Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 54


__ADS_3

Indri sampai dirumah sakit bersama seorang pria . Dan mencari kamar pa Kevin namun ia tak menemukan nya


" Dimana tua bangka itu " kata bu indri melihat tiap kamar kelas 1 namun tak ada siapa pun Dan juga tak ada pa Kevin


" Bagaimana ?" kata pria itu


" Tidak ada entah dimana dia " kata bu indri bingung


" Ya sudah ayo kita pergi , toh dia bukan suami mu lagi Apa guna nya mencarinya " kata pria itu.


" Aish kau ini, kalo uang saja kau gerak cepat . Giliran mencari orang saja lelet .Dia tambang emas kita Kalo uang kita habis kita tak bisa berbuat apa apa lagi Apa kau sudah siap bekerja .Orang kerjamu hanya nongkrong saja " omel bu Indri Yang membuat pria itu terdiam .


" Lalu kita mencarinya kemana lagi ?" kata pria itu


" Entah lah apa mereka memindahkan nya ke rumah sakit lain . Karna ada tuan Ferdi disini" kata bu indri


" Siapa Ferdi " kata pria itu


" Tuan Ferdi itu orang yang membeli Aya . Anak sulung si tua bangka itu Yang di jual untuk bayar utang pa Kevin " kata bu Indri Yang berjalan melihat koridor rumah sakit Namun tak juga melihat Ara.


" Kita pergi saja , mungkin Aya sudah memindahkan nya ke rumah sakit lain " kata pria itu


" Bisa jadi ayo " kata bu indri yang lalu melangkah menuju lorong panjang rumah sakit yang terlihat sepi.


Sedangkan Ara duduk tenang menunggu sang ayah .Yang duduk tegang menatap pintu kamar rawat.


" Ayah tenang saja mereka tak akan menemukan kita " kata Ara


" Iya pa jangan khawatir kita sudah memberitahu bagian penjaga adminitrasi " kata Rio yang duduk disebelah Ara


" Trimakasih nak , bapa hanya khawatir oh ya apa tas yang bapa titipkan Rio sudah nak Rio berikan pada Aya " kata pa Kevin menatap Rio


" Sudah pa " kata Rio .


" Trimakasih nak, karna banyak dokumen penting disana " kata Pa Kevin yang lega Karna Aya sudah menerimanya

__ADS_1


" Ya sudah saya beli makanan dulu ya pa buat kita buka " kata Rio .


" Ya nak " kata pa Kevin


" Mas jangan lupa es buahnya ya sama cendol dawet " kata Ara


" Ya de tenang saja mas belikan semua kok ,kak Aya kan memberi kan uang lebih " kata Rio tersenyum yang kini rada berisi di bulan puasa karna Aya slalu memenuhi gizi makan mereka.


Dirumah desa Aya dan Ferdi masih asyik berpelukan di sofa . Sambil menunggu bedug adzan .


" Sayang kita akan lebaran di rumah mami dan papi ya besok . Setelah itu kita. pulang kesini lagi. Aya bisa menemani Ayah karna abang akan berangkat ke jerman seminggu Nanti sepulang dari sana abang akan jemput Aya " kata Ferdi .


" Hah ......benaran bang , iya Aya mau" kata Aya senang


" Ya nanti abang transfer uang bila Aya butuh apa apa " kata Ferdi


" Ya bang ..." kata Aya tersenyum . Tak lama bedug pun terdengar dari masjid


" Bang ayo buka tuh sudah adzan " kata Aya yang bergegas bangun dan menuju dapur ..Karna semua nya sudah siap .


Disisi lain indri mengamuk ketika sampai rumahnya


" Prank..... prank ... sialan anak itu kenapa dia datang tiba tiba Dasar perempuan ngak benar Sudah jadi pelunas hutang aja mau dihamili Mana tampa dinikahi dan kumpul kebo " kata indri mengomel


" Aih kau ini kenapa marah marah kita juga ngak ada bedanya kan kita kumpul kebo. Sudah biasa di jaman modern begini kan .. sudah ayo makan " kata pria itu membawa bungkusan kresek makanan Yang mereka beli ketika mereka pulang tadi.


