
Aya terbangun ketika ada tangan mungil memegang pipi nya Dan perlahan ia membuka mata nya. Dua bocah mungil itu sudah duduk diantara dirinya dan Ferdi Yang tersenyum menatapnya
" Bang , kok Aya ngak dibangunkan " kata Aya
" Abang juga ketiduran sayang , Nih di bangunkan dua anak mamah " kata Ferdi tersenyum sambil mengusap kepala kedua putranya .
" Mereka diantar siapa bang ?" kata Aya
" Mami sama papi tadi " kata Ferdi .
" Ayo bangun kita makan dulu tuh sudah jam 8 malam " kata Ferdi
" Hah......yah magribnya kelewatan bang " Kata Aya kaget ..
" Ya sudah lewat , besok bisa di qodo Ayo turun kita makan .Kakak dan ade juga sudah lapar nih " kata Ferdi Yang lalu menarik tangan Aya untuk duduk Lalu turun dari tempat tidur Dan lalu menurunkan si kembar di lantai
" Ayo sayang , kita makan " kata Ferdi Mengandeng kedua anaknya keluar kamar Yang di ikuti Aya dari belakang .
Menuju meja makan keluargga Di sana semua sudah berkumpul menikmati makan malam yang terlambat
" Atan yuk " kata Afnan
" Iya lah makan bi Siti tolong kursinya ada yang mau ikut makan " kata Ferdi
" Iya den " kata bi Siti mengambil kursi tinggi untuk si kembar Dan bi yam langsung meletakan piring plastik untuk keduanya Dengan mangkok bubur ikan salmon
Dan Aya tersenyum melihat keduanya Yang duduk manis di kursinya . Lalu mengisi piring suaminya Dan juga dirinya untuk makan bersama
" Baru bangun Ay, kita juga semua baru bangun Tadi pada tepar semua karna capek " kata Via
" Iya kan jalannya seharian Besok kita ke spa buat pijit pijit " kata Aya
" Mami mau Ay, mami ikut ya sama bi Yam kan pake kartu gesek " sindir mami pada Ferdi
" Itu sih terserah Aya mi , lakukan yang kalian mau " kata Ferdi santai Yang tahu maminya itu minta persetujuan nya
" Ok.....Sekalian jalan jalan Ay " kata mami tersenyum senang
" Lho bukan nya mobilnya ngak bisa dipakai mi " kata papi Yang tahu mobil yang besar di bawa kebengkel
" Iya kan ada mobil yang lain pi " kata mami Sedangkan Via Qila yusuf dan Awan hanya diam mendengarkan saja Ferdi yang disebelah istrinya itu pun menatap Aya penuh tanya
" Kenapa dengan mobil Alphard nya mi, kan baru di cuci kemaren " kata Ferdi
" Di tabrak truk Fer" kata papi
" Apa ????" Teriak Ferdi kaget Membuat semua orang menatap nya Namun Ferdi menatap papi dan maminya
" Cuma ringsek Fer kan ngak sengaja truk menabrak " kata mami berusaha bersikap tenang
" Apa ... mobil yang kalian pakai kemaren ? Apa Aya didalam nya ?" kata Ferdi curiga
__ADS_1
" Oh ngak Fer, Aya pake mobil lain iya kan Ay " kata mami Sambil menatap Aya
" Iya bang , Aya sama anak anak di mobil satu nya " kata Aya gugup .
" Astaga untung , kalian tidak apa apa gimana sih Alan bisa lengah ." kata Ferdi mengomel Membuat papi menatap mami Dan mami menyenggol kaki papi
" Bukan salah Alan Fer, itu truknya yang menabrak .Tapi ngak apa apa kok Kan sudah langsung dibawa kebengkel " kata papi.
Awan Qila dan Via hanya diam Tak berani bicara Ketika suami sahabat mereka itu kaget dan mengomel Dan mungkin mereka ikut bicara Karna Ferdi seperti nya terlihat tidak suka .
Yusuf yang tidak tahu apapun juga hanya diam Karna tadi siang ia dan Tris sedang banyak kerjaan
" Apa tadi Tina ikut ? " kata Ferdi penuh selidik
" Ikutlah bang kan dia menjaga Aya dan si kembar " kata Aya
Lain kali hati hati , telpon abang bila ada apa apa . Apalagi kalo bawa mereka berdua " kata Ferdi melirik Afnan dan Aska .Karna dua putranya itu asetnya
" Ya bang " kata Aya Seraya menatap mami Risma Karna suaminya itu sempat kaget mendengar perkataan sang papi.
