
Sedangkan Aya dan Ferdi baru saja selesai makan malam Ketika Rio datang ingin pamit pulang ke yogya
" Jadi mbok sama mba Sinta yang menunggu disana " kata Aya
" Ya kak, tapi sekarang mas pras sudah baikan .Operasi nya berhasil dan ia hanya harus rajin terapi saja " kata Rio
" Alhamdulilah ,syukurlah kalo begitu Kak Aya bisa mengerti Jadi Rio bisa pulang besok Karna kasihan juga Ara kalo lama di tinggal Apa lagi Ara dalam kondisi ujian semester De Rio menginap disini saja Biar besok pagi di antar Ken kebandara " kata Aya
" Ya Yo, tidur lah disini Biar nanti aku suruh Sam membelikan oleh oleh untuk Ara Kasihan dia kalo lama kau tinggal " kata Ferdi yang juga ikut khawatir
" Ya bang, Rio istirahat dulu di kamar " kata Rio
" Ya , tapi apa Rio sudah makan de " tanya Aya
" Sudah kak tadi di rumah sakit sekalian beli buat mbok " kata Rio
" Ya sudah istirahat lah, biar besok mba Lina yang menganti mbok Biar mbok istirahat di sini dulu " kata Aya
" Ya kak trimakasih " kata Rio tersenyum Karna kakak ipar dan suami nya itu sangat baik padanya Yang membuat Rio bersyukur Mempunyai istri seorang Ara.
" Ya sudah istirahat lah !! " kata Aya
" Ya kak, bang Rio permisi ke kamar dulu " kata Rio Yang lalu menuju kamar tamu .Yang biasa ia tempati bersama Ara
" Ya ya istirahat lah " kata Ferdi Yang membuang nafas kasarnya Lalu mengandeng Aya masuk kedalam kamar
" Abang kenapa ?" kata Aya heran Karna suami nya itu menariknya ke dalam kamar Padahal baru habis makan
" Abang mau kasih hadiah buat Sam dan Siapa itu kakaknya teman Aya ?" kata Ferdi mencoba mengingatnya
" Kak Emma " kata Aya
" Ya Emma , besok abang titipkan lewat Aya saja ya Karna besok abang harus survei ke kantor cabang Dan mungkin bulan depan Yusuf akan abang tarik kejakarta Dan Via juga ikut pindah kesini Dan ia bisa pindah kuliah .Jadi sementara Awan yang mengantikan nya di sana "kata Ferdi
" Ya terserah abang saja , Aya ngak ngerti urusan perusahaan bang Dan lagi bulan depan Aya sudah mau kkn " kata Aya menatap Ferdi
" Bagus dong istri abang sudah mau selesai kuliah nya jadi ....
Cup ....
Ferdi langsung mendorong Aya ketempat tidur Yang membuat Aya gelagapan Karna ulah suaminya itu
" Bang ini belum malam ,nanti ....." kata Aya menggantung
" Api , mah ......." Teriak dua bocah kembar itu masuk Dan melongo ketika melihat papinya berada diatas tubuh mamah nya
__ADS_1
"Api akal ya, cian mamah masa kuda kuda " Kata Aska menepuk bokong Ferdi dengan tangan kecilnya
" Aduh.....sakit , papi ngak nakal de cuma mau pijit pijit mamah nih " Kata Ferdi meremas dada Aya
" Abang apaan sih ?" kata Aya melotot Karna tangan suaminya meremas milik nya Yang membuat Afnan ikut melotot
" Puk ...... puk dan pukulan mendarat di bokong Ferdi yang membuat Ferdi terkekeh Karna putra sulung nya itu memukulnya
" Api bangun cian mamah di epit " kata Afnan galak
" Hahaha .... mana ada mamah itu malah senang di jepit papi " kata Ferdi bangun lalu duduk di sambil Aya
" Angan akal api, nanti ade bilang oma ewer api " Kata Aska
" Waduh ... jangan dong masa sampe laporan ke nyonya besar " kata Ferdi terkekeh Lalu mencium pipi Aska
" Maka na api angan akal " kata Afnan
" Ya papi ngak nakal , kan mamah aja ngak nangis Jadi papi ngak nakal Kan papi mau buat kan ade untuk kalian " kata Ferdi Yang membuat Aya langung mendelik mendengarnya
" Hah.....ade cantik pi aka uka " kata Afnan
" Iya dong " Kata Ferdi Tanpa memperdulikan sikap Aya padanya
" Abang apaan sih , kok ngomongnya gitu kan ngak boleh bang " Kata Aya protes Karna tak mau pikiran anak nya di kotori perkataan mesum sang suami .
