Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 58


__ADS_3

Subuhnya Aya sudah bangun Ketika takbir berkumandang .Sedangkan bi Yam seorang diri memanaskan kan makanan untuk sarapan pagi .


" Bi kok sendirian " kata Aya yang sehabis subuhan langsung ke dapur membantu bi Yam yang sibuk


" Mereka sudah pulang semua non tinggal bibi sendiri Mungkin pulangnya nanti sore " kata bi Yam .


" Wah sepi dong rumah " kata Aya yang melihat Bi Yam memanaskan rendang dan balado telur


" Ya kan cuma beberapa hari non " kata bi Yam sambil tersenyum


" Non Aya mau masak apa ?" kata bi Yam


" Ngak masak bi cuma mau memanaskan lele mangut sama rica rica entok dari desa . Bi Yam suka ngak " kata Aya


" Wah kalo bibi apa saja suka non yang penting rasanya " kata bi Yam .


" Alhamdulilah ya sudah Aya mau tata lontong nya dulu sama ketupat ya bi tuh banyak banget " kata Aya


" Alhamdulilah ... kebetulan banget non kemaren kita mau masak lontong ngak jadi non, Padahal nyonya pengen banget Wah emang rezeki ngak kemana . Kemaren bi Yam telat kepasarnya non eh untung non Aya bawa pasti nyonya senang " kata bi Yam yang sedang menaruh rendang di mangkok besar


" Wah .... berarti kebenaran ya bi bisa buat tamu juga " kata Aya


" Ya non , tuh ketupatnya banyak banget " kata bi Yam


" Iya bi ini yang buat tetangga Aya bi ini semua dikasih cuma cuma bi Tuh buah nya aja yang beli " kata Aya yang juga menata peyek kacang dari plastik ke dalam toples besar Yang membuat makanan di meja jadi penuh .


" Wah..... kok jadi banyak " kata mami melihat makanan penuh satu meja .


" Non Aya nyonya yang bawa tuh dari kampung


" Iya mi tapi ini makanan desa " kata Aya


" Ngak pa pa yang penting enak mami suka Eh ada rica rica juga ya " kata mami melihat bi Yam menaruh nya di mangkok besar setelah dipanaskan


" Iya nyonya ini semua lengkap nyonya ngak perlu nambah lagi tuh Aya bawa peyek kacang juga " kata bi Yam


" Alhamdulilah trimakasih sayang kemaren kira mau beli pada habis semua pesanan orang . " kata mami senang


" Santai mi Aya bawa banyak kok " kata Aya yang mengeluarkan semua isi dus


" Alhamdulilah .....luar biasa " kata mami yang melihat banyak oleh oleh yang dibawa Aya dari kampung


Lalu mami pun ikut menata semuanya di atas meja Sehingga lengkap tersedia dari rendang rica rica entok lele mangut dan sambal kentang Ada balado telur terlihat enak Yang membuat mami langsung sarapan duluan karna ingin makan lontong yang Aya bawa


" Lah mami kok malah makan ayo siap siap sholat " kata papi


" Bentar pi makan dulu kan masih jam enam ini Nanti lapar dengan khotbah nya lama " kata mami cuek


" Kelihatan nya enak nih papi mau mi . ambilkan mi " kata papi yang langsung menarik kursi duduk


" Hehehe ...... lah mau juga si papi Ferdi mana " kata mami

__ADS_1


" Lagi mandi kali mi , biar Aya yang panggil " kata Aya yang lalu bergegas kekamar nya


Sedangkan Ferdi baru selesai mandi Dan memasang pakaian nya Yang juga memakai parfum


Ceklek ......


" Bang sarapan dulu nanti pasang bajunya " kata Aya .


" Lah ini sudah rapi " kata Ferdi


" Ya Sudah ayo sarapan dulu biar ngak lapar sudah ditunggu mami dan papi Aya Sudah buat kan teh buat abang " kata Aya


" Ya terimakasih sayang ayo " kata Ferdi yang lalu menuju pintu diikuti Aya .


Lalu kedua nya pun bergabung sarapan bersama sebelum berangkat sholat


" Bi Yam Ayo sarapan juga mamang dipanggil Ayo bareng bareng " kata mami Risma


" Ya nyonya sebentar bi Yam panggil mamang dulu " kata bi Yam yang bergegas memanggil mang Didin .


" Enak ya mi " kata papi melihat sang istri menambah lagi .


" Iya pi mantap nih , rica rica nya mami suka nak Aya yang bawa pi " kata Mami Yang membuat Ferdi juga ikut minta diambil kan sang istri


" Sudah Fer jangan banyak banyak entar lagi disambung " kata papi yang melihat Ferdi minta tambah lagi


" Lapar pi nanti pulang bisa kehabisan " kata Ferdi


" Tuh .... masih punya stock Fer tenang saja " kata mami


" Benar nih masih " kata Ferdi menatap Aya


" Iya tuan muda tuh di panci masih nona bawanya banyak tuh yang lele juga mantap mangut mercon " kata bi Yam yang milih ikan ketimbang daging


" Iya tuan muda lelenya juga enak pedas pedas enak " kata mang Didin yang membuat semua makan dengan lahap .


