
Ferdi hanya ngobrol sebentar pada Abel Dan juga Bimo Agar Bimo tak salah paham Kalau mereka tak punya hubungan apa pun selain teman .
" Jadi kau masih single " kata Bimo
" Ya begitu lah " kata Abel melirik Ferdi Yang terlihat tampan dengan balutan jas. Dan ia hampir tak percaya bahwa pria itu kini menjadi bos nya
" Kenapa ?" kata Bimo
" Tidak hanya kaget saja , kalo presdir kita masih muda Saya hanya kaget dan tak menyangka kalau kita juga teman lama " kata Abel pelan sambil tersenyum
Yang membuat Bimo terdiam Lalu menatap Ferdi Sedangkan Ferdi memeriksa semua laporan Abel .Abel yang duduk tenang di sebelah Bimo
Tersenyum senyum sendiri Karna ia bisa bertemu lagi dengan Ferdi .
" Bagus , sekarang ayo kita rapat " kata Ferdi yang beranjak dari tempat duduk nya .Dan langsung menyimpan ponsel nya di saku jas Lalu keluar dari ruangan nya
" Siap bos " kata Bimo Yang lalu berdiri Dan Abel pun ikut berdiri dan mengikuti Ferdi keluar bersama Bimo menuju ruang rapat
" Wina ayo " kata Ferdi
" Baik presdir " jawab Wina
Rapat berjalan lancar Tapi sesekali terlihat Abel melirik Ferdi Dan itu terlihat oleh Bimo dan Wina Yang tak jauh dari mereka duduk
" Pa kaya nya ada yang caper " kata Wina berbisik
" Ya kan petinggi. Ngak aneh kalo bos punya banyak pengemar nya " kata Bimo Yang tak bersimpati pada Abel Karna gadis itu rupanya berminat pada pria berkantong tebal
"' Tapi apa dia tidak tahu kalo presdir sudah menikah " kata Wina berbisik pelan agar tak terdengar orang
" Entah lah " kata Bimo cuek .
Dan mereka kembali diam Setelah seorang staf menjelas semua hasil rapat dan transparan hasil pemasukan hasil bulanan Yang membuat Ferdi puas Kalo ada kenaikan dan hasil kerja kerasnya selama memimpin perusahaan
Selesai rapat mereka pun makan siang Dan mereka makan di kantin kantor Yang membuat Abel mengambil kesempatan untuk mendekati Ferdi
" Siang bos, apa saya boleh ikut bergabung " Kata Abel menarik kursi untuk duduk
" O silahkan nona Abel " kata Wina
" Apa bos mau menambah makanan biar aku ambilkan " Tawar Abel
" Tidak trimakasih " kata Ferdi
" Sejak kapan bekerja di sini " kata Ferdi sambil menyuap makanan nya
__ADS_1
" Sudah 3 tahun yang lalu sebelum pergantian presdir lama Aku sudah masuk di perusahaan ini " kata Abel
" O bagus lah . Senang bisa bekerja sama " kata Ferdi tersenyum
" Bagaimana rasa nya berada di pucuk pimpinan pa, menyenangkan pasti bos punya banyak pengemar wanita kan " kata Abel yang ingin tahu kehidupan Ferdi Karna mereka tak bertemu lagi sejak lulus kuliah .
" Ya begitu lah , Apa kau sudah menikah ?" Kata Ferdi
" Hahaha ....... Kau bercanda Fer, Bagaimana bisa menikah kita baru saja mulai meniti karier Kenapa harus terikat Itu hal yang menganggu " kata Abel tertawa
" Menganggu maksud nya apa nona , Apa pernikahan itu sebuah gangguan begitu " kata Wina kaget
" Ya maksudku menikah urusan setelah karier sukses jadi kita bisa mencari sesuai kriteria atau pilihan kita " kata Abel yang menatap Wina heran
" Apa mba Wina sudah menikah ?" kata Abel bertanya
" Belum , pa Bimo juga apa nona Abel sudah ?" kata Wina
" Saya juga belum , apa pa presdir sudah menikah ?" kata Abel Yang membuat Bimo tersenyum
" Presdir itu sudah menikah nona Abel , dan beliau sudah punya dua putra " kata Bimo
" What.......!!! kau bercanda kan pa " kata Abel bertanya Karna tak percaya Lalu menatap wajah Ferdi lekat .