Papi Sandi pun diam sambil menikmati makannya Dan papi tak menyangka kalo putranya itu belum tahu .Kalo menantu dan cucu cucunya hampir celaka siang tadi Dan ia hampir keceplosan bicara. Benar kata Alan Kalo putranya itu tahu Pasti dia tak akan bisa terima bila terjadi apa apa dengan menantunya Apalagi mereka membawa si kembar
Selesai makan mereka pun ngobrol
Di ruang tengah Sedangkan Qila dan Via membantu bi Yam untuk merapikan meja
" Jantung bi Yam hampir copot tadi Dengar tuan muda kaget. Untung nyonya langsung sigap menyela bersama non Aya Kalo tidak den Alan bakal dapat omelan panjang tuh sama tuan muda " kata bi Yam
" Iya bi, pantas Aya ngak mau cerita Takut suaminya itu emosi " kata Via
" Iya non , makanya non Aya ngak berani cerita Karna takut tuan muda marah Bisa bikin geger seisi rumah " kata bi Yam Karna memang Ferdi mewarisi sedikit besar sifat sang kakek .
" Ya bi , untung papi dan mami paham sifatnya " kata Via yang juga sempat tegang kalo tadi ia sempat ditanyai
" Ya memang harus begitu non, Kalo ngak begitu tuan muda bisa emosi " kata bi Yam Karna Ferdi termasuk tegas dalam bersikap Tak seperti sang papi yang tarik ulur .
Setelah selesai mereka pun bergabung di ruang tengah. Aya tersenyum pada kedua sahabat nya itu sambil menawarkan buah anggur .
Sedangkan Ferdi asyik ngobrol dengan papi , Yusuf dan Awan tentang masalah kantor Dan mami sedang bersama si kembar di temani Wati dan Erni
" Ay .... suami mu galak juga kalo marah ya terkesan sadis ?" kata Aya
" Ya begitulah " kata Aya tersenyum Karna memang begitulah suaminya
Dulu saat pertama kali Aya kenal Ferdi . Ferdi bicara sangat ketus dan kejam Dan dia tak mau di bantah. Dan Aya tak kaget lagi Bila suaminya itu bersikap arogan pada orang lain .Karna bagi yang tak mengenalnya Pasti akan sangat benci pada suaminya itu Karna Ferdi hanya bersikap lembut pada keluargga saja
Disisi lain Reyhan dan Tania sedang asyik duduk di sofa Sambil menonton
acara televisi Ketika Naura datang membawa rujak buah .
" Ih kok kak ara makan rujak sih kak , kan bisa sakit perut " kata Tania
__ADS_1
" Lah kalo pengen kan tinggal makan Kenapa pusing " kata Naura cuek
" Hanya mengingatkan kak " kata Tania Yang tersenyum tipis Karna sejak hamil Kakak iparnya sudah semakin banyak bertingkah Yang membuat Tania ekstra mengawasinya Sebenarnya ia malas berurusan Dengan orang keras kepala Tapi karna ia harus menjaga mamah nya dan Reyhan .Tania pun bersikap tenang
Dan pura pura tidak tahu .
" Ck.....kau ini Tan, mau minta tinggal bilang ngak usah gengsi Tinggal makan saja kok repot !!" kata Naura sewot
" Heh.....siapa yang mau minta kak , aku juga tak tertarik menyicipinya " kata Tania Yang lalu melihat Deril datang membawa martabak Asin dan manis Yang membuat Tania langsung tersenyum
" Trimakasih sayang , oh ya apa tadi kau tak ikut jalan jalan " kata Deril Yang duduk disebelah Tania
" Ngak tadi aku lagi nemani mamah cek up yang " kata Tania
" Apa semuanya baik baik saja " kata Reyhan Menatap Tania
" Insyaallah semuanya baik Asal tidak banyak orang bikin pusing saja di rumah ini " kata Tania menyindir
" Hah siapa yang bikin pusing " kata Naura melirik Tania
" Ya siapa saja , yang tak merasa puas dengan miliknya Lalu ingin memiliki. milik orang lain " kata Tania santai
" Maksudnya apa tuh " kata Deril
" Tidak perlu di jelaskan yang, kan kita sudah dewasa Sama sama mengerti " Kata Tania .
" Aish kalian ini ngobrol apa sih " kata Reyhan bingung
" Ya ngobrol tentang kak Reyhan lah " sindir Tania
" Lah kok aku sih , kan aku ngak tahu apa apa " kata Reyhan
" Oh ya , bagus lah pantas kalo kak Rey tak maju maju bila mau di bodohi perempuan " kata Tania
" Tan ada apa sih yang, kok ngomong begitu " kata Deril bingung
" Biasa ril istrimu terlalu manja maka nya begitu " kata Reyhan
" Ck.....apa istri kakak ngak manja " balas Tania berdecak kesal
" Lah kok aku dibawa bawa " kata Naura sewot tak terima
" Lalu kenapa ?" kata Tania
" Kau ini aneh Tan, harus nya kau ini bersikap dewasa bersyukur suami mu itu baik dan sayang pada mu " kata Naura terpancing
" Harus nya itu untuk dirimu kak Naura Kenapa kakak tak bersyukur punya suami baik dan penyayang Tapi Masih berniat mencari kesempatan lain untuk menggoda suami orang " balas Tania
Jleb
Naura pun langsung terdiam Menatap tajam Tania
__ADS_1
" Apa maksudnya ?" kata Reyhan Yang membuat Naura kaget .
" Aku ngak tahu !!" jawab Naura beranjak dari tempat itu