
Ratih yang sudah selesai mengerjakan tugas Merapikan buku bukunya Lalu ia mencari Ara di kebun .
" Ra ... yu, kalian disini , aku pikir di rumah kak Aya " kata Ratih
" Iya lah bersih bersih dulu. Mau berangkat sekarang ? " kata Ara .
" Ya ayo " kata Ratih bersemangat
" Ya sudah yu jaga rumah ya , tuh mamang ajak kencan dulu disini yu. Pulangnya nanti saja . Sambil menunggu mas Rio " kata Ara
" Sudah tua ndu, ngak ada mungkin kencan kaya anak muda .Sudah basi ndu " Kata yu irah terkekeh
" Yang kan mengulang masa jadul " kata Ara tertawa
" Sudah sana berangkat , nanti keburu sore . Salam buat semuanya " kata yu Irah masih membereskan kebun
" Ya yu siap " kata Ratih .Karna mereka berangkat memakai sepeda listrik Ratih Agar tidak slalu merepotkan Rio Kalau pulang nya saja baru di jemput Rio .
" Ya hati hati " kata yu Irah melihat dua gadis muda itu .Yang ikut bersyukur kalau kedua gadis itu masih beruntung Bisa mendapat kan pria yang mapan secara finansial Tidak seperti dirinya yang hanya kuli perkebunan Tadi namanya rezeki manusia semua nya sudah tertulis di garis tangan nya masing masing
Kadang orang hanya bisa melihat dan iri Dengan kehidupan orang lain Dan tidak tahu pengorbanan yang mereka jalani Karna setiap manusia punya ujian hidup masing masing Hanya cerita nya saja yang berbeda beda .
Disisi lain sore ini Reyhan langsung berpamitan pada Naura dan maminya Karna ia harus kembali bekerja Dan Reyhan masih mentransfer uang ke rekening Naura Agar Naura bisa belanja dan menyenangkan dirinya .Karna selama belum bercerai secara resmi Reyhan masih menanggung semua keperluan Naura Karna itu memang tangung jawab nya .Sebagai suami Tapi banyak pria di jaman sekarang lalai akan tugas nya .
" Rey ...apa ngak mampir dulu ke toko roti Beli oleh oleh buat Ratih " kata mamah mengingatkan Reyhan Ketika mereka di mobil menuju pulang
" Ya mah, mamah yang pilihkan ya Reyhan bingung tidak tahu apa kesukaan perempuan Belikan juga buat Ara " kata Reyhan sambil menyetir mobil nya
" Kenapa terlihat sedih ? " kata mamah menatap Reyhan
" Reyhan kasihan pada Naura, tapi Reyhan juga butuh orang yang bisa mengerti Reyhan .Selama ini Reyhan slalu mencoba untuk mengalah mah, Tapi sekarang Reyhan ngak bisa lagi Walau pun Reyhan masih sayang Tapi jujur Reyhan juga ingin bahagia Apa itu salah mah Bila Reyhan menikahi wanita lain " kata Reyhan dilema
Mamah hanya diam Lalu memegang tangan Reyhan .
__ADS_1
" Itu ujian hidup nak, kita di hadap kan dengan pilihan sulit ketika dulu kau mencari pacar kau memilih milih Dan kau lebih suka bebas Dan setelah kau sadar baru kau mau menikah .Tapi ada kendala dan masalah .Namun semua nya bisa kau lewati kan . Dan sekarang kau sedang ada di persimpangan jalan Kau harus bijak untuk memilih .Agar tak menyakiti salah satunya .Dan kau juga harus tahu akibat dan konsekuen nya Hidup itu bukan untuk menikmati Tapi berjuang untuk tetap bertahan Sampai mana kita mampu menjalaninya Sampai suatu hari ajal akan menjemput kita " kata mamah menasehati Reyhan
" Ya mah " kata Reyhan
" Mamah tak menyalahkan mu, karna itu takdir mu ikuti saja jalan nya Pasti nanti juga ada penyelesaian nya " kata mamah mengusap lengan Reyhan Karna tak ada gunanya menyesali apa yang terjadi Karna semuanya juga akan terlewati tahap demi tahap Dan tergantung siapa orang yang mampu menjalani .
