
Aya yang mendengar obrolan suaminya itu sesekali mengawasi si kembar Yang sedang asyik bercengkrama. Mereka juga sibuk bicara dengan bahasa bayi Entah apa yang mereka obrolkan .Hanya mereka dan tuhan yang tahu.
Setelah puas ngobrol Tania dan Deril pun kembali kekamar mereka Agar Ferdi bisa leluasa bisa bersama keluargga kecilnya
" Sini abang juga kangen pada Aya " kata Ferdi yang memeluk istri nya Itu
" Plak.....'" sebuah tangan kecil memukul tangan Ferdi
" Heh .... kok papi di pukul kenapa " kata Ferdi kaget .Karna Afnan memukul pelan tangan nya
" Hehehe ....... Papi ngak boleh cium mami pi , kan mereka jadi iri " kata Aya mencium Afnan Karna dia tak ingin maminya di rebut Lalu balik mencium Aya seakan sayang pada sang mamah Yang membuat Aska juga ikut menciumi Aya .Ferdi yang melihatnya hanya tersenyum .
" Iya papi tahu kalian sayang mamah Tapi mamah kan milik papi juga " kata Ferdi membuat Afnan mendelik Apa lagi ketika Ferdi memeluk Aya dan meremas dua dada Aya yang membuat Afnan memukul tangan Ferdi kembali
" Hahaha...... rupanya ada yang mengklaim miliknya mah " kata Ferdi tergelak
" Iya pi, kan mamah memang milik mereka ya kan kak " kata Aya menoel hidung Afnan dan Aska yang membuat kedua tersenyum Lalu Aya pun memeluk kedua buah hatinya itu.
***************
Di desa Aya dan Rio sedang asyik ngobrol bersama keluargga Rio di ruang tengah bersama para tetangga yang sudah selesai beres beres Sambil Rio memberikan sedikit rezeki untuk para tetangga yang membantu mbok
" Wah mas Rio kok malah repot repot . Kan kita iklas membantu nya " kata mba Warsi
" Sudah mba War terima saja mumpung mas Rio baik nanti kalo di ambil balik ngak bisa beli jajan " goda Ara yang membuat semua orang tergelak
" Iya mba , kalo nanti Rio minta balik Pasti mba Warsi bingung " kata Rio tersenyum
" Hahaha ....... tuh mba cepat di simpan " kata tetangga lainnya kalo ngak buat saya saja " kata tetangga Rio
__ADS_1
" Eh ngak , kan sudah dibagi rata ini jatah mba " kata Mba Warsi yang lalu cepat cepat menyimpan nya di dalam BH Membuat semua tergelak berjamaah Karna polah mba Warsi
" Hahaha...... tak kira menolak mba biar buat pras aja kalo ngak mau " kata Pras tertawa
" Bercanda mba , mas Pras kok jadi mata duitan tuh " kata bule
" Iya padahal duitnya banyak lho , kemaren jual cabe lebih satu karung " kata mba Warsi
" Kan bagi dua mba sama mbok juga Sebagian sisanya buat beli pupuk " kata Pras .
" Yo ngerti le, kan mba guyon . Oh ya apa tanah yang di beli sudah ditanami " kata mba Warsi .
" Sudah kita tanami cabe mba, lumayan ini cabe pas lagi mahal mahalnya. Jadi bisa bernafas sedikit buat tambah tambah ." kata Pras
" Iyo mas, untung yo mas Rio nambah beli tanah bisa buat bernafas Sekarang mas mu ini ngak beli beras Yo Malah bisa jual beras Kalo mba Warsi di kasih pas panen Sekarang mas Pras mu juga jual sayur dan cabe terung dan .kacang semuanya bisa di tanam Biar cepat menghasilkan juga Mana sudah punya bebek dan Ayam sama kambing .Tambah lumayan lagi ya ngak mbok " kata mba Warsi . Yang ikut senang .Karna mbok sekarang sudah tak perlu kerja lagi tinggal menunggu dirumah Apa lagi Rio sudah mengirimi uang tiap bulan .
