
Aya pun kaget karna ia akan memimpin dua teman nya Padahal selama ini .Iksan lebih pintar darinya
" Tapi pa kenapa ngak Iksan saja pa " kata Aya kaget
" Karna kau tahu banyak tentang sampel dan kwalitas kain Jadi bapak ingin kalian bisa ikut Dan bapa berharap kalian bisa memenangkan kompetisi ini " kata pa Gery .
Sekarang ayo kita lanjut kan pelajaran selanjutnya " kata pa Gery yang hampir tak percaya Aya bisa membuat nya kagum dalam mempresentasikan alasan nya Dan juga detail sampel desain nya
Gita dan Iksan saling pandang satu sama lain Karna cukup kaget dengan kecerdasan Aya
" Rupanya dia gadis pintar " bisik Iksan
" Ya aku pikir ia hanya gadis cupu " kata Gita yang tahu Aya pendiam Dan ia juga jarang bertanya
Sedangkan Aya bernafas lega hari ini ia bisa mengikuti kuliah nya dengan baik Yang membuat nya senang
" Aku akan cerita mami nanti " kata Aya dalam hati Karna ia senang bisa ikut kompetisi Dan ia bisa membawa brand nya sendiri Yang sudah di desain sang mami dengan sempurna
Dan ketika pulang Aya pun cepat cepat menghampiri Tina yang sudah menjemputnya .
" Aya .... " panggil Gita Namun ia terlambat Karna Aya sudah masuk mobil Dan mobil pun pergi meninggalkan parkiran kampus
" Yah..... dia sudah pulang san " kata Gita
" Ya sudah kita berdua saja yang menemui pa Gery " kata Iksan Karna tadi pa Gery meminta mereka bertiga Untuk menemuinya di ruangan nya .
Sedangkan Aya baru saja masuk rumah Ketika mobil Ferdi juga baru masuk halaman parkir .
" Abang " kata Aya tersenyum menyambut suaminya
" Hai ...apa baru pulang juga " kata Ferdi mencium dan merangkul Aya
" Ya bang hari ini Aya senang bisa ikut kompetisi desain bulan depan " kata Aya tersenyum
" Oh ya pantas kok senyum senyum sendiri kata Tina di mobil " kata Ferdi
" Hehehe ..... Ih Tina nakal kok pake ngadu ke abang sih " protes Aya
" Kenapa kan Tina kaki tangan abang " kata Ferdi Wajar saja ia sering bertanya dan menelpon Tina Agar Tina bisa mengawasi Aya.
__ADS_1
" Ya tapi masa Aya dipantau terus " kata Aya protes
" Ya ngak apa apa kan Biar abang tahu Aya senang " kata Ferdi Yang mengikuti Aya masuk kamar mereka Dan disana sudah ada si kembar menunggu mereka
" Hai sayang tumben di sini nungguin mamah sama papi pulang ya " kata Aya langsung memeluk kedua anak anaknya
" Iya nona tadi ribut mau kesini , Padahal sudah mba bilang kalo nona belum pulang " kata mba Wati
" Ngak apa apa mereka pasti rindu sama mamah dan papinya " kata Ferdi Yang mencium kedua putranya Karena si kembar adalah hiburan membahagia kan bagi Ferdi Karna rasa lelah nya akan hilang bila sudah bisa berkumpul dengan istri dan anak anaknya di rumah Karna hanya mereka lah impian Ferdi di masa depan .
" Abang mandi dulu gih, mba Wati apa Afnan dan Aska sudah mandi ? " kata Aya mencium pipi Aska
" Belum nona " kata Erni
" Ya sudah mandi sama papi saja ya mah Ayo kita mandi " kata Ferdi Yang membuat Afnan senang begitu juga Aska yang langsung minta di gendong .
" Ya sudah mba kalian istirahat Dan mandi juga sana !! Biar mereka mandi disini , Oh ya mba siapkan pakaian Afnan dan Aska ya " kata Aya pada Wati dan Erni
" Ya nona " kata keduanya lalu bergegas keluar kamar
"Aya pun lalu masuk kamar mandi Untuk menyiapkan air dalam bath up untuk ketiga pria beda usia itu Yang ingin bermain air .Karna ngak aneh bila ketiga prianya itu bisa kompak Dan setelah selesai menyiap air Ketiga pria itu pun masuk kamar mandi
" Sini mamah juga " kata Ferdi
" Hehehe........ atik atik " celoteh Aska senang menggosok tangan mamahnya
" Ade pintar kakak sini " kata Ferdi Yang ikut menggosok punggung Aya Yang membuat mereka mandi sekeluarga.
