
Ferdi kembali melanjutkan pekerjaannya Karna sang Papi sengaja menyuruhnya Untuk mengurus perusahaan .Bagaimana pun juga perusahaan itu cepat atau lambat akan diwariskan padanya semuanya
Karna selama ini Ferdi membangun usaha nya sendiri dari nol Dan ia tak mau membantu sang papi Karna sudah banyak orang kepercayaan papi Sandi Yang membuatnya pusing tujuh keliling karna aturan sang papi terlalu ketat .Dan itu membuat Ferdi tak mau diatur atur oleh papinya Karna Ferdi ingin bebas . Apalagi uang bukan segalanya baginya. Karna tabungan nya juga sudah banyak .Dari warisan sang kakek di Jerman .
Tok......tok.........tok.......
" Masuk...." kata Ferdi
" Siang presdir tuan Jake ingin bertemu Beliau sudah menunggu di lobby " kata sekertaris papi Sandi
" Ya sebentar siapkan saja snack untuk nya Aku segera turun kesana " kata Ferdi yang merapikan berkas berkasnya.
" Baik presdir " kata wanita itu . Lalu tersenyum keluar dari ruangan Ferdi
" Ya ampun dia masih muda pantas
Pa Sandi ngak mau ia disini..... so sweet banget ....." kata Anita sekertaris papi Sandi
tersenyum sendiri .
Sedangkan Ferdi yang selesai merapikan berkasnya langsung memasukan nya ke feeling cabinet Dan menguncinya .Biar aman karna kadang dia lupa dan teledor
Dan Ferdi tak mau sang papi mengamuk karna ulahnya yang kadang sembrono melepas bertanggung jawab
Ceklek.......
Ferdi pun melangkah pergi melewati meja Anita dan beberapa karyawan lain. Yang membuat mereka berbisik bisik membicarakan Ferdi .
" Presdir tampan ya dan masih muda lagi Tubuhnya juga bagus pantas pa komisaris jarang mengutus nya kesini takut kita goda " kata teman Anita .
" Iya kan disini banyak cicak buntung " sindir Anita
" Alah mba Nita juga ,ngak usah muna orang sama bapaknya aja pasti mau Apalagi anak nya Mana ganteng gitu lagi " celetuk yang lain
" Hahaha .. tapi sayang dicuekin oey ....orang ibu komisaris cantik. Apalagi .
calon mantunya . siapa sih yang ngak mau pria tampan tajir banyak duit sempurna gitu wow ...... perfec banget " kata Yang lain
" Aku ngak ikutan ya, takut mimpi terlalu tinggi jebol jantungku " kata karyawan lain tersenyum
__ADS_1
" Hahaha... .... pastilah mba Tapi siapa tahu bejo mba kan kita insiatif aja dekat biar dapat angin segar Bagus lagi kalo bejo ...bejo tenan " kata yang lain tertawa..
Yang membuat mereka saling bersaing mencari perhatian dari setiap atasan yang masih lajang Dan itu sudah menjadi rahasia umum dikantor
Sedangkan Ferdi sudah duduk di hadapan pa Jake dengan seorang gadis cantik yang terlihat seksi. Yang terpesona ketika melihat Ferdi duduk dihadapan nya .
" Siang presdir saya klein pa Sandi kenalkan ini putri saya Anara " kata pa Jake pada Ferdi
" Oh iya senang juga bertemu bapa ...saya Ferdi " kata Ferdi mengulurkan tangannya pada pa Jake dan Anara lalu cepat cepat menarik tangan nya lagi .Karna gadis itu mengedipkan sebelah matanya pada Ferdi .
" Trimakasih pa atau nak " kata pa jake bercanda
" Terserah bapa saja senyaman pa Jake memanggil saya Karna dunia bisnis memang begitu " kata Ferdi santai
" Ok ini proposal kerja samanya presdir silahkan di baca dulu " kata pa Jake yang memang sudah mengajukan semuanya pada pa Sandi Tapi pa Sandi ingin Ferdi melihat langsung cabang pa Jake . Dan Sandi sudah tahu kondisi perusahaan pa Jake. Tapi ia tetap butuh masukan. putra nya itu era modernisasi
Pa Jake hanya diam memperhatikan nya Dia menatap Ferdi lekat karna banyak orang yang kagum pada pa Sandi namun jarang bertemu putranya. Tapi kini ia bisa melihat langsung putra relasinya itu yang masih muda pintar dan tampan. Dan itulah sebab nya ia membawa Anara siapa tahu ia bisa ber besanan dengan pengusaha otomotif tajir itu.
" Proposalnya cukup bagus pa , akan saya pertimbangkan " kata Ferdi .
