Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 340


__ADS_3

Lalu Abel membawanya ke ruangan Ferdi Yang membuat Ferdi dan Bimo saling pandang


" Ini kopinya pa" kata Abel menyodorkan nya pada Ferdi Dan Ferdi menatap Bimo untuk mencicipinya


" Eh ...... siapa ?" kata Bimo melihat seseorang masuk hingga membuat Abel menoleh Dan ketika Abel lengah Ferdi langsung menumpahkan kopi itu separo ke tong sampah disebelah meja


" Maaf pa saya pikir sudah pulang " kata satpam berdiri di depan pintu ruangan Ferdi


" Belum pa kami masih diskusi Mungkin sebentar lagi " kata Ferdi.


"' Oh iya pa , kalo begitu saya permisi " kata satpam itu pamit dan lalu pergi


Abel kembali melihat ke meja Dan senang kopinya sudah berkurang separuh nya


" Kopinya enak , apa kau biasa membuatnya " kata Ferdi


" Ya pa, karna saya sudah terbiasa membuat nya sendiri " kata Abel tersenyum Dan Ferdi pun tersenyum .


" Oh ya silahkan duduk nona Abel kenapa masih berdiri " kata Wina


" Oh ya maaf saya lupa " kata Abel Yang tersenyum manis pada Ferdi .


Ferdi membalas senyum Abel yang membuatnya tak nyaman Karna ia merasa curiga .


" Apa kau tidak penasaran ?" kata Bimo


" Kau coba saja " kata Ferdi


" Tapi aku tak punya lawan bila ia memasukan obat perangsang " bisik Bimo Sedangan Abel duduk di dekat Wina sambil ngobrol .


" Hahaha.... Aku bisa mengunci mu disini berdua dengan nya kalo kau mau " bisik Ferdi pelan


" What ......" kata Bimo kaget


Yang membuat Wina dan Abel menatap mereka heran Karna Bimo sedikit berteriak .


" No aku tak mau , Aku mau pulang saja Kita sudah selesai kan " kata Bimo Yang merapikan meja nya Dan menyusun berkas Begitu juga dengan Ferdi Yang merapi kan mejanya


" Ya ayo kita pulang ini sudah selesai " kata Ferdi Yang juga ingin pulang Malas lembur di kantor Karna merasa tak nyaman Terganggu oleh kehadiran Abel Yang ikut bergabung


" Apa sudah selesai " kata Abel yang merasa canggung


" Ya , ayo pulang " kata Ferdi Dan mereka pun lalu keluar dari ruangan Ferdi Tapi karna buru buru Bimo sempat meminum kopi Ferdi yang tinggal separo Karena sangat haus .


" Ayo Win " kata Ferdi yang duluan keluar dari ruangan nya


"' Iya pa " kata Wina


" Pa Bim , nona Abel kami duluan " kata Wina pamit duluan


" Ya " kata Abel dan Bimo pun bergegas ingin keluar Tapi Abel menahan nya


" Pa, kenapa pa Ferdi buru buru pulang? " Kata Abel bingung

__ADS_1


" Oh bos sudah selesai " kata Bimo dengan suara serak dan muka merah


" **** Ferdi benar dia memberi obat perangsang di kopi itu " kata Bimo yang merasakan tubuhnya terbakar Lalu langsung menutup pintu dan mengunci nya Ketika Abel bersiap siap ingin pulang Dan ketika menuju pintu Abel pun kaget


" Kenapa pintunya terkunci " kata Abel menatap Bimo


" Aku tidak tahu " kata Bimo yang bersandar di pintu Dan menatap Abel


" Ada apa ?" kata Abel menatap Bimo


" Apa kau memasukan obat perangsang pada kopi itu .Ferdi tahu niat mu Dan kau harus bertanggung jawab " kata Bimo menatap Abel


" Apa maksud mu " kata Abel


" Apa kau ingin berkelit , atau pura pura tidak tahu Padahal kau sendirikan Yang sengaja memasukan obat perangsang itu "Kata Bimo menatap Abel tajam Lalu melepas kan kancing kemeja bajunya Yang membuat Abel kaget Dan buru buru mencari ponsel untuk menelpon seseorang Namun belum lagi ia sempat menelpon Bimo langsung memeluk nya dan membekal bibir Abel .


" Ih.....lepas apa yang kau lakukan " kata Abel berontak


" Kau ingin seperti ini kan dengan Ferdi jadi anggap saja aku ini dirinya " kata Bimo yang membuat Abel kewalahan Dan berontak sekuat nya Dan Bimo yang tak sadar lagi pun tak perduli Karna panas di tubuhnya makin menjalar hebat Yang membuat nya Harus melampiaskan semua nya Dan Abel tak bisa bergerak Ketika ia sudah di bawah tubuh Bimo .


**********


Ferdi yang sudah masuk teras pun bingung Karna merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya .


