Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 106


__ADS_3

Sedang kan disisi lain Kaifa duduk diam terpaku melihat berita televisi kecelakaan Apa lagi ia tahu siapa pemilik mobil itu


" Astaga papi " kata Kaifa membuang nafas kasar .Karna ada rasa takut di hatinya Kalo benar papi Sandi benar kecelakaan


Dikantor mami , Mami shock melihat plat mobil suaminya itu dalam kecelakaan mobil Dan mami langsung menelpon suaminya dengan tangan gemetar.


" Tut.....tut.....tut ..... nomor yang dihubungi tidak tersambung


Lalu mami pun lalu mondar mandir dan menghubungi Alan Namun tiba tiba


" Ceklek .....


" Hai......" kata papi tersenyum


Mami yang melihat papi pun langsung mematikan ponselnya Dan berlari memeluk suaminya


" Papi ya Allah papi baik baik saja kan " kata mami meraba tubuh sang suami


" Alhamdulilah papi baik baik saja , mami sudah istirahat papi mau ngajak mami makan siang " kata papi


" Ya pi, ayo duduk " kata mami yang lalu mengandeng tangan papi menuju sofa


" Ada hal penting yang papi ingin bicarakan Tapi kita bicara di rumah saja nanti malam " kata papi


" Lalu papi kesini naik apa ?" kata mami .


" Naik taksi karna Alan baru saja ke dealer mengambil mobil " kata papi


" Baiklah Ayo makan di sebrang sana restoran nya cukup enak " kata mami


" Ya ayo " kata papi sambil melonggar kan dasi nya sedikit menunggu mami mengambil tas nya Lalu keduanya pun pergi ke seberang jalan Menuju sebuah restoran mewah .


Di negara lain Ferdi merasa tidak tenang Entah mengapa perasaan nya sedikit tegang Dan ia mencoba santai Karna ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaan nya Dan cepat pulang bertemu sang istri.


"' Tris apa kau sudah mengatur pertemuan " kata Ferdi menelpon asistennya


" Sudah tuan , Oh ya kemaren ada nona Naura kemari " kata Tris


" What...... mau apa dia ?" kata Ferdi


" Tidak tahu dia bilang hanya disuruh tuan Reyhan " kata Tris

__ADS_1


" Astaga dia istri Reyhan tapi kenapa harus mencari ku Cari saja suaminya di kantor pusat bukan dikantor ku Apa dia tersesat " kata Ferdi


" Entah lah " kata Tris bingung Yang memang tak mengenal Naura Dan juga tidak tahu kalo Reyhan sudah menikah


" Ya sudah kirimkan berkas nya , Lusa aku kembali assalamualaikum " kata Ferdi menutup telpon


" Walaikum salam " jawab Tris


" Aish tuan Ferdi dan Reyhan sama saja nikah diam diam bikin pusing Dan membuat ku serba salah saja " kata Tris Duduk bersandar di kursi kebesaran nya Sambil menatap ruangannya Yang sepi


Lalu memanggil Wina untuk mengurus berkas yang di kirim ke Australia


Sedangkan Ferdi masih menatap ponselnya. ia ingin menelpon Aya tapi sebentar lagi ia akan ada rapat


" Ah nanti saja , mungkin dia baik baik saja " kata Ferdi Lalu membaca berkas nya Untuk persentasi siang ini


*******


Disebuah butik seorang wanita terpaku menatap bocoran hasil penjualan trend baru milik Armata butik


" Pantas mami Risma menyembunyikan nya Agar orang lain tak melirik desain nya ." kata wanita itu yang tak lain Naura


" Umurnya 19 tahun nona baru lulus SMA dan sudah hampir setengah tahun ini ia bekerja di Armata butik Tapi kami tak bisa melacak di mana rumah dan tempat


" Berarti dia bukan gadis biasa melihat dia punya bakat Dan menikah di usia muda Apa kau tahu siapa suaminya " tanya Naura


" Tidak nona , tapi yang kudengar suami nya seorang pengusaha muda . Karna yang kudengar dia baru pulang dari Jerman " kata pria itu .


" Pengusaha hahaha........yah bisa jadi melihat penampilan yang tak biasa itu pasti dia salah satu simpanan atau selir " kata Naura Yang tahu bila seorang pengusaha tak mempublikasikan pernikahan nya pasti ada alasan tertentu . Dan Ayana tak ada di catatan para ikatan istri pengusaha muda group . Seperti dirinya yang menikah dengan Reyhan .


