
Semua saling pandang mamah ji pun terdiam .Mungkin itu keputusan sulit bagi Reyhan Tapi mamah ji ingin putranya itu hidup bahagia Dan mamah ji juga tak ingin Reyhan terus di bayangi Naura Oke ... mungkin tak jadi masalah untuk urusan uang Tapi Reyhan juga harus tetap bekerja Dan dia juga punya hak untuk melanjutkan hidup nya dengan Ratih Itu menjadi keputusan mamah ji Kepada putra sulung nya itu . Mamah ji sendiri yang akan membantu sahabatnya itu Memberi pengertian pada suaminya Agar mereka bisa pergi menjauh dulu untuk kesembuhan Naura Demi kebaikan nya sendiri .Dari pada harus si rawat di rumah sakit jiwa Yang bisa membuat Naura tambah parah Dan anak buah Ferdi akan siap mengantar mereka ke luar pulau kapan pun mereka berangkat
Karna itu jalan yang terbaik untuk Reyhan dan Naura .
Paginya Reyhan yang di telpon mamah ji Bernafas lega setelah papi Naura menyetujui semuanya . Dan mereka bersiap siap di bantu mamah ji Sedang Reyhan menunggui Naura Karna nanti sore Naura harus minum obat tidur Agar perjalanan mereka lancar Dan besok pagi Naura bisa melihat suasana berbeda alam Juga tempat yang berbeda .
************
Aya membuang nafas kasarnya ketika mami Risma mengabari Aya Kalo pesawat jet pribadi yang membawa Naura ke pulau bali itu sudah berangkat Karna disana papi Naura punya seorang teman yang tinggal di salah satu desa terpencil Dan mau menyewakan Villa untuk mereka selama beberapa tahun Ken bersama Tan mengantar mereka sampai mereka tiba di pulau wisata terkenal itu Dan masuk ke desa yang cukup indah dekat pantai Karna di sana ada tiga villa yang kosong Yang hanya sesekali di tempati para turis
" Kenapa Istri ku yang cantik ini melamun " Kata Ferdi ketika Aya berdiri di balkon atas Menatap malam yang penuh bintang
" Akhir nya mereka berpisah , Semoga mba Naura hidup bahagia di sana bang " Kata Aya
" Ya mudahan saja, tapi kenapa Aya tak kasihan sama abang . Masa Aya hanya kasihan pada Naura Tapi sama abang tidak " kata Ferdi mencium pipi Aya
" Astaga .......memang abang kenapa? Abang baik baik saja sehat dan juga masih kerja kan Apanya ...yang salah " Kata Aya bingung menatap Ferdi heran
" Tuh........" kata Ferdi menujuk celana nya Karna ada sesuatu di sana Yang berdiri tegak Tapi bukan pedang .
" Abang ..... Ih ..... mesum amat , Apa hubungannya urusan Naura di bawa bawa dengan urusan kepala ular itu " kata Aya cemberut Karna entah mengapa Aya sangat tak senang dengan gaya suami nya itu Yang suka berbicara mesum Untung nya hanya pada nya saja Kalo pada yang lain Aya bisa stres Karna orang akan mengira suami mesumnya itu Tak dilayani dengan baik olehnya Padahal Aya sudah melaku kan servis yang paling terbaik pada tuan muda Ferdinan itu
" Hahaha........ tak ada, hanya abang mau bilang kenapa harus di pikirkan . Pikir kan saja hidup kita Toh mereka slalu merepotkan kita saja " kata Ferdi
" Astaga bang, apa suamiku ini mulai berubah orang pelit "Kata Aya tersenyum Sambil menatap dalam manik mata Ferdi
__ADS_1
" Tidak , abang hanya tak mau urusan orang lain mempengaruhi hubungan kita " Kata Ferdi Yang memeluk tubuh Aya dan mencium bibir nya dengan lembut
Yang membuat Aya membuka mulutnya Dan mereka saling bertukar saliva Cukup lama keduanya melakukannya Sampai Ferdi mengendong Aya kedalam kamar lamanya. Kamar yang jarang Ferdi pakai Karna dulu maminya meminta Ferdi pindah ke lantai bawah saat Aya masih hamil muda
" Apa di kamar ini banyak kenangan nya bang " kata Aya Ketika Ferdi membaringkan nya di tempat tidur
" Tidak juga, tapi abang merasa nyaman menempatinya " kata Ferdi kembali menautkan bibirnya
Suasana pun hening Hanya ada lenguhan kecil yang sesekali dari bibir Aya Yang membuat Ferdi semakin bersemangat Karna merasa senang kini hidup mereka bisa sedikit lebih tenang dengan kepergian Naura Dan kali ini Ferdi ingin Aya melupakan pil kontrasepsinya Karna ia ingin Aya hamil lagi .Karna sudah saat nya mereka menambah momongan .
