
Reyhan pun langsung mengangkat tubuh Naura dan berteriak
" Bibi........ cepat telpon dokter " kata Reyhan
Bibi yang datang pun lalu langsung menelpon dokter Sedangkan Reyhan mengangkat tubuh Naura keatas tempat tidur Dengan sedikit darah mengalir di kakinya
" Kau ini itu akibat nya slalu membantah suami mu " kata Reyhan marah
" Apa kau senang aku jatuh " jawab Naura
" Naura .....ada apa dengan mu . Aku ini suami mu aku masih punya hak untuk menegur mu.Apa kau tidak ingat kau sedang hamil hah !!!" kata Reyhan
" Kenapa memang nya ? Kau juga tak perduli pada ku " kata Naura
" Astaga ....kau ....Selama ini aku cukup sabar pada mu ra, kalau kau ingin kita berakhir Tunggu sampai bayi itu lahir dan kau bisa bebas pergi semau mu Silahkan kejar apa yang kamu mau " kata Reyhan
Naura pun langsung terdiam dan tak lama dokter pun datang . Dan bibi pun mengantar dokter kekamar Reyhan
" Tuan ini dokternya " kata bibi yang ikut panik
" Silahkan dok , istri saya terpeleset di kamar mandi " kata Reyhan
Dokter pun lalu memeriksa Naura Bahkan kondisi perut dan tubuhnya yang memar Setelah selesai ia pun menatap Reyhan
" Maaf mas , mba Naura harus segera di bawa kerumah sakit Agar bisa di periksa lebih lanjut kemungkinan untuk keselamatan janin nya " kata dokter
" Baik dok , saya harus apa?" kata Reyhan
" Biar saya telpon ambulans untuk menjemput mba Naura .Mas Reyhan bisa bersiap siap " kata dokter itu Lalu langsung mengambil ponselnya di dalam tas untuk menelpon ambulans
Naura hanya diam dengan wajah datar Entah mengapa perasaan nya serasa tak nyaman Karna terasa darah mulai terasa merembes di sela sela pahanya .
Reyhan pun mengambil tas dan beberapa pakaian Naura dan juga dirinya Lalu menelpon mertuanya untuk menemui mereka di rumah sakit
**********
Di ruang tamu . Tania dan mamah sedang asyik nonton telenovela bersama mami Ketika ponsel Tania tiba tiba berdering Lalu bergegas mengangkat nya ketika melihat nama Reyhan di layar ponsel
" Hah ..... bagaimana bisa ......baik Tania akan kesana bersama mamah " kata Tania yang lalu menatap mamahnya
" Ada apa ?" kata mamah penuh selidik
" Naura jatuh terpeleset di kamar mandi mah Dan sekarang lagi kerumah sakit " Kata Tania
" Astagfirullah , apa dia baik baik saja " kata mami
" Sepertinya tidak tan " kata Tania
__ADS_1
" Ya tuhan ...... Ku pasrahkan semua nya
Pada mu kalo itu yang terbaik " kata mamah berdiri di gandeng mami dan Naura
" Ayo ji , kita lihat mba ikut untuk menemani mu" kata mami .Yang hanya bisa membuang nafas kasar nya
" Ayo mah...." kata Tania yang lalu mengandeng tangan mamah nya Sedangkan mami Risma bergegas kekamar untuk menganti pakaian dan mengambil tasnya
" Bi , kalo Aya dan Ferdi tanya saya .Saya kerumah sakit sebentar ya " kata mami Yang berjalan melewati bi Siti
" Ya nyonya " kata bi Siti
Lalu mami pun bergegas pergi menyusul Tania dan mamahnya Yang sudah menunggu di dalam mobil
Sedangkan Ferdi dan Aya asyik berayun ayun menikmati suasana taman di sore hari Karna masih ada waktu bagi Ferdi Sebelum pergi
" Besok papi kerja jauh . Kak Afnan dan Aska nga nakal ya sama mamah .Harus nurut jadi anak pintar " kata Ferdi
" Ya " kata Afnan mengangguk
" Pa gi ma " kata Aska menatap papinya
" Ya kan papi kerja jauh . Tapi kalo sudah selesai papi akan pulang cepat " kata Ferdi mencium Aska
" Ya gan ma asta ngen " kata Aska .
" Iya lah papi juga kangen sama ade dan kakak " kata Ferdi mengusap kepala Afnan dan Aska Yang membuat Aya tersenyum Melihat betapa sayang nya suami nya itu .Pada buah cinta mereka Yang kini sudah mulai belajar lancar bicara .Dan celotehan mereka terdengar lucu walau hanya sepotong sepotong .
" Ya sayang ,jaga mereka buat abang " Kata Ferdi merangkul Aya dan juga memeluk Afnan dan Aska.
