Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 269


__ADS_3

Heni meraba wajahnya dan lalu berbalik menatap pada pelayan Yang menunggu nya .


" Boleh aku meminjam cermin "kata Heni dengan tangan gemetaran


" Ya silahkan ikuti saya nona " kata Pelayan itu mengajak Heni kesebuah kamar lalu menyuruh nya masuk .


Heni langsung masuk kekamar itu Lalu menuju meja rias . Dan melihat wajahnya yang berubah .


" Aku Aya aku bukan Heni, kenapa bisa begini ." kata Heni terduduk lemas di lantai sambil terisak Karna ia ingin merebut hati Ferdi dari Aya


" Aaa..........ini tidak mungkin " Teriak Heni histeris yang membuat pelayan mendekatinya Dan memeluk nya karna kasihan dengan nonanya itu


" Nona sudah cukup , jangan begini " kata pelayan itu


" Wajah ku ..... Kenapa wajah ku berubah " kata Heni terisak


" Saya tidak tahu nona , wajah nona memang seperti ini Ketika datang ke mansion ini Wajah nona memang seperti ini Itulah sebabnya tuan melarang saya memberi nona makanan daging .Agar nona bisa sehat. Ayo nona istirahat lah " kata pelayan itu. Karna tahu Heni sedang hamil muda


Pelayan itu sudah tahu semua apa yang terjadi pada Gustav dan Heni. .Yang membuat hatinya miris Karna Heni terlalu terobsesi pada masa lalunya Yang belum bisa menerima kenyataan Hingga


Mengakibatkan Heni seperti itu. Dan Gustav juga sudah mengudang seorang psikiater untuk mendekati Heni secara pribadi. Agar istrinya itu bisa menerima kenyataan Karna ada rasa takut dalam dirinya Yang mengakibat Heni menjadi


seperti itu Hingga berbuat nekat dan berusaha merubah dirinya.


" Aku bukan Heni Aku Aya " kata Heni lirih .


" Ya nona Aya, sekarang istirahatlah " kata pelayan itu iba melihat Heni yang seperti bukan dirinya .


" Istirahat lah , biar saya ambilkan makanan ringan ya " kata pelayan itu dengan perasaan bingung Lalu memapah Heni ketempat tidur .


" Ya trimakasih " kata Heni dengan tatapan kosong


" Nona Aya istirahat ya " kata pelayan itu bergegas pergi Dan mengunci pintu kamar .Lalu menjauh untuk menelpon Gustav . Melaporkan tentang keadaan Heni yang terlihat tak baik baik saja .


**************


Disisi lain di sebuah cafe Ara dan Ratih juga Nila sedang asyik merapikan meja Ketika para pengunjung sudah pergi Lalu mereka duduk santai Karna malam ini adalah malam minggu .


" Ra ..... Gimana tuh si Ardi masih ngejar ngejar lho " kata Nila


" Entah lah Nil ,aku ngak tertarik padanya Untuk apa meladeni nya ? Apalagi si Luna teman nya itu terlihat judes sama si indri " kata Ara


" Iya lah ngapain di ladeni , sudah punya

__ADS_1


mas Rio ganteng gitu , biar ngak putih putih amat sawo matang tapi keren ra. Kalo si Ardi kan cuma nampang doang " kata Ratih


" Iya lah , mana boke dari kita .Orang ngak modal gitu ngajak kencan " kata Nila duduk sambil memanggil Ayu


" Kenapa mba ?" kata Ayu


" Kalo ngak ada kerjaan duduk sini kita ngobrol " kata Nila


" Iya yu, santai ...." kata Ratih


" Tapi ada pelanggan mba tuh !!" kata Ayu menujuk pasangan muda mudi itu Yang kaget melihat Ara Nila dan Ratih


Sedang duduk santai


" Wah ....panjang umur tuh di omongin nongol sama pasangannya " kata Ratih


Yang lalu memberikan buku menu pada mereka berempat


" Ratih kan ?" kata Jeni menatap Ratih teman satu sekolah mereka


" Ya kenapa ?ada yang salah. Kita kerja paru waktu disini " kata Ratih cuek


Yang membuat Ardi melihat kepada Ara dan Nila yang beranjak dan berjalan masuk kedalam cafe menjauhi mereka Dan Ardi terdiam sambil menatap Rico sahabat nya Yang juga datang membawa Luna .


