
Ferdi sedikit lega ketika Alan datang menghampirinya Karna ia memang malas berurusan dengan Naura Apalagi setelah Ia tahu niat terselubung Naura .
" Tuan ayo " kata Alan yang berdiri di dekat Ferdi
" Kau menganggu ku saja Aku hanya ingin bicara pada Ferdi " kata Naura kesal
" Maaf nona , tuan .muda ada urusan lain yang lebih penting " kata Alan
" Ayo lan , tak perlu diladeni " kata Ferdi melangkah melewati Naura
" Fer apa kau lupa aku cinta pertama mu" kata Naura Menghentikan langkah Ferdi
Ferdi pun lalu berbalik menatap Naura, dan tersenyum tipis Karna merasa iba pada Naura yang tak bisa move on
" Maaf aku lupa itu, tapi sehebat hebat seorang playboy dan bad boy Ia akan takluk pada istrinya yang dinikahinya Karna itu lah aku bisa lupa. Aya duniaku sekarang ra .Masa laluku hanyalah kertas usang . Dan aku juga bukan pangeran Carles yang belum selesai dengan masa lalunya . Hingga terlihat seperti pria yang sangat bodoh " kata Ferdi Lalu melangkah pergi meninggalkan Naura yang terdiam Dan mengepalkan tangannya
Sedangkan Alan hanya tersenyum Mendengar perkataan Ferdi yang sedikit menggelitik hatinya Karna tuan mudanya itu memang sangat bucin pada istrinya. Hingga membuat tuan mudanya itu tak bisa jauh dari istrinya .
Naura menghentak hentak kan kaki nya karna kesal. Bahwa Ferdi memang sudah move on Dan melupakan semua tentang kenangan mereka. Tanpa menyisakan sedikit ruang pun dalam hatinya Hingga Naura tak bisa lagi mengambil hati Ferdi
" Dasar perempuan itu......ah....Fer kau terlalu jahat .Bukan nya orang bilang cinta pertama tak akan terlupakan " kata Naura Yang lalu melangkah dengan wajah masam menuju ruangan suaminya
Di ruangan Ferdi Wina , Tris Awan duduk tenang sambil ngobrol Ketika Ferdi masuk bersama Alan .
" Apa kita pulang sekarang bos ?" kata Tris Ketika Ferdi masuk dan duduk di sofa menghadapi 3 bawahan nya
" Ya semua sudah selesai kan .Kita bisa pulang Biar besok Reyhan sendiri yang membawanya " kata Ferdi
" Ya sudah ,ayo ..." kata Awan berdiri
" Ya ayo pulang " kata Ferdi yang lalu beranjak dari sofa dan berjalan dengan Awan di samping nya
Di ruangannya Reyhan , Pria itu cukup lega kalo Ferdi masih perduli padanya Karna awalnya sepupunya itu menolak kalo ia akan pindah .Tapi karna alasannya cukup masuk akal Ferdi pun meminta nya memegang kantor miliknya dengan tetap di awasi Ferdi dan Tris .Yang membuat tugas Reyhan sedikit ringan
" Rey ....." kata Naura menghempaskan bokong nya di sofa dengan wajah cemberut
__ADS_1
" Hai ....ada apa sayang ?" kata Reyhan
" Kenapa kau mau pindah kesana !! " ini kan dulu posisimu Dan kalo disana pasti gajimu lebih kecil " kata Naura
" Tidak ra, gaji nya sama saja cuma pekerjaan ku sedikit ringan Karna sudah diambil alih Bimo Dan jabatannya tetap sama tak ada yang berubah Hanya kantor nya saja yang berubah " jelas Reyhan duduk merangkul Naura
" Tapi Ferdi akan meremehkan mu " kata Naura
" Mana ada ra, Ferdi tak seperti itu .Dia masih sangat menghargai ku Hanya dia tak mungkin mencopot Bimo Karna dulu aku sendiri Yang minta pindah Dan itu wajar Karna tak mungkin aku mengambil paksa kursi orang lain " kata Reyhan
" Yah terserah kau saja ayo pulang " kata Naura
" Iya sayang, hei jangan cemberut begitu nanti bayi kita tukang mewek " kata Reyhan memeluk Naura Karna ia tahu mood Naura berubah rubah saat hamil
" Aku mau jajan nanti " kata Naura
" Ya kau bisa membeli apa pun , ayo .... tapi senyum dulu dong " kata Reyhan mengangkat dagu Naura dan mengecup bibir nya
Naura pun tersenyum Lalu memeluk Reyhan Dengan sikap manjanya
" Kalo bukan karna ayah bayiku , kau pasti sudah ku buat mampus " batin Naura Yang merasa emosi Karna ia tak bisa mendekati Ferdi sama sekali
Ketika mereka menuruni tangga Naura pun terpeleset .
