
Di rumah besar Aya sedang fokus pada pekerjaannya yang ingin cepat selesai Dan sekarang ia di bantu Anya di butik Karna Siska dan Eka masih belum bisa di ganggu .
" Mamah ......" Teriak Aska berlari kecil menghampiri Aya
" Hai ... sini sayang , dari mana sih trus kakak mana " Kata Aya
" Tuh " tunjuk Aska pada Afnan yang berjalan santai menghampiri mereka Di awasi oleh Erni dan Wati di belakangnya
" Kok aka lemas ?" kata Aya tersenyum
" Aka mau bikin es kul kul tapi mamah yang bikin Mba Wati ngak enak kalo bikin " kata Afnan manyun.
" Maaf nona tadi buru buru Jadi rasanya nggak enak " Kata Wati Merasa tak enak hati .
" Ya bentar ya, mamah selesai kan ini dulu . Kalian duduk sini , ya ampun ganteng ya mamah kok mukanya pada manyun gini sih " Kata Aya mencium pipi kedua nya Karna Aya ingin kedua anak nya itu belajar bersabar .Lalu memangku kedua nya di pangkuan nya
" Masih lama ngak mah?" kata Aska
" Ngak juga ,kan ade bisa sambil belajar berhitung Atau mau es magnum saja Biar mamah pesankan sama om Ken " kata Aya
" Mau ..... mau mah , banyak banyak ya Aka rasa strawberry ya mah " Kata Afnan mendongak menatap wajah Aya .
" Ok bentar mamah telpon dulu om Ken nya ya " kata Aya mengambil ponselnya Dan menghubungi Ken yang kebetulan Sedang mengantar bi Yam ke supermaket terdekat Lalu memesan Bermacam macam varian rasa es Magnum untuk kedua putranya itu .
" Sudah ..... tinggal di tunggu sana main dulu ambil pensil warna dan kertas kita menggambar dulu ya " Kata Aya Yang mengalihkan perhatian si kembar Agar tak bosan menunggu .Lalu Wati dan Erni dengan cepat mengambil kertas HVS dan krayon Yang biasa mereka pakai Untuk corat coret melatih motorik Afnan dan Aska tangan keduanya Agar terbiasa bekerja .
" Ok ade mau bikin gambar burung " kata Aska senang
" Aka juga gambar mobil " Kata Afnan
Terserah ade sama kakak Yang penting bikin banyak "Kata Aya Yang ingin melatih dua putranya itu sibuk dengan cara mereka sendiri Tapi dalam segi positif . Karna orang bilang Kwalitas unggul pertumbuhan anak berasal dari ibunya Jadi Aya cukup kreatif untuk membuat anak anak nya sibuk sejak dini Agar tak mengusili orang lain Saat mereka tak punya kegiatan .Tapi mengisi waktu yang bermanfaat Yang di temani Wati dan Erni
Aya kembali fokus pada pekerjaan .Karna sudah biasa bagi Aya bekerja dengan kehadiran dua buah hatinya itu Tapi tak membuat Aya terusik atau pun marah Tapi ia berusaha mengalihkan kegiatan yang lain .Agar keduanya ikut sibuk Karna bagi Aya bekerja saat menjadi ibu rumah tangga itu sangat lah berat Apalagi mengurus anak dan suami Namun wanita cerdas slalu punya solusi Untuk bisa membagi waktu dan tempat juga mengatur pekerjaan rumah dan kantor Agar tak menjadi beban berat Tapi membuat nya jadi lebih santai supaya tidak stress dan emosi Karna anak anak bukan alasan untuk kita meninggalkan tanggung jawab demi pekerjaan Tapi bagaimana bisa menjadikannya seimbang tanpa membuat kita tertekan Dan itu di lakukan Aya sejak dini Agar anak anak nya itu Bisa tumbuh jadi anak anak yang peka Dan mengerti pada posisinya
Yang bukan hanya seorang ibu tapi juga mahasiswi dan pekerja .
" Tok......tok......tok .....
__ADS_1
" Wat .... pintu nya " kata Aya
" Ya sebentar " Kata Wati yang beranjak untuk membuka pintu
Clek....
