Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 76


__ADS_3

Tak terasa dua minggu berlalu Ferdi yang memimpin rapat di ruang kerja .Sempat kaget Karna dua perusahaan di cabang mendapat masalah


" Kenapa tak bilang dari awal hah ... Apa kalian sudah tak becus bekerja " kata Ferdi marah yang membuat nya menunda kepulangan nya. Padahal dua minggu ini ia sudah bekerja keras .Untuk bisa cepat pulang karna rindu pada sang istri


" Maaf kan kami presdir" kata sang asisten yang membuat Ferdi mengepalkan tangan nya .


" Lapor kan semuanya , aku tak mau ada yang terlewat kan kuberi waktu 3 hari kalo tidak kalian semua ku pecat " kata Ferdi Yang berdiri dari kursi nya dan keluar dari ruang rapat


" Astaga ....tiga hari oh my good ini gila bro " kata seorang staf kepala keuangan


"Mau tidak mau Apa kau mau dipecat " kata Ane Yang lalu mengumpulkan berkasnya dan ikut keluar Untuk kembali kemejanya.


Sedangkan Ferdi duduk di kursi kebesaran nya sambil meraih ponsel nya Dan lalu menelpon Aya yang sedang tiduran di kamar .


" Abang ....Aya kangen kapan pulang " kata Aya dengan tersenyum memegang layar ponsel


" Maaf abang belum bisa pulang , sabar ya abang juga rindu Aya " kata Ferdi lirih .


" Ya.....apa Aya perlu nyusul abang kesana " kata Aya merengek Yang memang rindu pada suami nya itu.


" Ngak usah abang disini harus lembur , Oh ya bagaimana rumah kita Apa sudah jadi " kata Ferdi mengalihkan pembicaraan


" Bentar lagi bang apa abang mau lihat , baru selesai separo " kata Aya tersenyum manis yang membuat Ferdi menelan salivanya.


" Boleh ....jam berapa disana " kata Ferdi


" Baru jam tujuh malam bang " kata Aya Yang keluar dari kamar dan memanggil Rio juga Ara untuk menemani nya melihat rumah mereka yang belum jadi .Dan lalu memperlihatkannya pada Ferdi dengan bantuan penjelasan Rio


" Lumayan , yo tolong minta gunakan keramik putih untuk semua lantai dalam " kata Ferdi melihat rumahnya yang hampir jadi setengahnya


" Ya tuan muda " kata Rio


Lalu Aya pun kembali ngobrol pada suaminya yang masih sibuk Membuat Aya memang benar benar rindu pada suami nya itu. Karna Ferdi memang masih di kantor nya Yang membuat Aya tak tega melihat suaminya itu bekerja keras.


" Abang juga sangat rindu Aya.Tapi Aya harus sabar menunggu abang pulang ya sayang " Kata Ferdi


" Ya bang , ingat makan ya bang jangan sampa lupa " kata Aya yang melihat suami nya itu sedikit kurusan .Yang membuatnya Aya tak tega


" Ya sayang " kata Ferdi sambil melihat Ane masuk ruangannya

__ADS_1


" Maaf presdir , ada tamu dari perusahaan lain " kata Ane .


" Okey sayang, abang ada tamu. Sudah dulu ya nanti kita sambung lagi " kata Ferdi yang lalu tersenyum pada istrinya Yang membuat semangatnya kembali normal Untuk bisa cepat pulang Dan menyelesai pekerjaannya dengan baik


" Ya bang mu aach....dah " kata Aya kiss bye dari vc


" Ya sayang I Miss you " kata Ferdi di Yang lalu memutuskan pembicaraan nya Yang membuat Ane menunduk melihatnya


" Aku pikir dia sudah putus tapi rupanya belum " kata Ane dalam hati .


" Ya keluar lah An siap kan berkasnya untuk ku " kata Ferdi yang lalu duduk mengecek berkas bekas dimeja .