" Apa bapak di jodohkan " kata Abel menatap Ferdi .Yang mengira kalo di dunia bisnis saling menjalin perjodohan untuk mempererat relasi bisnis itu biasa
" Ya begitu lah " kata Ferdi Yang membuat Abel menarik nafas dalam .
" Sial ......aku pikir dia masih lajang Rupanya mereka punya pengikat bisnis Pantas kalo ia menikah muda " kata Abel dalam hati Yang tadi nya berharap bisa berkencan dengan bos nya itu
Sedangkan Bimo tersenyum melihat wajah Abel yang berubah Setelah tahu Ferdi sudah menikah .
" Mampus kau bel, rupanya kau berharap " kata Bimo tersenyum senang
" Apa presdir bahagia " kata Abel penuh selidik
" Kenapa ? penilaian semua orang pasti berbeda beda .Tapi secara pribadi aku bahagia " jawab Ferdi santai Yang lalu menghabiskan makanan Dan setelah itu minum ia pun kembali bersama Wina .
" Saya duluan Bim, bel " kata Ferdi
" Ya silakan pa " kata Abel yang terpaku menatap punggung Ferdi yang berjalan bersama Wina
" Kenapa ? apa nona Abel menyukai pa presdir " kata Bimo menyindir
" Ah tidak , hanya kaget saja Apa beliau bahagia atau hanya bertahan untuk kepentingan bisnis " kata Abel
__ADS_1
" Hahaha....... bisnis yang mana ?" kata Bimo tertawa melirik Abel
" Ya agar dia bisa menjadi seorang presdir " kata Abel .
Bimo mengeleng kan kepalanya Karna Abel tak tahu siapa Ferdi .Tapi itu lebih baik Karna memang banyak orang yang tidak tahu Kalo Ferdi putra tunggal Sandiago Ferdinan Dan itu memang Ferdi sembunyikan Karna ia tak ingin tampil mencolok Dan itu juga demi keamanan perusahaan nya
**********
Disisi lain Aya baru saja mengantar tugas nya pada pa Gery ketika ingin pulang selesai mata kuliah
" Aya tunggu " kata pa Gery
" Hah ...apa ada yang salah pa " kata Aya kaget Karna pa Gery memanggilnya
" Tidak , Bapak hanya ingin mengajak mu jalan jalan . Apa boleh apa kau punya waktu ?? " kata pa Gery
" Hah....... maaf pa , saya sangat sibuk Saya tak janji bisa " kata Aya jujur Karna memang tak mungkin ia pergi dengan pria lain Selain suaminya
" Tapi hanya sebentar kok tidak akan lama " kata pak Gery mendekati Aya Yang membuat Aya gugup Lalu menatap pria itu lekat Karna Gery berdiri dekat di depannya .
" Maaf pa saya tak janji " kata Aya
" Apa kau takut pacar mu marah , atau kau sengaja bilang punya pacar Agar pria tak mendekatimu " kata pa Gery
" Maaf ....untuk itu saya tak bisa menjelaskan nya pada bapak . Karna itu bersifat privasi " kata Aya Yang ingin keluar dari ruangan pak Gery Namun tak sengaja kaki Aya tersandung kursi dan .....
" Brak.......
" Auw ........" kata Aya .Yang hampir jatuh Dan pa Gery memeluknya bersamaan
" Aya ....." kata Anya kaget Melihat .pa Gery yang memeluk Aya dari belakang
Aya pun langsung mendorong pa Gery Dan pak Gery pun sedikit mundur
" Maaf aku ganggu ya " kata Anya
" Eh ngak An, lho salah paham Tadi aku hampir kesandung Tapi pak Gery menolongku " kata Aya menjelaskan apa yang terjadi antara mereka berdua
" Iya An, Aya betul " kata pak Gery
" Betulan juga ngak apa apa kok Aya , kalian serasi " kata Anya tersenyum Membuat wajah Aya malu
" Saya permisi pa, duluan ya An " kata Aya yang merasa ngak enak hati Dan bergegas pergi meninggalkan ruangan .pak Gery
" Lah kok Aya pergi Ay tunggu ......!!!" Teriak Anya yang lalu mengejar Aya
__ADS_1