Gita
" Syukur lah , kalo begitu ibu ngak perlu kebutik lagi .Untuk menemui bu Siska " kata bu Cunda
" Ya bu, kan sudah deal " kata Aya Karna sejati nya Siska bawahan nya Wajar kalo Aya mudah untuk bicara atau pun bertemu dengan Siska .Dan lagi mana mungkin Siska brani mengatur Aya Karna untuk desain butik masih di tangani Aya dan mami mertuanya.
" Ya sudah , kalo begitu ibu balik lagi ya ke kantor " kata bu Cunda ingin beranjak pergi
" Eh ... makan dulu bu , kita bisa sambil ngobrol . ibu boleh pesan apa saja .Nanti Aya yang traktir bu " kata Aya tersenyum .
" Boleh , ibu tak menolak bakso sama jus alpukat ya bu " kata bu Cunda memesan makanan
" Ya bu dosen , tunggu ya " kata Ibu pemilik kantin Yang langsung sigap melayani pembelinya
Lalu mereka pun ngobrol bersama Dan itu membuat mereka jadi akrab
Karna bu Cunda juga ramah yamg membuat Aya tersenyum Bisa bertukar pikiran pada sang dosen Walau masih berduka Aya bisa tertawa Dan sore ini di rumah masih ada tahlilan 7 hari
Setelah makan mereka pun pulang Dan sesampai nya di rumah Aya langsung menghubungi bagian konveksi untuk penjahitan gaun Dan ukuran nya sudah di sesuaikan Dengan para model dan teman temannya Kalau pun nanti mereka bisa tampil itu lebih baik Karna kali ini Aya lebih banyak mengambil warna kalem untuk gaun umum .
Disisi lain Ferdi duduk menyuapi Alan makan bubur Dan mulai hari ini Alan sudah bisa mengerakkan tangan nya Tapi tidak dengan kakinya
" Fer..... apa belum ada kabar ?" kata Alan menatap Ferdi
" Belum ?" kata Ferdi yang sudah 3 hari mengirim surat tapi juga belum ada kabar dan berita .
" Lalu kita harus bagaimana ?" kata Alan
__ADS_1
" Banyak sabar dan berdoa , karna bagaimana pun tak mungkin kita pulang dalam kondisi begini " kata Ferdi .
" Ya " kata Alan Membuka mulutnya makan bubur buatan Asih .
Tak lama pa Mamat datang membawa singkong rebus . Dan lalu duduk dekat mereka berdua
" Apa sudah merasa baikan nak ?" kata pa Mamat
" Ya pa, tapi kaki saya belum bisa di gerakan " kata Alan
" Sabar ya nak, kaki nak Alan lumpuh dan perlu waktu untuk di obati .Nak Ferdi saja masih bengkak belum bisa untuk berjalan jauh .Padahal kalo keluar dari sini kalian harus berjalan seharian " Jelas pa Mamat
Ferdi hanya diam .Sambil tangan nya menyuapi Alan Dan Alan menatap Ferdi lekat meminta jawaban .
" Sabar lah, kita tak bisa memaksa kan diri lan " kata Ferdi
" Betul itu nak , karna memang tempat kami ini Sangat jauh di pelosok desa yang jauh dari penduduk yang lainnya Dan pemerintah saja tak mau perduli kondisi desa kami " kata pa Mamat .
" Ya pa kami mengerti , Kami akan bantu bapak membuat jalan suatu hari nanti Kalo suatu saat kami bisa kembali pulang ya kan Fer " kata Alan
" Ya insyaallah " jawab Ferdi Yang belum bisa berjanji Karna ia dan Alan belum sepenuh nya pulih Dan kalo surat itu tak sampai Tipis harapan nya mereka bisa kembali secepatnya .