" Mas Jarwo sih lelet kalo ngak telat datang kesini kemaren aku sudah bisa menguasai rumah itu " kata bu indri.


" Mau apa lagi kau sendiri kemaren yang lama lama dijakarta " kata Jarwo yang mengelengkan kepalanya


Indri memang punya dua rumah dijakarta yang dikontrakan .Yang ia beli dari menipu pa Kevin yang ditempati oleh pa Jarwo selingkuhan nya sejak muda Namun jarwo tak bekerja ia hanya mengurus rumah indri Namun rumah satunya masih di kontrakan karna butuh uang Dan mereka sekarang tinggal dirumah yang dibeli bu Indri dari bagian hasil menjual rumah pa Kevin di jakarta Yang disimpan bu Indri. Dengan alasan habis untuk belanja di sebuah perumahan ditengah kota Yogya Namun bu indri masih ingin minta bagian warisan Aya dan Ara. Tapi sayang pa Kevin sudah tahu lebih dulu niat jahatnya


Di sebuah apartemen seorang wanita duduk termenung sambil menelpon Ferdi Namun nihil tak tersambung sama sekali Walau pun sudah berkali kali mencobanya.


" Aku akan menunggu mu kembali Fer Aku tak akan menyerah begitu saja Akan ku buat wanita kapok sudah mengambil milik ku " kata Heni kesal .Karna ia tak akan mau melepas Fredi begitu saja

__ADS_1


" Aku harus menyuruh orang mengintai istrinya " kata Heni yang lalu menelpon seseorang .


Sedangkan di mansion keluargga Sandiago Ferdinan Mami sedang membuat puding kesukaan nya bersama bi Yam .


" Nyonya apa nona dan tuan muda akan lebaran disini " kata bi Yam yang rindu dengan menantu majikan nya itu .


" Entahlah bi , tergantung Ferdi mungkin Aya masih betah disana karna ayahnya masih di rumah sakit " kata mami


" Kasihan ya nyonya Apalagi nona masih muda dan ada adiknya juga masih kecil " kata bi Yam .


" Iya masih kelas 6 SD bi " kata mami yang juga kasihan dengan menantunya itu Tapi mau apalagi Karna itu sudah takdir Aya Dan mami yakin menantunya itu pasti bisa mengatasinya..


" Apa kita membuat lontong lebaran ini nyonya " kata bi Yam


" Buat saja bi, Tapi ngak usah banyak mungkin hanya keluargga kita saja " kata mami Yang memang sudah tak punya orang tua begitu juga suaminya karna sudah setengah tahun yang lalu kakek Ferdi meninggal Dan Apalagi mereka sama sama anak tunggal Jadilah rumah terasa sepi .Dan mami berharap Aya bisa memberikan cucu yang banyak karna masih produktif Tak seperti dirinya yang rahimnya diangkat setelah melahirkan Ferdi .


" Apa para karyawan butik ngak silahturahmi nyonya" kata bi Yam


" Pada pulang kampung bi Yam .Bi Yam kapan pulang " kata mami menatap kepala asisten rumah tangganya itu .


" Habis lebaran pertama nyonya .karna pada putra dan putri saya kumpul di rumah mertuanya dulu Baru hari kedua pulang kerumah Jadi biar ngak kesepian bi Yam nemani nyonya dulu " kata bi Yam menjelaskan


" Ya bi terimakasih " kata mami yang bisa mengerti keadaan di musim lembaran karna para pelayan nya semua mudik Dan mami harus turun tangan sendiri kedapur


Sedangkan Aya sedang membereskan dapur dirumahnya


" Abang ngak tarawih ?" kata Aya


" Tarawih dong ini siap siap ke masjid . Apa nanti kita kerumah sakit " kata Ferdi


" Iya bang mau ngantar makanan buat Ara saur " Kata Aya yang sudah menyiapkan rantang untuk Ara dan Rio


"Sudah ayo ke masjid " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya tersenyum Karna suaminya itu sudah banyak berubah .

__ADS_1


__ADS_2