
Mang ujang pun bergegas membawa kotak nya kebelakang dan menaruhnya di kotak kaca Agar bila benar itu ular Tak menyerang orang dan lepas . Tania pun lalu mengikutinya Sampai mang ujang pun lalu membuka kotak itu
" Sssh.........Brak .......
" Hi.....benar mang " Teriak Tania melihat dua ekor ular .Dan mang Ujang langsung menutup kotak kaca aquarium bekas itu Agar ular itu tak bisa keluar
" Naura .... wanita itu !! " geram Tania kesal Lalu ia pun langsung menelpon Deril Dan Tania menceritakan semuanya pada Deril Yang membuat Mang ujang melongo Ketika mendengar nya Kalo istri tuan mudanya lah Yang memesan ular kobra itu .Entah untuk apa
" Astaga memang untuk apa non Naura beli ular seperti ini non " kata mang ujang setelah Tania selesai bicara pada Deril
" Ngak tahu mang " kata Tania
" Yang Tania tahu dia akan mengirim kan pada seseorang . Oh ya mang hubungi orang bagian satwa saja " kata Tania
" Ya mba siap , Biar aman takut mereka kabur " kata mang ujang Bergegas menelpon seseorang
" Ya sudah mang, kalo nanti tuh Naura tanya paketnya bilang saja ngak tahu " kata Tania Yang lalu pergi meninggalkan Mang ujang sendiri di kebun belakang
" Siap mba " kata mang ujang Mengelengkan kepalanya Karna bisa bisa nya Nona mudanya itu membeli ular berbisa seperti itu
Di kantor Ferdi. Ferdi mengeraskan rahang nya Setelah Deril menghubungi nya 15 menit yang lalu .Karna Tania bercerita pada Deril Kalo Naura membeli ular berbisa untuk mengirimkan nya pada Aya. Ferdi pun lalu mengambil jas nya Lalu memasangnya untuk bersiap pergi
" Lan ayo kekantor cabang aku ingin bicara pada Reyhan . Ini tak bisa di biar kan saja" kata Ferdi jengkel .Karna selama bukan ia tak mau mengatakan pada Reyhan Supaya sepupunya itu tetap hidup rukun bersama sang istri Namun bagi Ferdi itu sudah cukup bagi Naura Karna ia tak mau Aya berada dalam lingkaran kejahatan nyata Yang dibuat istri sepupu nya itu Padahal selama ini sudah berbaik hati pada Reyhan .
" Kau masih menyimpan semua buktikan lan " kata Ferdi
" Ya tuan " kata Alan Yang berjalan di samping tuan mudanya itu.
" Berikan semuanya pada Reyhan Aku muak melihat wanita itu .Jangan sampai aku mencekik lehernya " kata Ferdi kesal
" Tenang lah tuan , Tuan muda tak perlu mengotori tangan tuan dengan hal hal yang buruk Biar kan semuanya mengalir apa adanya .Dan saya percaya tuan Reyhan bisa menghukumnya istrinya sendiri Seperti Gustav dan Wandi " kata Alan datar Karna ia tahu Ferdi sangat emosi hari ini
" Tapi wanita itu sungguh keterlaluan lan Dia sangat berbahaya bila di biarkan " kata Ferdi .
" Dia tak akan bisa menganggu nona Aya tuan. Nona Tania juga ikut menjaganya. Nona Aya akan aman " kata Alan Yang tahu orang baik pasti punya pelindung
Keduanya pun lalu masuk mobil Dan menuju kantor cabang .Sesampainya di sana Ferdi langsung menemui Reyhan
di ruangan nya
__ADS_1
" Ceklek.......
" Fer.... tumben datang kesini? Apa ada kesalahan ?"kata Reyhan menatap Ferdi Karna kaget sepupunya itu datang tiba tiba saja ke kantornya
" Aku ingin bicara serius dengan mu " kata Ferdi Yang membuat Reyhan menghentikan aktivitas nya
" Ya bicaralah apa ada masalah serius ? " kata Reyhan
" Sangat serius , Apa janin di perut Naura benar anak mu ?" kata Ferdi
" Astaga apa hubungan nya dengan bayi kami Fer, apa kau bercanda ?" kata Reyhan menatap Ferdi penuh tanda tanya
" Tidak aku hanya ingin menceritakan siapa wanita yang kau nikahi itu " kata Ferdi lalu menjelaskan semuanya tentang Naura Sampai kejadian di kamar mandi Yang membuat wajah Reyhan menjadi merah padam mendengarnya
" Apa kau masih menyukai nya dan percaya pada nya Setelah kau tahu belangnya ?" kata Ferdi
" Apa kau punya bukti Sudah menuduhnya seperti itu ?" kata Reyhan
" Lan berikan buktinya !! " kata Ferdi Yang menyuruh Alan memberikan sebuah flashdisk pada Reyhan . Reyhan pun menerimanya Lalu membukanya di laptopnya. Dan mata nya terbelalak Ketika melihat satu persatu bukti Naura ada di situ Karna Alan memang menyimpan semua bukti itu Dengan rapi agar ia bisa memenjarakan Naura dengan mudah.
