
Paginya Ara sudah bangun Dan bersiap siap ikut kepasar mencari oleh oleh
Bersama bi Yam dan bi Siti untuk di bawa Rio pulang nanti siang .
Sedangkan Aya sedang membawa si kembar yang sudah rewel minta ingin keluar dari rumah Hingga Aya membawa nya keduanya ketaman .Mencium bau wangi bunga membuat kedua bayi kembar itu menjadi tenang
" kok gerti ya kalo ngak dirumah " kata Aya terkekeh melihat keduanya bayi nya tersenyum
" Berarti mereka pintar sayang " kata Ferdi yang membawa kan kardigan tebal dan selimut buat dua bayi nya
" Sini kakak di gendong papi ya Biar ade sama mamah ya " kata Ferdi mengambil Afnan Dan Aya mengendong Aska lalu kedua nya duduk di dua Ayunan yang membuat kedua bayi itu senang merasakan hawa sejuk taman
" Mereka sudah mengerti bau taman bang " kata Aya .
" Ya mereka juga bisa bedakan bau papi dan mamah nya " kata Ferdi
" Ya bang mereka mulai peka pada keluargga nya Sama Ara aja sudah tahu ." kata Aya memeluk Aska erat Yang membuat bayi itu tersenyum
dan merasa hangat nya pelukan Aya
Begitu juga Ferdi yang memeluk putra sulung nya itu dengan dekapan hangat Sambil berayun pelan .
Cukup lama mereka di taman sampai si kembar kembali tertidur nyenyak Tampa merasa terusik Karna hawa sejuk di pagi hari
" Mereka sudah terlelap sayang Ayo kita bawa mereka ke kamar ." kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya yang mencium pipi bayi nya sambil tersenyum .
Keduanya pun lalu membaringkan si kembar di box nya Dan Ferdi tersenyum senang melihat kedua putra nya itu Sambil menciumi satu persatu Karna rasa sayang nya .
" Terimakasih sudah memberikan dua putra buat abang " kata Ferdi senang
" Ya bang mereka mengemas kan " kata Aya tersenyum
" Mamah nya juga mengemaskan " kata Ferdi memeluk Aya .
" Ayo kita sarapan biar Wati dan Erni Yang jaga mereka " kata Ferdi yang lalu memanggil dua pengasuh bayinya .
Dan Ferdi pun merangkul Aya untuk ke ruang makan
" Awasi mereka " kata Ferdi .
__ADS_1
" Ya tuan " kata Wati dan Erni bersamaan .
Lalu Ferdi dan Aya pun pergi ruang makan untuk sarapan bersama papi dan mami nya
" Mana Ara dan Rio nak " kata mami
" Kepasar mi , mereka mau beli oleh oleh untuk Rio pulang " kata Aya
" Jadi pulang hari ini " kata papi menatap menantunya itu
" Iya pi karna tak ada yang mengantar kopi ke pabrik "' kata Aya
" Kenapa nggak mencari orang lain Untuk jadi asisten nya " kata papi
" Sudah pi, tapi pengawas pabrik terbiasa sama Rio Belum terbiasa dengan yang lain Jadi butuh waktu untuk melatih asisten nya " jelas Aya
" Ya ngak gampang memang mencari orang yang jujur harus perlu waktu memang " kata papi Karna tahu dulu papi juga tak mudah mencari orang kepercayaan . Karna tak semua bisa jujur dalam berkerja
" Ya pi , itulah sebab nya Rio tak bisa lama di sini " Ferdi yang juga cukup lama melatih Tris teman kuliah nya itu
Untuk menjadi asisten nya Karna Tris jujur Tapi berkat kesabaran nya Akhirnya Tris bisa Karna Ferdi tak percaya pada
" Ya kamu benar Fer makanya kita harus hati hati pada orang lain " kata papi Yang tak ingin perusahan nya hancur Karna ia membangun nya dari nol Dan bersusah payah berjuang untuk bisa sukses sampai sekarang
" Ya pi Ferdi tahu itu " kata Ferdi
" Itu harus karna tak mudah membangun perusahaan dari nol Apalagi ketika kita dalam keadaan krisis " kata papi
" Ya pi, oh ya pi kapan kita akan liburan Kan sudah ada Ferdi Yang akan menjaga .perusahaan " kata mami
" Yah mami Ferdi baru saja santai kenapa harus sibuk lagi sih " kata Ferdi protes
" Mami juga ingin bersantai Fer lagi pula kau sudah jadi papi Jadi bekerja keras lah untuk dua putra mu itu " kata mami tersenyum
" Yah mami ngak bisa lihat Ferdi santai dikit sudah liburan saja " kata Ferdi ngedumel Yang membuat Aya tersenyum pada ocehan suaminya itu
" Bang ...." kata Aya
" Ya sayang " kata Ferdi mencium pipi Aya sebagai penawar rasa kesalnya
" Hahaha ....dia hanya berlatih lebih keras Ay " kata mami
__ADS_1
" Ya mi " kata Aya sambil mengengam tangan Ferdi di bawah meja Sebagai penguat dan penyemangat sang suami .
