
Di rumah Aya di desa Reyhan baru saja ingin masuk kamar Ketika melihat istrinya itu tak ada di kamar .
" Kemana Ratih ?" kata Reyhan bingung Lalu mencarinya kebelakang untuk bertanya pada Asih
" Sih , Ratih mana ?" kata Reyhan Ketika melihat Asih sedang membawa air putih di teko Yang hendak masuk ke kamar nya
" Oh paling di rumah de Ara bang , karna Ara lagi sendirian Karna mas Rio sama mbok lagi pulang kampung " kata Asih
" Hah..... kapan ?" kata Reyhan kaget
" Tadi siang bang " kata Asih
" Ya sudah sih , biar abang samperin " kata Reyhan keluar dari pintu samping menuju rumah Ara dari pintu belakang
Dan Reyhan langsung mencari Ratih kekamar Ara tapi tak ada siapa siapa disana Lalu memeriksa semua kamar Yang tak terkunci juga tak ada Ratih dan Ara di kamar itu Rumah Ara terlihat kosong Lalu Reyhan kembali kerumah Aya Dan menutup pintu dapur Dan ingin masuk ke kamar nya Namun ia teringat kamar Aya Yang terlihat pintunya tak terkunci rapat
Clek........
" Astaga kalian disini rupanya " kata Reyhan yang melihat Ratih dan Ara tertidur pulas di atas ranjang besar itu .
" Huh ....... biar aku pindah dulu " kata Reyhan lega Lalu mengangkat Ratih pelan pelan Dan membawanya ke kamar nya Dan menutup kamar Ara dengan kakinya .Lalu membawa Ratih keatas tempat tidur mereka.
" Syukurlah , abang tak akan bisa tidur tanpa mu " Kata Reyhan membaringkan Ratih pelan pelan di tempat tidur
" Ugh.......lenguh Ratih memiringkan badanya .
" Kau sangat imut de " Kata Reyhan tersenyum dengan istri kecilnya itu. Lalu mengecup bibir nya . Yang membuat Ratih mendesah pelan Dan itu membuat Reyhan kembali ********** .
Bagi Reyhan Ratih cahaya baru hidup nya Yang membuat nya sedikit berpikiran terbuka Dan tidak kaku seperti dulu lagi Umur nya yang terpaut jauh dengan Ratih membuatnya belajar banyak seperti Ferdi Untuk bisa bersikap tenang dan sabar menghadapi istri kecilnya itu Karna Ratih membuat Reyhan seperti pria bucin yang sedang jatuh cinta saat pandangan pertama .
" Akh...... bang " kata Ratih yang merasa tubuhnya di tindih seseorang .
" Ini abang maaf , abang lagi pengen de " kata Reyhan melanjut kan aksinya
__ADS_1
" Apa kita lagi di kamar bang ?" kata Ratih membuka matanya Takut kalau suaminya itu melakukanya di kamar Aya .Karna tadi ia tidur dengan Ara
" Ya sayang " kata Reyhan tanpa menoleh Dan Ratih hanya meremas kepala suaminya itu Yang mulai menciumi dadanya .
Malam yang terasa dingin membuat hawa terasa panas Dan kedua nya pun Bergumul ria untuk berbagi keringat Karna Reyhan tak akan bisa menahan nya sampai besok
************
Paginya Ara terbangun ketika sinar matahari masuk lewat kaca jendela
" Ya ampun aku kesiangan ?" kata Ara kaget melihat jam dinding ke angka 6
" Ratih ....aish kenapa dia tak membangun kan ku sih Padahal hari ini ada ulangan " Kata Ara melompat dari tempat tidur dan berlari keluar kamar Dan cepat cepat menuju rumahnya. Lalu mandi dan memakai seragam Begitu juga Ratih yang bangun kesiangan ulah suami nya tadi malam . Dan Ratih minta tolong yu Irah Untuk menyiapkan bekal mereka Agar bisa sarapan di jalan Atau di sekolah .
" Rat......kenapa aku ngak dibangun kan " Teriak Ara memasukan bekal ke tasnya
" Itu gara gara bang Reyhan nih Ratih jadi telat " omel Ratih Yang juga memasukan bekalnya ke dalam tas
" Maaf de, abang lupa pasang alarm tadi malam . Abang juga telat nih " Kata Reyhan Sambil memasang dasinya sendiri
" Nih baru Asih masukan bang .Ini Rat bawakan sama roti dan minumnya juga " kata Asih yang membantu ketiganya Yang panik Karna bangun telat Yang membuat yu Irah dan pa Mamat saling pandang
" Sudah ayo kita berangkat " kata Ara
" Ya ya ayo " Kata Reyhan bergegas mengambil tas kerjanya Juga kunci mobil nya lalu keluar . Dan ketiganya langsung berangkat setelah pa Mamat membuka kan pintu pagar .
