
Aya pun lalu bercerita pada bi Yam sambil curhat masalah hati . Karna dia takut masih banyak wanita yang menginginkan suaminya
" Itu jelas non, siapa yang menolak pria tampan kaya dan punya perusahaan Pasti semua perempuan akan antri. Tapi kembali pada nona Aya sendiri. .Kalo nona baik dan semua kebutuhan tuan muda sudah lengkap dan komplit Pasti tuan muda tak akan mencari yang lain
Karna tuan muda itu sebenarnya setia dan juga baik Cuma sedikit keras kepala. " kata bi Yam
" Apa dulu abang sering membawa Kaifa kerumah bi " kata Aya
" Ya , tapi nyonya bersikap biasa Karna nona Kaifa bergaya seperti nyonya besar di rumah ini Itu yang menyebabkan nyonya tak menyukainya ." cerita bi yam
" Hah kok bisa " kata Aya kaget
" Ya karna nona Kaifa memang sudah lama berpacaran sejak mereka kuliah Jadi tak aneh bila nona Kaifa sering kesini Dan lagi mamah nona Kaifa sahabat baik nyonya. Tapi renggang sejak nona Kaifa putus dengan tuan muda Dan sekarang mamah nona Kaifa sering di rumah . Karna beliau habis kecelakaan " kata bi Yam
" Kok bisa bi " Kata Aya
" Entah lah non , bi Yam kurang tahu Yang jelas sekarang nyonya tak terlalu perduli . Karna nona Kaifa bukan menantu nya " kata bi Yam
" Huh ....... kasihan ya bi, lagian kenapa pake selingkuh " kata Aya
" Ya kalo nona Kaifa ngak selingkuh Kan tuan muda ngak akan mau menikahi nona . Garis takdirnya sudah seperti itu non .Jadi non Aya pemenang nya " kata bi Yam tertawa
" Ya benar juga bi, awalnya Aya hanya mengira abang hanya majikan Aya Tapi pada akhirnya Aya baru tahu Aya adalah istri abang " kata Aya Yang dulu sempat berpikir negatif pada Ferdi .Karna memang Aya tak tahu sama sekali bila Ferdi sudah menikahinya.
" Hahaha..... jadi nona sekarang bisa lega kan kalo tuan muda itu bukan pria sembarangan . Karna walau pun sedikit cuek Aslinya tuan muda itu penyayang terutama dengan keluarganya " kata bi Yam bercerita
" Ya bi Aya tahu itu . Makanya Aya tak takut abang macam macam Tapi takut pada wanita yang berbuat nekad mendekatinya " kata Aya jujur . Karna kejadian kemaren membuat Aya tahu
Setiap orang bisa saja berbuat nekad untuk mencapai tujuan nya Dengan menghalalkan segala cara.
" Ya non, non Aya benar mereka jadi gelap mata " kata bi Yam Yang tahu kalo Heni masih di penjara karna nekad mencelakai Gustav
Cukup lama Aya dan bi Yam bercerita Karna si kembar sedang tidur Jadi Aya bisa curhat . Karna bi Yam sudah seperti keluarga bagi keluarga Ferdinan
**********
Di tempat lain seorang wanita duduk di hadapan seorang pria tua .
" Namanya Ara mbah , apa bisa " kata Minah
" Bisa nak asal kau membayar lebih " kata pria tua itu tersenyum
__ADS_1
" Usahakan dia bisa sekarat ya mbah Saya brani bayar mahal " kata Minah serius Karna ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Rio kembali padanya
" Baik " kata mbah Parjo
Yang lalu membaca mantra komat komit pada nama Ara .
" Bagus aku ingin lihat wanita itu sekarat . Dia terlalu brani padaku " kata Minah Yang melakukan jalan pintas .
Di kelas cafe Ara sedang mengecek laporan ketika tiba tiba merasakan semua tubuh nya sakit Yang membuat nya terjatuh dari tempat duduk nya
" Astagfirullah , ya Allah ada apa ini " kata Ara merasa lemas .
" Ara......." teriak Nila yang lalu memanggil mamah Sila .
" Astagfirullah nak, ada apa ini ." kata mamah Sila kaget Yang melihat tubuh Ara berbintik bintik merah .
" Ngak tahu mah " kata Ara dengan suara serak merasakan tubuhnya sakit Dan Ara pun pingsan.
