Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 296


__ADS_3

Alan pun langsung memutuskan pembicaraan nya di ponselnya Dan


tersenyum ramah pada Reyhan Agar Reyhan tidak curiga


" Tuan Reyhan kok bisa disini ." kata Alan


" Apa kau lupa aku bekerja disini " kata Reyhan menatap Alan


" Maaf ,saya lupa tuan " kata Alan membungkuk sedikit . Lalu tersenyum Dan Reyhan berlalu menuju ruangan nya


" Huh ........ syukur lah " kata Alan hampir saja ia ketahuan .Pasti Reyhan tak akan percaya bila istrinya itu berniat tidak baik pada sang nona Padahal mereka adalah sepupu Dan lagi Reyhan bekerja pada Ferdi. Tapi Naura tak merasa malu


" Aneh ......suaminya baik begitu masih saja kurang , padahal sudah punya segalanya " guman Alan yang lalu kembali keruangan Tris


" Ceklek .....


" Sudah selesai?" kata Tris


" Belum dia belum pergi dari sana, Aku hanya takut dia nekat .Tapi aneh saja kenapa ia tak merasa malu ya. Kan keluargga tuan muda sangat baik pada keluargga suaminya .Dan lagi apa dia tak merasa takut ketahuan " kata Alan


" Sudah terlanjur lan, mungkin biar basah sekalian " kata Tris


" Ck........tapi kira kira apa yang terjadi bila ketahuan Tris" kata Alan


" Mana aku tahu, mungkin rasa nya kaya nano nano " kata Tris


" Ish kau ini Tris , aku serius " kata Alan


" Aku bukan dalang nya lan, Jadi ngak tahu gimana rasanya . Biar kan saja dia merasakan sendiri .Toh.......akibat nya dia tangung sendiri kan " kata Tris yang tak mau perduli pada Naura .Karna baginya tak ada gunanya menasehati mereka Seperti Heni dan Kaifa.. Akhirnya mereka sadar dengan waktu yang cukup lama .


" Iya juga sih , sifat orang itu bawaan sejak lahir Merubah mereka tak semudah membalik telapak tangan." kata Alan Yang lalu melanjut kan pekerjaan nya Karna ia harus kembali ke kantor pusat Untuk menjaga tuan mudanya


********


Sedangkan para wanita asyik makan rujak Yang membuat Afnan dan Aska yang mencicipi nya Dengan wajah merem melek merasakan rasa asam mangga muda yang mereka cicipi


" Atam mah " kata Afnan


" Hahaha .....iya lah kakak jangan makan Yang kecut ini aja yang manis jambu air kaya ade " kata Aya tertawa


" Hahaha .... biar saja Ay, biar tahu rasa asam nya hidup " kata mami

__ADS_1


" Tapi Aska ngak mau tuh mi , makan yang asam " kata Qila


" Ya iya lah dia ambil nya yang warna merah " kata mami .


" Dia pintar mi, nyari yang enak " kata Via sambil melap bibir Aska yang celemotan Yang membuat Bella dan Tania terkekeh melihat mereka .


Para pengasuhnya pun ikut makan rujak bersama bi Siti dan bi Yam Sedang kan Tina makan sendiri di antarkan mba Wati Karna ia masih mengawasi Naura .


" Ah ...sudah ngak kuat lagi " kata Aya


" Masih banyak Ay, masa di biarkan mubazir " kata Via


" Biar nanti aku bawa pulang Ay, ya ngak Bell bisa buat nanti malam " kata Tania


" Iya rasa nya segar kok " kata Bella


" Iya , tapi mami ngak kuat makan mangga nya Gigi mami ngilu " kata mami


Yang suka rujak Tapi untuk mangga muda mami tak doyan .


Cukup lama mereka berkumpul Sampai jam makan siang Dan setelah makan siang mereka pun bubar untuk istirahat . Hanya Aya Via Qila dan Bella yang masih kumpul di ruang tengah Ngobrol bersama Mengenang masa masa sekolah .


" Sudah kak, ibu cukup senang karna Bella dapat suami yang mapan Dan Bella juga sudah bertemu mertua Bella kok " Kata Bella


" Syukur lah semua nya berjalan lancar Jadi lho bisa tenang Bell " kata Via


" Ya kak " kata Bella yang juga tak menyangka bisa bertemu Aya dan teman teman nya Yang juga istri teman suaminya .


" Dunia sangat sempit Bell, gue pikir dulu kami tak akan bertemu lagi Tapi eh jodohnya malah ngak jauh jauh " kata Qila terkekeh


" Betul kak , kan kata orang dunia hanya selebar daun kelor " kata Via


" Padahal kita aja ngak tahu daun kelor seperti apa ?" kata Bella


" Kecil Bell, kaya ini " kata Aya Menunjukan daun bunga kecil .


