Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 150


__ADS_3

Malamnya mereka pun makan bersama seperti biasa .Karna besok Ara harus pulang .Tak .mungkin ia berlama lama di jakarta karna harus masuk sekolah


" Besok Ara pulang sore kan de siang nya kita bisa cari oleh oleh dulu " kata Aya mengisi piring buat Ferdi


" Iya nak, kan diantar mamang . Tapi maaf mami ngak bisa ikut ngantar karna ada meeting siang ya ra " kata mami


" Ngak pa pa mi, kan cuma nyari oleh oleh " kata Ara


" Ara sudah besar ya nak ,kan sudah mau SMA Apa ara mau kuliah disini " tawar papi


" Ara kuliah di yogya saja pi sambil kerja " kata Ara .


" Oh iya abang lupa tanya Ara, Ara benaran punya cafe " kata Ferdi Yang membuat Ara menatap Ayah dan Aya


Yang di balas senyuman keduanya


" Ara belajar berbisnis besan, buka cafe untuk kalangan menengah Dan Ara ingin punya usaha sendiri " kata ayah


" Masyaallah itu permulaan kerja keras yang menantang. Papi acungin jempol dua buat Ara " kata papi


" Hebat de, kapan kapan abang survei " kata Ferdi sambil menyuap makanan nya


" Wah ...keran nak, mami mendukung Ara bila perlu butik mami ikut buka disana " kata mami tersenyum


" Ya untuk kedepannya mi Ara mau buka cabang baru " kata Ara


" Hah ..... mau buka cabang " kata Ferdi kaget .Karna memang Ferdi baru tahu Kalo Ara punya cafe dan Ferdi juga belum melihat seperti apa cafe Ara


" Iya bang kan cafe Ara join sama kak Aya juga " kata Ara melirik Aya


" Wah ...... menantu mamah ikut tanam saham juga ya, syukur lah nanti Aya bisa ngurus butik mami juga kalo buka cabang " kata mami


" Bukan nya Aya sudah jadi desainer nya mami Masa buka cabang lagi " kata papi


" Ya kan perlu ya Ay orang Aya pintar kok pi, Kalo rajin belajar walau jadi desainer sambil mengelola itu lebih baik " kata mami Yang memang berharap bisa menggantikannya.


" Apa Aya ngak pengen kuliah nak " kata Papi menatap menantunya itu


" Nanti pah kalo sudah lahiran " jawab Aya yang melirik Ferdi

__ADS_1


" Abang terserah Aya yang penting bisa mengatur waktu bekerja kuliah dan mengurus abang " kata Ferdi yang tak mau istrinya terlalu sibuk. Cukup dirinya saja Karna penghasilannya saja sudah lebih dari cukup


" Ya bang siap " kata Aya


Ayah hanya diam karna memang dua putrinya itu punya impian masing masing Dan sebagai seorang Ayah ia hanya ikut mendukung tampa ikut campur tangan Karna Ayah tahu mereka gadis cerdas.


Setelah makan mereka pun ngobrol bersama diruang tengah Sedangkan Ara dan Aya ngobrol di kamar Ara .


" Tanahnya 2,5 m kak , kalo ngak punya nya pa pa , biar kita cicil saja " kata Ara


" Kita beli saja, tapi nunggu seminggu ya biar kak Aya izin abang dulu ya " kata Aya


meminta waktu


" Itu banyak lho kak , apa abang ngak keberatan kak, kan Ara bisa pinjam bank untuk bayar .Bisa pake sertifikat kebun


Nanti bayarnya Ara cicil tiap bulan " kata Ara menatap Aya..Karna Ara tak mau membebani kakaknya


" Ngak de, surat tanah ngak boleh Ara otak atik Kakak ngak mau . kak Aya punya kok tuh . Atm kakak ada uang nya .Kalo Ara ngutang di bank itu hukumnya riba dan bunga nya juga besar. kakak ngak mau kamu pusing di kejar kejar utang untuk bayar ingat kamu masih sekolah Nanti Aya bicara dulu sama abang ya Kak Aya yakin bang Ferdi mau menolong kita " kata Aya yang tahu uangnya ada 1 M di atm milik nya . Tapi Aya tak tahu berapa banyak di atm milik suaminya .