" Tapi nona apa ......memang sengaja ditutupi " kata detektif itu bingung


" Kau selidiki saja dia tinggal aku ingin butik ini cepat berkembang dan tak jalan ditempat " kata Naura yang ingin bersaing dengan mami Risma


" Baik nona " kata pria itu lalu pamit pergi meninggalkan ruangan Naura


Di sebuah desa malam terasa dingin Dan semua berkumpul di meja makan di rumah Aya. Dan pa Kevin sangat senang putrinya itu pulang .


" Jadi kalian mau buka cafe disini . Itu ide yang bangus nak, jadi kopi kita juga punya cafe kopi enak " kata Ayah


" Ya yah ruko nya sudah dapat nah kita tinggal lihat besok , biar Via dan Qila bisa gantian kuliah Satu siang dan satunya malam karna dekat kampus Dan juga strategis dekat dengan kos kost anak anak kuliah " kata Aya

__ADS_1


" Iya nah nanti Ara suruh teman teman Ara yang mau kerja ikut kerja setelah pulang sekolah .Apalagi pas libur " kata Ara optimis karna dulu ia ingin punya warung kopi Agar bisa berjualan .Dan kini kakak nya ingin mewujudkan cita cita nya


" Wah Ara bersemangat sekali kaya nya nih " kata Via


" Iya dong kak , Ara pengen jadi seorang pengusaha sukses ngak perlu kuliah cukup lulus SMA Tapi punya banyak uang


Dan tabungan di masa tua " kata Ara


" Ayah dukung nak .... Ara pasti bisa Pendidikan nya bisa di lanjutkan bila Aya sukses .Sarjana bukan jaminan untuk sukses toh banyak sarjana nganggur di jakarta Tapi kemauan bekerja keras itu yang utama " kata Ayah


" Ya yah ayah betul buat apa kita kuliah bila toh jadi pengangguran susah cari kerja. pandangan Ara membuka mata kakak terbuka Bahwa kita hidup untuk berjuang " kata Qila


" Iya dan Ara hebat sudah punya rumah sendiri motor dan kebun Sedang kan Via hanya gubuk reyot " kata Via


" Ih....kak Via menyindir Ara ya " kata Ara


" Tapi itu kenyataan de, kita kan cuma numpang nih ngak punya rumah " kata Qila yang memang merasa kecewa dengan hidupnya .Bahkan sang papi tak memberi kan apa apa pada mamah dan dirinya sebagai jaminan hidup .Masih mendingan Ayah Ara dan Aya Yang masih memikirkan anak anaknya .


" Sudah ayo makan , besok kata nya kalian mau lihat tempatnya .Nanti pas sudah cocok bisa ayah bantu carikan karyawan pria nya yang baik " kata Ayah


" Iya yah kan untuk malam kalo siang biar para wanita " kata Aya


" Ye..... Ara dan kak eh mas Rio bisa mengawasinya " kata Ara senang


" Ya de....." kata Rio tersenyum Menatap Ara yang terlihat senang malam ini


Lalu mereka pun makan malam bersama setelah selesai para wanita membersih kan meja makan dan ngobrol di ruang tengah Sedang kan pa Kevin dan Rio kembali ke rumah Ara Membicara kan pekerjaan mereka tadi siang


Malam nya Ara menemani Aya tidur dikamar Aya sedangkan Qila bersama Via


" Kak kalo kak Aya punya uang belikan Ayah mobil pick up karna Ayah tak punya mobil kak itu mobil yang biasa mobil sewa kak " kata Ara .


" Hah .... oh jadi itu mobil sewa trus mobil yang dulu mana " kata Ara .


" Di jual buat beli motor mas Rio. Kan gaji Mas Rio belum sempat dibayar karna Ayah sakit " kata Ara


" Astagfirullah kenapa ayah ngak cerita kakak " kata Aya


" Ayah rikuh sudah banyak merepotkan kakak Dan tak mau berhutang di bank takut kaya Kak Aya . Tapi Ara mau tuh.... di jadi pelunas hutang kalo cowoknya tampan kaya abang " kata Ara terkekeh


" Hus..... ngak boleh gitu , cari pria yang Ara cintai yang sayang yang perhatian Kalo dulu kakak terpaksa . Tapi ade jangan sampai mengalaminya ya " kata Aya memeluk Ara .

__ADS_1


" Ya kak " kata Ara tersenyum lalu keduanya pun terlelap .Karna Aya merupakan ibu bagi Ara yang memang dekat dengan sang kakak Apa pun masalahnya ia slalu bercerita pada Aya


__ADS_2