" Pokok nya ngak ada kata orang dewasa bang !! Abang jangan bikin otak mereka tercemar Karna mereka belum gerti apa apa itu nama nya pelanggaran " kata Aya dengan wajah cemberut
" Hahaha....... Iya iya " kata Ferdi menangkup wajah Aya Dengan kedua tangan nya Dan mencium bibirnya Yang membuat Aska dan Afnan saling pandang
" Aduh api ium ium mamah agan aksa cian mamah " Kata Aska
" Ngak di paksa nih cium biasa kan " kata Ferdi terkekeh mengecup bibir Aya lagi Yang membuat Aska memukul tangan Ferdi Yang membuat Ferdi tergelak Karna ingin mengoda kedua putranya itu . Sangat jelas Aya menjadi perhatian bocah kembar itu Karna tingkah papinya Yang absurd .
" Bang sudah ah, senang banget mengoda mereka Kan mereka masih kecil bang Sini ade sama kakak bobo sini ya " Kata Aya
" Eh ngak sayang ,Kan abang mau lembur "kata Ferdi
" Lemburnya besok aja bang " kata Aya mengeser tubuh Aska dan Afnan Yang membuat keduanya berbaring di antara Aya dan Ferdi
" Ya ampun sayang kok besok sih " kata Ferdi yang lalu menaruh kepalanya di dada Afnan Yang membuat Afnan terkekeh geli Karna ulah sang papi dan memeluk kepala Ferdi .
" Hahaha.....eli pi eli " kata Afnan
" Biar geli biar pindah bobo " kata Ferdi Yang juga mengoda Aska
__ADS_1
" Api......angan eli uga ade " kata Aska ikut terkekeh Yang lalu menjambak rambut Ferdi geli Karna perutnya di cium Ferdi
Aya yang melihat candaan suaminya itu hanya tersenyum karena dua putranya itu tertawa Sambil menahan kepala suaminya Yang bergantian mencium perut Aska dan Afnan.Yang membuat Aya menggeleng melihat polah lucu tiga pria belahan jiwanya itu .
" Sudah bang nanti kebawa mimpi " kata Aya
" Ngak apa apa , kan biar heboh ya kan de kak " Kata Ferdi yang rebahan di tengah kedua putranya itu sambil mengusap usap kepala Afnan dan Aska
" Eboh....... ya pi amai "Kata Afnan
" Ya heboh dan seru "Kata Ferdi tersenyum menatap wajah Aya yang ikut terkekeh Karna senang dua putra nya terlihat semakin besar dan mengerti padahal mereka baru berumur 2 tahun
Dan waktu berjalan begitu cepat Yang membuat Aya makin dewasa untuk berpikir Dengan seiringnya waktu Aya sadar bahwa ia akan menambah momongan lagi setelah kkn selesai
Dan itu janji nya pada sang suami Karna kini Afnan dan Aska sudah mulai bersekolah
***********
Sedangkan Ara pagi ini merasakan perutnya tidak enak . Padahal ia sudah akan berangkat sekolah bersama Ratih Tapi entah mengapa ia merasa tak enak badan Lalu bergegas masuk kamar mandi
Hoek...... hoek...... ..
" Ra ayo berangkat " Teriak Ratih
" Ya sebentar " kata Ara melap bibirnya dengan Tissue
Lalu keluar dari kamar Sambil mengambil tasnya Karna tak mungkin dia izin saat ujian semester kenaikan kelas .
" Huh.....ayo ra kamu bisa " kata Ara Yang berusaha menahan perutnya yang serasa tak enak
" Kok lama kenapa ra " kata Ratih membuka kan pintu mobil
" Ngak tahu perut ku mual " kata Ara langsung masuk mobil
" Apa lagi hamil ?" kata Reyhan menoleh pada Ara
" Hamil ........???" kata Ratih kaget Yang menutup pintu mobil
" Hah......apa mungkin bang ?" kata Ara
" Ya mungkin saja " kata Reyhan
Membuat Ratih dan Ara saling pandang Karna selama ini Ara masih rutin minum pil kontrasepsi Tapi kenapa bisa hamil juga
" Mungkin kebobolan ra " kata Ratih .
__ADS_1
" Ya bisa jadi " kata Reyhan
" Ya besok Ara periksa ke dokter dulu biar Ara tahu " kata Ara tersenyum Karna dia juga tak mungkin menolak bayi itu Bila memang benar ia hamil