
Aya memejam kan matanya ketika Ferdi sudah menutup pembicaraan Yang membuat Aya rindu pada suaminya itu
" Apa aku gila aku jatuh cinta pada suamiku sendiri " guman Aya Yang rindu pada Ferdi yang dulu tak terbesit dihatinya Namun seiring nya waktu ia sangat mencintai suaminya itu
" Ah kenapa dia makin tampan saja ,Ya Allah nak bunda rindu pada papi mu " kata Aya mengusap perutnya pelan sambil menarik selimut dan tidur Karna esok ia akan ikut mengawasi .
Sedangkan Rio sedang masih nongkrong di cafe di temani Qila dan Via yang ngobrol bersama beberapa pelanggan yang belum pulang
" Ra ayo pulang kan sudah malam .biar nanti Qoli dan Awan yang nutup cafe " kata Rio karna memang jam 11 malam
" Ya mas sebentar ya Ara pamit sama kak Qila dan Kak Via " kata Ara .
" Mas Awan Kak Ara pulang ya tinggal 6 orang kan " kata Ara
" Ya de santai mas Awan nanti tidur di sofa buat jaga " kata Rio
" Ya terserah yang penting jagain tuh dua gadis perawan jangan sampai hilang " kata Ara .
" Heh .... ya ngak bakal de kita kan tahu jalan " kata Via terkekeh
" Ya sudah dah....." kata Ara
" Ya hati hati " kata Qila
" Kalian berdua yang jaga ya , gue mau nyuci gelas dulu " kata Via berlalu menuju pantry dapur meninggalkan Rio dan Qila
" Ya beb...." kala Qila yang duduk dekat Rio yang sambil menunggu para pelanggan yang sedang asyik ngopi karna tak mungkin mengusir mereka.
" Enak ya say kerja gini bisa sambil pacaran " kata Rio
" Ih apaan sih Wan mulai gombal deh " kata Qila
" Gombalnya sama kamu aja La, ngak yang lain kan setia " kata Rio
" Dih....setia mata bon sang Lihat yang bening juga masih jelalatan " sindir Qila
" Kan cuma ikutan teman biar heboh biasa pria bujangan masih labil Tapi buat lho ngak La Sepuluh rius deh " kata Rio memain kan alisnya
"- Belajar aja yang benar kumpulin duit baru bila mamah ogah gue di bual " kata Qila santai
" Siap bos , mas Awan akan berjuang " kata Rio yang memang mulai jatuh cinta pada Qila setelah bisa melupakan Aya. Karna ngak mungkin ia bisa menyaingi pengusaha muda itu.
Sedangkan Via hanya menatap sendu dari jauh Karna Qila sudah punya pengemar sedangkan dia belum punya siapa pun
************
Ferdi memasang jaket tebalnya ketika salju turun lebat . Yang membuat nya tak bisa keluar padahal sangat lapar.
" Pi Ferdi cari yang jual makanan dulu ya " kata Ferdi berteriak karna hotel terlihat sepi
__ADS_1
" Cari yang dekat saja jangan jauh " Sahut papi dari kamar
" Ya pi " kata Ferdi yang lalu keluar menuju sebuah restoran kecil Yang penuh orang Membuat Ferdi terpaksa berbahasa jepang karna sang pemilik tak mengerti bahasa inggris
" Nyonya saya pesan dua paket untuk pulang komplit " kata Ferdi
" Baik tuan silahkan duduk " kata pemilik restoran itu Yang membuat Ferdi bersandar di dekat sebuah pintu masuk kedalam.
" Astaga " kata Ferdi cepat pindah dari tempat itu Karna Ferdi melihat ada tempat esek esek
" Pantas saja banyak pelanggan pria " kata Ferdi duduk dengan tenang di dekat meja panjang .
Cukup lama Ferdi menunggu sampai seorang wanita seksi menghampirinya
Dan merangkul bahunya .
" Hai tampan apa kau butuh teman " kata wanita itu berbisik
" Maaf tidak nona , saya hanya pelancong yang tak punya uang Dan hanya datang membeli makanan " kata Ferdi sopan
" Tak masalah untuk mu gratis malam ini Karna aku butuh teman " kata wanita itu menggenggam tangan Ferdi
" Maaf saya tak bisa , maaf " kata Ferdi Yang tak mau mencari masalah Karna ia tak membawa pengawal .
" Tak masalah bung, kita hanya sebentar saja " kata wanita itu menuntun tangan Ferdi ke dadanya .
