
Mobil pun lalu menuju mansion besar keluarga Ferdinan .Dan ketika mobil masuk terlihat rumah besar di dekor cantik penuh bunga mawar putih dan mawar untuk party garden Karna sampai taman samping .
" Masya Allah cantik ya mas " kata Ara ketika turun dari mobil .
" Iya de, oh ya de jangan lupa oleh oleh nya di bagasi " kata Rio
" Ya mas " kata Ara Yang membantu menurunkan oleh oleh Dan membawanya kedalam rumah .
Ara pun langsung menuju ruang belakang
Karna di luar terlihat sepi
"' Assalamualaikum " kata Ara
" Walaikum salam "' kata jawab semua orang yang ada di dapur
" Wah mba Ara sudah datang " kata bi Yam lalu menyambut Ara dan memeluknya .
" Ya bi " kata Ara menyalami semua Dan memeluk nya satu persatu .Karna walau pun mereka hanya pelayan Ara tetap menghormati mereka
" Kakak mana bi " kata Ara
" Nona sedang di kamar mba, Tadi tuan muda baru datang mungkin di pijit pijit dulu " kata bi Yam tersenyum
" Hahaha . ... bisa aja bi Yam ,ya sudah saya ke kamar tamu dulu ya bi untuk istirahat " kata Ara
" Ya mba tinggal pilih " kata Mba Siti Yang menata tissue diatas meja .
Rio yang masuk pun lalu mengikuti Ara kekamar tamu
" Kita di kamar ini ya de " kata Rio yang berada di belakang Ara
" Ya mas , apa mas Rio mau tidur sendiri " kata Ara bertanya
Rio pun tersenyum lalu memeluk Ara dan mencium nya Karna sekarang mereka sudah tidur bersama tak mungkin Rio bisa tidur tampa Ara
" Ngak lah mas pasti kangen peluk de Ara " kata Rio jujur
" Hehehe . ... mas bisa aja " kata Ara yang juga kini sudah terbiasa tidur dengan Rio Dan pasti nya ia juga rindu pelukan suaminya itu
__ADS_1
" Sudah kita istirahat dulu " kata Rio
" Ya mas " kata Ara yang lalu menaruh tas nya .
" Apa oleh oleh buat mami sudah di titipkan bi Yam " kata Rio
" Sudah mas " kata Ara yang lalu rebahan . Begitu juga dengan Rio yang ikut rebahan di samping Ara Dan Ara tersenyum memeluk suami nya itu
Sedangkan Aya baru saja selesai mandi Setelah tadi sempat melayani Ferdi sebentar Dan untung nya si kembar belum bangun .
" Sayang lihat tuh pada mangap mangap haus " kata Ferdi mencium dua buah hati nya itu Karna kedua nya mengira itu sang mamah
" Hahaha..... abang mengerjai mereka ya , sudah abang mandi dulu sana Nanti mereka biar gantian nyusu kan acara sudah mau di mulai bang Apa Ara belum datang ya ?" kata Aya
" Sudah mungkin Ay, tapi istirahat dulu di kamar " kata Ferdi
" Ya sudah abang mandi gih , biar menemani ustad Arifin nanti " kata Aya Yang menyusui bayi pertama lebih dulu Agar bergantian dengan sang adik.
***********
Sore nya tamu mulai berdatangan Ara mencium si kembar dengan gemas di kamar sang kakak yang sedang menyiap anak anak nya .
" Aska biar tante Ara yang gendong ya " kata Ara gemas melihat keponakan nya itu sudah bisa tersenyum
" Hehehe...... nanti aja mi , Ara pengen bulan madu dulu aja berdua " kata Ara malu malu
" Hahaha ....... bagus lah kan bisa puas puasin biar nanti sudah bosan baru tuh kaya kak Aya mu . Ya ngak Ay " kata mami
" Ya mi , Aya juga ngak langsung hamil kaya nya 4 bulan atau lima bulan ya Setelah bulan madu " kata Aya tersenyum .
" Iya lah , apalagi Ara masih muda santai saja Apalagi yang kalian cari Suami sudah punya pekerjaan Dan bertangung jawab Sudah punya rumah mobil dan tanah Jadi kenapa harus bingung " kata mami Yang tahu menantunya itu secara finansial sudah mapan . Karna tahu Ara dan Aya anak anak yang mandiri. Walau gadis sederhana tampa di didik seorang ibu Tapi mami percaya Aya dan Ara wanita yang tangguh dan baik Dan mami Risma bisa melihat itu.