" Wat ini pesanan nya " kata Ken
" Trimakasih bang Ken " kata Aya
" Sama sama nona " Kata Ken tersenyum
" Ye ....sudah datang makasih om ." teriak Afnan senang
" Asyik ...sini sini " kata Aska bertepuk tangan dengan girang nya
Ken tersenyum melihat keduanya senang Keduanya langsung membuka kantung kresek yang dibawa Wati Yang membuat Ken ingin cepat punya anak
" Om sini Asta kasih ini " teriak Aska berlari lari menghampiri Ken
" Mah ..." kata Aska memanggil Aya
"' Di terima om tak baik menolak rezeki ."Kata Aya tanpa menoleh
" Baik nona , Terimakasih ya de Om pergi dulu " Kata Ken Yang membuat Aska tersenyum
" Ya dah " Kata Aska yang melambaikan tangan nya lalu kembali menghampiri Afnan Yang juga memberi kan es nya Pada mba Wati dan Erni Karna kedua anak itu terbiasa berbagi Seperti yang biasa Aya lakukan pada teman temannya Dan itu secara otomatis menurun pada Kedua anak yang sudah terbiasa Melihat kebiasaan mamahnya Yang suka berbagi dengan para pelayan di rumah
" Apa mamah nda mau ?" kata Afnan
" Nanti ya kak, mamah selesaikan ini dulu " Kata Aya Yang tersenyum melihat dua buah hatinya itu memakan es nya dengan wajah cemong .
" Hahaha........aka itu emong " kata Aska tertawa
" Biar nanti aja hapusnya " Kata Afnan Yang membuat keduanya tertawa
Aya hanya melirik sekilas pada keduanya Sambil tersenyum melihat tingkah kocak dua bocah mungil itu Yang membuat dua pengasuhnya itu juga ikut tertawa geli Karna candaan mereka yang saling mengejek wajah cemong adik dan kakak
__ADS_1
***************
Di kantor Emma baru saja selesai makan siang Karna tadi ia harus memburu laporan sebelum Ferdi pergi Agar bisa di tandatangani sang Presdir
" Wah ....rupanya seorang Emma sudah mulai sibuk ya " Kata Belva Ketika melewati meja Emma
" Apa masalah buat lho " Kata Emma
" Wah apa karna kau asisten sekertaris merasa lebih baik dari ku " Kata Belva
" Maaf nona Belva yang terhormat Bisakah anda tak menganggu saya Dan juga jangan nyinyir urusan orang lain Karna nyinyir itu tanda tak mampu Kau slalu saja mengurusi orang lain Tapi fakta nya kau tak lebih baik dari ku " kata Emma kesal karna Belva slalu saya ingin mencari masalah dengan nya
" Hahaha....... hello apa kau takut di pecat hah ... Aku mulai curiga dengan mu gadis cupu Akhir akhir ini kau slalu diantar sopir presdir Apa kau ada main dengannya Karna tak bisa mendapatkan presdir Makanya kau mengoda sopirnya kan iyakan " kata Belva sinis Dengan suara nyaring hingga mereka jadi perhatian para karyawan lain
" Itu bukan urusan mu pergi sana !!!" kata Emma kesal
" Wah begini ya sikap seorang asisten sekertaris Padahal kau baru kerja disini " kata Karyawan lain Yang sinis dengan Emma
" Maaf mba , bukan begitu dia ini memang suka menganggu saya ngak di luar dan di kantor Ya begini sikapnya" Kata Emma membela diri
" Masa atau kau yang tak tahu diri " kata wanita bawahan Abel itu
" Biasa mba dia cari muka , mentang mentang asisten sekertaris presdir " kata Belva yang memang posisi Emma lebih tinggi dari mereka.
" Wah ....gitu ya perlu di kasih pelajaran nih orang baru kalo berlaga hebat di kantor " kata wanita itu hendak menyiram Emma ketika tiba tiba ...
" Tasya . .........." Terdengar suara lantang seseorang menegur Tasya
Deg.......
Membuat ketiga menoleh pada sumber suara lantang itu
" Presdir ......." kata Wanita bernama Tasya itu tertunduk begitu juga Belva
" Kembali ketempat kerja kalian , Kalo kalian masih ingin tetap bekerja di sini Atau angkat kaki dari kantor ini " Kata Ferdi lantang Membuat keduanya bergegas pergi dari meja Emma
" Mampus kalian " batin Sam yang tahu kalo istrinya itu menjadi perhatian semua Karyawan karna rasa iri mereka Karna Emma menjadi asisten sekertaris baru Wina Dan itu sangat jarang bisa ditempati sembarang orang
__ADS_1