Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 351


__ADS_3

Aya mengelengkan kepalanya .Karna teman temannya berpikir dia anak orang kaya Padahal ia hanya seorang menantu Karna nasibnya saja yang beruntung . Hingga ia bisa tinggal di rumah besar keluargga Ferdinan Karna Aya memang hanya sebentar merasakan kejayaan Ayahnya setelah bunda nya meninggal Bahkan ia sempat diasuh ibu tirinya Yang tak pernah lagi di temui nya sampai sekarang


" Ya kan lho hidupnya lebih baik dari kami Ay, kuliah diantar pake bodyguard Trus punya uang banyak serba tercukupi Nah kita pas pasan " kata Gita


" Malah enak Git jadi orang serba pas pasan itu kenapa kalian bingung ?" kata Aya menatap Gita tersenyum


" Enak nya di mana Ay ?" kata Tama bingung


" Lah pas butuh pengen makan enak pas ada , pengen beli motor pas ada duit ya tinggal beli. Trus pengen beli rumah pas ada duit beli rumah enak kan pas kita butuh duit . Duitnya datang sendiri " kata Aya tersenyum


" Hahaha....... Iya juga ya Ay, pas gue lapar pas lho bawa banyak Ay, nah pas ngak punya duit pas bisa nebeng enak emang ngak pake pusing " kata Gita tertawa .


" Iya juga sih pas butuh makan ada yang traktir benar tu Ay, bisa bisa jadi orang pas pasan emang enak ." kata Iksan ikut tertawa


" Iya lah, ketimbang lho jadi orang kaya bayar kartu kredit, bayar cicilan mobil bayar itu bayar ini pusing kan Di kira orang kaya itu enak malah banyak hutang di bank bayar ini dan itu belum tete bengek nya dan segala macam.Makanya paling enak jadi orang berkecukupan dan pas pasan. kan santai " kata Aya


" Iya Ay betul itu .jadi ngak perlu iri sama orang kaya " kata Tama tertawa yang membuat mereka senang berteman dengan Aya Walau sedikit cuek Tapi orangnya santai


Dan tak lama ngobrol Dosen pun datang Mereka kembali belajar Untuk mata kuliah terakhir Setelah itu Aya pulang paling nanti Aya akan diskusi sebentar sebelum pulang Bersama Iksan dan Gita untuk persiapan minggu depan .


Sorenya dirumah .Aya bermain dengan si kembar di taman samping Sambil makan es pisau hijau buatan bi Yam .Yang di campur es krim


" Enak....mah " kata Afnan yang menyuap es krim kemulutnya .


" Ya kak ...." Kata Aya sambil melap bibir Afnan dengan tissue .Dan juga bibir Aska yang celemotan


" Hehehe...... mereka mau makan sendiri nona .Tadi mau saya disuapi ngak mau nona " kata Erni pengasuh Aska


" Ngak apa apa mba , kan mereka berusaha belajar mandiri .Kan sudah mau sekolah ya de " kata Aya mengusap kepala Aska


" Ya cekolah aya api ma mamah " kata Afnan


" Ya dong kan sudah besar " kata Aya tersenyum pada Afnan Sambil mengusap pipinya. Yang tak terasa anak anak nya kini tumbuh besar .


" Ya ....Asta udah ecal kan mah au cekolah uga " kata Aska


" Iya sudah besar " kata Aya Yang membuat mba Wati dan Erni tersenyum melihat interaksi nona dan anak anak nya itu . Karna Aya masih menyempatkan diri Untuk bermain bersama anak anak nya .

__ADS_1


Sedangkan di kantor Ferdi mengajar kan Bimo untuk mengatur manajemen kantor Karna besok ia akan pergi beberapa hari keluar negri Agar Bimo tidak kewalahan mengerjakan berkas yang penting .


" Dahulukan yang darurat saja Karna akan repot bila kita abaikan Biar kau tak bingung sisa nya kau limpah kan pada Wina dan Tris " kata Ferdi


" Ya bos, apa kau akan lama disana " Kata Bimo


" Paling cepat dua hari Dan bila lama satu minggu Usaha kan kantor stabil selama berjalan " kata Ferdi


" Ya bos " kata Bimo Dan ketika mereka asyik diskusi Tiba tiba Abel masuk mencari Ferdi


" Permisi pa, ini ada berkas yang harus presdir tanda tangani " kata Abel


" Ya " kata Ferdi yang lalu membaca berkas lebih dulu dengan teliti Sebelum menanda tanganinya Karna Ferdi memang harus berhati hati Dalam setiap pekerjaan yang dipercayakan sang papi pada nya .


