Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 105


__ADS_3

Alan pun menceritakan apa yang terjadi padanya .Dan juga pesan Aya Dan entah kenapa truk itu bisa mengikuti nya. Dan Aya seperti punya firasat aneh


" Tadinya saya tidak tahu apa maksud nona Aya Tapi ketika truk itu mendekat saya baru sadar tuan Ada satu orang korban tuan Yang terluka parah Tapi di dalam truk tak ada pengemudinya tuan " jelas Alan menatap papi Sandi


" Itu pasti sudah di rencanakan lan, tapi Aya sebentar " kata papi yang lalu menelpon Pa Sapto .


" Ya Sap apa Aya sudah di jemput " kata papi Ketika telpon tersambung


" Sudah tuan ini sedang menuju rumah pa Kevin " kata pa Sapto sambil menyetir Karna Aya duduk di depan membantunya memegang ponsel nya


" Syukur lah berikan pada Aya .Aku ingin bicara pada menantuku " kata papi


" Ya tuan, bicara saja non Aya yang memegang ponselnya karna saya menyetir


" kata pa Sapto


" Ya ....pi kenapa ?" kata Aya


" Apa kau baik baik saja nak ?" kata papi


" Alhamdulilah baik pi, sebentar lagi sampai rumah kok pi , ada apa pi kok papi seperti khawatir " kata Aya bingung


" Papi mau tanya kenapa Aya meninggal kan Alan Dan bilang sama Alan kalo ada bahaya disuruh melompat " kata papi sambil menatap Alan.


" O...... entahlah pi, perasaan Aya saja Seminggu ini Aya mimpi buruk pi Dan seperti ada orang yang berniat jahat pada Aya Dan mengikuti Aya .Maka Aya ngak tenang pi .Lalu Aya naik taxi biar Aya aman. Apa kak Alan baik baik saja tadi waktu di mobil ada mobil yang mengikuti mobil kita pi Dan Aya merasa takut lalu Aya turun di lampu merah maafkan Aya ya pi " kata Aya lirih


" Papi yang minta maaf pada mu tak bisa mengawasi mu .Alan baik baik saja jaga diri mu disana ya...Jangan pulang sebelum Ferdi menjemputmu " kata papi


" Ya pi " kata Aya


" Ya sudah kalo kemana mana Aya harus diantar pa Sapto jangan pergi sendiri ya nak " kata papi


" Ya pi siap " kata Aya .


" Ya nak papi tutup ya assalamualaikum " kata papi


" Walaikumsalam " jawab Aya dari sebrang sana


Papi lalu menatap Alan dan membuang nafas kasarnya Lalu melihat jam ditangan nya Dan menatap Alan


" Kau selidiki siapa orang yang berniat menghilang kan nyawa menantuku . ini bukan untuk mainan " kata papi


" Baik tuan , lalu mobil nya " kata Alan bingung karna mobil kesayangan tuan besar nya itu rusak parah.


" Kau bisa mengambil yang baru di showroom...bilang atas perintah ku. Nyawa


menantu dan cucuku lebih penting dari harga mobil itu " kata papi tegas .


" Ya tuan , kalo begitu saya permisi " kata Alan

__ADS_1


" Ya pergilah tuntas kan semuanya " kata papi Sandi yang tak senang keluargga nya terusik orang lain .Karna setahunya Aya tak pernah macam macam


" Baik tuan " kata Alan yang beranjak dari kursinya Dan berjalan menuju pintu. Lalu keluar dan menutupnya pintu


" Siapa mereka dan apa mau nya " kata papi sambil mengetuk getuk pulpen di meja kerjanya.


********


Sedangkan Aya Qila dan Via sudah sampai di desa dan mereka pun masuk ke halaman rumah Ara


" Kok sepi Ay " kata Qila


" Ya mungkin Ayah lagi dikebun Dan Ara belum pulang sekolah " kata Aya namun tak lama Ara pun pulang .


" Non ,itu non Ara " kata pa Sapto


" Ara ......." kata Aya ketika melihat sang adik pulang sekolah


" Kak Aya ....." teriak Ara yang mengayuh sepeda nya cepat dan lalu meletakan nya begitu saja di halaman Dan berlari pada Aya Lalu memeluk kakak nya itu Karna senang Aya pulang


" Kak Aya Ara kangen " kata Ara


" Kakak juga coba lihat tuh siapa " kata Aya karna Aya melewati dua teman nya itu begitu saja


" Kak Via , kak Qila " kata Ara yang langsung menyalami kedua nya


" Masya allah ini Ara de, kok cepat sekali tinggi nya " kata Via kaget karna Ara tumbuh dengan cepat padahal masih SD seingat Via.