Reyhan pun terdiam Lalu membawa mobil nya berhenti di pinggiran ruko Dan setelah terparkir Reyhan dan mamah ji membeli oleh oleh Untuk di bawa pulang
Sedangkan di kantor pusat Ferdi menatap Bimo Yang duduk dengan wajah kusut Karna ia merasa keberatan menikahi Abel Dan lagi ia melakukan nya setengah sadar saat itu
" Aku sudah mengingatkan mu , kenapa di minum juga !!" kata Ferdi
" Aku haus dan aku lupa " kata Bimo
" Lalu ..... aku harus apa , itu bukan masalah ku kan " kata Ferdi
" Astaga Fer, kalo aku harus menikahinya bagaimana dengan Wina .Dia saja sampai pingsan melihat ku begitu Apa kau tega " kata Bimo
" Tidak , eh belum " kata Bimo
" Kalo tidak , utama kan dulu yang penting .Lepas dari suka atau kau tidak suka kau tetap harus bertangung jawab Dengar masalah nanti ada konflik dalam pernikahan kalian .Itu kalian sendiri yang bisa menyelesaikan nya Aku yakin Wina akan mengerti .Karna ini juga bukan disengaja Dan bukan salahmu juga " kata Ferdi menegaskan
" Tapi aku sudah jatuh cinta padanya " kata Bimo lirih
" Lupa kan itu, kau akan menyakiti nya Dan bila kau menikahi Wina Karna disisi lain kau lari dari tangung jawab. Kecuali Abel menganggap masalahnya ini selesai Dan aku saran kan kau harus bicara padanya baik baik Selesai kan masalah kalian dulu Baru urus masalahmu dengan Wina " kata Ferdi
" Huh...... tapi Fer......." Kata Bimo meraup wajahnya kasar
" Tapi apa lagi , masalah uang aku akan membantu mu " kata Ferdi Yang tahu kalo Bimo tak akan bisa menikah tanpa uang Untuk memuluskan jalan nya
" Ya baik lah " kata Bimo yang bingung Dan Ferdi hanya bisa membuang nafas kasarnya itu .Karna sejak menikah ia memang sangat berhati hati makan dan minum di luar Bagi nya bila sedikit saja ia lengah Maka kehancuran akan datang menghampiri nya Apalagi ia berada di pucuk pimpinan .Dan tak sedikit para musuh nya Yang akan bertepuk tangan karna senang bila melihat ia terjatuh . Sebab itu lah Ferdi menyembunyikan Kehidupan pribadinya .
" Ya sudah pergi lah , aku mau bekerja keluar lah " kata Ferdi Yang tak ingin di ganggu di waktu bekerja
__ADS_1
" Ya " kata Bimo dengan langkah gontai Dengan pikiran kacau Lalu menuju ruangan nya .Dan melewati begitu saja meja Wina
Sedangkan Wina hanya bisa terdiam. Karna tahu apa yang terjadi Dan ia harus bisa iklas pada pria itu Bila Bimo memang memilih Abel menjadi istrinya.
" Malang sekali nasip ku , baru kencan sekali Tapi berakhir begini " kata Wina lirih tertunduk di meja kerja nya Dengan mata berkaca kaca tanpa suara .
Ferdi yang melihat dari kaca pembatas Hanya bisa menaruh rasa iba pada Wina. Tapi itu lebih baik. Dari pada nanti Wina sakit hati berkepanjangan.
Ferdi kembali melanjutkan pekerjaan nya Sampai pintu ruangan nya di buka paksa Dan seorang pria .Yang datang dengan wajah penuh emosi
" Apa kau pimpinan disini , kau harus bertangung jawab pada putriku " Bentak pria paruh baya itu marah
" Silahkan masuk pa, dan silahkan duduk kita bicara baik baik " kata Ferdi meletakkan pulpen nya
" Apa lagi yang akan kau bicara kan , sudah jelas aku minta pertanggung jawaban pria itu . Kalo tidak kau sendiri yang akan menanggung nya .Dia bekerja di perusahaan mu kan " kata pria itu yang tak lain adalah papi Abel
" Ya mereka berdua karyawan saya , apa yang di kata Abel pada bapak Bukan kah pria itu sudah bilang mau bertangung jawab Tapi Abel menolak " kata Ferdi .
" Apa ......" kata pria itu kaget Karna Abel hanya bercerita ia di perkosa dan pria itu tak mau bertangung jawab .
" Duduklah tuan Fin " kata Ferdi yang tahu Tuan Fin adalah mantan karyawan kakek nya dulu Yang akhirnya punya usaha sendiri di bidang perlengkapan mobil yang diurusnya sendiri .
" Baik , aku hanya datang untuk menutut hak putriku " kata pria itu duduk di depan Ferdi
Ferdi pun lalu menceritakan apa yang terjadi sebenar nya Dan juga ia akan menunjukan cctv bila tuan Fin tak percaya Karna memang itu kesalahan Abel sendiri . Dan Bimo hanya korban karna ia lupa Dan Ferdi juga sudah meminta Bimo untuk bertangung jawab Tapi Abel menolak
" Abel teman saya kuliah tuan" kata Ferdi ramah Yang membuat pria paru baya itu terdiam dan malu Karna tadi ia sudah datang marah marah pada Ferdi Tapi Ferdi bersikap tenang padanya
" Apa kau pimpinan disini " kata tuan Fin
" Ya saya Ferdi pa " kata Ferdi tersenyum
" Hah........" kata tuan Fin kaget
__ADS_1