" ****......" umpat Ferdi kesal namun pelan.Dan untung nya pelayan makanan sudah datang mengantar makanan pesanan nya
" Ya berapa " kata Ferdi
" 2200 yen " kata pelayan itu
" Ini Arigato gozaimasu " kata Ferdi yang meraih dompetnya Dan berdiri menjauhi wanita itu Lalu membayar makanan yang ia terima
" Tuan kembalian nya " kata pelayan itu
" Tidak perlu buat anda saja " kata Ferdi bergegas pergi . Meninggalkan restoran itu cepat cepat takut digerayangi
" Astaga dia pria aneh " kata wanita itu tersenyum lalu mendekati pria lain
Ferdi pun pulang kembali kehotel Dan menaruh makanan diatas meja Dan laku melepaskan mantel tebalnya
" Lama apa mencari hiburan dulu " kata papi
" Ada godaan dan antri pi bikin pusing hampir saja dia menjebak ku " kata Ferdi Yang lalu membuka makanan nya dengan porsi besar
" Hahaha ...... kalo kau suka kau bisa menyicipinya Fer " kata papi tertawa .
" Apa papi melakukan nya di belakang mami " kata Ferdi menatap papi
__ADS_1
" Kalo darurat tak masalah Tapi papi malas Kadang mereka menuntut lebih Sekali dia menyukaimu mereka akan mengejar mu Kalo tak suka jangan laku kan " kata papi mengingatkan
" Ck...... papi saja biar darurat Ferdi ogah kotor campur bekas orang mending dikamar mandi " kata Ferdi
" Hahaha .... bagus lah tapi bila kau lama disini pasti akan tergoda " kata papi
" Tidak akan " kata Ferdi yang tak pernah melakukan nya Karna selama di Jerman pun ia tak membiasakan nya. Pergaulan bebas sudah tak aneh baginya Namun Ferdi tak mau melanggar batas Karna itu lah ia lebih menutup diri .Bukan tak bisa melakukan nya Tapi Ferdi hanya ingin istrinya lah yang tahu milik nya dan isi hatinya .Dan Ferdi tak mau merusak pikirannya .Sekali berselingkuh pasti ada cela untuk mencoba nya lagi Dan itu yang di haram kan Ferdi . Karna ia hanya ingin meniduri satu wanita saja dalam ikatan .Tidak ada yang lain
" Bagus lah ....putra papi hebat Karna kesetiaan itu mahal harganya " kata papi Yang dulu pernah beberapa kali mencoba Yang membuatnya hampir kehilangan nyawa . Karna mami Risma sempat jadi incaran yang membuat papi jera .
Lalu keduanya pun makan Dan setelah selesai mereka pun rapat di ruang hotel khusus. Dan sorenya Ferdi dan papi kembali ke Tokyo dan setelah istirahat Dan mencari oleh oleh mereka pulang jam 10 malam kembali ke Jakarta
********
Suara Adzan terdengar jelas di kejauhan Aya bangun dan sholat lalu kedapur untuk membuat teh hangat Dan setelah itu Aya mandi Karna hari minggu Aya pun membuka pintu samping untuk melihat
kebun sayur Ara .
" Kak ....." kata Ara melihat Aya berjalan jalan di kebun sayur
" Bagus de ini bisa buat di pasokan di cafe apa tadi malam ramai
" Lumayan kak , Ara berangkat kesana nanti jam 8 , apa kak Aya mau ikut " kata Ara yang berjalan disebelah Aya
" Malas tadi nya kak Aya mau ikut mengawasi Tapi karna minggu Kak Aya malas besok saja ya Karna kak Aya lupa harus menyelesaikan gambar untuk mami . takut " kata Aya .
" Nona ....." kata Tina tergopoh gopoh .
" Iya Tin ada apa " kata Aya kaget
" Tuan bilang kita harus ke jakarta pagi ini Karna nanti siang anda dan tuan harus menghadiri undangan kerabat " kata Tina
" Astaga iya aku lupa , ya sudah kita siap siap . De kak pergi ya titip rumah " kata Aya yang lalu ingin melangkah pulang
Namun terhenti karna ingat sesuatu
" Tapi kita berangkat jam 9 nona , nona masih sempat berkemas " kata Tina yang memang tiket sudah siap tinggal print
" Ok tolong de , tanya kan yu irah bi imah jualan ngak Tolong suruh bawakan rica rica sama bebek bakarnya 20 " kata Aya pada Ara
" Ya kak siap " kata Ara lansung bergegas kembali kerumah Dan Aya Yang bersiap siap memakai tas ransel dan baju longgar
Untuk kebandara nanti siang ia akan menghadiri pernikahan sepupu suaminya
Dan tak lama Yu irah datang yang sudah menyiapkan semuanya
" Bi ini uang nya, Ara bareng kaka saja ya nanti ke bandara dulu pulang ke cafe Yu titip ayah ya kami berangkat " kata Aya memanggil Tina
" Ya kak " kata Ara .
__ADS_1
" Ya non hati hati " kata Yu irah yang memang sekarang tiap pagi datang untuk membersihkan rumah Aya