Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 244


__ADS_3

Selesai sholat mereka pun ngobrol bersama Saat Tania dan Deril baru saja pulang Dari menginap di rumah orang tua Deril dan Tania


" Aya ..... Ara .....nih aku bawakan cilok dan bakso mau ngak " teriak Tania senang menghampiri mereka


" Waduh tukang rusuh datang " celetuk Ferdi cuek


" Yah ... jahat lho Fer mana ada gue bikin rusuh Tante tuh Ferdi mulutnya bawel " protes Tania


" Kaya kamu ngak tahu sepupunya itu saja kan sudah biasa kalo dia cerewet Tan " kata mami


" Astaga mami ikut kok ikut cerewet juga sih " kata Ferdi


" Halah ..... kalian ini ribut sini Tan , papi mau bawa apa itu " kata papi menujuk kresek bawaan Tania


" Hahaha ..... om suka ngemil juga ya itu cilok bakso om , kata Tania kesukaan Aya dan Ara " kata Deril


" Lah om juga mau kok " kata Papi


Tania pun lalu memberikan kantong plastik yang di bawanya Karna ia dan Aya biasa jajan cilok di pinggir jalan Semenjak berteman dengan istri sepupunya itu .


" Emang papi doyan juga, itu enak lho pi " kata Aya .


" Iya papi mau nyoba " kata papi yang mengambilnya dan memakan nya lalu menyuapinya ke mami juga


" Enak..... rasanya lumayan " kata mami yang ikut makan membuat Afnan dan Aska mengerakkan mulutnya ingin ikut makan Lalu mendekati oma dan opanya


" Yah.....ada yang pengen juga pi , mi tuh .... pada mau minta " kata Ferdi


" Eh..... belum boleh.... no no itu pedas " kata Tania Yang memang membeli banyak Tapi semuanya dengan rasa pedas


" Aaa......" kata Afnan berceloteh

__ADS_1


" Maaf tante Tania ngak tahu kalian juga pengen cicip .Ini ngak enak " kata oma .


" Sudah ngak jadi ini buat opa saja Ayo kita makan malam saja. Repot nanti kalo mereka ikut makan " kata mami Yang menyembunyikan plastik kantong nya karna tak mau dua cucunya itu pengen minta makanan Yang belum boleh di makan seusia mereka.


" Iya ayo makan malam yuk..... kakak dan ade makan sama ikan salmon ya. Kalo itu ngak enak aah " kata Aya .Yang menyuruh Ara membawa kantong cilok untuk mereka nanti.


" Iya ayo kita makan , besok tante ganti yang lebih enak " kata Tania lalu menggendong Aska Dan Aya lalu mengendong Afnan . Semuanya pun lalu menuju ruang makan Untuk makan malam bersama Karna memang jam makan malam . Agar kedua bayi itu tak rewel melihat cilok yang tak boleh diminta anak bayi seperti mereka


Ferdi dan Deril pun ikut menyusul setelah tadi bicara sebentar tentang bisnis mereka .


" Ril ,Tan tadi Reyhan telpon Naura sedang hamil satu bulan sekarang Apa kalian ngak ingin menyusul mereka " kata mami melirik Tania


" Kan kita lagi usaha Tante , Tania sudah lepas KB kok . Tinggal nunggu saat nya saja " kata Tania


" Bagus lah " kata Papi yang senang kini kedua nya itu sudah akur kembali


" Ya mudahan cepat hamil, usaha lebih keras ril jangan kasih kendor " kata Ferdi yang menerima piring yang sudah di isi Aya


" Ya doakan saja bro, om tante kami bisa menyusul Aya dan Ferdi "kata Deril yang memang sangat ingin punya anak dari Tania . Apalagi ia juga ingin punya anak laki laki seperti Ferdi


" Ya Ril kami doakan nak " kata papi .


" Ya Ril tante juga ingin melihat anak anak kalian bisa tumbuh besar bersama anak Ferdi Dan Mereka bisa bermain bersama nanti disini " kata mami Risma .


" Ya tan , kami lagi usaha semoga kami bisa memberikan adik untuk Afnan dan Aska " kata Tania tersenyum Yang terlihat akhir akhir ini sudah banyak berubah Dan Tania juga sudah berhenti total menjadi model Karna ingin fokus hamil .Ingin mulai hidup baru bersama Deril Yang slama ini membuat mereka terpisah karna ego Tapi akhirnya bisa kembali lagi karna masih saling mencintai .


