
Sepeninggalan mamah ji Reyhan langsung memeluk Ratih dengan erat
" Abang kangen banget ,maaf bila abang tinggal lama " kata Reyhan mencium bibir Ratih penuh nafsu
" Ngak apa apa bang, Ratih baik baik saja " kata Ratih yang juga membalas ciuman Reyhan .
Reyhan tak bisa menahan diri Tangan nya mulai liar Karna sangat rindu pada Ratih Yang membuat Ratih kaget .
" Bang ..... tapi kita baru sampai Nanti saja ya .Ratih lapar bang " kata Ratih
" Huh ...... baiklah " kata Reyhan yang menahan diri Dan mengalahkan Karna tak tega istrinya itu kelaparan
Lalu mereka pun turun kebawah Dan pergi kedapur Karna disana semua orang sedang duduk makan sambil ngobrol dan bercanda . Termasuk bi Yam dan bi Siti juga dua pengasuh si kembar ikut makan bersama
" Mah , nanti mamah pulangnya sama Tania dan Deril ya . Rey disini dulu Bilang kalo Rey sedang bicara sama om " kata Reyhan
" Modus ......kok om jadi alasan nya si Rey " kata papi protes
" Iya tuh, makin banyak saja dosa mu Rey bikin alasan macam macam " sindir Deril
" Lalu mau bagaimana lagi ril , aku sudah berusaha dia masih belum siap " kata Reyhan mengandeng tangan Ratih dan lalu duduk untuk makan
" Rat..... ayo makan , kamu belum makan kan. Biarin saja suami mu itu Kan dia sudah makan malam " kata mami
" Mana ada, Rat ambil kan buat suami mu Dia belum makan tadi ingin makan Tapi karna buru buru kesini ngak jadi Jadi cuma nemani Naura makan saja " kata mamah
" Hahaha ..... anak mu sekarang sudah pintar berbohong ji " Kata papi tertawa
" Om ....." kata Reyhan mendelikkan matanya Yang membuat semua orang hanya tersenyum Karna mengerti dengan situasinya
" Ara masih lama kan de, liburan disini Kalo minggu besok kakak pergi titip si kembar ya buat nyari abang " kata Aya Yang mengalihkan pembicaraan
" Ya kak siap " kata Ara Yang mencium pipi dua keponakan nya itu Yang makan sendiri sendiri Dengan lahap Walau berantakan disekitar piring nya .
*********
Dua minggu berlalu cepat Aya menang dalam kompetisi Dan ia mendapat kan hadiah beasiswa setahun di paris Begitu juga Gita dan juga Iksan ..Namun Aya tak terlihat senang Karna ia masih teringat pada Ferdi. Tapi teman teman nya sangat senang Karna uangnya bisa untuk mentraktir teman temanya makan bersama satu kelas Yang membuat bu Cunda dan pa Gery ikut datang bergabung dengan mereka
" Slamat ya Ay , semoga sukses kedepannya " kata bu Cunda
" Ya Ay , bapak tunggu kalian nanti disana " kata pa Gery Yang bangga pada kemenangan Aya .
__ADS_1
" Ya pa terimakasih " kata Aya Yang besok akan berencana ikut naik arum jeram Menyusuri sungai deras itu bersama Sam Tina dan Ran .
" Ya pa, trimakasih ayo silahkan kita makan bersama " kata Aya
" Iya pa, kita senang bapak sama bu Cunda datang .Kita bisa berkumpul bersama di sini " kata Anya senang
" Iya pa, ayo kita berdoa sebelum makan Agar besok kita menang lagi " kata Tama
" Oke ......" Kata mereka kompak .
Dan mereka makan bersama dengan sukacita Karna merayakan kemenangan Tim mereka Sedangkan di sisi lain Ferdi sedang mengupas singkong Untuk mereka makan siang Karna Asih dan pa Mamat sedang pergi ke ladang Dan karna lapar tepaksa ia pun merebus singkong untuk di makan
" Apa bisa " kata Alan yang melihat tuan muda nya itu bersusah payah merebus singkong untuk mereka makan
" Ini airnya baru mendidih " kata Ferdi Yang memasukan sedikit garam Ke panci kecil yang berisi air . Lalu mencuci singkong dengan berjalan pincang
" Ya tuhan tolong kami " guman Alan sedih Melihat tuan muda nya itu Berusaha memasak makanan . Dengan pakaian lusuh Yang membuat Ferdi menjadi seperti orang asing Karna tak terawat oleh kumis dan jenggotnya .