Sedangkan Aya memeluk ponselnya senang Karna rindu dengan suaminya terobati Sambil melihat isi rumah yang sudah selesai dibangun Dan tinggal finishing dan mengecat tembok juga memasang keramik lantai rumah


" Wah pasti besok bagus banget kak jadinya " kata Ara yang senang melihat rumah megah sang kakak


" Itu pasti de Ara, ini aja bikin mas kagum Pokoke paling bagus se kampung ini deh " kata Rio Yang tahu banyak orang orang membicarakan rumah Aya. Karna memang rumah Aya tingkat dua dan juga dilewati jalan raya umum


" Alhamdulilah mas , mudahan bisa cepat selesai dan abang cepat pulang " kata Aya


" Iya mba, kan juga demi mba Aya biar rumah nya cepat jadi, bela belain kerja jauh jauh demi mba Aya biar senang " kata Rio. Yang melihat sisi kanan rumah yang akan dibangun kolam renang tapi ukuran sedang


" Lah ....pantasan sepi kalian dari sebelah" kata pa Kevin


" Ya yah , lihat rumah mumpung abang vc " kata Aya .


" Kapan suami mu pulang nak ." kata Ayah


" Masih sibuk yah, lagi ditunda " kata Aya


Yang memang tahu kalo Ferdi hanya akan pulang sore dan malam kalo dirumah .Dan Aya bisa mengerti keadaan suaminya itu.


********


Di mansion mewah mami duduk santai setelah menelpon asisten Ferdi di Jerman karna putranya itu belum pulang juga .


" Pasti ada masalah, kalo nanti belum selesai biar Aya dikirim kesana " kata mami yang tadi sempat menelpon pa Sapto yang disuruh suami nya itu untuk mengawasi menantunya itu


" Ada apa nyonya " kata bi Yam .

__ADS_1


" Besok kalo rumah Aya selesai kita kesana bi Yam bantu bersih bersih Dan sekalian jemput Aya buat ngantar ke jerman Nanti biar mba siti yang akan menemaninya Bagaimana bi bisa ngak " kata mami Yang tak mau putranya itu stres bekerja Karna Gustav mengatakan Ferdi marah marah dalam laporan nya .


" Ya nyonya " kata bi Yam


" Ya bi, bilang saja sama mba siti untuk berkemas dulu .Supaya sepulang dari Yogya sudah siap " kata Mami Karna tak mau Ferdi kepikiran pekerjaan Dan juga istrinya. Yang membuat mami sering memantau anak tunggalnya itu. Tampa sepengetahuan Ferdi .


" Ya nyonya " kata bi Yam


" Ya sekarang buatkan wedang jahe ya bi " kata mami Risma .Yang kembali melihat Desain Aya yang sempat ia simpan .Lalu memperbaiki sedikit gambar nya.


*********


Hari ini rumah baru Aya sudah selesai Dan Rio membantu Aya dan membersihkan nya bersama Ara dan juga pa Kevin . Yang terlihat mewah . Begitu juga dengan pintu gerbang yang sudah jadi lebih dulu . Jadi mereka bisa pindah Untuk sementara waktu karna tukang borongan memperbaiki rumah yang sekarang mereka tempati ..


" Wah berarti barang barang nya dipindah dulu ya pa " kata Ara .


" Ya sayang untuk sementara " kata Pa Kevin .


" Wah berarti kita bisa syukuran dong kak " kata Ara .


" Ya de , tapi kak Ara telpon mami dulu de biar bisa datang kesini " kata Aya Yang tak mungkin memaksa suaminya untuk pulang cepat .


Sedangkan pa Sapto dalam perjalanan menuju bandara Menjemput tuan dan nyonya nya Karna rumah sudah selesai di bangun dua hari lalu Dan Sapto rutin mengirim kabar kan pada tuan besarnya itu Karna memang ia di minta memantau menantu bos besarnya itu.


" Pa sudah masuk semua " kata bi Yam


" Sudah bi, ini tinggal tuan sedang memesan tiket buat pulang " kata pa Sapto pada bi Yam


" Ya pa " kata bi Yam .


Disisi lain Kaifa sempat kaget ketika Heni menemuinya di apartemen Wandi Yang membuat Kaifa kaget bagaimana bisa Heni tahu ia tinggal bersama Wandi


" Ada apa kau mencari ku " kata Kaifa


" Aku hanya mau minta alamat Ferdi di jerman " kata Heni


" What kau gila, Aku tidak tahu alamatnya Kenapa kau tidak datang kekantor saja Minta pada Tris " kata Kaifa


" Pasti dia tak kan mau memberikan nya padaku Karna Tris tak senang padaku dari sejak awal " kata Heni

__ADS_1


" Kau bisa merayu nya " kata Kaifa dengan seringai sinis . Karna dia juga tak menyukai Tris Asisten Ferdi yang terlalu pendiam itu


__ADS_2