" Trimakasih presdir oh ya apa presdir berpuasa Kami mau mengundang untuk berbuka bersama nanti bila berkenan " kata pa Jake ramah
" Istri ...." kata Anara kaget
" Ya istri saya bilang tadi menyiapkan menu spesial " kata Ferdi santai karna sudah biasa baginya untuk menghadapi perempuan genit Dan Ferdi bukan tak bisa menilai karna biasa nya perempuan akan bersikap jinak jinak merpati dulu sebelum melancarkan aksinya.
" Oh ... begitu ya jadi presdir sudah punya istri . Maaf saya pikir masih lajang " kata pa Jake kaget
" Ya pa untuk mengekang hawa nafsu lebih baik ke istri kan " kata Ferdi santai Karna kini ia sudah puas bermain main yang membuat kepalanya pusing .
" Ya presdir saya mengerti " kata pa Jake tersenyum walau hatinya sedikit kecewa .
Bahwa tak ada celah kesempatan bagi sang putri .
Lalu mereka pun ngobrol tentang kelanjutan kerjasamanya setelah selesai mereka pun pamit Dan Anara mencoba menarik perhatian Ferdi .Namun Ferdi terlihat cuek karna ia memang tak tertarik pada gadis itu. Lalu setelah semua selesai mereka pun pulang. Dan Ferdi pun ikut pulang Menuju rumah sakit karna Aya pasti menunggu ayahnya
"' Hai ..... sedang apa " kata Ferdi ketika masuk Dan melihat Aya mengupas buah untuk ayahnya
" Abang sudah pulang ya , tumben " kata Aya menoleh ke pintu dan tersenyum
__ADS_1
" Abang kangen istri abang " kata Ferdi langsung memeluk Aya dan mencium pipinya tak perduli pada pa Kevin yang ada didepan nya Toh Aya memang istrinya Dan tak jadi masalah baginya bersikap dimana pun.
" Abang......ih malu di lihat ayah " kata Aya yang tak enak hati
" Ayah juga pernah muda sayang jadi santai saja " kata Ferdi memeluk Aya dari belakang dan menaruh kepalanya di caruk leher Aya
" Apa abang mau buka di rumah ?" kata Aya menatap Ferdi
" Ya asal yang enak ya " kata Ferdi
" Ya bentar ya bang kita tunggu Ara kesini dulu " kata Aya tersenyum lalu menaruh pisau buah . Dan memberikan piring buahnya pada sang ayah .
" Ya " kata Ferdi .
" Abang tiduran dulu di sana " kata Aya mengusap kepala suami nya .
" Tapi abang mau di peluk tiduran nya " kata Ferdi manja
" Ih abang..... malu ah -" kata Aya.
" Ngak perlu malu nak, ayah bisa mengerti " kata pa Kevin santai yang bisa memaklumi tingkah Ferdi Karna Aya dalam kondisi hamil .Dan itu bisa jadi berpengaruh pada Ferdi dan Aya.
" Tuh ayah aja cuek sini temani abang " kata Ferdi Yang membuat Aya hanya mengelengkan kepalanya.
Aya pun membiarkan suaminya itu bermanja manja padanya ia tidur di pangkuan Aya yang membuat Aya tersenyum melihat tuan manjanya itu Dan itu bukan yang pertama bagi Aya bila Ferdi merengek seperti anak kecil .Karna sejak ia hamil tingkah Ferdi berubah drastis Bahkan kadang mereka tidur berpelukan erat Dan mandi bersama .Yang membuat Aya rikuh Namun ia juga tak bisa menolak karna Ferdi tak mau jauh darinya.
" Apa dia tidur " kata pa Kevin melihat Aya menyelimuti Ferdi
" Iya yah biar istirahat sebentar sebelum Ara datang " kata Aya .Yang memang sudah tidur bersama sang ayah jam 10 pagi tadi karna mengantuk . Dan bangun ketika zuhur .Dan langsung menyuapi sang ayah makan Ketika sang ayah lapar .
" Ayah mau makan apa nanti malam Biar nanti dibelikan Rio ketika datang " kata Aya yang tak ingin ayahnya bosan makan makanan rumah sakit
" Apa saja nak , asal jangan pedas " kata pa Kevin
" Ya nanti Aya suruh Rio beli ya Sekalian buat mereka buka " kata Aya
" Lalu kalian "kata pa Kevin menatap Aya
" Aya juga beli nanti sekalian pulang yah dan masak untuk yang disukai saja " kata Aya . Karna tahu tak semua nya Ferdi suka makanan luar Kadang suaminya itu betah makan dirumah tampa mencari hal yang lain lagi
__ADS_1