" ****....... Kenapa kau tak mengatanya dari sejak awal " kata Reyhan
Reyhan pun memejamkan matanya kecewa Dan ia tak mungkin mencerai kan Naura sekarang Karna pasti tak baik bagi janin di perut Naura .
" Baik aku akan melepaskan nya, Tapi tolong biar kan aku menyelesaikan nya dengan cara ku sendiri " kata Reyhan
" Baik , tapi ingat berhati hati lah Ular itu sangat berbisa !! " kata Ferdi .Lalu meminta kembali Flashdisk nya Dan lalu pergi meninggalkan ruangan Reyhan Dan setelah Ferdi pergi
Prang......brak .....Reyhan melempar vas bunga ke dinding ruangan .Wajah merah padam karna marah
" Aku pikir kau sudah berubah Ra, bahkan aku rela kehilangan jabatanku Untuk bisa memberi mu kesempatan melupakan Ferdi Tapi kau ......" geram Reyhan
" Baik aku tunggu sampai bayi itu lahir " kata Reyhan menyugar rambutnya kasar Karna ia pikir Naura akan berubah Tapi nyatanya Naura memanipulasinya Dia seperti musuh dalam selimut
" Baik kita akan bermain sekarang ra, Dan akan ku buat kau menyesal mengkhianati Suami mu ini Karna Ferdi tak akan mau Dengan wanita serakah sepertimu ." kata Reyhan dalam hati Lalu menyadarkan kepalanya di kursi
Sedangkan Ferdi sedang makan siang bersama Tris dan Alan di sebuah restoran Yang tak jauh dari kantor miliknya
" Apa urusannya sudah beres ?" kata Tris menyesap jus lemon nya
__ADS_1
" Sedikit , tapi kami belum tahu apa reaksinya .Ya Kita lihat saja nanti " kata Alan santai sambil menyesap jus apel
" Kasihan, padahal Reyhan pria yang baik Seharusnya wanita itu bisa berubah " kata Tris
" Ya mudahan saja dia bisa berubah Tapi kalo tidak akhirnya akan seperti Yusuf " kata Alan .Sedangkan Ferdi hanya diam Menikmati makan siang nya sambil mengirim pesan pada Aya . Menanyakan sedang apa istrinya itu di rumah .Karna Tina melapor mereka baru saja pulang dari kampus .
" Tuan muda , apa tuan Reyhan akan pindah ke jerman lagi " kata Alan
" Entah lah ...aku tidak tahu . Biar kan saja dulu Dia menyelesai kan urusan rumah tangga nya. " kata Ferdi Yang melihat kearah jalanan sambil menghabis kan jus alpukat nya
**********
Di kamar Aya. Aya baru saja selesai mandi .Ia sengaja mandi karna tadi di kampus mereka membersihkan gudang kosong Untuk menaruh peralatan desain mereka Untuk persiapan lomba .Yang membuat Aya harus mandi Takut ia gatal gatal Karna kena kotoran debu
" Ma......" Teriak Aska senang lalu menghampiri Aya yang sedang menyisir rambutnya Dan minta gendong Dengan mengulurkan dua tangannya
" Ya Allah anak mamah kangen ya , kan masih siang " kata Aya mencium pipi Aska
" Anen ....." jawab Aska mencium bibir Aya
" Hahaha..... iya mamah juga sayang ade
" Mah........" Teriak Afnan Yang juga masuk kamar di ikuti mba Wati dan Erni
Lalu Afnan memeluk kaki Aya .
' Ya ....sayang ayo sini " kata Aya menurunkan badannya Dan memeluk Afnan bersama Aska dalam gendongan nya Lalu membawa keduanya ke atas tempat tidur .Dan menaruh Aska lebih dulu Baru mengangkat tubuh mungil Afnan keatas tempat tidur
" Ok ....siapa yang mau enen lebih dulu ?" kata Aya
" Asta " jawab Aska Sedangkan Afnan hanya tersenyum Karna Afnan baru saja minum susu di dapur
" Ya sudah mba ,kalian istirahat sana Biar mereka juga bisa tidur siang " kata Aya Yang tahu waktu jam tidur si kembar
" Baik nona " kata kedua nya kompak lalu keluar Dan menutup pintu kamar kembali
" Ayo ade enen nih sudah siap " kata Aya mengeluarkan Wadah gizi Aska Dan bocah imut itu dengan cepat mendekati Aya Sambil duduk lalu menyesapnya .Dan tangannya memegang kaki Afnan Yang sedang mengusiknya .
" Kak....sini naik dikit " kata Aya pada putra sulungnya itu Yang asyik bermain ponsel miliknya Sambil kakinya menjahili sang adik
__ADS_1
"Nda .....ini aja " jawab Afnan yang sudah mulai jelas bicara .Padahal umur mereka baru 11 bulan .