
Ratih terdiam ketika Reyhan menyerang nya kembali Tapi pintu tiba tiba pintu kamar mereka di gedor keras dari luar
" Ratih ayo bangun.... Kalo ngak gue dobrak " Teriak Ara keras
" Bang Ara bang kata Ratih yang lalu mendorong tubuh Reyhan kesamping Dan menarik selimut Dan bergegas membuka pintu kamar
Ceklek .....
" Kok lama " kata Ara menatap Ratih hanya dengan menutup selimut
" E......itu " kata Ratih
" Cepat mandi , besok lagi indehoy nya Kita ada ulangan hari ini !! " kata Ara
" Ya ra , tunggu ya " kata Ratih yang bergegas masuk kamar mandi
" Ih .... ganggu abang aja sih ra " kata Reyhan cemberut. Dari atas tempat tidur
" Bang Reyhan kan sudah dewasanya Jangan mentang mentang baru buka segel mau di genjot terus . Ingat waktu Ratih masih sekolah " kata Ara galak
" Hah...... Kan baru juga ....." kata Reyhan Yang Masih berada di bawah selimut
" De Ara ayo " kata Rio
" Tunggu Ratih dulu mas , nanti dia bisa ketinggalan ulangan Tuh masa mau di sekap trus sama bang Reyhan " sindir Ara yang kesal dari tadi malam
" Alamak ......bini mu galak yo, orang Ratih bini gue . Kok dia yang ngatur " protes Reyhan
" Maaf mas , tapi mas Reyhan juga harus kerja kan Masa baru kerja minta libur juga Nanti kalo bang Ferdi tahu bisa kasus lho " kata Rio
" Iya tuh , nanti gue laporan .Ingat Ratih juga perlu di ongkos bang . Sana bang Reyhan bangun dan kerja " kata Ara
" Siap bos " kata Reyhan mengaruk kepalanya yang tak gatal Lalu melihat Ratih sudah keluar dengan baju abu abu Tapi dengan sedikit jalan di seret
" Sakit ngak ?" kata Ara
" Sedikit " jawab Ratih
" Kalo masih sakit , nginap di kamar ku ya .Nanti malam libur dulu main kudanya . Ayo ...... " kata Ara menyeret tangan Ratih keluar dari kamar
" Eh..... tunggu kok ngak pamitan abang sih " kata Reyhan mengingatkan Ratih
" Ah iya ra, sebentar ya " kata Ratih yang lalu menyalami Reyhan
" Bekal nya tuh di dompet " kata Reyhan menunjuk dompetnya di atas nakas meja
" Hah berapa bang ?" kata Ratih
" Terserah Ratih ambil saja , yang Ratih suka " kata Reyhan . Sedang kan Rio dan Ara hanya terdiam menunggu Ratih . Setelah mengambil uang bekal Setelah itu pun lalu dari keluar kamar dan pergi bersama Ara untuk berangkat sekolah Tanpa sarapan pagi
__ADS_1
" Mas , kami pergi dulu ya " kata Rio
" Ya yo , titip Ratih ya " kata Reyhan tersenyum .Melihat istri kecilnya itu berjalan sedikit mengangkang ulah nya
" Hehehe......lucu juga Tapi nanti malam lagi ah " kata Reyhan bergegas mandi dan menarik seprai bekas pergulatan mereka tadi malam Dan menaruhnya dan merendamnya di ember .Sambil tersenyum senyum sendiri
**********
Jam istirahat Ara Ratih duduk berdua di kantin sambil memesan bakso.