" Alhamdulilah mba, nama nya juga usaha Agar bisa bertahan hidup Dan syukur syukur kalo bisa disisihkan buat di tabung " kata mbok
" Oh ya mas Rio mba Ara kalo nanti mas dan Tia kuliah di yogya boleh ginap disana kan " kata Tia
" Boleh kalo mau nyambi kerja juga boleh kok " kata Ara .
" Boleh mba tapi lihat besok, Tia sih malas kuliah bikin usaha saja..Tapi bapak sama ibu mau nya Tia lanjut " kata Tia
" Iya lah ndu , kan mumpung bapa masih sehat dan bisa bayar. Biar ngak jadi kuli Kan mba Ara dan mas Rio aja sekolah lagi " kata pak le
" Ya mumpung masih kuat mikir Dan bisa kerja di kantor Tuh kaya mas Rio dan mba Ara " kata pak le .
" Ya ndu biar bisa mengangkat derajat orang tua mu " kata mbok .
__ADS_1
Rio dan Ara yang mendengarkan saling tersenyum Karna mereka bisa ngobrol bersama. Hingga tak terasa hari sudah siang dan mereka pun bubar setelah lebih dulu makan siang bersama.
Sedangkan Aya sibuk menemani buah hatinya di kamar Karna si kembar tak mau jauh dari suaminya itu .
" Heh...... kok betah ya main sama papinya " kata mami Risma Karna ketika ingin mengendong cucunya pada tak mau Dan hanya mengelengkan kepala
" Mereka kangen mi, seperti tahu kalo Ferdi sakit Jadi mereka ingin menemani papinya " kata Ferdi karna dua putra nya tak mau di gendong siapa pun
" Iya mi tadi di tawari ke taman saja sama mba Tania ngak mau , cuma mengeleng kan kepala .Mereka takut abang tak pulang.." kata Aya
" Hehehe ...... Ya nama nya juga anak Ay kan ikatan batin nya sangat dekat. Karna mereka terbiasa dengan papinya Jadi wajar saja Mami ngerti kalo mereka juga sayang sama papinya " kata Mami yang mengusap kepala si kembar yang asyik bermain di ranjang .
" Iya mi , Ferdi pikir juga begitu Karna mereka terbiasa sama Ferdi Jadi mereka seperti tahu Ferdi tak pulang . " kata Ferdi .
" Ya memang harus begitu Fer, kamu juga begitu dulu ya kan mi, nemplok sama papi kemana Kalo di tinggal sehari saja keluar kota .Kamu pasti sakit " kata papi
" Iya Fer , betul itu mami lupa kalo dulu kamu juga ngak bisa jauh sama papi mu hanya setelah ikut opa Kamu mulai ngak rewel Karna opa mu mengalih kan perhatian mu pada papi " kata mami Yang memang tahu saat itu suaminya sangat sibuk. Bahkan sampai pulang malam .
papi pun lalu mencium dua cucu penerusnya itu Yang memang sangat lucu dan tampan Bahkan lebih tampan dari sang papi .Karna perpaduan Aya dan Ferdi .
" pa pa pa " kata Aska yang lalu mencium sang opa
" Iya ini opa , mau jalan jalan sama opa yuk " kata Papi Yang dianggukan Afnan
Tapi di hampiri Aska ..
" Hahaha.... kok rebutan ya " kata papi yang senang cucunya itu sangat aktif dan mengerti mana papi dan opanya
Aya yang melihat papi mertuanya yang sayang pada kedua anaknya Tersenyum melihat perlakuan papi Sandi Yang mengingat Aya pada sang Ayah. .Dan Aya sangat bersyukur ia mendapatkan mertua yang sayang padanya. Padahal . Aya bukan siapa siapa. Ia hanya gadis beruntung saat Ayah nya memaksa Ferdi menikahinya .Agar tak terjadi apa apa dengan nya. Kini semuanya sudah masa lalu .Dan Aya kini sudah bahagia
__ADS_1
Apalagi sekarang Aya sudah punya Afnan dan Aska Ia yakin Suami nya itu semakin sayang padanya...Karna sudah memberikan cucu laki laki untuk kedua mertuanya itu. Dan kini ia hanya tinggal menambah seorang putri sesuai keinginan suaminya