
Pagi nya Ara dan Ratih ke sekolah seperti biasanya Dan tak terasa mereka sudah mau masuk ujian semester .Dan mereka berangkat di antara Rio.Sedangkan Nila sudah sedari tadi menunggu keduanya datang di depan gerbang sekolah
" Ra Rat ....kok lama " kata Nila
" Ya kan macet , tumben nungguin " kata Ara sambil melangkah ke kelas di ikuti Nila dan Ratih
" Bulan depan mas paijo dan aku mau menikah selesai ujian " kata Nila
" Bagus lah lalu ....?" kata Ratih
" Kalian datang ya biar aku ngak deg degan . Nikah nya hanya di KUA saja . Tapi syukuran nya di rumah " kata Nila berbisik pelan
" Ck...... belum lulus kok pengen nikah lihat tampang lho miskin Atau kau sudah hamil duluan " kata Jeni yang mendengar obrolan mereka
" Eh terserah kita dong , mending juga nikah punya suami Ketimbang esek esek kawin ngak nikah bikin dosa " jawab Ratih menatap Jeni tajam
" Alah .... paling nikah hanya cari sensasi kan biar juga bisa esek esek Tapi ngak punya modal Maka nya mengoda om om " kata Jeni sinis
" Hati hati kalo bicara Jen, itu urusan kami Urus saja urusan mu sendiri " kata Ara ikut bicara
" Heh ra, lho kan juga sama memacari si Rio demi uang dan biar bisa ngantar lho antar jemput lho naik mobil mewah kan !! Kasihan .... harus nya lho ngaca kalo mau lihat tuh gaya lho kaya gadis kampungan kok bangga Ngaku nya punya cafe Tapi modal dari om om " kata Indri
" Woi......dri nyinyir itu tanda tak mampu !!
Terserah kami orang itu urusan kami Dan kami ngak mengusik orang Dari pada pacaran berzina sana sini mending Nikah dan pacaran halal "kata Ratih emosi
" Cih...... Sok lho Rat , orang miskin banyak gaya " kata Luna membela teman nya Karna memang tak senang pada Ratih Yang slalu membela temannya
" Memang gue miskin, tapi ngak kaya kalian ngaku berduit Tapi ngak punya duit Kasihan deh .....lho modal nebeng kita sih biar miskin ngak pake nebeng Dan minta duit teman woi..Kita kerja !!! " kata Ratih kesal
" Eh nyolot lho " kata Jeni
" Sudah yuk masuk , biarin saja mereka , dah adik kelas Yang sopan dikit dong kalo bicara sama senior " kata Ara berlalu Melewati mereka bertiga .
" Cih.....sial ...." kata Jeni Yang slalu kalah oleh Ara yang slalu saja lebih pintar dari mereka .
" Dasar kunti toh orang ya , blagu... mentang mentang naik tingkat . Boleh sih otak cerdas tapi bodoh " kata Jeni
" Bodohnya di mana Jen ?" kata Luna bingung
" Tuh mau berteman sama dua temannya Yang kampungan itu " kata Jeni kesal Karna tahu Ara punya cafe Tapi malah berteman dengan Ratih dan Nila padahal ia ingin berteman dengan Ara Agar bisa mendekati Rio
" Sudah ayo masuk , Ngak usah di pikirin tuh orang " kata Luna
" Ya nanti kita cari waktu nya Untuk mengerjai mereka " kata Indri Mengikuti Jeni dan Luna ke kelas mereka
Sedangkan Rio sudah di kebun kopi Untuk mengecek laporan Paijo dan Dullah di kantor
__ADS_1
" Mas ...apa Ratih sudah punya pacar " kata Dullah pada Rio
" Telat nanya nya Dul , Dia sekarang sudah nikah " kata Rio
" Hah kepan nikah nya mas, kok kita ngak di undang " kata Paijo kaget
" Tiga hari yang lalu jo, karna mendadak Jadi ya belum banyak yang tahu Kan belum syukuran " kata Rio
" Hah ....sama siapa mas, yang di tikung deh gue " kata Dullah lemas
" Salah sendiri , sudah aku bilangin Makanya cepat dilamar kaya aku biar aman " kata Paijo santai
" Lah kan aku baru kerja jo, jadi perlu perhitungan buat ngelamar anak orang Ya sudah mungkin belum jodoh ku " kata Dullah pasrah
" Ya sabar Dul, kan masih banyak yang lain masih ada Ayu dan siapa tuh di cafe lumayan kok " kata Rio
" Ya tapi ngak semanis Ratih mas " kata paijo melirik Dullah
