Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 412


__ADS_3

Ferdi dan Tris hanya saling pandang Ketika wanita itu makin mendekati mereka Namun wajah wanita membuat kedua nya berpikir keras untuk mengingatnya


" Den Ferdi dan Tris kan " Ulang wanita itu lagi


" Iya ibu siapa ya ?" kata Tris menatap wanita paru baya itu dari atas sampai bawah Karna merasa kenal tapi lupa


" Apa kalian lupa , ini mbok jum den , Yang dulu kerja di kantin di sekolah waktu smp Tapi mbok masih ingat wajah kalian Yang hanya sedikit berubah " Kata wanita itu tersenyum


" Astaga mbok " kata Ferdi menepuk jidatnya ..


Begitu juga Tris yang terduduk lemas kembali di kursi Karna dulu kantin mbok Jum lah Tempat mereka berhutang bila mereka tak membawa uang


" Iya mbok maaf kami lupa , apa mbok ingin menagih Tris Yang suka berhutang " Kata Ferdi menyindir sambil tersenyum


" Hahaha ngak den, ini tadi berkasnya ketinggalan Dan kebetulan mbok kerja jadi cleaning servis di hotel ini ." kata mbok memberikan berkas milik Tris


" Tris .... astaga bisa bisa nya kau teledor untuk mbok jum baik . Cepat bayar hutang mu !!! " kata Ferdi terkekeh


" Ya ampun den Ferdi masih sama seperti dulu saja .Maaf den Tris hutang nya sudah mbok ikhlasin kok " kata mbok Jum tersenyum .


Tris lalu membuka dompetnya Dan mengambil semua uang dalam dompetnya Dan lalu memberikan semuanya pada mbok Jum .


" Ini mbok buat mbok semua nya bayar hutang Tris Dan ini kartu nama saya mbok Kalo butuh pekerjaan telpon saja ya ya mbok " kata Tris


" Ya ampun den ini banyak sekali Utang aden itu cuma 50 ribu Itu pun sudah mbok lupain den ." Kata mbok mengusap bahu Tri Lalu mengembalikan uang Tris


" Ngak ini buat mbok ,simpan saja kalo mbok menganggap utang saya lunas trimakasih mbok . Alhamdulillah ... dan ini rezeki buat mbok. Simpan saja ya mbok " Kata Tris mengembalikan uang itu pada mbok Jum yang masih terlihat awet muda sama seperti dulu


" Ya Allah trimakasih , ya den kalian tak berubah cuma tingginya saja " kata mbok Jum tersenyum


" Dan ini Ferdi tambahin buat mbok Ferdi kan ngak punya hutang Tapi uang ini buat mbok jajan Atau bisa mbok simpan buat tabungan pas mbok butuh . Trimakasih sudah menyelamatkan berkas kami " Kata Ferdi merangkul wanita paruh baya itu

__ADS_1


" Ya Allah trimakasih sekali , mbok jadi ngak enak ini lihat kalian sudah sukses Tapi mbok hidupnya cuma begini begini saja." kata mbok yang dulu kerja di kantin sekolah Karna pergantian ketua yayasan . Kantin mbok di suruh tutup Dan pindah ketempat lain hingga ada tetangga Yang menawarkan mbok bekerja jadi cleaning servis Dan itu untuk bertahan hidup bersama anak tunggalnya


" Tidak apa apa mbok syukuri saja Dan mbok simpan kartu nama saya Ingat jangan sampai hilang Tuh minta juga punya Ferdi mbok Biar bisa buat di koleksi " kata Tris yang membuat mbok terkekeh Dan Ferdi pun memberikan kartu namanya .


Mereka pun lalu tertawa bersama Karna dulu mereka juga suka mengerjai mbok


Dan kadang bila mereka dapat hukuman Mereka bersembunyi di bilik mbok Jum Agar tidak ketahuan Yang membuat mereka jadi akrab .Cukup lama mereka ngobrol tentang masa sekolah Setelah itu Ferdi dan Tris meninggalkan hotel itu


" Ngak nyangka gue Fer, bisa ketemu mbok jum lagi pasti si Nana sudah besar sekarang " kata Tris Ketika mereka di mobil perjalanan pulang


