Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 89


__ADS_3

Aya lalu menata roti nya diatas meja Agar sang suami juga bisa ikut makan


" Nona apa non tidak apa apa " kata bi Yam khawatir Yang tadi sempat melihat Aya diserang Heni


" Ngak pa pa bi, Apa benar wanita itu mantannya abang bi " kata Aya menatap bi Yam


" Tepatnya pacar selingkuhan non " kata bi Yam


" Trus Kaifa itu siapa " kata Aya yang juga pernah menelpon ponsel sang suami Dan Aya hanya melihat nama nya saja


Bi Yam pun menarik nafas dalam Lalu menceritakan semuanya dari awal Ferdi pacaran dengan Kaifa juga Heni . Sehingga akhirnya Kaifa selingkuh dan menikah Dan bi Yam juga menceritakan kenakalan Ferdi selagi remaja Tapi sang mami dan papi nya slalu mengawasinya Termasuk dengan Aya Dan mami pun memaksa Ferdi buka mulut Sampai akhirnya kalo mami tahu kalo Ferdi sudah menikahi Aya secara terpaksa .


" Begitu ya bi, dulu Aya tidak tahu kalo abang sudah menikahi Aya Dan Aya sangat takut " kata Aya


" Ya non , bibi bisa mengerti Tapi nyonya dan tuan itu sudah mengakui nona sebagai menantu Jadi non ngak perlu khawatir dan takut lagi .Sekali pun ada pelakor atau wanita ****** lain nya karna Nyonya sudah memberikan wasiat kalo tuan muda Ferdi macam macam semua warisan jatuh pada anak nona dan tuan muda. " kata bi Yam


" Ya Allah berarti mami sayang sama Aya ya bi " kata Aya


" Iya non , maka nya non ngak perlu takut kalah sama wanita wanita gatal di luar sana karena mereka hanya ingin uang tuan muda Dan warisan nya .


" Ya bi " kata Aya lega karna pada akhir nya bisa tenang Karna bagaimana pun ia memang istri sah Ferdi Dan para wanita diluar sana tak akan bisa mengusik nya


" Sekarang non Aya istirahat ya " kata bi Yam tersenyum


" Ya bi , bibi juga ya .Ya sudah Aya ke kamar duluan ya bi " kata Aya yang lalu meninggalkan dapur Dan menuju kamarnya


" Aku harus mempertahankan hak ku bagaimana pun caranya karna aku istri sah abang Dan aku juga punya anak dari abang Papi juga mami pasti akan mendukung ku . Dan aku akan menjadikan bang Ferdi hanya milik ku " kata Aya bertekad dalam hati


Karna kini ia sudah tahu semuanya Dan lagi Ayah nya sudah membuat keputusan terbaik untuknya.


" Awalnya aku memang gadis pelunas hutang Tapi karna syarat ayah pada abang sudah menyelamat kan ku , Akan akan membuat diriku lebih baik dari wanita wanita serakah itu " kata Aya Yang bertekad untuk mempertahankan rumahtangganya dengan Ferdi .


" Apa aku salah mencintai suami ku sendiri ....tidak itu tidak salah " batin Aya yang lalu berbaring diranjang sambil menunggu suami nya pulang .


Aya pun lalu memikirkan bagaimana caranya agar suami nya tak mudah tergoda pada wanita lain Dan juga tak berpaling darinya .


" Oh ya aku bisa tanya mami " batin Aya senang karna kini ia bisa curhat pada mertuanya .Karna selain dekat Aya juga mengangap mertuanya itu ibu kandungnya sendiri . Yang sudah lama tiada


Di tempat lain Ferdi baru saja selesai rapat yang membuatnya sedikit lega karna semuanya berjalan lancar dan ia bisa cepat pulang . .Karna rindu pada sang istri


" Pasti dia sudah menunggu ku " kata Ferdi yang rindu pada Aya . Lalu ia pun menelpon Aya sebelum pulang

__ADS_1


" Ya bang " kata Aya dari sebrang


" Abang mau pulang Aya mau titip apa sayang " kata Ferdi


" Apa saja bang , tadi Aya sudah beli roti dan buah juga " kata Aya


" Baiklah tunggu abang ya , abang segera pulang " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya


" Ya assalamualaikum " kata Ferdi yang menutup pembicaraan Dan memasukan ponselnya ke dalam jas kerjanya Lalu berjalan menuju lift


"' Walaikum salam " kata Aya tersenyum


Di rumah Aya pun langsung meletakan ponselnya Setelah Ferdi menelpon nya Dan Aya merasa senang karna suaminya itu mulai perhatian pada nya .