" Eh..... siapa bilang mereka pelayan orang mba Ara yang punya cafe Kita ini disini bebas sama sama kerja " kata Emak yang baru mau pulang kerja


" Ara itu bu pemiliknya "kata Jeni kaget.


" Iyalah non Ara yang punya cafe makanya namanya Aray " kata emak Yang lalu melewati mereka berempat Yang pulang dijemput Paijo


" Mba Ara kita pulang ya " teriak Paijo


" Ya mas " kata Ara tersenyum Membuat Ardi merasa salah tingkah Karna slama ini sudah mengira Ara gadis manja Begitu juga Luna dan Jeni langsung terdiam melihat Ara tersenyum


" Silahkan memesan menu " kata Ratih santai bersikap biasa .


" Ya terimakasih " kata Ardi yang tak nyaman terlanjur datang dan duduk ke cafe itu .Yang terkenal murah dan enak Karna ia pernah datang sebelum nya Namun tak bertemu Ara Ratih dan Nila


" Kami pesan paket saja " kata Rico


" Ok tunggu sebentar " kata Ratih ramah lalu mencatat menu Dan meninggalkan mereka berempat .


" Aish... kenapa mereka bisa disini " kata Jeni Sambil melihat Nila yang satu kelas dengannya

__ADS_1


" Mana aku tahu kalo tuh Trio lala bisa disini " kata Rico santai


" Ya sudah cuek saja " kata Ardi yang tak mungkin lagi bisa menghindar Yang mengaku diri nya jomlo Tapi hari ini ia datang bersama Jeni Dan Ara tahu kalo Ardi memang dekat dengan Jeni


Tak lama mobil mewah berwarna putih datang . Dan seorang pria keluar dengan gaya kerennya .


" Gila tuh cowo , itu yang biasa jemput Ara kan " kata Luna


" Iya tumben toh mobil ganti yang lebih bagus " kata Jeni .


" Itu sopirnya Ara kan "' kata Rico


" Mana ku tahu " kata Ardi lalu melihat Rio berjalan masuk cafe dan menemui Ara Yang bicara pada mamah Sila Yang juga ingin pulang Karna memang jatah Ayu dan Ratih menunggu cafe tutup .


" De ....Ara nih pesanan nya " kata Via Yang juga datang bersama Yusuf


" Ya curang kak Via kita ngak dibagi " kata Nila yang ingin mengantar pesanan


" Yang ini buat kalian , oh ya Ara dapat salam dari mba Qila " kata Via karna Via sedang liburan ke jakarta mengantar kakung Untuk bertemu papi dan mami Awan


" Salam balik , sini kak wah enak nih martabaknya asin dan manis . Makasih kak , bang " kata Ara pada Yusuf dan Via


" Ya sini laporannya Kak Via bawa " kata Via


" Ya sebentar " kata Ara yang mengambil laporannya untuk Via Dan Ara bergegas memberikannya pada Via Yang hanya mampir sebentar untuk mengawasi cafe Karna memang Via lah yang mengawasi cafe Karna diminta oleh Aya


Sedangkan Ardi dan temannya makan sambil memperhatikan Ara dan teman teman nya yang makan sambil ngobrol di meja kasir Yang dijaga Ratih .


" Kok bisa ya mereka kerja santai gitu " kata Jeni


" Bisa lah kalo cafe sendiri. Ngak masalah mereka mau santai Mereka tetap melayani pelanggan dengan ramah " kata Ardi melirik Ara tertawa bersama Rio


" Ngak disekolah dan disini kaya nya dia banyak punya teman " kata Jeni Karna tahu dua sahabat Aya slalu ada di dekatnya . Dan Ara juga terkenal pintar


" Kayanya kita tak akan bisa mengerjainya Jen " bisik Luna


" Iya , dia punya banyak orang yang mengelilingi nya Lun " Kata Jeni yang iri dengan Ara Karna Ardi menyukai gadis itu . Padahal Ara biasa biasa saja di sekolah .


Disisi lain Ara asyik ngobrol dengan teman temannya Namun mata nya sesekali memperhatikan Jeni dan Luna Yang sepertinya memperhatikan Ara dan teman temanya


" Mereka aneh, suka dengan si A tapi bawa si B Apa mereka hobby mengoleksi


Pria " batin Ara yang sedang sering mengawasi gerak gerik teman temannya.

__ADS_1


Yang tak disadari keempat teman nya itu


__ADS_2