" Astaga Ara ada apa ini , Nil cepat ambil ponselnya " kata mamah Sila yang lalu mengambil ponsel Ara dari Nila Yang membuka tas Ara .Dan mamah Sila pun bergegas menelpon Rio
Disisi lain Rio yang kebetulan sholat dimasjid Baru pulang dari pabrik Tak sengaja melihat ustad Afif yang juga baru pulang mengajar di pondok
" Ustad kenapa motor nya " kata Rio
" Baru pulang dari pabrik ustad ini mampir untuk sholat Bagaimana kalo di bawa kebengkel saja ustad Trus ambil besok .Ustad biar pulang sama Rio " tawar Rio
" Masyaallah iya betul juga " kata ustad Afif yang lalu di bantu Rio mengangkat motor nya ke bak belakang mobil Dan mereka pun lalu pergi menuju bengkel
Setelah sampai mereka lalu menurunkan motor kebengkel langganan ustad Afif .Setelah bicara sebentar Kedua nya pulang . Namun ketika masuk mobil tiba tiba........
Drt.....drt......
" Sebentar ustad ada telpon dari cafe " kata Rio
" Ya angkat saja dulu " kata ustad Afif Yang duduk tenang menunggu Rio
" Mas Rio kemana saja ini Ara pingsan kami bingung mau mengantar nya ke rumah sakit " kata mamah Sila terdengar panik di cafe
" Astagfirullah tunggu Rio mah ., Rio akan kesana " kata Rio
" Ya nak cepat ya " kata mamah Sila
__ADS_1
" Ya mah " kata Rio bergegas naik mobil .
" Ustad kita ke cafe dulu ya sebentar. Ara pingsan " kata Rio
" Iya nak, ayo " kata ustad Afif santai
Lalu mobil pun melaju cepat ke cafe Ara Dan setibanya di sana Ustad Afif dan Rio pun bergegas naik ke lantai dua Untuk melihat Ara yang tidak sadarkan diri.
" Astagfirullah Ara....... ada apa dengan mu de " kata Rio kaget .
" Astagfirullah ada apa ini " kata ustad melihat tubuh Ara menghitam Membuat Nila dan Ratih takut Yang duduk menangis menunggui Ara
" Sudah tenang berhenti menangis " kata Ustad Afif yang memegang tangan Ara Yang masih terasa hangat .
" Ustad ada apa dengan Ara ,Ayo kita bawa kerumah sakit " kata Rio
" Ara tidak sakit nak, mak tolong ambilkan air putih " kata Ustad pada emak Paijo
" Ya ustad " kata emak lalu bergegas turun mengambil air putih . .Dan tak lama emak kembali membawa air putih dua gelas Dan memberikan nya pada ustad Afif .
Ustad Afif pun membacakan doa Dan sholawat nabi Lalu menyuruh Rio mengangkat tubuh Ara untuk meminum kan nya . Dan seketika Ara langsung sadarkan diri .Sambil merasakan badan nya panas dan sakit .
" Tunggu sebentar , Ara baca sholawat ya pelan pelan " kata ustad
" Ya ustad " kata Ara pelan .
Dan tak lama kulit yang menghitam itu pun kembali bersih Yang membuat Ara kaget melihat tubuhnya berbintik merah
" Ada apa ini ustad " kata Rio heran
" Seperti nya ada orang yang ingin berbuat jahat pada Ara melalui ......." kata ustad terdiam sesaat
" Nanti saja saya jelaskan nak , ayo kita bawa Ara pulang " kata Ustad Afif Yang tak nyaman menjelaskan nya di depan banyak orang walau mereka teman dekat Ara
" Iya ustad , ayo de kita pulang " kata Rio yang lalu mengendong Ara
" Iya mas " kata Ara yang lalu memegang leher Rio Dan Rio pun menggendong Ara ke mobilnya Dan merebahkannya di kursi tengah .Sedangkan ustad Afif di kursi depan
" Mah , mak Ratih Nila kami pulang ya " kata Rio
" Ya mas hati hati " kata mamah Yang khawatir pada Ara
__ADS_1
" Ya mah " kata Rio yang lalu masuk ke mobil Dan lalu menghidupkan mesin nya Dan mereka pun pergi meninggalkan cafe