Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 265


__ADS_3

Rio dengan cepat kembali masuk kamar untuk memakai celana nya Lalu keluar buru buru menuju teras


" Mas Rio ngak sarapan dulu " teriak yu Irah


" Nanti saja yu " jawab Rio yang langsung menuju mobil Karna Ara sudah membuka pagar lebar lebar .


Rio pun bergegas masuk dan membawa mobil berangkat ke sekolah Ara.


" Mas sih pake minta jatah subuh , maka nya jadi buru buru " kata Ara Ketika mereka di ldalam mobil


" Hehehe maaf lain kali malam aja ya de, tadi sampai lupa pasang celana " kata Rio terkekeh


" Untung masih di rumah , kalo tadi di sekolah gimana? Kan Ara malu " kata Ara


" Iya mas minta maaf , padahal sudah di siapin Ara ya " kata Rio tertawa geli


" Hehehe......untung cuma dilihat yu Irah kalo ngak bahaya " kata Ara terkekeh Karna gara gara bercinta setelah subuh Semuanya jadi kacau .


Tak lama mereka pun sampai di depan sekolah Ara Dan untung nya bel belum berbunyi


" Mas Ara masuk ya " pamit Ara yang turun dari mobil


" Ya hati hati " kata Rio


" Ara cepat sudah mau bel " teriak Ratih yang menunggu sahabatnya itu .


" Ya tunggu .. " kata Ara cepat cepat Berlari masuk gerbang Dan ketika sudah masuk gerbang Bel sekolah pun berbunyi Dan pintu gerbang sekolah langsung di tutup penjaga nya Agar anak anak bisa tenang dengan belajar


Rio pun bernafas lega melihat istrinya itu sampai tepat waktu. Kalo tadi ia terlambat pasti Ara akan di panggil kekantor Karna sekolah itu cukup disiplin


Setelah Ara masuk Rio pun lalu membawa mobilnya pulang. Sepanjang perjalanan ia hanya bisa tersenyum Mengingat kejadian tadi pagi yang membuat nya kalang kabut .


Lalu Rio kembali melajukan mobil nya ke rumah Karna ia belum sempat sarapan Dan untungnya Ara sudah membawa bekal untuk sarapan di sekolah .Walau sedikit repot tapi Rio senang Bisa melihat Ara sekolah dengan senyum cerianya . Karna Rio ingin Ara bisa menyelesaikan sekolahnya dengan baik dan merasakan masa remajanya


Dan setelah sampai Rio pun bergegas masuk rumah untuk sarapan .Karna ia juga harus bekerja mengurus perkebunan Yang menjadi tangung jawab nya .


*********

__ADS_1


Di kantor hari ini Ferdi mengadakan rapat di kantor pusat . Setelah masa berkabung lewat Reyhan meminta Ferdi Agar ia bisa pindah ke jakarta .Tapi Ferdi masih mempertimbangkan keinginan sepupunya itu


" Fer , kalo Reyhan pindah aku kemana ?" kata Bimo Yang juga sepupu Ferdi yang mengantikan Reyhan


" Aku masih mempertimbangkannya Bim , Santai saja ngak perlu bingung. Aku masih punya kantor cabang .Kenapa harus bingung " kata Ferdi yang tahu Bimo khawatir di geser Reyhan


" Tapi aku sudah terbiasa disini Fer "' kata Bimo protes


" Ya kita lihat nanti, bereskan saja tugasmu "' kata Ferdi Yang sibuk dengan berkas nya .


Bimo pun terdiam. Karna ia akan tergeser oleh Reyhan bila sepupunya itu kembali Dan hanya berharap Ferdi berbaik hati padanya. Bisa menolongnya tanpa menurunkan posisi jabatan nya Karna sepupunya itulah bos pemilik sahnya .


" Baik bos " kata Bimo yang menarik nafas panjang Lalu kembali sibuk mengoreksi pekerjaan nya.


Sedangkan Ferdi mengecek berkas berkas penting perusahaannya Sambil menghubungi Tris Karna kantor sang papi merupakan pusat usahanya Jadi ia sekarang lebih banyak di kantor pusat Mengantikan papi Sandi .Yang hanya datang sesekali hanya untuk mengawasi perusahaan .


Di sebuah taman Aya sedang sibuk memetik bunga untuk di taruh di vas bunga Sedang kedua putra sedang asyik bermain susun balok di gasebo diawasi Wati dan Erni


" Nona ngak kuliah hari ini " kata bi Yam membantu Aya mengumpulkan bunga .