" Itu pasti , dulu Nana kan masih kelas 1 sd " Kata Ferdi Yang suka mencubit pipi Nana hingga menangis


" Iya juga ,lho kan yang suka usil sama dia Fer " kata Tris


" Hahaha..... Iya tapi sekarang pasti sudah gadis Tris " kata Ferdi


" Ya " kata Tris tersenyum Mengingat masa sekolahnya dulu


***********


" Cuma dua hari bang kan Senin pagi kami sudah pulang " Kata Aya


" Ya , salam buat Ara dan Rio ya" Kata Ferdi


" Ya bang , ingat jangan terlalu sibuk kerja Jaga kesehatan juga ya bang " Kata Aya memeluk Ferdi erat


" Ya "Kata Ferdi Yang memeluk Aya cukup lama Begitu juga dengan Afnan dan Aska karna pasti ia rindu dengan celoteh dua putranya itu ketika pulang


" Fer ingat jangan keluyuran !! " kata papi


" Siap pi " Kata Ferdi Yang membantu Ken memasukan makanan dua putranya di kursi tengah

__ADS_1


Setelah ngobrol sebentar mereka pun berangkat Aya dan anak anaknya di kursi tengah bersama mami Sedang kan Erni dan Wati di mobil satunya bersama Ran dan Cindy Karna Ken bersama papi Sandi membawa mobil.


************


Di yogya yu Irah menata peyek di dalam toples besar bersama mbok Yang juga membuat makanan desa getuk singkong Dan Ara membuat bolu dan lapis surabaya


" Wah kok jadi nya banyak ya mbok " kata yu Irah


" Iya itu lapis surabaya juga " kata mbok Yang dibuat untuk menyambut Aya pulang Karna belum tentu setahun sekali Aya bisa pulang Apalagi sekarang si kembar juga ikut Karna sekarang mereka sudah lincah berjalan .


" Pasti si kembar akan heboh besok mbok lihat anak mentok pada menetas juga anak ayam Dan mereka pasti pada gemas melihat nya " kata Ara


" Iya ndu, kok mbok jadi pengen cepat cepat bisa ketemu mereka ya juga Pengen lihat cucu " kata mbok


" Sama mbok " Kata Ara Yang asyik membuat brownies Untuk dua keponakan nya itu Karna Ara sudah membuat tiga macam roti Yang ilmu nya Ara dapatkan Belajar dari bi Yam selama Ara di tinggal di jakarta


" Waduh ra, banyak banget lengkap nih " Kata Ratih Yang baru pulang dari cafe


" Biar si kembar senang Rat . Jadi mereka akan betah tinggal disini Apalagi bila lihat unggas dan kebun belakang pasti tuh mereka berdua senang banget " Kata Ara


" Iya juga ya ra, ih....... gemas aku jadinya Membayang kan saya pengen aku cium Kapan mereka sampai ra" kata Ratih


Iya lah Rat ,yu ajak pengen peluk peluk mereka Dulu aja di sini masih bayi merah Dan datang sudah bisa jalan "kata yu Irah terkekeh mengingat Ara yang lahiran yu Irah lah yang menemani bersama mami Yang membuat yu Irah rindu pada dua bayi kembar itu


Sedangkan di belakang pa Mamat dan .Asih memanggang Ayam dan lele untuk di masak yu Irah juga mentok yang akan di buat rica rica


" Pa Asih senang tinggal disini , mereka baik sekali ya pa " kata Asih


"' Iya nak, tuhan itu maha besar Yang sudah menolong nak Ferdi dan nak Alan Yang membuat derajat kita lebih baik nak " Kata pa Mamat Yang sangat bersyukur mereka bisa hidup normal seperti orang lain Apa lagi hidup berkecukupan .Tak perlu lagi memakan singkong dan capek capek mengangkut nya dari ladang Karna sekarang semua nya sudah di ada Tanpa membeli Hanya tinggal merawatnya saja Begitu juga rumah tinggal mereka yang di bangun Khusus untuk pa Mamat dan Asih Agar nyaman dan tidak terganggu Yang di bangun di atas tanah milik Aya dekat dapur dan gudang .


"Iya pa , Asih akan belajar sungguh seperti Ratna dan Nila biar punya suami yang baik juga " kata Asih

__ADS_1


" Aamiin " Kata pa Mamat


__ADS_2