Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 381


__ADS_3

Naura terdiam terpaku setelah Ferdi pergi Mungkin Ferdi benar uang dan ambisi tak akan bisa membeli apapun Tapi pengorbanan dan perjuangan lah yang membawa suatu hasil yang memuaskan .Yang membuat Naura sadar ia benar benar jatuh terpuruk .Karna ambisinya sendiri Yang membawanya pada kehancuran rumah tangga nya


********


Di kampus Gita dan Aya baru saja duduk ingin makan bakso bersama Tari ketika sekelompok senior mereka datang Mengambil tempat duduk di depan mereka bertiga


" Wah rupanya kau si Aya ya ?" kata senior menatap sinis Aya


" Kenapa emang kak ada masalah " jawab Tari cukup brani


" Wah kau ini cukup berani juga " kata senior mereka


" Siapa takut , kita kan ngak ganggu siapa pun Dan lagi kenapa memang nya dengan Aya " kata Gita ikutan


" Tak ada cuma kalian ini belum pantas jadi kembang kampus " kata senior Aya lagi menatap ketiga nya .


" Maaf kak, kita kesini mau makan ngak pengen ribut. Lagi pula kita ngak tertarik jadi kembang kampus Atau miss kampus dan sebagainya . Cukup kuliah dan fokus saja pada pelajaran kami Dan kami tidak menganggu Apalagi kami juga tidak mau mencari musuh " kata Aya tegas


" Wow.....wow ..... hebat rupanya Nania benar kau punya nyali besar . Memang bukan kembang kampus Tapi kau terlalu pamer Untuk bersaing dengan para senior Dan cukup brani tanpa rasa takut sedikit pun " kata salah seorang senior


" Ya kenapa harus takut saya sudah ikuti prosedur Tanpa bermain curang Dan menang kalah itu hak panitia kan. Lalu Kenapa harus bingung " kata Aya santai


" Wah .....kau ini junior yang sombong Dengar kami ini senior Jadi bersikap hormat lah sedikit Jangan sok hebat disini " kata senior itu


" Oh ya apa itu peraturan kampus atau aturan kalian saja Biar nanti saya tanya kan ke dekan kampus " kata Tari yang membuat semuanya kaget


Jleb.....


" Kau .... " kata senior Aya menatap Tari tajam


" Benar tuh Tar , kan kemaren pa Gery bilang ya kan Ay, kalo ada senior yang macam macam Laporkan saja mereka ke dekan langsung biar mereka di Do dari kampus ini " Kata Gita menyindir senior mereka Yang membuah keempat gadis di depan mereka saling pandang


" Eh maaf tadi kita hanya bercanda kok ngak serius " kata senior mereka lagi


" Kami juga bercanda , tapi serius " kata Gita tersenyum penuh arti Karna puas bisa mengerjai kakak tingkat nya Karna memang mereka dekat dengan pa Gery Dan Gita pun tak akan menyia yia kan itu Agar mereka tak macam macam pada nya dan Aya


" Hehehe. ..... Iya iya kita berdamai ya " kata senior Aya .Yang membuat Aya tersenyum pada Tari dan Gita


" Ya kak santai saja " kata Aya

__ADS_1


" Iya kita berteman " kata senior itu menurunkan nada suaranya


" Mampus kalian " kata Tari pelan Yang hanya di dengar Aya dan Gita Yang membuat keduanya saling pandang Karna gertakan mereka cuma isapan jempol Yang sengaja Tari dan Gita lakukan Agar mereka tak diremehkan junior


Para senior nya itu pun lalu pindah dari meja mereka ke meja lain Dimana ada tempat yang kosong Yang membuat Gita tersenyum simpul


" Ambyar kan mau sok sok an tapi dengar nama dekan langsung ciut tuh nyali " kata Gita


" Bisa aja lho Git" kata Aya


" Harus lah Ay, biar mereka tak macam macam sama kita Orang kita ngak nganggu mereka. Eh mereka mau gertak gertak kita ngak terima lah gue " kata Tari cuek