Di kamar bawah Afnan dan Aska ribut karna Papi dan mamah nya tak .ada di kamar nya
" Mana sih mamah mba ?" kata Aska
" Mungkin papi dan mamah lagi ada urusan den, jadi kita tunggu di kamar saja ya sambil main Atau mau makan buah dulu " Kata mba Wati mengalihkan perhatian kedua bocah itu
" Ck ... urusan apa ? Paling papi mu itu lagi indehoy di atas " Guman hati mami Yang duduk santai bersama papi di ruang tengah depan kamar Ferdi dan Aya Karna mendengar dua cucunya itu mencari papi dan mamahnya
" Oma mamah kemana ?" kata Afnan mendekati mami Risma
" Pergi ada urusan sebentar , Sudah bobo saja ya. Paling nanti pulangnya malam " Kata mami Yang tahu Ferdi dan Aya di kamar atas .Tapi kalo ia memberi tahu kan nya pada dua cucunya itu Pasti mereka akan di ganggu Jadi mau tak mau mami terpaksa ikut berbohong
" Lama ngak oma " Kata Aska
" Ngak tahu ya , oma juga lagi menunggu papi dan mamah kalian " Kata mami tersenyum lalu memeluk kedua nya
__ADS_1
" Tuh main sama opa saja ya " kata Oma berbisik pelan
" Opa ayo main lego " Teriak Afnan menghampiri opa nya
" Iya opa main yuk "Kata Aska
" Boleh ayo bawa sini " Kata papi Yang meletakkan korannya Lalu memeluk dua cucu kebanggaan itu dengan tersenyum Karna mereka belum bisa tidur
" Asyik , mb ambilkan " kata Afnan menoleh pada Erni
" Ya den tunggu sebentar " Kata .Erni Bergegas mengambil lego di kamar bermain si kembar Lalu kembali sambil membawa tas mainan besar Dan memberikan nya pada tuan mudanya itu .
" Yah .....jadi main nih " kata oma
" Ya mau apa lagi " kata papi Yang tak bisa mengabaikan dua cucunya itu Karna tahu pasti putra itu pasti di atas sedang ingin berduaan Dan papi bukan tidak tahu itu Karna sudah lama Ferdi tidak keluar malam lagi Sejak menikah dengan Aya putranya itu hanya betah tinggal di rumah Kalo tidak di ruang kerja di kamar. pasti di kamar atas untuk menyendiri
" Oma bikin kan rumah ya " Kata mami duduk santai membaca majalah fashion
" Ok , ya besar ya oma " kata Aska
" Ya yang besar sekali Biar oma punya rumah bagus "Kata Afnan tersenyum Sambil tangan nya menyusun mainan lego nya Membuat Erni dan Wati membawa kan susu botol mereka bersama cemilan Dan menaruh nya dimeja tak jauh dari keduanya Agar mudah di jangkau ketika haus
" Kalian bisa istirahat mba, Biar nanti tuan dan saya yang membawa mereka kekamar " Kata mami Sambil melihat jam dinding Yang menujuk kearah angka 9
" Baik nyonya " Kata Wati dan Erni Karna memang sudah mengantuk Karna bukan urusan mudah mengurus dan menjaga kedua bocah aktif itu . Yang super lincah lari kesana kesini .Apa lagi di masa emasnya Karna itulah mereka harus ekstra hati hati Karna Ferdi membayar mahal kedua baby sister anak nya itu Yang membuat kedua nya juga harus menjaga mereka dengan baik Agar tak melakukan kesalahan dalam bekerja Karna cukup sulit mencari kerja dengan gaji besar Apalagi punya majikan yang baik dan royal
__ADS_1