Dirumah sakit Reyhan mondar mandir di depan kamar rawat inap Dan Naura harus di kuret Karna janin nya tak bisa di slamat kan Dan Reyhan hanya bisa meraup wajah nya kasar Karna akhirnya ia tak punya beban lagi pada Naura Dan ia sudah bertekad untuk melepas kan Naura Agar hatinya tak terlalu sakit
" Ya tak akan baik bila semuanya dipaksakan ra, Kau boleh memilih dan aku pun sama " batin Reyhan yang lalu menulis pesan di ponselnya dan mengirim pesan nya untuk Ferdi.
" Rey.... bagaimana Naura " kata Mami Naura yang baru datang .
" Janin nya tak selamat mah., maaf kan kami mi " kata Reyhan
" Huh.....sudah lah , kalian harus bersabar mungkin belum rezeki kalian nak " kata mami Naura mengusap punggung Reyhan Dan ikut bersedih
" Besan ...." kata mamah Yang datang bersama mami dan Tania
" Reyhan apa yang terjadi nak " kata mamah mendekati Reyhan
" Rey ngak tahu mah , Rey sedang di teras saat Naura di kamar " kata Rey
" Ya sudah mba , besan ayo kita duduk disana " Kata mamah Yang bersikap tenang Karna ia belum tahu apa yang terjadi sebenarnya
__ADS_1
Diruang rawat Naura terbangun ketika dokter menepuk pipinya Dan matanya berkaca kaca Menahan sedikit rasa sakit di perutnya .
" Mba harus sabar ya, kan masih bisa hamil lagi " kata dokter tersenyum
" Ya dok " kata Tania lirih
" Apa kau benar benar akan melepas ku Rey Dan juga meninggalkan ku " batin Naura teringat saat Rey yang bicara sore itu Ketika Ia merasa kesal
" Ngak mungkin Rey , kau sangat mencintai ku Dan aku tahu itu . itu tak akan terjadi " batin Naura Yang menatap langit langit kamar di mana ia sedang berada.
" Kak apa kalian baik baik saja " kata Tania Yang duduk menemani Reyhan
" Tidak , Mungkin setelah pemulihan kakak akan pergi , aku titip mamah ya " Kata Reyhan mengengam tangan Tania .
" Kemana ?" kata Tania pelan
" Menyepi untuk menenangkan diri Siapa tahu aku bisa membuka lembaran baru " kata Reyhan ..Tadi nya ia sangat senang Naura benar benar bisa melupakan Ferdi selama di jerman Dan mereka bisa membuka lembaran baru. Tapi perkiraan nya salah besar Sepulang nya dari sana fakta lain akhirnya terkuak.. Dia tahu Ferdi tak akan melakukan kesalahan dua kali untuk bermain api. Tapi ketika Naura ingin masuk dalam kehidupan Ferdi Itu sangat membuatnya kecewa Karna ia sudah cukup lama untuk memberi kesempatan pada Naura . Dan ia berharap Naura tulus mencintainya Tapi kenyataan nya berbeda Dirinya hanya dianggap batu loncatan Agar bisa mendekati sepupu nya itu Yang tak mungkin akan ia maaf kan .
" Bagus lah , itu lebih baik " kata Tania Lalu bersandar di bahu Rey Karna ia pun tak akan terima Naura menyakiti saudaranya itu Karna ia tahu rasanya di khianati Dan di bohongi sebelum ia dekat dengan Deril .
" Terimakasih untuk tidak mengatakan nya pada mamah " kata Reyhan
" Mamah sudah tahu kak, tapi mamah memilih diam Dia ingin kalian menyelesai kan dengan cara yang baik . " kata Tania
" Bagaimana bisa ?" kata Reyhan melirik mamah yang ngobrol dengan besan dan tantenya ..
"' Karna mang ujang cerita masalah ular waktu itu " jawab Tania
Reyhan pun terdiam Lalu menarik nafas dalam Dan kini berarti ia tak perlu lagi menyembunyikan faktanya Dan hati Reyhan sedikit tenang
Sedangkan Ferdi sudah di bandara bersama Alan Dan ia pun membaca pesan Reyhan. Sambil menunggu waktu keberangkatan
" Reyhan minta pindah lagi lan " kata Ferdi
" Apa ???" kata Alan kaget
" Tapi tidak sekarang mungkin satu dua bulan lagi Menunggu urusan nya dengan Naura selesai " kata Ferdi
" Huh......aku pikir harus sekarang " kata Alan yang cukup kaget .Karna Reyhan baru saja seminggu di menempati kantor cabang .
" Hahaha......kenapa kau yang bingung ? Kan dia butuh tempat bersembunyi Untuk lari dari kejaran ular " kata Ferdi tertawa lepas
" Tapi apa dia yakin bisa lepas Karna dia sangat mencintainya " kata Alan
" Menenangkan pikiran itu lebih baik lan " kata Ferdi
" Ya tuan muda " kata Alan yang langsung menarik tubuh Ferdi
__ADS_1
" Tuan !!!
" Brak............