" Nanti siang bi , kan hari ini cuma 2 jam jadi Aya bisa santai. Paling lama tiga jam kok " kata Aya yang sudah mulai rutin kuliah .


Yang tahu si kembar kadang gelisah Kalo Aya tak ada di dekat mereka. Tapi setelah terbiasa Keduanya pun tak lagi rewel Yang penting mereka sudah kenyang disusui


" Ya bi , kan sudah mulai mengerti " kata Aya yang tersenyum melihat kedua anak nya itu semakin pintar bermain


Lalu Aya pun duduk didekat si kembar untuk menata bunga Bersama bi Yam yang tersenyum pada dua tuan muda kecilnya itu.


" Aaa uuu " celoteh Aska ingin ikut memegang tangkai bunga


" Bentar ya mamah carikan yang ngak ada durinya biar ade bisa pegang " kata Aya tersenyum menatap putra bungsunya itu .Sedang Afnan duduk manis hanya melihatnya saja .


" Iii.....ga ...." kata Afnan menunjuk duri bunga .


" Ya kak itu sakit kalo kena duri, kakak ngak suka bunga mawar kan " kata Aya Yang tahu putra sulung nya itu Tak terlalu suka bunga Tapi senang melihat nya bermacam macam bunga .


" Hahaha...... Kak Afnan tahu ya , kalo mawar ada durinya makanya ngak suka cuma di lihat doang " kata bi Yam menertawakan Afnan

__ADS_1


" Ya bi, mereka itu beda kesukaan .Walau kembar tapi tetap berbeda sifat dan wajah " kata mereka hampir hampir mirip Tapi tetap berbeda Yang membuat Aya tahu perbedaan sifat kedua buah hatinya itu.


Dan siangnya setelah menyusui Afnan dan Aska. Aya langsung sholat .Setelah itu ia berpakaian untuk pergi kekampus di antar Tina Karna jam 1 siang Aya harus masuk kuliah .


" Tin , langsung pulang saja nanti aku kabari bila sudah selesai " kata Aya


" Ya nona " kata Tina membuka kan pintu untuk nona mudanya itu .


" Terimakasih " kata Aya


" Ya nona hati hati , slamat belajar " kata Tina tersenyum


" Ya Tin bye ...." kata Aya tersenyum lalu melangkah menuju kelasnya .


Aya berjalan dengan tenang Sambil sesekali ia melempar senyum pada beberapa orang Yang berpapasan dengan nya .Karna ia memang anak baru di kampus


" Hai ... kelas desain juga kan " kata seorang pria melangkah disebelah Aya


" Eh iya Iksan kan " kata Aya yang tahu pria itu terkenal di kelasnya karna Iksan terkenal pintar .


" Hehehe......aku kira ngak kenal , kamu yang suka mojok si belakang kan " kata Iksan ramah


" Ya .....Karna ngak biasa bising " kata Aya tersenyum


" Alamak..... Senyum nya bikin hati ku meleleh " batin Iksan Yang sudah tertarik pada Aya saat pertama masuk kuliah .Karna selain cantik Aya juga pintar dan ramah juga sopan .


" Kenapa?" kok senyum senyum " kata Aya


" Masa ngak boleh senyum sih ,Oh ya nanti kan cuma satu mapel jalan yuk. Anggap aja sebagai perkenalan kita sebagai mahasiswa baru " kata Iksan


Mengimbangi langkah Aya


" Maaf bukan menolak ,aku ada pekerjaan di rumah .Lain kali saja ya " kata Aya ramah tak mau memberi harapan Dan juga berbohong Karna tak mungkin lagi Aya bisa bersenang senang Sedang sekarang ia sudah menjadi seorang istri. Walau baru sekarang ia bisa mewujudkan impian nya Tapi Aya bersyukur ia bisa merasakan bangku kuliah atas izin suaminya.


" Yah ...... Kenapa gitu kan mumpung waktu kosong " kaya Iksan


Aya hanya tersenyum lalu mereka pun masuk kelas Dan Aya kali ini memilih duduk didepan karna ia harus fokus Karna tak melulu Aya duduk di pojok Tapi bila pelajaran yang agak sulit ia akan duduk di depan Karna Aya perlu pemahaman yang jelas

__ADS_1


Iksan pun ikut duduk di sebelah Aya Karna ada bangku kosong yang belum di tempati Karna ia penasaran dengan Aya Gadis pendiam tanpa banyak bicara itu terkesan sederhana Tapi membuatnya terpesona


.


__ADS_2