" Heh.....ngawur nih bocah. Ngak boleh gitu ah . Sekolah yang benar baru pacaran kalo sudah kerja " kata Aya .


" Hahaha ...... pintar aja lho jawab ra, terus kalo SMA apa " kata Qila tertawa


" Sekolah membuat anak kak , tuh kak Aya lulus langsung bikin anak Masa Ara suruh kerja dulu baru pacaran kan ngak adil " kata Ara protes


" Ih....dasar adik durhaka....diajarin yang bagus malah nyeleneh. Ayo buka pintu " kata Aya dengan wajah cemberut


" Hehehe..... maaf kak bercanda mau rumah kak Aya atau Ara " kata Ara


" Heh...... rumah siapa aja deh yang penting masuk dulu " kata Via bingung


" Pa sapto ayo masuk " kata Aya


" Iya non ini barang barang nya bapa taruh di sini ya " kata pa Sapto di teras rumah Aya


" Ya pa Aya ambil kunci rumah dulu " kata Aya .


" Ayo kak masuk dulu minum dulu biarkan barang nya disana dulu " kata Ara mengendong tas kakaknya Masuk kedalam rumahnya yang diikuti Aya dan dua teman nya .


" Ini rumah Ara Ay " kata Qila

__ADS_1


" Iya yang sebelah rumah ku " kata Aya


" Wah gila lho Ay diam diam punya rumah sendiri " kata Via


" Iya mana segede gitu omg......lho tajir Ay banyak duit tuh pasti " kata Qila


" Ini tanah warisan kakek buat gue dan Ara jadi emang rumah kami dibangun bersebelahan biar rukun Kan cuma ada Ayah. Ayah sudah bercerai sama ibu dan ibu sudah menikah lagi dengan pria lain " kata Aya bercerita


" Kok bisa , ya kasihan ayah Ay " kata Via miris mendengar kisah hidup Aya


" Kasihan sih kasihan tapi Ayah ngak mau nikah lagi kak .Katanya biar sendiri aja di temani Ara dan kak Rio " kata Ara


" Rio siapa ?" kata Qila bertanya


" Asisten ayah la, yang bantu bantu kita disini " kata Aya yang mengambil toples cemilan lalu menatanya dimeja


" De minumnya " kata Aya berteriak


" Ya kak ini lagi Ara buatin " kata Ara Yang membuat teh dan kopi untuk .pa Sapto yang duduk diteras sambil melihat taman .


" Wah gila rumah Ara besar ya " kata Qila sambil melihat lihat sekeliling ruangan .


" Lebih besar lagi rumah kak Aya kak " kata Ara yang membawa 3 cangkir teh dan teko Lalu meletakan nya di meja Lalu mengantar satu gelas kopi ke teras .


" Pa sapto ini kopinya slamat menikmati " kata Ara tersenyum


" Trimakasih mba Ara " kata pa Sapto


" Ya pa sama sama " kata Ara yang kembali kedalam Sambil duduk di sebelah Aya dan tersenyum manis


" Kak diminum apa ada nya ya " kata Ara


" Ya allah de , kak Via ngak nyangka Ara sudah besar padahal cuma setahun lebih ngak bertemu ya la " kata Via


" Iya padahal dulu SD dan masih kecil kan Ay " kata Qila tak menyangka Ara sudah sama tinggi nya dengan Aya


" Hehehe.....kan dia makan nya banyak makanya cepat bongsor ya kan de " kata Aya terkekeh


" Kan kak Aya yang beli Ara tinggal makan , ngak dihabisi sayang masa rezeki dibuang buang " kata Ara


" Hahaha...... pintar itu de, dari pada mubazir " kata Via


" Ayo diminum dulu tuh sisa lebaran masih bisa dimakan habis itu baru kerumah sebelah " kata Aya


" Trimakasih Ay, ini sudah cukup kami sudah banyak merepotkan lho .Mana dapat gratisan tiap hari . " kata Qila


" Santai kak kan duit nya ngak bunyi tis tis " kata Ara berkelakar


" Hahaha .... bisa aja kamu de" kata Via tertawa

__ADS_1


" kalo gratis emang ngak bunyi de , Nah kalo kredit tuh bunyi dit dit dit " kata Qila Yang membuat semua nya tertawa bersama Sambil menikmati teh panas dan cemilan dan roti kering


__ADS_2