Aya yang duduk tenang di kursinya ikut melempar senyum pada Tania Karna kini mereka bisa berteman baik. Dan malam ini mereka bersantap sambil ngobrol santai bersama Sehingga Rio dan Ara juga ikut senang Bisa berkumpul bersama keluargga Ferdi .


***********


Di teman lain Qila baru saja merapikan pakaian kakung Awan di lemarinya . Karna beberapa hari ini pelayan sang kakung lagi sakit .

__ADS_1


" Apa kakung sudah tidur " kata Awan memeluk istrinya itu .


" Sudah mas ayo kekamar " kata Qila yang kini sudah terbiasa hidup dengan suaminya itu Walau mereka masih menunda kehamilan untuk menyelesai kan kuliah lebih dulu .


" Ya ayo " kata Awan lalu menaikan selimut kakung nya Dan tersenyum pada Qila Karna istrinya itu telaten mengurus kakung nya dengan tulus .


Lalu kedua nya keluar dari kamar . Dan kakung tersenyum melihat keduanya pergi menutup pintu kamarnya


" Trimakasih..... sudah sabar merawat ku " kata kakung tersenyum lalu memejam kan matanya untuk tidur Karna ia merasa bahagia kedua cucunya itu saling bergantian merawatnya .


Qila dan Awan pun masuk kekamar mereka Dan Awan langsung menguncinya .


" Kenapa di kunci kalo kakung bangun gimana ?" kata Qila yang bisa menerima Awan apa adanya Karna Awan juga menerima dirinya apa adanya Karna mereka saling mencintai .


" Kan mas Awan mau kikuk kikuk dulu , kalo ada yang nyelonong masuk kan ngak enak " kata Awan berbisik sambil memeluk Qila


" Ih mas apaan sih , ngak tiap malam juga kali ngak capek apa tadi seharian kerja " kata Qila menatap Awan .


" Kalo sama Qila ngak pake capek Malah mas bisa senang , merasa beban hidup mas Bisa hilang semuanya " kata Awan jujur Sambil tangan nya menyusup masuk kedalam pakaian Qila Dan Qila hanya bisa membuang nafas kasar Karna Awam ingin meminta hak nya Dan Qila pun lalu mencium kening suaminya itu.


Benar saja memang ketika mereka membuang stres dengan bercinta semua nya terasa plong Begitu juga Qila yang kadang jenuh bekerja dan kuliah Yang kadang terasa berat dijalani . Namun ketika ia bersama Awan semuanya lenyap begitu saja Karna mereka bisa berbagi. Saling berpelukan dan bercinta untuk melepaskan beban hidup masing masing .Dan berbagi dalam suka dan duka. Dan memadu cinta sebagai pelampiasan emosi Yang bisa membuat mereka lebih tenang .Dari kegiatan rutin yang padat dan menantang .


Hanya ******* dan lenguhan yang terdengar panjang Dan dinding putih jadi saksi keduanya yang sedang asyik berolahraga malam Karna sudah tiga hari ini mereka sibuk Dan baru malam ini bisa pulang lebih cepat.


" Apa kalo kita lulus kita akan punya bayi " kata Awan mengecup bibir Qila


" Terserah mas saja Yang penting kita selesaikan dulu semuanya " kata Qila Yang tak ingin buru buru punya momongan ia juga ingin membahagia kan sang mamah .


Dan untungnya rumah yang mereka bangun sudah selesai di bantu Awan jadi sang mamah kini bisa tinggal di rumah mereka sendiri .Walau masih bekerja di cafe Ara. Tapi mamah Sila tetap senang Agar ia punya kegiatan Dari pada bingung sendiri di rumah Dan tiap akhir pekan Qila dan Awan juga kakung menginap disana Untuk mengirup udara pedesaan .Di rumah mamah Sila Yang cukup besar Karna memang di bangun untuk Qila dan anak anaknya kelak .


" Ya sayang biar papi dan mami ngak cerewet lagi sama kita " kata Awan tersenyum .Ia merasa bersyukur punya istri seperti Qila yang tak banyak tingkah Dan juga bisa menerima kekurangan dirinya Apa adanya Tanpa menutut banyak. Karna memang itu lah hidup yang ia ingin kan Tanpa harus terobsesi dengan gaya hidup mewah Tapi tak mampu. seperti sang kakak dan juga maminya di jakarta .

__ADS_1


__ADS_2