" Apa sakit sekali " bisik Ara yang tahu teman nya itu. Pasti di garap habis Reyhan tadi malam
" Sedikit ra, apa rasanya begitu kalo pertama kali " kata Ratih
" Ya, tapi kalo sembuh ngak sakit lagi Istirahat lah sehari Pasti dia sangat ganas " kata Ara manyun
" Kok lho tahu ra" kata Ratih
" Tahu lah kan laki laki emang begitu " kata Ara Yang tak akan mau berhenti kalo belum puas Dan akan mengulang nya lagi besok hari nya
" Ayo makan , lho kan belum sarapan tadi " kata Ara
" Ya ra , lapar banget , tenaga gue terkuras " kata Ratih dan memesan satu mangkok lagi untuk dirinya
" Woi.... kelaparan lho ya " kata Nila yang baru ikut gabung
" Hahaha pantasan , sikat bang " sindir Nila tertawa
" Alah lho juga besok begitu " kata Ratih
" Tapi kita ingat waktu beb, Mba soto pake ayam yang banyak ya " kata Nila
" Siap neng " kata si pemilik kantin Dan membuat racikan soto Sedangkan Ara dan Ratih memakan bakso nya
***********
Di sisi lain Aya siap siap kekampus sambil menyusui Aska Karna bergantian setelah Afnan
" Mah ..... anti olah " kata Afnan
" Iya kak , kakak nanti juga sama ade akan sekolah kalo sudah 3 tahun " kata Aya yang mengusap kepala Aska
" Ya itut mah " kata Afnan lagi
" Ya ngak kak, kan kakak beda sekolahnya sama mamah " kata Aya tersenyum Sambil mengusap pipi Afnan yang menunggu Aska selesai menyusu
" Apa nya beda ?" kata mami masuk kamar Aya
" Sekolah mi, kan sekolah kakak dan ade beda sama mamah nya kan mi " kata Aya tersenyum
__ADS_1
" Iya lah , kalo kakak dan ade kan ada tempat bermain nya Kalo mamah kan sudah besar Ngak punya tempat bermain " kata mami Yang mencium pipi Afnan Yang tahu cucunya itu sudah mulai banyak bertanya Dan ingin tahu apa saja urusan orang dewasa .
" Nda ma " kata Afnan
" Iya ngak sama , nanti oma bisa antar kakak dan ade bila sudah masuk sekolah Mamah juga sama papi , pasti ikut mengantar " kata mami menatap Aya
" Iya dong , kan nanti kakak dan ade juga ada saatnya untuk sekolah " kata Aya Yang tersenyum melihat wajah polos Afnan yang sedang berpikir membuat mami dan Aya tahu putra sulung nya itu Akan membuat banyak pertanyaan lagi
"Ayo ade main lagi, mamah mau berangkat nanti telat lho Ay " kata mami
" Ya mi, sudah ya sayang .Mamah mau berangkat " kata Aya pada Aska yang mengangguk dan melepas wadah gizinya
" Mi , dotnya Aya taruh di freezer ya " kata Aya
" Ya Ay... hati hati dijalan "' kata mami Yang lalu disalami .Aya dan Aya juga mencium dua putranya .
" Mamah sekolah ya sayang dah ........" kata Aya pamit pada ketiga nya Lalu keluar dari kamar .Sedangkan di depan ruang tengah Tina sudah menunggu nya Dan siap mengantar nona muda nya itu Yang terlihat sangat cantik hari ini
Sedangkan Naura baru saja pulang di rumah sakit bersama sang mami Ia tak tahu Reyhan berada di mana sekarang . Kini ia benar benar merasa kehilangan pria itu Karna sudah menyakitinya .
" Ra apa kau masih mengurus butik " kata mami menatap Naura Agar putrinya itu tidak kesepian
" Ya mi, Naura masih mengurus nya Karna butik nya yang satu Sudah Naura jual Tapi yang satu nya belum " kata Naura yang ingin mengisi kesepian nya
" Ya bagus lah , kalo kau masih punya kegiatan " kata mami yang tak ingin putrinya itu terpuruk
" Nona di ada surat dari pengadilan " kata seorang pelayan
" Pengadilan " kata Naura yang lalu mengambil nya Lalu membukanya Dan membuat Naura terduduk lemas Melihat panggilan sidang perceraian
" Ra ...." kata mami mendekati Naura
" Reyhan serius mi, dia membuang ku Dan tak memberiku kesempatan sama sekali " kata Naura lirih
" Tapi kalo ia sudah tak mau bagaimana ra, itu akan menambah rasa sakit mu nak " Kata mami
" Tapi mi, Naura menyesal " kata Naura
" Penyesalan yang tak berguna ra , kalo ia memaafkan mu pasti ia tak akan menggugat mu nak " kata mami kecewa padahal ia meminta pada besan nya itu untuk masa tenang buat Naura paling tidak sebulan Namun rupanya Reyhan tak memberi Naura kesempatan kedua .
" Mi ......" kata Naura memeluk sang mami
" Sabar ya sayang " kata mami Memeluk Naura dan melihat tanggal sidang perceraian itu ...
"' Dan tangis Naura pun pecah , Walau sejak awal pernikahan ia tak pernah mencintai Reyhan Tapi pria itu sangat cukup perhatian dan baik Dan ia terlena pada egonya Sehingga saat ia sadar Reyhan benar benar pergi Dan Naura terlambat untuk menyadarinya Sekarang suaminya itu sudah pergi tanpa pesan .
" Bug .......
" Naura ..... Naura "Teriak mami ketika Naura pingsan dan jatuh di lantai
__ADS_1