Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 87


__ADS_3

Sedangkan malam nya Aya belajar mendesain lagi Dengan mami di ruang tengah Karna besok mami Risma akan pulang ke jakarta pada jam penerbangan Malam .


" Yang banyak sayang paling tidak 10 gambar pakaian " kata Mami


" Ya mi " kata Aya yang memang suka menggambar sedari kecil dan juga memasak makanan kesukaan nya


" Kalo Aya punya uang banyak Aya mau apa " kata mami


" Pengen buka usaha sendiri mi , buka lapangan kerja untuk teman teman Aya yang menganggur " kata Aya


" Bagus lah padahal suami mu juga pengusaha Ay " kata mami


" Hah ... abang usaha apa mi " kata Aya


" Bikin mobil dan jual mobil " kata mami


" Wah hebat mi , pantas abang banyak duit Kalo gitu Aya bisa pesan satu boleh ngak mi " kata Aya


" Hahaha..... iya boleh dong masa ngak boleh emang mobil buat apa " kata mami


" Hehehe buat Aya pake sendiri mi , Aya mau bawa mobil sendiri " kata Aya


" Bagus lah nanti kalo sudah lahiran ya sayang " kata mami tersenyum Karna Aya punya semangat untuk bisa mandiri


" Ya mi " kata Aya yang asyik dengan desain nya Dan Ferdi sedang ngobrol bersama papinya.


Di ruang depan papi duduk sambil melihat berkas yang dibawa Ferdi pulang Dan papi merasa hasilnya sudah sangat bagus Karna Ferdi sudah bisa menangani semuanya dengan baik . Apalagi Ferdi mengatasinya dengan cepat


Dan juga sesuai prosedur Yang membuat papi lega Karna putranya itu sudah bisa diandalkan .


" Ini cukup bagus Fer Dan juga akurat Ketika kau pulang kau harus tetap mendisiplinkan karyawan mu Agar tak terulang lagi " kata papi


" Ya pi " kata Ferdi


"' Dan ingat kau harus tetap mengeceknya tiap bulan agar tak ada masalah " kata papi yang sudah ingin pensiun menunggu Ferdi benar benar mumpuni sekitar setahun ini Atau tahun besok


" Ya pi " kata Ferdi yang lalu mengecek ulang semua berkasnya.


*********


Setelah semua siap papi dan mami pun memasukan semua koper ke bagasi Setelah makan malam bersama Karna memburu waktu. Mereka harus segera pulang karna banyak kerjaan yang sedang menunggu Setelah tadi panjang lebar menasehati putra dan menantunya


" Fer ingat sesibuk apa pun kamu sempatkan untuk memperhatikan istrimu ya nak " kata mami sambil menata tas ke dalam mobil Yang akan diantar Tom

__ADS_1


" Ya mi " kata Ferdi


" Dia sangat muda Fer , kau harus sabar padanya " kata papi


" Hehehe .... ya pi " kata Ferdi padahal dia lah yang sering membuat ulah Dan Aya lah Yang sabar menuruti kemauan nya Apalagi setiap kali ia ingin bercinta .


" Kenapa kau tersenyum " kata Papi heran


" Ya hanya pengen senyum aja pi " kata Ferdi karna ia tahu orang tuanya sangat khawatir pada istrinya itu.


" Abang ......ini belum " kata Aya


" Ya jangan Aya yang angkat biar paman Tom yang angkat " kata Ferdi


" Iya nona , tuan muda ngak suka mengangkat barang Tapi kalo mengangkat nona itu hobby nya " kata Tom Yang membuat Aya tersenyum mendengarnya


Yang membuat Ferdi mendelik pada Tom dan papi tertawa mendengarnya Karna perkataan Tom yang sedikit menyindir tuan muda nya itu


" Itu jelas Tom angkatan baru masih gres Dan lagi muda dan asoy " kata papi


" Ya tuan , Tapi ngak sehari 3x kan juga Seperti makan obat " kata Tom menyindir dengan bahasa jerman


" Suka suka gue dong uncle kaya ngak pernah muda saja " kata Ferdi


" Ya tuan ngak masalah takut yang meladeni kecapean " kata Tom


Yang membuat mami tersenyum . " Ya nama nya masih masa masa indah Tom nanti juga bosan sendiri " kata mami