" Ya ... mas Trus mau gimana lagi ? Memang belum punya uang .Ya harus sabar lah . Nabung dulu lah gampang kalo nyari yang lain " kata Dullah yang kini makin giat bekerja
" Ya fokus kerja saja dulu Dul, nanti kalo sudah siap uangnya bisa langsung lamar ya kan jo Seperti paijo " kata Rio
" Ya betul mas, lagian mereka juga masih sekolah Biar kita ngak pusing Karna sama sama sibuk Dan biar fokus bisa bikin tenang si Dull Nanti juga kalo uangnya sudah terkumpul bakal ada yang mau " kata Paijo Karna masih banyak stock gadis di desa mereka
" Ya benar itu " kata Rio tersenyum Karna ia juga dulu begitu Dan Rio tak pernah menyangka kalo dirinya di jodohkan oleh pa Kevin dengan Ara padahal Rio menyukainya sudah sejak lama Tapi Ia tidak berani macam macam dengan Ara Dan setelah menikah ia baru mengungkapkan perasaan nya Kalo sudah lama ia menyukai gadis itu
" Mas .... pa Tejo ngak masuk hari ini " kata Dullah
" Hah ...kenapa ? Tumben " Kata Rio
" Istrinya sakit mas " kata Dullah
" Hah ... sakit apa " kata Rio
" Kurang tahu mas, Tapi kalo mas Rio besuk kita nebeng ya " kata Dullah
" Ya nanti , sebelum pulang jemput Ara kita kesana " Kata Rio
" Ya mas siap " kata kedua nya kompak Yang lalu keluar untuk mengecek para petani Yang mengantar kopi .
***************
Di kantor Ferdi siang ini akan mengadakan rapat Karna untuk melihat laporan hasil bulanan mereka Dan Bimo sudah masuk untuk menyerahkan berkas nya
" Kok belum lengkap " kata Ferdi
" Masih sama mba Abel bos " kata Bimo Yang memang sebagian di tangani Abel staf kepercayaan Papi Sandi yang masih bekerja sebagai Audit
__ADS_1
" Panggil dia kesini !!" kata Ferdi
" Baik bos " kata Bimo Yang lalu bergegas menemui Abel di ruangan nya
" Tok ....tok .....tok......" ketuk Bimo
" Masuk " jawab suara dari dalam
" Ceklek .......
" Pa Bimo , Silahkan duduk " kata Abel tersenyum manis melihat atasan itu . Menemuinya langsung
" Wow......" kata Bimo dalam hati Yang melihat Abel ternyata gadis yang cukup cantik Dan juga terlihat seksi
" Presdir ingin bertemu " kata Bimo
" Sudah kuduga pasti ia akan mencari ku juga " kata Abel tersenyum Karna ingin melihat bos baru nya itu langsung Karna ia belum pernah bertemu selama ini sejak presdir lama pensiun
" Baik saya akan kesana " kata Abel berdiri Dan lalu mengambil berkas nya Dan mata Bimo menatap Abel tak berkedip pada gadis itu
" Astaga dia lebih cantik dari Wina. Mana seksi lagi Kenapa aku tak tahu kalo Ada tim audit masih muda " batin Bimo Yang tak pernah tahu banyak tentang anak buahnya .
" Mari pa " kata Abel
" Ya " kata Bimo mengikuti Abel keluar Dan mereka bersama sama menuju ruangan Ferdi Sambil sesekali Bimo melirik Abel
" Siang pa , bapa memanggil saya Ini laporan nya " kata Abel Sambil menatap Ferdi yang masih sibuk pada berkas nya
" Ya silahkan duduk " kata Ferdi Mengambil berkas Abel Dan menatap wanita di depannya
" Deg......
" Kau ......" kata Abel kaget Melihat teman kuliah nya itu
" Apa aku mengenal mu " kata Ferdi tak merasa asing dengan wajah di depan nya
" Jadi kau presdir nya , apa kau lupa kita teman kuliah dulu waktu di jerman " kata Abel menatap lekat wajah Ferdi
" Ya, kau yang sempat .... ah .aku lupa Tapi kenapa bisa bekerja disini ?" kata Ferdi menatap Abel
" Kami sudah menetap disini , hanya opa yang tinggal disana " kata Abel
" Apa kalian saling mengenal " kata Bimo kaget
" Ya dia teman kuliah ku " kata Ferdi
" Iya kami pernah dekat " kata Abel tersenyum pada Ferdi Yang membuat Ferdi terdiam Karna tak menyangka dia bertemu teman kencan nya itu dulu Waktu semasa kuliah Walau cuma satu hari untuk ikut lomba dance
__ADS_1
" Hah .....dekat ..!!!!" kata Bimo menatap Ferdi penuh tanda tanya .