" Ada apa tuan muda ? " kata Alan


" Tidak, entah aku tidak tahu .Tapi perasaan ku tidak enak " kata Ferdi Yang lalu melangkah masuk kedalam rumah Dengan perasaan bingung .


Di kamar Aya baru saja merapikan buku bukunya Karna baru selesai mengerjakan tugas kuliahnya Ketika Ferdi masuk kamar


" Abang ...." kata Aya


" Hai lagi apa ?" kata Ferdi


" Baru selesai bikin tugas bang " kata Aya Yang lalu menyambut tas Ferdi Dan menaruhnya di meja Lalu memeluk suaminya itu


"' Abang mandi dulu ya " kata Ferdi mengecup bibir Aya


" Ya bang " kata Aya Yang lalu masuk kamar mandi Menyiapkan air panas untuk suaminya mandi Dan juga menyiap kan pakaian Ferdi di atas tempat tidur


Setelah itu Aya pun lalu ingin keluar dari kamar Ketika ponsel Ferdi bergetar dengan nomor asing Yang menelpon nya Dan Aya pun mengangkatnya ingin memberikan nya ke suaminya Ketika suara wanita menangis


" Hiks ....hiks kau ......tega Fer kenapa kau melakukan nya " isak suara itu Terdengar pilu lalu terputus


Deg....... Aya langsung terduduk di lantai


Karna kedua kaki nya tiba tiba lemas Dan tangan Aya gemetar lalu menaruh ponsel itu di atas nakas .


" Ay ada apa sayang " kata Ferdi melihat Aya terduduk di lantai .


" Apa terjadi sesuatu " kata Aya lirih


" Tidak ada kenapa ?" kata Ferdi Yang langsung mengendong tubuh Aya ketempat tidur .

__ADS_1


" Ada Apa ? " kata Ferdi menatap Aya lekat dan mencium kening nya . Masih ada tetesan air bekas mandi di dada Ferdi Yang hanya memakai handuk sepinggang


Aya tak menjawab Tapi langsung memeluk tubuh Ferdi erat . Entah mengapa hatinya tidak nyaman Ketika mendengar tangis pilu wanita itu Yang terasa menyayat hati Aya .


" Apa abang punya wanita lain ?" kata Aya menatap Ferdi


" Astaga sayang ada apa dengan mu ? mana ada !! Aya satu satu nya istri abang Dan wanita dalam hidup abang " kata Ferdi menyakinkan Aya Entah mengapa tiba tiba Aya menanyakan hal itu pada nya .Yang membuat Ferdi heran


" Aya takut " kata Aya Yang memeluk suaminya itu erat Yang membuat Ferdi balas memeluk Aya .


Ceklek .....


" Mhem....... maaf kalian... " Kata mami kaget Dan menutup kembali pintu kamar Ketika melihat putranya itu tanpa pakaian pakaian


" Mami ..." Teriak Ferdi


" Lanjut kan saja " Teriak suara mami dari luar Yang menjauh dari kamar


" Astaga kenapa ngak di kunci sih . Dasar tuh anak !! Untung bukan si kembar " kata mami Yang mengira menantu dan anak nya itu bercinta .


" Percaya sama abang , tak perlu takut . Kata kan sama abang ada apa ? " kata Ferdi Mencoba menenangkan Aya


" Tadi ada wanita yang telpon abang " kata Aya jujur


" Astaga " Kata Ferdi yang lalu mengambil ponselnya Dan melihat nomor tak di kenal menghubunginya.


" Siapa ini ? Kata Ferdi menelpon balik Namun tak di jawab Yang membuat Ferdi menanyakan Wina sekertaris nya Tapi juga tak terjawab .


" Mungkin salah sambung " kata Ferdi menatap Aya .


" Tapi tadi dia menyebut nama abang " kata Aya heran


" Nama abang ?" kata Ferdi


" Ya " kata Aya


***********"


Pagi nya di kantor ruangan Ferdi sangat berantakan Karna Bimo dan Abel masih disana Dan Ferdi ingin membuka pintu .


" Wina kenapa pintunya terkunci dari dalam ?" kata Ferdi


" Ngak tahu pa, coba lagi saja pa " kata Wina Dan Ferdi langsung menekan kode nya kembali


Ting .....


" Astaga Bimo Abel " Teriak Ferdi kaget .


" Pa Bima " Teriak Wina


Yang membuat Wina mendadak pingsan Melihat Bimo bersama Abel masih dalam kondisi polos


" Wina "teriak Ferdi Yang membuat Abel kaget Dan langsung mendorong Bimo

__ADS_1


" Bimo ......Wina pingsan " Teriak Ferdi


Yang membuat semua orang langsung menghampiri Wina Dan Bimo dan Abel cepat cepat masuk kamar Ferdi Karna mereka belum berpakaian .


__ADS_2