
Ferdi pun terdiam lalu mengerucutkan bibinya Karna tahu maminya itu membela sang menantu .Ya bagaimana tidak Aya di anggap anak sendiri bagi mami Risma Bahkan mengalahkan dirinya Yang notabene anak kadung yang asli Yang lahir langsung dari rahim mami Risma
" Ya mi Ferdi tahu , mami ngak mau kan Ferdi macam macam di luar sana Takut kalo Aya sakit hati. Ngak akan mi Ferdi sudah taubat " Kata Ferdi menatap maminya serius
" Bagus lah karna mami ngak mau si kembar pergi dari rumah ini "Kata mami
" Mami mu benar Fer, usahakan semua nya baik baik saja Jaga diri mu Karna bila kau salah melangkah Akan ada yang terluka Terutama untuk dua pria mungil itu Dan papi orang pertama yang akan menghajar mu bila mereka terluka " Kata papi tegas .Karna tak ingin kedua cucu nya itu menangis Karna papi Sandi sangat sayang Kepada Afnan dan Aska penerusnya itu
" Ya pi Ferdi tahu , kalian sayang pada keluarga kecil kami " kata Ferdi Yang bisa mengerti betapa sayang papi dan mami nya pada anak anak nya Sebab itu lah Ferdi bersikap berhati hati Karna ia juga tak ingin melakukan kesalahan .
Bagi Ferdi hanya pria bodoh saja yang melepas wanita seperti Aya Apalagi ada dua putranya yang pintar dan cerdas Dan Ferdi tak ingin mencari yang lain lagi Karna Aya saja sudah cukup baginya .
************
Malam di ruang kerjanya Aya baru saja menyelesaikan gambar desainnya Ketika Afnan dan Aska masuk Yang membuat Aya terkejut karna kedua anaknya itu belum tidur
" Mah yum bobo " Kata Afnan mendekati Aya Yang merapikan mejanya
" Ini mau bobo ,ayo bobo sama mamah Apa papi masih di ruang kerjanya " kata Aya mencium pipi kedua nya
" Acih agi obrol cama om Ayan " kata Aska
" Om Alan ada disini ? Ya sudah yuk kita bobo di kamar " kata Aya mengandeng dua jagoannya itu Menuju kamar Afnan dan Aska .
" Baca apa kita hari ini ya " kata Aya mengambil buku dongeng
" Secerah mamah " kata Afnan yang naik keatas tempat tidur di susul Aska Yang dibantu Erni Yang slalu menunggui mereka tidur malam Walau beda tempat tidur bersama Wati
Aya lalu berbaring di dekat keduanya nya Sambil membacakan buku yang ia pegang Agar mereka tenang mendengar cerita dongeng Aya Sampai mata Afnan dan Aska terpejam sehingga terdengar dengkuran lembut Yang membuat Aya lega Kedua putranya itu sudah larut dalam mimpi indah
" Mba Wat Er, jangan lupa besok di ingat mereka mau di ajak main ke paud dekat sini .Dan mami sudah bilang tadi sore " kata Aya
" Ya nona pasti mereka sangat senang " Kata Wati
" Ya mudah mudahan saja " kata Aya
__ADS_1
" Mereka pasti senang nona Karna mereka ingin punya banyak teman " kata Erni Yang merapikan baju si kembar
" Ya sudah , kalian istirahat aku juga ingin istirahat " kata Aya Yang lalu mencium kening kedua putranya satu persatu Lalu menyelimuti mereka. Dan keluar kamar untuk kembali kekamarnya
Di kamar terlihat Ferdi sedang bermain ponsel Ketika Aya masuk kamarnya Lalu Aya mengunci pintu kamar Dan mendekati tempat tidurnya .
"' Apa kak Alan sudah pulang bang" kata Aya merangkak naik ke sebelah Ferdi
" Ya dia pulang apartemennya .Karna ada Tina menunggunya disana " kata Ferdi
" Apa mereka sudah tidur " Kata Ferdi meletakan ponselnya di atas nakas
" Ya mereka baru saja tidur Karna tadi asyik nonton kartun anak Apa abang ngak lembur " kata Aya
" Ini mau lembur " kata Ferdi memeluk Aya dan mencium pipi Aya Yang membuat darah nya bergejolak
" Hah..... lembur gimana ?" kata Aya
" Lembur di kasur sama Aya " kata Ferdi
" Mesum dengan istri sendiri itu biasa sayang Kalau dengan orang lain itu tak akan biasa " kata Ferdi memulai membalik tubuh Aya dan menindihnya .