" Ya biar itu urusan nanti nak, yang penting kalian sehat dulu " kata pa Mamat sambil makan singkong
*************
Hari berlalu cepat ketika Aya sudah mempersiapkan semua gaun terbaiknya Yang akan lomba dua minggu lagi Dan Gita juga sudah melihat gaun yang akan mereka lomba kan
" Gila... Ay , ini bagus bagus Apa modelnya di bayar mahal " kata Gita berbisik ketika mereka di butik
" Gue kurang tahu Git, itu bukan urusan kita " kata Aya Karna model memang sudah di siapkan oleh bagian panitia lomba Dan Aya tak tahu menahu urusan itu Dan mami Risma juga akan ikut jadi juri dari 10 orang juri Yang akan menilai mereka .
" Ya .... sudah , lalu kita cuma nonton lomba saja nih " kata Arum
" Ya bisa jadi , kalian bisa duduk manis melihat lomba nya " kata Aya
" Ya baiklah , kita ikut support kalian deh Ngak masalah ngak ikut " kata Tari
" Iya yang penting kita bisa lihat Ay Dan mudahan kalian menang " kata Anya menarik nafas dalam Walau sedikit kecewa Tapi paling tidak mereka bisa menonton acaranya
" Ya trimakasih atas dukungan kalian Dan gue berharap kami menang " kata Iksan Yang antusias mereka bisa menang .
__ADS_1
" Ya , nanti kalo model nya kurang kalian bisa naik panggung Tapi biasa akan di beri tahu paling tidak 3 hari sebelum lomba waktu gladi kotor "' kata Aya tersenyum
" Ngak masalah Ay , kita tetap semangat kok " kata Arum dan Anya kompak .
Setelah itu mereka pulang Karna sudah melihat gaun gaun yang akan di lomba kan Begitu juga dengan Aya Karna besok ia akan ikut ke sungai mencari jejak Ferdi dan Alan bersama Tris dan Yusuf juga Via dan Tina Yang di temani Sam dan Ran anak buah Alan
***********
Aya baru saja selesai menyusui Aska Ketika Tina datang kekamar nya Untuk memberi tahu Tris sudah menunggu nya di teras
" Ya Tin , duluan sana ..de kak mamah pergi dulu ya Mba biar mereka main disini dulu " kata Aya
" Ya nona " kata Wati Karna Afnan masih sibuk dengan lego nya .
" Oh ya jangan lupa nanti bilang mami dan papi saya pergi sebentar " kata Aya Karna mertuanya belum bangun .
" Ya nona " kata Erni yang lalu menemani Aska dan Afnan bermain .
Aya pun lalu keluar dari kamar Dan bergegas pergi ke teras Dan di luar Tris Yusuf dan Via sudah menunggu nya di dalam mobil Karna memang mereka sepakat mencari jejak Ferdi .Karna ada kemungkinan mereka terjatuh dan selamat Karna papi Sam dan Ran sudah menduga kearah itu .Dan kemungkinan mereka masih hidup bila itu benar benar terjadi Walau pun belum ada kepastian .
" Ayo berangkat " kata Yusuf
" Ya tuan " kata Sam yang membawa mobil nya lebih dulu bersama Ran dan Aya juga Tina di dalam nya Menuju . Tepi jalan layang
Hampir satu jam mereka sampai di sana Mereka pun semua turun .Via dan Yusuf menunggu di atas Dan Aya ikut turun karna ia ingin mencari melihat langsung sungai itu Siapa tahu ada petunjuk untuknya menemukan suaminya
" Nona jangan kesana , itu arusnya sungainya sangat deras " kata Ran khawatir
"' Ya tapi aku ingin melihatnya " kata Aya Yang berjalan di kawal oleh Tina
" Hati hati nona " kata Tina .Yang memegang tangan Aya .
" Ya " kata Aya melewati beberapa batu besar lalu melihat pinggiran nya
" Nona hati hati " kata Tina mengingat kan Aya .
" Ya Tin, aku tahu " kata Aya melepaskan sepatunya untuk mengecek pinggiran dan .....
" Dompet " kata Aya yang melihat dompet di antara batu yang menjepitnya Sambil melihat sungai di sisi kanan
" Aya pun mengambil nya dan ....
__ADS_1
" Abang........" kata Aya memeluk dompet itu dengan mata berkaca kaca Karna ia tahu itu milik suaminya .
"' Apa mungkin ??" batin Aya