
Disisi lain Kaifa sedang merapikan kamarnya Yang seminggu ini sudah ia tinggal kan Karna merawat mamah nya. Untung ada pelayan yang mengantikan nya disini Sambil mengusap perutnya Yang sudah mulai membesar karna umur kandungan sudah berjalan 5 bulan lebih
" Ya tuhan apa ini hukuman ku karna aku sempat berniat jahat pada Aya Aku belum iklas Ferdi jadi milik nya " kata Kaifa terdiam sambil duduk sekeliling ruang kamarnya.
" Aku yang salah kenapa terjebak cinta sesaat . Yang membuat semuanya hancur lebur " guman Kaifa lirih
Karna kini ia harus menghadapi kenyataan kalo sekarang ia istri Wandi bukan Ferdi Dan semua orang tahu itu .
"' Sayang kenapa ?" kata Wandi yang membuyarkan lamunan Kaifa. Dan Wandi baru saja selesai mandi Lalu mengambil pakaian nya dilemari .
" Ah bukan apa apa Wan , Apa kau akan bekerja " kata Kaifa yang belum bisa memberi nama khusus untuk Wandi .
" Tidak aku ingin kerumah Ferdi sebentar untuk mengucapkan belasungkawa .Karna tadi Tristan memberitahu ku Mertua Ferdi meninggal .Mungkin hari senin aku mulai aktif lagi di kantor Dan pastinya pekerjaan nya menumpuk " kata Wandi sambil memasang pakaian nya
" Hah..... orang tua Aya " kata Kaifa kaget
" Ya ayah nya. Yang sempat menginap waktu tujuh bulanan Aya Tapi belum sempat pulang beliau meninggal disana " kata Wandi
" Kok bisa ..... " kata Kaifa
" Mana aku tahu, nanti kan tahu ceritanya kalo sudah bertemu , ya sudah apa kau ingin ikut " kata Wandi
" Tidak aku dirumah saja aku lelah " kata Kaifa Yang memang seminggu ini merawat mamah nya
" Ya sudah aku pergi dulu ya , bibi sudah mengirim makanan Dan langsung kerumah sakit . Aku akan mampir nanti sepulang dari rumah Ferdi " kata Wandi
" Ya ...." kata Kaifa singkat .
Wandi pun lalu keluar dari kamar dan tak lupa mencium kening Kaifa Lalu pergi keluar kamar sambil membawa kunci mobil nya
********
Rio sudah bangun lebih dulu ketika mendengar sayup sayup adzan di masjid berkumandang Lalu masuk kamar mandi membersihkan diri .Setelah itu sholat subuh .Setelah selesai ia pun ingat belum membangunkan Ara .Lalu bergegas menuju kamar Ara dan mengetuk nya
" Ara ..... Ara.....bangun de sholat " kata Rio yang membangun kan Ara .
Ceklek .......
" Kok ngak dikunci " kata Rio yang lalu masuk dan Ara masih betah berada dalam selimut nya .
__ADS_1
" De ayo bangun " kata Rio pelan menepuk pipi Ara pelan agar bangun
" Eugh mas, Ara masih mengantuk " kata Ara yang hanya menggeliat
" De ... nanti waktu nya habis " kata Rio menggelitik Ara
" Ah mas geli " kata Ara yang menarik tangan Rio dan .....
Deg......
Rio pun terkejut ketika terjatuh diatas tubuh Ara dan begitu juga Ara manik mata mereka saling bertemu Terlihat baris bibir Ara yang imut Membuat Ferdi menelan salivanya Karna menatapnya
"'Ih mas....... minggir " kata Ara yang mendorong Rio karna malu dan bergegas bangun Namun karna selimut nya yang menyangkut Ara pun terseret dan hampir limbung Tapi tangan Rio cepat menangkap tubuh nya hingga keduanya berpelukkan .
Deg.........
" De......" kata Rio kaget karna wajah mereka berhadapan dan bibir mereka saling menyatu.
" Mas......" kata Ara ingin mendorong Rio Namun Rio mencium bibir Ara Entah setan mana yang menghasut nya Hingga ia ******* bibir mungil Ara sehingga membuat Ara mematung Dan hanya diam
menikmati ciuman Rio .Awalnya Ara terdiam Tapi karna merasakan dada nya berdesir hebat ia pun membalasnya dan keduanya saling ***** .Cukup lama keduanya bercium yang membuat Rio tangan Rio menjadi liar .Tapi terhenti ketika pintu dapur di ketuk yu Irah
Ara pun cepat cepat mendorong tubuh Rio Dan keluar dari kamar berlari ke dapur untuk membuka pintu
Ceklek.....