Disebuah apartemen terlihat Heni masih terlihat kesal Karna tadi siang ia tak bisa menganggu Aya .


" Awas saja bocah itu dia cukup berani melawan ku " kata Heni


" Sudah merebut kekasih orang masih saja belagu dasar bocah tengik " maki Heni yang lalu masuk kedalam kamar


Dan tak lama Gustav pun datang dan membuka pintu.


Ceklek .....


" Yah..... tidur apa dia tak punya kerjaan " kata Gustav menaruh tas nya lalu membuka semua pakaian nya Dan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri


" Kau sudah pulang " kata Heni yang tadi pura pura tidur Melihat Gustav keluar dari kamar mandi hanya dengan bertelanjang dada .Dan terlihat bentuk tubuh dan otot otot nya yang terlihat seksi .


" Apa kau sudah makan " kata Gustav menatap Heni


" Sudah beli tadi Apa kau belum " kata Heni


" Aku sudah makan di kantor " kata Gustav yang mendekati wanita nya itu


" Ya bagus lah aku tak bisa memasak karna sudah terbiasa pesan " kata Heni


" Tak jadi masalah " kata Gustav yang mendekati Heni yang terlihat kesal


" Ada apa kok cemberut " kata Gustav Yang ingin memasang baju kaos nya

__ADS_1


" Tidak ada hanya kesal pada seseorang saja " kata Heni Yang membuat Gustav tersenyum lalu mendekat kan wajah nya pada Heni .


" Apa karna nona Aya " kata Gustav Yang memegang dagu Heni


Deg ......


" Bagaimana dia bisa tahu ?" batin Heni


" Ah bukan " kata Heni berbohong


" Gustav pun lalu meraup bibir Heni yang membuat mereka saling bertukar saliva


" Layani lah aku, kau akan memanjakan mu Tak perlu mengusik milik orang lain " kata Gustav Yang lalu menarik dan membuka pakaian Heni Yang membuat Heni kaget .


" Sayang kau baru pulang kerja apa tidak lelap " kata Heni yang sedang malas melayani Gustav .


" Aku tidak merasa lelah karna kau hiburan ku " kata Gustav Yang membuat Heni kaget karna tangan Gustav sudah liar di bawah sana Dan Heni pun hanya mendesah pelan ..


" Sayang tapi aku sangat lelah ." kata Heni


Namun Gustav tak perduli , dalam .satu kali hentakan tubuh mereka sudah bersatu yang membuat Heni tak bisa berontak


" Kau tahu kau milikku, dan ingat itu.


Aku akan akan mengejar mu kemana pun " kata Gustav menatap Heni tajam yang berada di bawah nya


" Deg......."


Heni pun terdiam kini ia tak bisa berontak karna Gustav sudah membuat nya tak berkutik Dan Gustav ingin tahu di mana batas keberanian Heni padanya .


Sedang kan Aya baru saja dari dapur membuat susu panas dua gelas Dan membawa roti untuk mengemil sambil


menggambar. Karna ia belum bisa tidur


" Ceklek .....


" Abang " kata Aya yang melihat Ferdi sudah datang Dan menyambutnya Lalu mengambil tas kerja Ferdi dan menaruh nya di sofa .


" Trimakasih sayang , abang mandi dulu ya Apa Aya sudah makan " kata Ferdi


" Sudah bang mandi lah Aya sudah siapkan air panas di bath up " kata Aya

__ADS_1


" Ya sayang terimakasih " kata Ferdi mencium pipi Aya yang mulai chubby. Karna rada berisi selama hamil


__ADS_2