" Ya ngak lah mi malah tambah asyik " kata Ferdi


" Hati hati Fer dia lagi hamil " kata mami


" Iya mi tahu kan Ferdi pelan pelan dan nggak kasar " kata Ferdi Yang kadang ketika ia stres melampiaskan nya dengan Bercinta dengan sang istri Itu Karna itu bisa membuatnya lebih tenang Apalagi Ferdi merasa lega bisa nyaman melaku kan nya bebas Karna Aya juga melayani nya Dengan baik dan tak pernah mengeluh


Aya yang mendengar pembicaraan dengan bahasa jerman itu pun hanya diam Karna tak mengerti apa yang mereka bicara kan


Aya hanya berdiri di dekat sang suami yang berdiri di samping nya


" Sudah semua kami berangkat ya sayang ingat hati hati bi Yam titip Aya " kata mami memeluk bi Yam


" Iya nyonya " kata bi Yam lalu saling berpelukan dan berpamitan Begitu juga dengan papi Yang memeluk menantu nya itu Tapi dengan cepat Ferdi menarik Aya Yang membuat mami dan papi terkekeh


Karna bisa membuat Ferdi cemburu

__ADS_1


" Eh nona saya belum pamit " kata Tom


" No ngak perlu pamit pergi sana " kata Ferdi dengan wajah masam


" Yang membuat semuanya orang tergelak karna mereka sengaja mengoda Ferdi


" Tuan dulu playboy Tapi sekarang bucin sama istrinya " ledek Tom


" Hust.....hust pergi sana " kata Ferdi Yang tahu mereka sengaja mengodanya


Membuat tawa mereka bergema. Lalu setelah puas mami dan papi pun berangkat di antar Tom ke bandara


Sedangkan disebuah kamar Gustav baru saja selesai berolahraga malam .


"Apa kau puas " kata Gustav menatap Heni yang kewalahan melayani Gustav. Karma sengaja Gustav melakukan nya Agar Heni tak melayani pria lain Karna ia melihat apa yang dilakukan Heni


"' Aku lelah sayang " kata Heni


" Ya cuma malam ini Tapi besok kau bisa belanja bila kau ingin bersenang senang " kata Gustav


" Benarkah tapi sayang aku ingin minta uang cash saja " kata Heni


" Ngak masalah nanti aku siapkan " kata Gustav santai Karna untuk memberi uang ia tak akan jadi masalah selama Heni bisa memuaskan nya Dengan bermacam gaya Yang membuat Gustav ketagihan dengan Heni Walau tahu Heni dekat dengan pria tua. Namus Gustav ingin tahu sepak terjang Heni Dan membuat wanita itu hanya menjadi milik nya .


" Ya trimakasih " kata Heni tersenyum karna belum tahu Gustav seperti apa jadi Heni bersikap sewajarnya saja. Agar Gustav tak curiga


" Aku suka gaya mu " kata Gustav menyeringai lalu memeluk tubuh Heni yang sintal Heni karna tak berani berontak


" Sayang aku mengantuk " kata Heni merasa lelah karna Gustav tak berhenti menganggu nya


" Tidur lah , sambil menikmatinya " kata Gustav tersenyum .Dan Heni hanya diam karna tubuh Gustav lebih besar dari nya Dan lagi dia menikmatinya Karna Gustav lebih perkasa dari om Dewa.


Sedangkan Ferdi baru saja masuk kamar setelah Tadi mengecek berkas dulu sebelum tidur Dan lalu masuk kamar membaringkan tubuhnya . Disamping Aya Yang sudah terlelap .


" Kau lelah rupanya " kata Ferdi yang tahu sang istri membantu sang mami beres beres Dan belanja pagi tadi Lalu mengecup bibir Aya .


" Bang ...... " kata Aya kaget


" Kenapa bangun " kata Ferdi lagi mengecup bibir Aya yang kecanduan Dan ia tak pernah bosan melakukan nya


" Aya hanya kaget " kata yang memeluk tubuh Ferdi .


" Maaf kan abang ya " kata Ferdi yang lalu menyusup kan kepalanya di dada sang istri Dan benar benar mengusik tidur Aya Yang tak bisa berkata tidak dan menolak suaminya itu ..

__ADS_1


" Ya bang ......ah " lenguh Aya Dan kedua pun memadu kasih .Yang tak pernah bosan Ferdi lakukan pada istrinya itu


__ADS_2