" Iya yu ini mau mandi kok " kata Ara melebarkan pintu dapur .
"Ya sudah , tadi yu pikir belum bangun takut karna capek kesiangan ya sudah yu kembali kerumah sebelah ya tadi mamah Sila yang suruh takut kesiangan katanya " kata yu Irah
" Ya yu trimakasih " kata Ara yang bergegas masuk kamar Sedangkan Rio sudah kembali kekamarnya Dengan menyugar rambut dan meraup wajahnya kasar Karna hampir saja ia kelepasan kendali diri
" Sial .....kenapa aku tergoda, tapi Ara kan istriku Apa aku benar benar tak boleh menyentuhnya " kata Rio memejamkan mata nya menghayati ciuman mereka tadi
" Ah.....iso gila awak ku " kata Rio yang ingat ia harus menunggu Ara sampai lulus SMA.
" Trus kalo dia juga mau kepiye ?" kata Rio bingung karna cepat atau lambat mereka akan melakukannya Apalagi mereka serumah Dan mereka hanya tinggal berdua. Walau beda kamar.
" Yu.......tuh mentok makin banyak aja " kata Qila melihat mentok Ara berkeliaran
__ADS_1
" Iya tambah rame tuh kebun " kata Via
"' Iya masih kecil kalo gede pasti sudah di rica rica sama non Ara " kata yu Irah
" Oh ya non .... hari ini masak lele aja ya telur nya tinggal dikit .Yu Irah ngak tahu kalian pulang tadi malam " kata yu Irah
" Hah...boleh yu , tapi kan harus lapor pemiliknya dulu yu " kata Via tak berani sembarangan mengambil sesuatu tampa Izin yang punya
" Biar Rio yang ambil mba , kan sudah masa nya di panen ayo bantu sekalian dibumbui untuk cafe " kata Rio
" Ok mas Via juga mau lihat " kata Via Yang lalu menuju kolam lele Ara
" De ..... Lele nya mas ambil buat makan ya " kata Rio berteriak pada Ara didapur yang sedang membuat susu
" Ya " kata Ara yang sudah memakai baju sekolah dan melihat dari pintu dapur
Yu Irah pun membawa ember besar untuk wadah Sedang kan mamah Sila membuat sambal ijo dan menggoreng tempe dan telur untuk sarapan .
" Mah.... yu ambil lelenya dulu ya " kata Yu Irah
" Ikut yu Qila pengen lihat juga " kata Qila yang baru selesai menata meja mengikuti yu Irah
" Ayo.....tuh lagi dipilih yang besar sama mas Rio " kata Yu Irah
Ara yang ingin kerumah Aya pun ikut turun melihat Rio memanen lele di kolamnya Yang selama ini dirawat Ara
" Wah .... gede gede de lihat , kata Via senang .Yang membuat Ara tersenyum karna Lelenya. Bukan hanya makan pelet saja bahkan Rio mengumpulkan bekicot dan daun pepaya Agar lele nya sehat di tambah daun singkong dan sisa sayur yang tak terpakai untuk makanannya
" Wah .... mantap kita harus punya timbangan nih , ayo masukan disini Nanti dibersihkan .Buat cafe langsung di kasih bumbu aja yu dan taruh di kulkas biar meresap .Biar pas di bawa ke sana tinggal goreng " kata Qila
" Siap mba " kata Yu irah
Ara hanya tersenyum Karna dua sahabat kakaknya itu sangat antusias dalam bekerja. Menu cafe mereka pun makin bertambah bukan hanya bebek tapi juga ayam dan lele .Yang di masak yu Imah tapi sekarang Yu irah yang menangani bersama mamah Sila karna Yu imah repot Tapi mereka tetap memesan bebek dan Ayam nya dari warga kampung
Sedangkan di kampung Rio mbok sedang memasak ketika tetangga mereka datang bertamu pagi pagi .
" Mbok ..... tuh si Minah tadi malam di lamar si Reno masa si Rio kalah sih " kata tetangga si mbok
" Hah .......opo hubungan ne karo Rio yu kan ora ene urusan ne " kata mbok bingung Karna ia tak pernah mengurusi si Minah gadis anak orang kaya yang menyukai anak lelakinya itu.
__ADS_1