Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 461


__ADS_3

Setelah asyik ngobrol mereka pun istirahat karna sudah hampir malam . Rio pun pulang kerumah mertua Aya bersama Ken Untuk beristirahat karna besok ia akan pulang


Di kamar si kembar Aya baru saja menganti baju keduanya yang kotor sehabis makan Karna keduanya makan celemotan Yang membuat Aya harus menggantinya Karna Wati dan Erni juga sedang makan malam di belakang .


" Sudah nih harum , kalian bisa main lego lagi "Kata Aya karna mereka sudah selesai sholat tadi .


" Wangi ya mah " kata Aska


" Iya dong kan anak mamah masa bau ketek " Kata Aya mencium pipi Afnan dan Aska Sambil menggelitik nya Hingga keduanya terkekeh .Sedangkan Ferdi berada di ruang kerjanya bersama papi Alan dan Ken Karna Sam Tan dan Ran masih di rumah sakit


" Dia hanya suruhan mba Eka tuan, asisten mba Siska Karna dia memakai uang butik Dan tak bisa membayarnya Ketika Siska menagihnya untuk gaji karyawan bulan depan" kata Alan


" Harusnya ia bicara baik baik kalo tak bisa membayarnya Kenapa harus dengan cara kotor Dan pakai mencelakai orang lain " kata papi mengeleng


" Mungkin dia kalap pi, hingga panik sampai mencelakai orang , Untung siska selamat kalo tidak dia akan mendekam seumur hidup di penjara " kata Ferdi


" Itu lah manusia , karna ingin membeli kemewahan hidup Tanpa berpikir dulu Dan tidak bisa melihat kemampuannya. Penghasilannya berapa pengeluaran nya berapa Besar pasak dari pada tiang Seakan mereka menganggap remeh utang piutang .Padahal dalam agama saja di jelas jangan berhutang kalau tidak karna terpaksa . Karna tak akan masuk surga bagi orang yang meninggal kan hutang sekalipun ia mati sahid sekalipun Karna itu bisa menghalangi masuk pintu surga " Kata papi


" Benar tuan , tapi banyak orang yang hobi berhutang Apalagi di jakarta ini termasuk juga para pemimpin negara " Sindir Alan terkekeh


" Aku tak punya hutang lan, penghasilan ku murni karna bisnis Dan lagi lebih baik makan seadanya saja Kan enak nya juga hanya sampai tenggorokan " Kata Ferdi terkekeh


" Itu bagus , tuan saya juga tak terpikir untuk berhutang Karna di rumah ini makan serba gratis " Kata Alan terkekeh


"' Ya harusnya begitu tuan Gaji itu buat memenuhi kebutuhan hidup kita Bukan untuk menuruti gaya hidup Kalo orang jaman sekarang sangat hobi menuruti gaya hidup pengen terlihat keren Juga menuruti hawa nafsu Mungkin karna di akhir zaman Jadi pikiran dan kebutuhan tidak sesuai " kata Ken ikut bicara


" Ya begitu lah sifat serakah manusia Bahkan ada yang sampai menjual anak dan istrinya " kata papi mengeleng


" Pi ......." kata Ferdi


" Aku tak bicara masalah mu Fer , itu hanya karna terpaksa Karna pa Kevin kepepet saja Tapi pada akhirnya ia menyesali semuanya


" Hahaha....... apa tuan muda merasa tersindir " kata Alan terkekeh


" Sedikit " Kata Ferdi sambil menyesap kopinya dan mencomot cake buatan bi Yam sore tadi .

__ADS_1


" Hahaha ..... tapi suatu keberuntungan dan kebetulan kan tuan muda " Kata Alan tertawa .