Karna keduanya saling menyayangi satu sama lain . Sayang nya Reyhan sudah menikah kalo tahu dulu Ara adik Aya mungkin mami akan menjodohkan nya
" Mami bisa saja, kan kita belum sehebat mami " kata Ara
" Siapa bilang kalian itu lebih brani berkarier Apalagi masih muda dari mami Dulu mami berkarier setelah umur 30 Karna mami tak tahu harus bagaimana . Nah kalian lebih bisa berpikir kritis sekolah sambil kerja Dan bersuami kan lebih hebat dari mami Kalian juga bisa membagi waktu antara rumah tangga dan pekerjaan Itu sudah bagus sayang .Kalo mami dulu masih takut takut " kata mami karna dulu ia tidak tegas pada dirinya sendiri
" Ya kan mungkin cara berpikir nya saja mi .Yuk mi, tuh semua cucu oma sudah siap tinggal di pajang saja " kata Aya
__ADS_1
" Iya ayo masya allah ... gantengnya cucu oma . Ayo ra , kita pamerin " kata mami tersenyum sambil mengendong salah satunya .
" Iya mi , tambah ...... mengemaskan banget kak , ade nya tambah ndut " kata Ara mencium pipi keponakan nya .
" Iya lah mamah nya disedot terus jelas ndut " kata mami yang lalu mengendong Afnan dan Ara mengendong Aska Untuk di bawa ke taman samping karna Acara nya akan di mulai .
Dari kejauhan Rio tersenyum melihat Ara Yang mengendong keponakan dengan luwes tampa merasa risih .Dan seakan Ara sudah terbiasa
" kita juga akan punya anak sendiri besok de " batin Rio dalam hati Karna kini ia sudah siap menjadi suami sepenuh nya. Tersenyum melihat istrinya itu mengendong salah satu si kembar
Acara pun di mulai dengan sambutan . Cukup banyak tamu yang datang Dan semua karyawan pun penasaran dengan ibu sang bayi Karna selama ini Mereka tak tahu siapa istri Ferdi sebenar nya .
Di tempat lain Via baru saja pulang kerumahnya bersama Yusuf . Mereka tinggal di rumah Via yang ia beli dengan meminjam uang pada Aya yang masih di cicil Via. Tapi sekarang Yusuf juga ikut membantu Via menyicilnya . Dan Kini Yusuf merasa bahagia hidup bersama Via. Dari pada pernikahan pertama nya dulu Yang sempat membuat usahanya bangkrut total
" Mas kenapa " kata Via ketika Yusuf memandangi nya sedari tadi Berdiri
diam menatap Via yang sedang berganti pakaian mengunakan daster
" Mas ngak kenapa napa kok , mas senang saja melihat Via sedang sibuk " kata Yusuf mendekati istrinya itu Dan memeluk nya
" Mas ada ada saja " kata Via tersenyum
" Mas ngak mau mandi dulu, biar Via siapkan makan malam " kata Via.
" Ngak perlu , mandi nya nanti saja ya . Kan masih sore de " kata Yusuf lalu memeluk Via dari belakang Dan mencium pipi Via
" Mas " kata Via mendongak karna kaget . Yusuf pun lalu membalik tubuh Via menghadap nya Hingga keduanya saling tatap Walau sudah menikah beberapa bulan Via terbilang masih malu untuk mendekati suaminya itu.
" Kenapa , ngak perlu malu sama suami sendiri " kata Yusuf mengecup kening Via
"' Ngak kok " kata Via menunduk Yang membuat Yusuf memegang dagu Via dan mengecup bibir nya pelan
" Mas ....." kata Via pelan Ketika tubuh nya di peluk Yusuf erat seakan Yusuf takut kehilangan .
" Mas sangat mencinta mu Vi, apa pun Yang terjadi antara kita Tetap lah di sisi mas " kata Yusuf memeluk erat Via Karna Yusuf tak ingin lagi mencari yang lain Dan cukup Via yang terakhir dalam hidup nya
" Mhem ...... kata Via menatap manik mata Yusuf mencari kejujuran Dan terlihat di sana hanya ada cinta .
Via pun tersenyum lalu meraba wajah Yusuf " Semoga Allah slalu menjaga hubungan kita " kata Via lembut
__ADS_1
" Ya de , Aamiin " kata Yusuf mengecup bibir Via pelan lalu memungut nya . Entah berapa lama mereka berciuman .Sampai Akhir nya Yusuf mengendong tubuh Via ketempat tidur Dan kedua pun mulai sibuk dengan pergulatannya Yang hanya di saksikan dinding yang tak bisa bicara
Karna hanya terdengar ******* dan lenguhan saja dari mulut keduanya