Lalu memungut bibir manis itu Yang tak pernah bosan ia cium Walau Ferdi sudah melakukan nya tiap hari
" Baik lah tuan Ferdi , kau slalu menang " kata Aya ketika ******* Ferdi terlepas . Lalu Aya mengalungkan tangan nya di leher pria mesum nya itu sambil tersenyum .
" Ya apa malam ini istri ku ini ingin memimpin . Abang persilahkan " kata Ferdi tersenyum penuh Arti
" Oh ya boleh " kata Aya yang ingin memperlihatkan sisi liar dirinya Karna cukup lama ia hanya jadi tawanan Tapi mumpung Aya senang Aya pun lalu membalik posisinya di atas tubuh Ferdi .
" Hehehe .....rupanya gadis kecilku ini sudah mulai nakal " kata Ferdi Yang membiarkan sang istri mulai mencium bibirnya
Aya pun tanpa malu memulai semuanya Melakukan apa yang ia mau Karna jarang jarang kesempatan itu datang Dan Ferdi sangat senang melihat keagresifan wanita nya itu Dan Ferdi sangat senang karna ia bisa merasakan sensasi berbeda malam ini Karna mereka bisa bermain manis Dangan hasrat yang memicu andrenalin keduanya
**************
__ADS_1
Di sebuah rumah sakit Rio lega Pras bisa di tangani dokter khusus Dan mereka dapat kamar VIP yang sudah di pesan Alan Sedangkan di luar kamar Sam bersama Tan menemani Rio ngobrol sebentar .Sebelum mereka pulang ke rumah.
Sedangkan mbok dan Sinta duduk di tempat tidur Ketika tadi dokter memberikan obat penenang pada Pras
"' Mbok .... terimakasih sudah bawa mas Pras kesini Sinta berharap mas Pras baik baik saja " Kata Sinta lirih .Sangat khawatir dengan suaminya itu
" Jangan berterimakasih pada mbok Tapi mba Aya kakak nya Ara ndu Dia yang membantu kita Agar pras bisa di tangani dengan cepat" kata mbok mengusap bahu Sinta
" Ya mbok , nanti bila bertemu mba Aya Sinta akan bilang beribu ribu trimakasih " Kata Sinta Yang merasa bersyukur Ara dan kakak nya sangat baik padanya .
" Ya sudah Sinta tidur ya ndu , kasihan bayi mu Dia juga butuh istirahat Biar Rio yang jaga malam ini " Kata mbok
" Ya mbok " kata Sinta yang memang merasa sangat lelah . Karna sepanjang perjalanan ia tak bisa tidur Karna memikirkan suaminya Dan juga ucapan sang ibu Yang menyuruhnya bercerai Dengan suaminya yang membuatnya shock dan sangat sedih .Karna ibunya begitu tega melakukan itu padanya
" Aku tak akan meninggalkan mas Pras walau apa pun yang terjadi " batin Sinta dalam hati Lalu membaringkan dan menyelimuti tubuhnya .Untung tadi sore ia sudah makan Karna Rio membeli kan . banyak makanan untuk mereka Karna di jalan tol mereka hanya mampir sebentar Dan tak sempat membeli apapun
Sedangkan mbok memegang tangan Pras Mbok merasa kasihan dengan putra sulung nya itu. Yang kini terbaring kaku tak bergerak karna koma
" Bertahan ya le, paling tidak buat mbok dan anak istrimu " Kata mbok pelan Yang masih dapat di dengar telinga pras
Mbok pun duduk sambil mengusap tangan Pras Dan memejamkan matanya Berdoa berharap untuk kesembuhan putranya Sambil melihat Rio sesekali lewat kaca jendela Yang masih ngobrol dengan pa Sapto Sam juga Tan ..
Tak lama tangan Pras bergerak gerak memegang tangan mbok Yang membuat mbok terkejut
" Mbok ....." kata Pras membuka matanya
" Le....alhamdulilah ya gusti sudah sadar le, Rio ....Rio..... mas mu sudah sadar le " Teriak mbok membuka pintu ruang rawat Dan berteriak pada Rio
" Alhamdulilah , sebentar ya mbok . Rio panggilkan dokter dulu mbok " Kata Rio bergegas lari untuk memanggil dokter Yang menangani Pras sang kakak .
Dan tak lama Rio kembali bersama dokter jaga Dan dokter langsung memeriksa Pras .
" Apa dia bisa bicara dok ?" Kata Sam
" Ya dia bisa bicara " kata dokter Yang mendengar kan Pras bicara pelan .Ketika dokter bertanya padanya . Walau masih berbisik pelan .
__ADS_1