"' Apa bisa tuan " kata Alan
" Ya ini airnya sudah mendidih tinggal memasukan singkongnya saja " kata Ferdi Yang cukup hati hati memasukan singkongnya
" kruk..... Kruk........
Dan tak lama singkong pun matang
" Ini sudah masak lan , singkong nya empuk " kata Ferdi yang membawa piring singkong ke dekat sisi Alan
" Alhamdulilah " kata Alan Yang berusaha duduk Dan Ferdi pun membantunya .
" Aku lapar " kata Alan
" Ayo makan ini cukup untuk kita " kata Ferdi memakan singkong .
" Ya ...." kata Alan yang merasa bersyukur masih bisa bertahan hidup .
walau makan seadanya .
" Enak walau hanya pakai garam " kata Ferdi makan dengan lahap
" Ya karna ini yang kita punya " kata Alan memakan singkongnya pelan pelan.
__ADS_1
************
Pagi ini Aya sudah siap dengan perbekalan nya ia membawa tas ransel besar untuk menyimpan makanan .Dan juga membawa pakaian seadanya .
" Ran apa ada yang melewati jalan desa " kata Aya menatap Ran
" Ya mereka memakai motor untuk menempuh jalan terjal nona . Kami sudah datang ke 3 desa tapi tuan muda tak ada disana. Tinggal 4 desa yang belum kami datangi Dan dua diantaranya di pelosok di bawah tebing nona " kata Sam
" Kita berpisah saja nanti disana Sam Menjadi dua kelompok biar Aku bersama Tina " kata Aya Yang sudah siap dengan baju renang nya .
" Ya nona hati hati , kalian mampir ke desa terdekat saja Biar kami mendatangi desa yang jauh Biar nona dan Tina tidak kehabisan bekal Karna ada yang bilang disana sangat susah jalan nya Dan tak ada orang yang jualan atau warung kecil " Kata Ran
" Ya Ran " kata Tina
" Ya mudahan saja kita bisa menemukan jejaknya " Kata Aya Yang juga membawa uang untuk berjaga jaga
" Kalian hati hati disana Kita akan bertemu di desa tengah hutan Dan kami akan menunggu disana " kata Tris yang pergi memakai motor thrill
" Ya tuan sampai bertemu lagi Semoga kita berhasil " kata Ran Yang sudah siap sedari tadi Takut mereka ke malaman di hutan .
" Ya hati hati , jaga nona Tin " kata Tris Yang khawatir pada Aya. Yang kekeh ingin ikut Karna Aya ingin mencari suaminya sendiri Walau apa pun hasil nya nanti Tapi ia sudah berusaha ikut mencarinya Aya juga sempat lama berdebat dengan mami dan papi mertua nya .Yang tak mem perbolehkan Aya ikut Namun Aya tetap nekat pergi Karna ia ingin mencari suaminya sendiri
Arus air sungai pun mengalir deras dan perahu mulai turun kesungai Dan Aya cukup berhati hati menuruni batu besar .
Setelah semuanya masuk dan memakai pengaman lengkap Mereka pun naik kedalam perahu karet itu Dan mulai menyusuri sungai pelan pelan Cukup lama mereka mencari namun belum ada jejak Dan ketika siang hari Ran pun menuju ke desa kedua yang mereka lewati .Dan mereka sempat istirahat sambil makan siang .Lalu melanjutkan perjalanan lagi Saat tak ada orang yang tahu tentang Ferdi dan Alan
" Nona turun lah disini , kami akan terus kebawah sana nanti " kata Sam
" Tinggal berapa desa Sam " kata Aya
" Tiga nona , mudahan kita bisa menyusurinya Itu
" Ayo Tin kita turun " kata Aya melihat sungai mulai landai Namun airnya cukup deras terlihat di bawah
" Ya nona " kata Tina yamg lebih dulu turun ke pinggiran .
Dan Aya pun lalu mengendong tas nya Namun belum sampai kakinya mendarat
Byur ........ Akh......
" Nona....... " Teriak Tina mengejar Aya yang hanyut .
__ADS_1
" Nona ..... " Teriak Sam dan Ran ..... Yang menarik Tina kembali masuk perahu Dan mereka mengejar Aya yang hanyut .