" Ada ada saja mereka , tapi kok tumben bisa telat barengan " kata yu irah
" Kan semuanya pada sibuk yu, mana ulangan mana mikirin mas Rio dan mbok juga Dan tadi malam kejakarta Sampai de Ratih menemani de Ara tidur juga Katanya biar Ara ngak sedih " jelas Asih
" Iya juga ya sih kasihan Ara " Kata mbok Yang sudah di kabari Rio Kalo mbok dan Rio sedang berada di jakarta . Karna tadi malam mereka berangkat dari salaman Langsung membawa Pras ke jakarta Agar bisa di tangani langsung dengan baik di rumah sakit besar .
*******
__ADS_1
Sedang kan di apartemen Disti seorang wanita menampar wajah Disti.
Plak ......plak .....
Dua tamparan melayang di pipinya hingga Disti Sampai terlihat darah segar keluar dari sudut bibir Disti
" Maaf kan Disti mi, Disti tidak tahu kalo ini terjadi " Kata Disti terisak Merasa kan pipinya panas Karna tamparan mami nya .Namun tak sesakit apa yang ia rasakan Ketika ia gagal untuk bisa memiliki Ferdi .
" Mami sudah bilang jangan di kantor bawa dia ke hotel Tapi kau masih ngeyel ini akibatnya kau gagal kan Dan kita tak dapat apa apa Dan kau sendiri kena imbasnya " kata mami kesal Kini tak ada lagi celah bagi mereka Untuk bisa mendekati Ferdi Karna Ferdi sudah tahu apa rencana mereka .
" Lalu Disti harus gimana lagi mi , Disti sudah hancur Dan Ferdi tahu itu "kata Disti terisak .
" Sudah tak ada jalan lain Kalo dia sudah tahu Kita tak akan bisa melanjutkan nya Minta pria itu bertangung jawab " kata tante Tanti
" Ya mi " Kata Disti terisak Karna usahanya selama ini berantakan Dan gagal total Padahal sudah lama mereka merencanakan semuanya. Agar bisa dekat dengan keluarga itu .
Tante Tanti mondar mandir berpikir keras Bagaimana membuat Ferdi bisa merasa kasihan pada Disti Namun pikiran nya buntu Karna pastinya Ferdi tak akan diam saja bila mereka datang menemui mami Risma dan papi Sandi
" Mi ...... mami kenapa ?" Kata Disti
" Mami ingin kau minta Ferdi menikahi mu secara siri saja Dan mengiba padanya Agar dia kasihan pada mu " kata tante Tanti menatap Disti
" Tidak mi , Ferdi sudah menolak Disti
Kita akan malu bila kita terus mendekatinya Karna Ferdi tak perduli pada Disti lagi mi
" Astaga harus nya dari dulu kau lakukan ini Kenapa harus sekarang" kata tante Tante kesal Karna mereka tak bisa lagi masuk ke keluarga itu Untuk mengeruk kekayaan nya .
" Apa mami menyesal , karna Disti tak bisa menjadi menantu om Sandi .Disti sudah bilang kan mi Ferdi tak sebodoh yang kita kira mi " Kata Disti Karna dulu saja ia tak bisa mendekati Ferdi Apalagi sekarang ada Aya dan kedua anak nya
Tante Tanti terdiam memikir nasip putri nya Yang masuk jebakan sendiri Yang tidak tahu harus berbuat apa lagi Karna Ferdi tak akan mau bertanggung jawab Karna pria itu bersih Tak melakukan apapun pada Disti .
Dan lagi karna ambisinya ia harus menanggung malu .Kalo sampai Ferdi buka mulut pada papi dan maminya.
__ADS_1
" Mi kenapa mami diam " Kata Disti kesal
" Menikah lah dengan pria itu , mungkin dengan itu Mereka akan memberikan kita uang .Karna perusahaan papi mu sedang pailit sekarang " Kata tante Tanti lesu Yang kini tak mungkin bisa berbesan dengan Risma Tapi paling tidak mereka dapat sumbangan dari keluarga Ferdi . Karna tak ada jalan pintas lain