Karna Kartu itu atas nama suaminya


Dan Aya hanya memakai nya saja untuk kepentingan sehari hari


" Sudah kita beli semua saja. Nanti kak Aya rayu abang " kata Aya tersenyum


karna setahunya Ferdi baru saja men transfer uang ke rekening nya bulan ini


dobel Atas pemintaan nya tempo hari


" Ya terserah kak Aya, nanti biar Ara bicara sama mas Rio " kata Ara


" Ya , besok kita lihat ya .Ya sudah kak Aya kembali kekamar " kata Aya yang lalu keluar dari kamar Ara . Bersamaan


Ferdi yang ingin menemuinya .


" Pantasan abang cari cari ngak ada rupanya di kamar Ara " kata Ferdi


menghampirinya

__ADS_1


" Ih .... kan ngak perlu dicari bang nanti juga masuk kamar " kata Aya langsung memeluk suaminya itu .


" Hahaha..... iya ya kan Aya ngak mungkin kabur ... masa kabur bawa perut besar " kata Ferdi mengelus perut Aya lalu merangkulnya kekamar.


Lalu kedua nya pun masuk dan mengunci pintu Dan Ferdi langsung rebahan sambil melepas pakaian nya .


" Bang apa uang yang di kartu Aya bisa Aya pake Uangnya banyak ngak " kata Aya ikut berbaring sambil menatap dan memiringkan badanya Dan jarinya bermain di dada Ferdi yang membuat Ferdi menatap Aya lekat


" Memang kenapa ?" kata Ferdi


" Aya mau beli tanah yang dibelakang tanah kita bang. Nah tanahnya dijual dan Aya ingin membelinya Untuk membangun cafe dan butik Dan lagi sebagian tanah nya bisa buat berkebun untuk mengirit pengeluaran " kata Aya menatap lekat mata Ferdi . Takut suaminya itu tak memperbolehkan nya .


" O...... begitu , jadi istri abang ini dalang nya ya. Abang baru tahu Ara punya cafe


Apa Aya juga ikut andil " kata Ferdi Karna ia tahu tak mungkin Ara mampu berdiri sendiri tampa sokongan sang istri


" Ya bang " kata Aya mengecup bibir


Ferdi pelan .


" Jadi ceritanya Aya lagi rayu abang nih " kata Ferdi menaik turunkan alisnya Yang membuat Aya tersenyum .


" Kok bang tahu sih " kata Aya lalu memeluk suaminya dengan rasa malu


"' Tahu lah , emang minta berapa ?" kata Ferdi mengangkat dagu Aya lalu ******* bibir Aya pelan Dan itu terasa sangat manis bagi Ferdi


" Harga nya 2, 6 M bang " kata Aya melebih kan sekali mengurus balik nama pada notaris dan uang jasa untuk Rio


" Itu kecil .... ngak masalah , Atm Aya kan lebih dari itu " kata Ferdi karna setiap bulan ia mentransfer 500 juta per bulan Dan bulan ini 1 M karna Aya minta dobel


" Benaran bang ,Abang iklas " kata Aya senang lalu mencium bibir Ferdi dan mengecup wajah suaminya itu hingga Ferdi terkekeh dengan reaksi senang istri kecilnya itu .Dan memeluk Aya erat


" Abang iklas lah kan untuk istri abang " kata Ferdi Yang lalu mulai liar menjamah tubuh Aya Dan Aya pun membiarkan Ferdi bebas melakukan nya sesukanya..


Malam itu pergumulan panas pun terjadi Walau pun Aya hamil ia tetap bisa mengimbangi suaminya itu dengan baik


Karna dokter juga menyarankan Bagus untuk jalan lahir normal selama tak berlebihan.


" Trimakasih bang " kata Aya ketika kedua sudah selesai berolah raga. Lalu Aya mengusap keringat di kening Ferdi

__ADS_1


" Ya...... " kata Ferdi lalu memeluk Aya membawa tubuh polos Aya dalam dekapan nya Yang membuat kebahagian tersendiri bagi Ferdi Karna tahu Aya berinvestasi bukan untuk berfoya foya .


Lalu keduanya pun tertidur pulas saling berpelukan merajut mimpi indah Sampai alarm Aya berbunyi pertanda waktu jam sholat subuh. Mengingat keduanya untuk bangun


__ADS_2