Setelah selesai mereka pun bergegas pergi sholat id bersama menuju masjid komplek yang tak jauh dari rumah


Disisi lain Heni yang tak pulang kampung hari ini berniat kerumah Ferdi Yang ingin melihat istri Ferdi yang sudah membuatnya sangat penasaran pada wanita yang bisa membuat Ferdi menikahinya .


" Lihat saja nanti " kata Heni memasukan racun dan pisau kecil dalam tas nya .


Karna ia akan membalas rasa sakit hatinya


" Mudahan saja banyak tamu yang bisa di barengi " kata Heni Karna biasa nya para karyawan kantor Ferdi datang untuk ber silahturahmi. Di hari lebaran seperti tahun tahun kemaren .


" Aku akan memberi pelajaran pada perempuan itu " kata Heni yang tak mau menyerah begitu saja Karna ia tak terima Ferdi memutuskan nya begitu saja


************


Siang hari nya masih terdengar suara lantunan takbir ketika Aya membantu bi Yam memasak bihun goreng karna tamu dan keluargga jauh Ferdinan datang berkunjung.

__ADS_1


" Aya.... sini sayang .... jangan ikut keluar ya disini saja " kata mami


" Kenapa mi " kata Aya heran


" Banyak tamu papi dan Ferdi tanya tanya Aya mami ngak mau Aya stres dan bingung jawab pertanyaan mereka Mending Aya disini saja ya " kata mami Yang memang pusing mendengar banyak pertanyaan yang seharusnya tak ia dengar Apalagi kalo sampai mereka menghina Aya Yang membuat mami khawatir. Karna Ferdi tak jadi menikah dengan Kaifa dan Kaifa malah menikah dengan Wandi teman dekat Ferdi .


" Ya mi Aya disini saja " kata Aya mengerti dan tersenyum


" Ya sayang maafkan mami ya " kata mami Risma mengusap bahu Aya


" Ya mi ngak pa pa " kata Aya santai Bersikap biasa karna itu juga demi kebaikan nya. Dan Aya juga mau pusing dengan pertanyaan orang banyak yang tak ia kenal


" Ya sudah mami keluar dulu " kata mami Risma lega. Karna paling tidak ia ingin Aya aman . .


Tak lama mami pun kembali keluar meninggalkan Aya dan bi Yam Menuju ruang tamu


" Non disini saja nya Biar bi Yam yang ngantar ini kemeja. Lagian kan non lagi hamil capek mondar mandir " kata bi Yam


" Ya bi " kata Aya yang membuat bumbu untuk gulai Ayam .untuk persiapan sore.


Sedang di ruang tamu tak sengaja Ferdi melihat Heni datang bersama rombongan Karyawan kantor papi nya


" Astaga ..... ngapain dia kesini " kata Ferdi .


" Apa....siapa ? " kata mami


" Wanita itu mi , dia nekat banget sih " kata Ferdi Yang membuat mata mami terbelalak .


" Kau ..... apa kau buat janji dengan nya " kata mami Risma menatap tajam Ferdi


" Ngak mi dia datang sendiri" kata Ferdi membuang nafas kasar nya


Yang membuat wajah mami Risma berubah Namun tetap tersenyum pada para tamu Walau hatinya kesal


" Monggo monggo silahkan " kata mami yang tak mungkin bersikap kasar pada para tamu .


" Assalamualaikum tante saya temannya Ferdi " kata Heni ramah tersenyum pada calon mertuanya itu


" Hei ....Ferdi ...." sapa Heni . Yang membuat Ferdi tak bisa berkutik .


" Sini duduk sini " kata Ferdi pelan


" Trimakasih " kata Heni tersenyum ramah pada semua orang yang juga bertamu .


" Ada apa datang kesini " kata Ferdi yang duduk disebelah Heni .


" Mana istrimu tumben ngak keluar aku mau lihat " kata Heni .


" Dia didalam sedang istirahat ,pergi lah kita tak punya hubungan apa apa lagi bukan kah kita sudah putus Dan lagi aku sudah punya istri " kata Ferdi pelan


" Aku ngak perduli kau sudah punya istri Fer, aku tetap sayang sama kamu Jangan tinggalin aku please " kata Heni berbisik Yang membuat mami Risma sesekali mengawasi Ferdi dan Heni dengan ekor matanya..Begitu juga dengan sang papi .

__ADS_1


Ferdi hanya diam tak menjawab Karna tak mungkin ia menjawab perkataan Heni yang tak mau menyerah mengejarnya. Apa lagi ditengah para tamu .


__ADS_2