Di luar papi dan mami Risma baru saja pulang dari rumah kerabatnya . Lalu mencari si kembar yang tak terlihat
" Bi yam kemana si kembar " kata mami
" Tadi di kamar nyonya " kata bi Yam
" Hah....... kok ngak ada " kata papi yang melihat kamar putranya itu kosong Tak ada siapa pun dikamar
" Lah kok bisa tadi mereka di kamar tuan nyonya " kata bi Yam yang melihat Afnan dan Aska ke kamar Ferdi bersama pengasuh nya
" Mungkin di taman bi, ya sudah pi kita mandi dulu saja " kata Mami Yang lalu melangkah menuju kamarnya. Di ikuti papi Sandi masuk ke kamar mereka .
__ADS_1
Di sisi lain Naura sedang bicara dengan seseorang di sebuah cafe. Namun tanpa ia sadari di kejauhan Tania sedang mengawasinya
" Aku akan menyuruh Alan untuk mengawasinya nya " kata Tania yang mengambil gambar Tania dan dua pria untuk di kirim ke Alan Agar tak terjadi apa apa dengan Aya dan juga Ferdi sepupunya .
" Kau pikir aku diam saja bila kau berniat jahat .Walau kau hamil aku tak akan tinggal diam ra " kata Tania Yang lalu menjauh dari tempat itu
Sedangkan Naura duduk di.meja pojok bicara pada dua pria d depan nya
" Kau harus mengawasi mereka, aku akan bayar berapa pun Bila kau berhasil " kata Naura
" Baik nona , kami akan mencobanya " kata kedua pria itu
" Iya ini DP nya " kata Naura
" Trimakasih nona, senang bekerja dengan nona " kata dua pria itu Lalu pergi meninggalkan Naura yang sedang menikmati makanan nya
" Ok kita lihat Ay.... Aku yakin kau akan disingkirkan oleh Ferdi suatu hari nanti " kata Naura tersenyum penuh arti sambil melahap makanannya Lalu pergi dari cafe itu setelah selesai Dan membayar semuanya
**********
Di teras belakang Tina dan Alan sedang berdiskusi ketika sudah melihat foto Naura dan dua pria itu
" Apa kita akan beri tahu tuan muda " kata Tina
" Itu biar jadi urusan ku, kau awasi saja nona muda .Jangan sampai mereka mengusik nya. Apa lagi berbuat macam macam " kata Alan
" Ya kak " kata Tina yang akhir akhir ini bersikap hati hati untuk mengawasi Aya di kampus Agar Aya tetap aman
" Aku hanya tak habis pikir saja Kenapa banyak orang jadi gila seperti itu karna uang Pasti lah mereka hanya menginginkan warisan dan hidup mewah " kata Alan .
" Ya kak , karena mereka tak merasa puas dan bersyukur dengan yang mereka punya " kata Tina yang mengelengkan kepalanya . Padahal nona nya itu hidup santai dan sederhana Tak pernah pergi untuk berfoya foya atau pun memakai barang mewah Tapi posisinya jadi perhatian orang Karna mengangap Aya hidup senang dan mewah . Bahkan bergelimpangan harta
" Ya itu lah hidup . Banyak orang iri melihat kehidupan orang Sampai lupa mensyukuri apa yang ia punya. Padahal rezeki semua orang berbeda beda Dan mustahil bila nyangkut atau ketukar Karna sudah di takar si empu pemilik hidup sesuai rezeki nya masing masing
Karna sudah di catat si pengantar rezeki " kata Alan
" Iya ya kak, padahal hidupnya sudah mewah suami tampan dan juga punya kedudukan Tapi aneh saja kok masih ada yang kurang " kata Tina
" Ya sudah kita kerja saja, nanti juga dia akan kena batunya Biar kan saja dulu Kecuali sudah merembet ke masalah bahaya Baru kita akan turun tangan " kata Alan Yang masih dalam tahap mengawasi Naura lewat anak buahnya .Selama aman Alan tak akan bertindak Kecuali sudah mengarah kearah bahaya .
__ADS_1