" Bel apa kalian tidak tinggal satu rumah ?" kata Ferdi


" Satu rumah pa, Bimo tinggal di rumah kami . Ada apa pa presdir bertanya ?" kata Abel yang memang memanggil presdir pada Ferdi.


" Bukan apa apa ....oh ya tolong untuk datanya berikan ke Wina biar Wina yang mengecek ulang " kata Ferdi


" Kenapa dia tak menyapa mu " kata Ferdi


" Tidak perlu , Dia hanya menganggap ku patung " kata Bimo


" Astaga pernikahan macam apa itu ?" kata Ferdi Yang menatap sepupunya itu lekat Merasa kasihan dengan Bimo


" Anggap saja itu ujian hidup " kata Bimo santai Karna tak ambil pusing Karna hanya 3 bulan Dan ia harus sabar kalau Abel tak hamil mereka akan resmi bercerai .Dan lagi mereka hanya bermain peran sebagai suami istri .Walau pun sekamar Tapi Bimo tak di izinkan Abel tidur seranjang dengan nya .


" Keterlaluan " kata Ferdi Yang tak habis pikir dengan sikap Abel Dan entah ada apa dengan teman nya itu


" Dia sangat kejam , tak punya perasaan Untung saja kau tak menikah dengan nya " kata Bimo


" Tak pernah terlintas di pikiran ku sekali pun Walau itu dalam mimpi Karna memang kami hanya berteman " kata Ferdi santai


Sedangkan Abel yang duduk di ruangan nya Terdiam menatap kertas kosong itu terlewat kan begitu saja


" Benar dia orang yang teliti ia cukup hati hati dalam memeriksa berkas apa pun .Sial ..... harus nya dia yang minum kopi itu Kenapa malah Bimo " guman Abel pelan Yang jatuh cinta cukup lama pada Ferdi Hingga membuatnya belum ingin menikah Sampai ia terpaksa menikah dengan Bimo

__ADS_1


" Apa hebat nya dia ??" kata Abel mengingat bayangan wajah Bimo .


" Dia cukup hebat bel, karna dia juga wakil presdir kenapa ? Kau harusnya bersyukur dapat petinggi disini ." kata Amel pada teman satu angkatan nya itu sesama staf senior keuangan .


" Ah bukan apa apa mel, masih canggung saja Karna kami baru kenal " kata Abel


" Aku tahu kau menyukai presdir muda kita bel, Tapi jangan terlalu tinggi bermimpi Takut kau terjatuh dan sakit . Karna presdir lama saja sangat bersih Tanpa cela disini .Mereka pria setia pada istri Walau hanya di jodohkan " kata Amel penuh penegasan .


" Tapi ku dengar presdir kita seorang playboy " kata Abel .


" Hahaha...... Itu hanya gosip murahan Yang di sengaja di sebarkan orang orang yang ingin menjatuhkan presdir .


Tapi buktinya tidak ada " kata Amel


" Tapi kami teman satu kampus dulu " kata Amel


" Oh ya , lalu " kata Amel


" Kami pernah dekat , Walau tak lama " kata Abel


" Hahaha .... Itu sudah masa lalu. Sekarang sudah berbeda Dan kalian juga sudah sama sama menikah kan Jadi cukup sebagai kenangan saja " kata Amel tertawa kecil


" Ya tapi cinta lama masih bisa bersemi kembali kan " kata Abel


" Entah lah , mungkin bagi yang belum move on Tapi bagi yang sudah terbiasa menghadapi wanita Itu hanya lah angin lalu Apalagi kita bukan siapa siapa " kata Amel melirik Abel Yang sedikit tahu masalah teman nya itu dari Wina .


" Ya kau benar " kata Abel Lalu kembali fokus dengan pekerjaan nya


Sedangkan Amel hanya diam Dan juga kembali melihat layar laptopnya Sambil melirik Abel Karna iri bisa menikahi Bimo Padahal ia sudah lama mengincar pria itu .Dan hanya Amel yang tahu Abel menikah diam diam Karna ketika Abel Izin Tanpa sengaja Amel mampir kerumah Alin dan saat itu mereka baru pulang dari KUA. .


Ruangan itu kembali sunyi Tapi tiba tiba satpam kantor di lantai bawah berdiri dengan nafas ngos ngosan


" Kenapa pa ?" kata Amel ketika melihat satpam itu .


" Nona Abel......... cepat keluar pa Bimo kecelakaan " kata satpam


" Apa.......??" kata Abel kaget

__ADS_1


__ADS_2