" Akh........Rey ........." Teriak Naura memegang bahu Reyhan
" Astaga , apa kau tidak apa apa " kata Reyhan lalu mengendong Naura Yang shock Karna ia hampir terjerembab di tangga
" Tidak Rey " kata Naura memegang erat bahu Reyhan Ketika suaminya itu menggendongnya menuruni tangga Dan menuju parkiran mobil Yang dibantu satpam yang berjaga membukakan pintu
" Astaga ...... seperti itu masih mengejar tuan muda Padahal suaminya sangat sayang padanya " kata Alan yang juga menuruni tangga sambil mengeleng Tak mengerti jalan pikiran Naura .Lalu bergegas menuju mobil Karna ia tadi memang kembali untuk mengambil kunci rumah mobil yang tertinggal
" Kok lama " kata Ferdi
" Maaf tuan tadi harus melihat orang terpeleset dulu, untung selamat Kalo tidak bagaimana nasip bayinya " kata Alan Sambil menghidupkan mobil .
__ADS_1
" Hah.....siapa yang terpeleset bang " kata Awan
" Istri Reyhan " kata Alan Menjalankan mobilnya untuk keluar dari parkiran kantor Untuk pulang ke mansion Sedangkan Ferdi hanya diam tak berkomentar
Di rumah Aya duduk santai di ruang tengah sambil bermain bersama Afnan dan Aska yang di temani Qila Sedang mami istirahat di kamar Karna lelah habis memborong borong belanjaan
" Ay tadi Via telpon tapi gue ngak dengar .Ini gue telpon balik kok ngak aktif ponselnya " kata Qila
" Mungkin lagi di perjalanan la, mudahan saja mereka baik baik saja " kata Aya
" Oh iya mungkin lagi di pesawat " kata Qila menepuk jidat Karna ia lupa kalo Via akan datang ke jakarta
" Payah lho belum tua sudah pikun " kata Aya terkekeh
" Maklum Ay , banyak yang dipikir kan mikir kuliah kerjaan suami juga mamah di rumah " kata Qila
" Dih.....sok sibuk kan porsi kita sama la, tergantung kita menyikapinya Apalagi gue sudah punya dua buntut tuh !! Untung nya mereka ngak rewel Coba kalo rewel ngak bisa bernafas gue " Kata Aya yang merasakan cukup berat untuk pertama kali mengurus si kembar Tapi karna sudah terbiasa ia pun sudah tenang Karna keduanya memang sudah menjadi tanggung jawabnya .Yang tak mungkin Aya tinggalkan begitu saja Karna itu kodratnya sebagai seorang ibu .Walau
sudah punya dua pengasuh pun .Aya masih menangani si kembar sendiri . Karna Wati dan Erni hanya membantu meringankan pekerjaan nya saja
" Iya juga ya Ay, maka nya gue belum kepikiran buat punya anak Apalagi jauh dari mamah .Lihatnya sih gampang Tapi menjalankan nya itu sulit " kata Qila
" Ya namanya juga hidup la, ada suka dukanya Tergantung kita menjalani saja Kalo kau kuat menjalaninya mending kelaut aja sana !!" kata Aya
" Asem lho Ay, gue ngak nekat kaya gitu Ay amit amit deh bunuh diri masih muda Ogah gue jadi hantu gentayangan Lagian kasihan Awan jadi duda " kata Qila melempar bantal pada Aya
" Hahaha .....kali aja mau , gue pernah tuh sempat kepikiran kaya gitu la. Tapi ketika ingat Ara gue mikir dua kali
Dan lagi kalo gue mati muda kan ngak bisa nikah sama tuan muda Ferdi " kata Aya tergelak
" Iya juga ya, kan juga nga akan ada si kembar " kata Qila
" Iya untung gue masih waras , ya kalo bete paling gue makan cabe biar merasa kan pedas nya hidup " kata Aya
" Hahaha ..... Pantas tuh dulu lho sering boker pas disekolah Stres lho kumat .ya Ay ." kata Qila
__ADS_1
" Iya lah , kan bingung hidup susah punya ibu tiri . Mana punya adik bayi sakit kepala gue mikir nya Tapi akhirnya masa lalu itu bisa lewat juga Dan kini Ara bisa jadi anak manis " kata Aya
" Ya Ay, kita bersyukur masih punya obat penguat hidup .Untuk bisa bertahan hidup normal Banyak orang yang gila dan nekat bunuh diri Karna mereka tak kuat menanggung beban hidup berat " kata Qila Yang juga sempat mengalami Depresi karna ia diusir sang papah Dan untung nya Aya datang tepat waktu jadi malaikat penolong nya.Hingga mereka bisa hidup normal kembali