" Hahaha .. Iya lah Tar, lawan jangan takut Biar kita ini anak baru Jangan mau di injak injak senior " kata Gita Yang lalu menikmati makan nya Sedang kan Aya santai sambil menyesap jusnya


Dan setelah selesai mereka pun kembali masuk kelas . Dua jam mata kuliah selesai dengan cepat Dan Aya pun langsung bergegas pulang


" Aya .... " kata Nania


" Aya berhenti dan menoleh Ketika melihat Nania yang berlari kearah nya


" Ada apa kak " kata Nania


" Berkencan ...... Kapan kak ?" kata Aya bingung


" Kau pura pura " kata Nania


" Ngak , karna memang Aya tak tahu apa apa .Siapa yang bikin gosip " kata Aya


" Saya " kata seorang wanita berdiri didepan mereka


" Bu Cunda ......!!!" kata mereka kaget


" Maaf ibu sengaja bikin gosip itu biar pa para dosen bertanya tanya langsung pada pa Gery Dan pa Gery bisa menjelaskan nya pada semua dosen " kata bu Cunda


" Ish..... Kok gitu sih bu, kan Aya malu bu " kata Aya


" Cuek saja bila itu memang ngak benar , kenapa Aya pusing " kata Nania


" Astaga ..... ya sudah bu, kak Nania Aya duluan pulang " kata Aya Yang buru buru pergi Dari depan kedua wanita itu

__ADS_1


" Ada ada saja " kata Aya mengeleng berjalan di lorong kampus Dan menuju parkiran mobil .


Di depan Tina sudah menunggu Aya sedari tadi Karna Aya ngobrol dulu dengan Nania dan bu Cunda Terpaksa Tina harus menunggu dengan sabar padahal Aya sudah mengirim pesan ketika ia masih dikelas tadi


" Maaf Tin , tadi ada yang ngajak ngobrol dulu " kata Aya


" Ngak apa apa nona " kata Tina yang sudah biasa harus menunggu


" Apa tadi abang bekerja " kata Aya


" Ya nona " jawab Tina


" Ya sudah ayo pulang " kata Aya masuk mobil dan duduk di depan Lalu Tina pun menghidupkan mesin mobilnya Dan lalu keluar dari kampus Dan membawa mereka pulang kerumah


Namun ketika sampai di lampu merah tiba tiba pintu jendela mobil Aya Di ketuk seseorang Yang membuat keduanya kaget Dan melihat seorang pria mengetuk pintu dengan kasar


" Nona jangan di buka " kata Tina


" Ya Tin " kata Aya lalu diam menatap kedepan


" Tok ....tok.....tok.....


" Buka pintu nya " kata pria itu Namun Aya tak menggubris nya .Yang membuat Tina langsung tancap gas ketika lampu hijau menyala.


" Woi...... mereka kabur !!!" teriak pria itu Yang langsung menembak ban mobil Tina namun lepas ..


Dor....Dor ......


" Tina......!!!" kata Aya kaget


" Nona bawa mobil biar saya yang urus mereka " kata Tina yang ngebut dan berhenti seketika Dan berlari cepat masuk pintu kiri mobil Dan Aya pun bergeser ke belakang kemudi Dan menjalan kan mobil Dan dari kejauhan ada mobil yang mengikuti mereka


Aya yang melihat itu pun ngebut semampunya Dan mencari celah untuk mendahului mobil lain Dengan menyalip mobil mobil di depan mereka


" Bagus nona " kata Tina yang bangga nona itu bisa menguasai medan jalan dengan baik Yang membuat Tina tenang Karna mobil yang membuntuti mereka ketinggalan jauh .


" Bagaimana Tin ?" kata Aya panik


" Nona hebat mereka ketinggalan jauh ayo ngebut sudah sepi " kata Tina Yang melihat jalan mulai lengang menuju mansion. Rumah utama keluarga Ferdinan Yang sedikit jauh dari perumahan elit Dan Aya membawa mobil cepat dan ketika .....

__ADS_1


Cit..........


__ADS_2