" Memang ada masalah utang piutang bang " kata Ken


" Ya begitulah tapi sudah selesai " kata Alan Sambil melirik Ferdi


" Tak perlu di jelaskan lan , karna ini tak berkaitan " Kata Ferdi


" Saya mengerti tuan , yang mudahan kasusnya segera selesai Dan Ran bilang Siska sudah sadar Tapi belum bisa bicara saja "kata Alan mengalihkan pembicaraan lain


" Ya , papi berharap begitu lan. Dan awasi nona mu Pasti kan dia aman juga tak ada orang mengganggunya " kata papi melirik Alan dan Ken


" Baik tuan akan kami usaha kan " kata Alan Yang tahu tuan besarnya itu terlihat khawatir pada menantunya itu Yang membuat Ferdi tersenyum miring Karna tahu papinya sangat sayang pada Aya Apalagi pada kedua cucunya


"Ya sudah lan , ikuti saja alurnya Kita lihat sejauh mana tindakan Eka pada uang itu Kalo ia berniat baik pasti ia akan menemui mami dan Aya Dan kalian hanya terus mengawasinya " kata Ferdi


" Ya tuan muda kami usaha kan " kata Alan sambil menguyah martabak asin Yang sangat enak di lidah Alan Yang membuat Ken sedari tadi sibuk mencomotnya berulang kali


" Apa kau lapar Ken , makan lah di dapur " Kata papi menegur Ken


" Biasa tuan muda dia sedang menaiki kan mood booster kudanya karna malam ini langsung mau star Karna siang tadi ia menikahi Anya teman nona muda jadi harus go on kan Ken " Sindir Alan


" Astaga bang bukan itu juga Karna memang rasa nya enak " kata Ken malu


" Hahaha....... Jelas enak Ken itu spesial daging kambing " Kata papi


" What apa papi pesan khusus " kata Ferdi kaget


" Iya dong , papi pesan Khusus untuk olahraga malam biar ngak lapar " Kata papi terkekeh


" Astaga pastinya tuan besar pesan di tempat biasa " kata Alan


" Iya lah kan tadi papi suruh mang Didin yang beli Biar ada cemilan malam " Kata papi


" Apa tuan besar masih kuat " kata Ken kaget.

__ADS_1


"' Apa kau meragukan ku Ken " kata papi mendelik


" Ah tidak sama sekali tuan " kata ken


Yang membuat Ferdi dan Alan terkekeh melirik Ken ciut ditantang .Karna walau pun sudah tua papi masih aktif bermain dengan mami Karna papi memilih gaya hidup sehat Yang membuatnya tetap segar bugar


Ferdi hanya bersikap santai dengan sikap Papinya itu yang memang masih sehat Apalagi masalah bercinta .Karna sampai hari ini orang tuanya tetap rukun Juga saling menyayangi satu sama lain .Membuat Ferdi iri pada papi dan maminya sendiri .


" Ya sudah tuan kalau begitu kita pulang dulu , Tina pasti cemas menunggu ku " kata Alan


" Ya pulang lah, dan kau Ken slamat ya kau bisa mengambil hadiah mu besok di kantor " Kata Ferdi


" Ya tuan, Baik tuan besar tuan muda kami permisi " kata Ken


" Ya hati hati " kata Ferdi yang tak mengira Ken bisa menikahi teman istrinya itu Bahkan dadakan tanpa pacaran Begitu juga dengan Sam


Lalu keduanya keluar dari ruang kerja papi Dan pulang menuju rumah masing masing Karna memang sudah lewat jam 10 malam .


Di kamar Anya gelisah karna Ken belum pulang Entah kenapa perasaanya bingung Anya tak berani menelpon Ken karna tahu Ken bertugas sampai malam Padahal baru tadi siang Mereka menikah di Kua hanya dengan saksi kedua orang tua nya Dan juga kedua orang tua Ken


Yang membuat Anya bisa tenang kalo tak ada yang tahu tentang pernikahan kecuali keluargga nya saja


" Ya ampun kemana sih dia ?" kata Anya gelisah


" Ya sudah aku tidur duluan saja" kata Anya yang lalu berbaring di tempat tidurnya Dan memejamkan matanya Karena memang sudah mulai mengantuk


Clek.......


" Belum tidur " kata Ken melihat Anya bangun ketika melihat nya masuk


" Baru mau tidur bang " Kata Anya .


" Kok pulang malam ?" kata Anya


" Ngobrol dulu sama bos Ada yang di bahas " kata Ken melepas pakaiannya Dan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Membuat Anya menelan saliva nya melihat tubuh suaminya itu yang seperti roti sobek

__ADS_1


__ADS_2