
Yusuf memeluk Via erat .Ia bersyukur mendapatkan istri yang lebih baik dari yang pertama .Dan Via juga wanita sederhana yang sangat dikaguminya.
" Apa de Via senang " kata Yusuf menatap lekat Via
" Ya mas " kata Via tersenyum
" Ya sudah mas mandi dulu ya , bau kecut nanti dede bayi mual cium ketek papahnya " kata Yusuf terkekeh mengecup kening Via
" Hehehe ngak lah mas, Apa mas mau Via siapkan air hangat " tawar Via
" Ngak usah sayang , Via siapkan pakaian kita saja buat besok Karna siangnya kita sudah berangkat Biar ngak repot " kata Yusuf Yang tak mau membuat Via repot Karna ia tahu Via juga bekerja .
" Ya mas " kata Via
Yusuf pun berlalu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri Sedangkan Via membuka lemari dan menyiapkan koper
" Alhamdulilah bisa kejakarta Sekalian nengok makam ibu " kata Via senang
Karna kini sekarang ia sudah hidup bahagia dengan Yusuf . Walau perbedaan umur mereka 7 tahun Namun Yusuf bisa mengerti sikap manja Via Dan Via tahu Yusuf berusaha dewasa menyikapinya
Disisi lain Ferdi baru saja selesai mandi setelah pulang dari kantor Dan ia tak melihat si kembar bersama Aya .Padahal biasanya mereka tak bisa jauh dari mamahnya .
" Mana si kembar Ay ?" kata Ferdi
" Lagi sama mami dan papi bang, Tadi mereka main dikamar mami Padahal mami dan papi baru pulang juga Tapi ya begitulah Kalo sudah kangen pasti betah " kata Aya yang menyiapkan pakaian suaminya .
" Apa mereka belum tahu abang sudah pulang ?" kata Ferdi
" Entah lah bang, mungkin mereka lupa atau ketiduran " kata Aya tersenyum
" Hehehe......kok bisa, kalo lihat abang aja sampai ngacir kok bisa lupa " kata Ferdi mengambil pakaiannya lalu memakainya .
" Ya sudah Aya lihat dulu ya bang " kata Aya yang keluar dari kamar .
" Sekalian bikin kan jus ya sayang " teriak Ferdi pada Aya
" Ya bang " kata Aya yang menghilang dibalik pintu .
Sedangkan Ferdi naik keatas tempat tidur Setelah menyisir rambut nya Lalu Ferdi pun memeriksa ponselnya Dan melihat pesan Alan .
" Dasar wanita aneh , apa dia ngak puas dengan miliknya " kata Ferdi Yang menghapus gambar Naura yang sedang memeluk fotonya .
" Aku yakin Reyhan akan shock dengan semua tingkahnya " kata Ferdi yang lalu meletakan ponselnya kembali Dan melihat sekeliling kamarnya sambil berpikir
" Kenapa ada wanita aneh seperti itu Yang tak bisa move on dari masa lalu Padahal aku tak pernah memberi nya harapan Atau mereka terobsesi saja Tapi kenapa ? Aya saja tak pernah seperti itu Dia memilih hidup apa adanya . Benar kata mami .Kwalitas anak tergantung pada ibunya .Kalo ibunya mendidik nya tidak baik .Maka anak itu juga tidak akan bisa berpikir baik Mereka lebih condong pada obsesi "' batin Ferdi
__ADS_1
" Papa ....." kata Afnan yang membuat Ferdi menoleh dari lamunannya Dan tersenyum melihat dua buah hatinya itu berjalan pelan ke arahnya
Ferdi pun lalu menyambut mereka turun dari ranjang dengan memeluk keduanya
" Papi kangen , kok tadi papi cari ngak ada dikamar ya ?" kata Ferdi mencium si kembar bergantian
" Ain oma pa " jawab Aska
" Asyik dong " kata Ferdi
" Cik..... pa.... eli obil ." kata Afnan ikut bicara
" Wow.....keren opa beli mobil " kata Ferdi Seraya menatap Aya
" Papi belikan mereka banyak mainan bang , mobil mobilan " jelas Aya
" Ya pasti papi sangat memanjakan Kalian .Karna kalian cucu kesayangan opa dan oma , papi enggak " kata Ferdi berpura pura sedih
" Cup cup " kata Afnan memegang pipi Ferdi lalu menciumnya Begitu juga dengan Aska Yang membuat Aya terkekeh Melihat polah suaminya itu bersikap manja pada kedua putranya
" Abang ih..... malu ah, masa mewek depan kakak dan ade ..Papi suruh beli sendiri de " kata Aya terkekeh sambil mendekat ketiga pria beda usia itu
" Abang kan cuma ngerjain mereka Ay, biar peka dan mereka belajar untuk punya empati pada orang lain . Ya ngak kak ,de !! " kata Ferdi lalu mencium .