" Ya Ferdi tahu mi " kata Ferdi tersenyum Karna istrinya itu Slalu setia di sisinya Dalam suka dan duka .Karna itu lah Ferdi percaya ia pasti mampu Menyelesaikan semuanya .
*************
Sedangkan Rio sesampai nya di .yogya langsung pulang kerumah mbok Setelah mengantar oleh olehnya kerumah Ara sebagian Dan Rio memakai motor biar cepat sampai Karna besok pagi ia harus kembal bekerja
" Assalamualaikum " kata Rio membuka pintu
" Walaikum .salam " kata mbok dari dapur menjawab salam Rio
" Ya Allah le, sudah pulang mana Ara nak " kata mbok senang Rio pulang Karna ketika pak Lurah dapat laporan dari Minah mbok langsung menyuruh pak lurah menelpon ustad Afif di yogya Yang menjelaskan status Rio dan Ara Yang membuat Minah jatuh pingsan mendengarnya Kalo Ara memang istri Rio secara hukum agama dan negara
Walau belum di sah kan Tapi sudah tercatat Dan tak ada pembatalan karna terikat .Kecuali salah satu dari Ara atau Rio sendiri yang ingin bercerai
" Ara tak ikut mbok , tinggal di jakarta Karna Rio harus kerja Jadi Rio pulang lebih dulu " kata Rio .
" Ya syukur lah ,tapi menantu mbok . baik baik saja kan " kata mbok tersenyum .
" Ya mbok karna Ara masih kangen sama keponakan nya " kata Rio
" Oh ya ini oleh oleh buat mbok , Mba Aya dan mertuanya titip salam buat mbok Mereka juga bilang trimakasih Dapat oleh oleh dari mbok " kata Rio
" Alhamdulilah kalo mereka suka, kabari mbok kalo Ara pulang ya le Biar nanti mbok bisa main kesana sama mas.. dan mba mu " kata mbok tersenyum
" Ya mbok , mbok dan mas juga bisa menginap disana kalo mau " kata Rio santai Karna sudah saat nya Rio membawa keluargga nya kerumah Ara untuk melihat siapa Ara . Agar keluargga Minah tak seenak nya pada keluargganya
Sedangkan di rumah Minah sedang memasang wajah masam pada bapa dan ibunya Karna ia merasa menyesal Tak menikah dengan Rio . Dan kini Rio sudah menikah Bahkan lebih dulu darinya
" Awak mu menyesal saiki , kok ngak ngomong dari dulu " kata bapa Minah .
" Ya karna bapak ngak merestui kami . Yo jelas Minah menyesal
" Bodoh menyesal opo koyo ngono Wis di kikuk kikuk kok menyesal Bukti nya sudah hamil gitu . Mana mau Rio karo awakmu jelas Rio akan menolak Aneh aneh wae . Reno kui bojomu Syukuri saja ngak usah macam macam bikin malu saja Rio itu pria bodoh wis ibu tawari tetap menolak Maka ne ibu terima lamaran si Reno " kata ibu Minah
" Bu e ......." kata Minah terisak
" Ngak usah nangis Malu didengar tetangga Kita ini orang terpandang Ngapain mikirin si Rio Biarin saja dia nikah Sama perempuan yang selevel miskin nya Ngapain di pikir ribet " kata ibu Minah sombong .
Sedangkan Minah menangis tersedu sedu karna terlalu percaya pada sang ibu
__ADS_1