" Yah alamat berdesakan Ay " kata Qila terkekeh


" Ya emang begitu . Kita ngak bisa dari kemana mana .Cuma bisa menerima takdir " kata Aya


" Yoi benar itu, takdir yang tak pernah kita duga dengan caranya masing masing " kata Via Yang merasa bersyukur dia masih punya sahabat .Karna Via sudah tak punya orang tua lagi Dan juga tak punya sanak kerabat .Yang membuat nya hidup seorang diri Tapi untung ada Aya Qila dan Ara Yang membuatnya kuat menghadapi kerasnya kenyataan hidup Hingga mempertemukan nya dengan Yusuf Duda keren Yang kini mengisi hidupnya .Yang sudah menjadi suaminya .

__ADS_1


" Huh ...ngatuk nih kekenyangan " kata Bella .


" Sana tidur di kamar Bell istirahat dulu Nanti sore biar di jemput bang Tris" kata Aya menyuruh Bella istirahat di kamar tamu


" Iya ayo aku juga ngantuk berat nih " kata Aya yang ingin sholat dan tidur siang Mumpung dua putranya sedang tidur Dan nanti ia bisa bangun dengan tubuh fit dan bugar lagi


" Ya ayo kak " kata Bella yang mengikuti Qila ke kamarnya untuk beristirahat .


Sedangkan di luar Tina lega Naura sudah pulang Padahal Tania ada di dalam rumah Namun Tania terkesan cuek pada kakak iparnya itu Karna tahu Naura hanya memanfaatkan kebaikan sang kakak . Bahkan terkesan menghindar Karna ia menganggap Naura ingin mempermalukan keluarga Reyhan Yang membuat Tania ngak respek pada Naura .


Sedangkan Ferdi sibuk di ruangan nya Ketika Bimo masuk membawakan makanan pesanan Ferdi Karna ia malas keluar untuk makan siang


" Lho kaya pria pingitan aja bro " kata Bimo pada sepupunya itu


" Gue lagi malas keluar Bim, Dan lagi nih kerjaan menumpuk Karna gue harus Ke Jepang minggu depan " kata Ferdi menggeser berkasnya Untuk makan siang


" Lho pergi sendiri " kata Bimo


" Tidak dengan Alan . Ngak mungkin papi ngizinin gue pergi seorang diri Paling tidak ada Tris dan lho yang mengurusi urusan disini Untuk sementara waktu ." kata Ferdi


" Oh ya tadi Gustav sudah mengirimkan semua file Dan disana semua baik baik saya " kata Bimo


" Ya ada Dave sepupunya Yang aku tarik untuk ikut bekerja .Kalo tidak Gustav akan kewalahan Apalagi sekarang Heni sedang hamil muda. Mudahan saja dia bisa berubah dan hidup bahagia Karna Gustav masih mau menerimanya " kata Ferdi


" Ya aku juga berharap begitu.Oh ya apa kau tak pernah bertemu Wandi lagi ." kata Bimo menatap Ferdi


" Tidak terakhir kali ketika kami membesuk putranya Dean. Seperti nya mereka sudah hidup bahagia " kata Ferdi


" Syukurlah itu lebih baik Karna memang seharusnya begitu Dan tak harus terpaku pada masa lalu. " kata Bimo


" Lalu kau sendiri bagaimana ?" kata Ferdi menatap Bimo Yang melajang sampai hari ini


" Santai bro kan gue cerita penutup Aku masih mempertimbangkan sekertaris mu Atau mencari yang lain " kata Bimo tersenyum


" Ck..... sok jaim , awas saja bila kau main main " kata Ferdi Yang tahu Wina gadis yang baik Karna Wina sudah 5 tahun bekerja dengan nya


" Santai bro tunggu tanggal mainnya saja Gue sedang memilih bibit bobot dan bebet nya Yang bisa gue kenalin pada mamah dan papah " kata Bimo terkekeh


" Aish...... terserah lho deh Tapi kalo terlalu pilih pilih pas ngak dapat Malah kecewa sendiri akhirnya " kata Ferdi Yang tahu Bimo cukup pemilih Namun Ferdi bisa memaklumi Karna sepupunya itu tak mau gagal dalam berumah tangga Seperti sang kakak Yang kini bercerai dengan istrinya Yang sudah di nikahinya selama 8 tahun Yang membuat semua keluarga sangat kecewa .Karna perceraian itu meninggalkan satu anak perempuan Yang diasuh orang tua Bimo


.

__ADS_1


__ADS_2