pipi si kembar
" Ya bisa lah , cuma nata berkas dia jurusan apa sih ?" kata Ferdi
" Arsitek , dia cukup pintar kok bang . Bahkan bang Yusuf memakai jasanya untuk mendesain rumah mereka " kata Aya bercerita sambil menganti baju si kembar karna berkeringat
" Ya bagus lah abang juga butuh jasa nya membuat rumah kita " kata Ferdi
" Hah..... Abang mau bikin rumah kita " kata Aya kaget
" Tidak , tapi cuma merombak sedikit penampilan villa di bogor Untuk Aya dan abang biar bulan madu " kata Ferdi Sambil memainkan alisnya pada Aya .
" Ih....abang apaan sih. Kan di rumah juga bisa Aya pikir abang beli rumah Padahal rumah ini cukup besar Dan kalo kita kesana kasihan papi dan mami kesepian disini " kata Aya .
" Iya abang tahu, Abang beli rumah buat anak anak kita buat investasi masa depan Biar mereka ngak rebutan Ay Jadi abang beli dengan menyicil " kata Ferdi Karna ia ingin punya banyak aset . Mumpung punya uang jadi Ferdi akan menyiapkan semuanya Untuk masa depan anak anaknya .
" Ya terserah abang , tapi beli tanah saja bang . Kan kalo kita butuh uang Bisa di jual lagi " kata Aya
" Rumah juga bisa sayang kan bisa di sewakan " kata Ferdi
" Ya boleh bang ,Aya menurut saja " kata Aya yang tak mau mengatur suaminya Karna pastinya Ferdi sudah tahu apa yang harus dilakukanya .Aya hanya memberi kan masukan saja pada suaminya itu. Karna ia tahu tanpa diminta pun Ferdi sudah memberikannya yang terbaik .
__ADS_1
" Yo ain.....ain...." kata Afnan yang menarik baju Ferdi
" Ok ...ayo " kata Ferdi yang menjadi kuda tunggangan dua putranya Namun pengusaha muda itu sangat penurut Karna ia ingin dekat dengan buah hati nya Dan akhirnya mereka bermain di dalam kamar
Aya tersenyum melihat suaminya itu bisa membagi waktu untuk si kembar. Walau lelah suaminya terlihat senang Dan bisa tertawa lepas bersama buah cinta mereka. Lalu Aya pun keluar menuju dapur untuk membuat jus buah pesanan Ferdi baru ingin di buatnya
" Ay mana si kembar " kata Qila
" Lagi sama papinya la, mau jus buah ngak " tawar Aya
" Ngak makasih Ay, tadi sudah dibikinkan bi Yam Masa jus lagi " kata Qila
" Apa Awan lagi istirahat?" kata Aya
" Iya Ay, lagi tidur sebentar . Biar nanti bangun sudah segar ." kata Qila
" Ya sudah tungguin aja , gue bawa ini dulu ya buat abang .Nanti kita ngobrol kalo pas anak anak sudah istirahat " kata Aya Menaruh jus di nampan
" Ya Ay , santai aja gue juga mau telpon Via dulu kok " kata Qila
" Ya salam untuknya " kata Aya Yang membawa dua gelas jus kekamar .Takut dua buah hatinya juga mau ketika melihat papinya minum jus .Dan Aqila tersenyum membiarkan Aya pergi Sambil mencuci tangannya di wastafel .
*********
Di rumah Reyhan Tania baru saja duduk melepas rasa penatnya Setelah para tamu pulang sore tadi Dan ia pun bersandar di sofa Ketika Maura masuk membawa makanan .
" Makan Tan " kata Naura sambil menghidupkan televisi
" Ya terimakasih , apa kak Naura masih punya butik ." kata Tania bertanya
" Ya masih aku punya dua , Kenapa ?" kata Naura menatap Tania
" Tadi sore ada butik yang terbakar di jalan xxx kak . Aku pikir itu punya kak Naura " Kata Tania
" Hah... terbakar ? Ngak mungkin ." kata Naura kaget
" Ya kalo ngak percaya, Kak Naura bisa lihat berita saja .Tadi sore butik itu kerampokan dan terbakar" jelas Tania
" Ngak mungkin " kata Naura Yang lalu menaruh piring Dan langsung mengambil ponsel nya Untuk menelpon asisten nya di butik milik nya
" Halo Key " kata Naura
" Apa ?!!!!" kata Naura
Prang............ Ponsel Naura jatuh di meja kaca Dan tubuhnya limbung kesofa .
__ADS_1
" Kak Reyhan ......." Teriak Tania melihat Naura pingsan di sofa