
Pagi pagi sekali Yu Irah sudah datang ke rumah Aya untuk memasak lewat pintu samping Karna Rio sudah pulang Mengantar Ara untuk sekolah Dan kembali lagi kerumah sakit sambil menunggu Aya baru ia berangkat ke kebun agar ayah mertuanya tak sendiri
" Yu pagi banget " kata Aya yang sudah selesai mandi .
" Iya non, kan non Ara mau sekolah " kata Yu Irah
" Oh Iya Aya juga harus kerumah sakit ." kata Aya yang lalu kembali kekamar .
" Sayang kenapa jalan nya cepat cepat , hati hati nanti jatuh " kata Ferdi yang turun dari lantai atas bersama Yusuf
" Aya mau ganti berpakaian bang mau ke rumah sakit " kata Aya sedikit kaget melihat Yusuf ada dirumah nya .Ferdi yang mengerti keterkejutan istrinya itu menjelaskan nya
" Tadi malam Yusuf menginap disini , abang yang membawanya biar ada teman ngobrol " kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya Lalu masuk kamar untuk berganti pakaian
" Ayo suf sarapan " kata Ferdi yang memang sudah berpakaian rapi .Sedang kan Yusuf yang merasa cangung pun berusaha bersikap tenang Karna memang ia tamu Dan hanya menumpang nginap
Keduanya pun lalu keruang makan dan disana sudah ada Ara yang lebih dulu sarapan karna ingin berangkat sekolah
" pagi bang , maaf Ara duluan sarapan karna mau berangkat " kata Ara
" Ya lalu mana Rio ngak sarapan?" kata Ferdi menarik kursi dan duduk .
" Tadi habis ngantar Ara langsung balik kerumah sakit .Katanya nunggu kak Aya baru ke kebun " kata Ara
" Astaga iya abang lupa " kata Ferdi
" Ayo suf duduk kita sarapan " kata Ferdi Yang membuat Ara mendelik Karna baru sadar Ada orang lain dirumah sang kakak
" Kau......" kata Ara
" Hai de Ara bang Yusuf teman bang Ferdi " kata Yusuf yang melihat kalo Ara lebih galak dari Aya
" Dia orang yang sudah menabrak kak Via bang " kata Ara sambil makan
" Abang tahu, kan ngak sengaja Lagian juga ngak kabur kan masih tanggung jawab .Tenang saja de, kalo dia lari biar abang pukul bokong nya " kata Ferdi
" Hahaha ......emang anak kecil bang pake dipukul bokong nya " tawa Ara
" Asem lho Fer " kata Yusuf memutar bola mata nya malas Karna sahabatnya itu Membuat lelucon yang membuat Ara menertawakan nya
" Santai bro dia masih anak anak ngak usah di ambil hati juga , lagian lho yang nabrak kan Wajar lah orang jalan ditabrak Untung cuma lecet lecet tuh anak gadis orang Kalo mati .Masalah lho tambah ribet kan .Bisa bisa lho jadi tahanan di hotel prodeo bro " kata Ferdi
__ADS_1
" Iya betul itu bang " kata Ara .
" Hust ..... sudah cepat makan nanti telat lho " kata Ara Yang sudah bergabung di meja makan Lalu mengisi piring Ferdi . Sedangkan Yusuf mengambil makanannya sendiri .
" Ya kak , oh ya kan jangan lupa bawa nasi buat siang juga punya mas Rio tuh sudah Yu Irah siapin " kata Ara
" Yu Irah , nanti kalo Aya kerumah sakit pulang nya siapin buat abang makan malam ya yu " kata Aya
" Ya non siap " kata yu Irah
" Sama pisang goreng juga ya yu, kan tadi saya lihat ada pisang satu tandan di gudang belakang " kata Ferdi
" Ya tuan muda, itu dua hari yang lalu panennya pas sama bapa .Pisang kepok kuning enak memang tuan Masih ada yang tua dikebun biar mas Rio yang akan menebangnya nanti " kata yu Irah
" Hah... punya kebun sendiri Fer " kata Yusuf kaget .
" Ada lah tuh disamping masih ada 1000 meter buah kebun Ara dan kolam lele nya ya kan de" kata Ferdi
" Iya , oh ya kak mentok nya sudah menetas lagi kak anaknya sepuluh " kata Ara pada Aya
" Hah .... wah tambah banyak de anak mentok kita "' kata Aya senang
" Mentok apa Fer " kata Yusuf bingung
" Teman nya bebek suf , tuh lho bisa lihat ke belakang sama yu Irah gue mau ngantar Aya dulu ke rumah sakit lalu ngantor " kata Ferdi
" O........" kata Yusuf dengan mulut membulat " yang membuat Ara dan Aya saling padang..
Karna memang Yusuf tak pernah tahu tentang pedesaan dan juga tak mengenal bermacam jenis unggas Yang ia tahu hanya sudah menjadi hidangan yang lezat . Itu sudah cukup Karna di jakarta ia tinggal di komplek perumahan yang padat penduduk .Yang tertutup dari lingkungan alam yang terbuka. Berbeda dengan Ferdi Yang terbiasa di ajak sang mami pergi bertualang kedesa
" Abang Yusuf belum pernah kedesa ya .Ini didesa bang jadi melihara unggas itu ngak aneh " kata Aya
" Oh ya begitu ya . Fer gue kan pulang besok lusa masih boleh nginap disini kan sehari lagi ngak pa pa kan kalo gue mau lihat lihat sekitar sini " kata Yusuf .
" Ya silahkan saja ayo sayang berangkat tuh rantang jangan lupa " kata Ferdi mengingat kan Aya
" Ya bang, yu titip rumah " kata Aya .
" Ya non " jawab Yu Irah
" Bang ,kak berangkat dulu ya .. dah bang Yusuf , yu Irah Ara berangkat ya " teriak Ara dari pintu samping dapur Memakai sepeda listriknya
" Iya non " kata Yu Irah .
__ADS_1
Setelah pamitan Ara pun bergegas pergi Begitu juga dengan Ferdi yang kekantor sekalian mengantar Aya yang sudah di tunggu pa Sapto diteras depan.
Sedang kan Yusuf melihat lihat kebun Di samping rumah Aya Dan ia cukup kaget karna ada banyak mentok yang masih kecil kecil berlarian di kebun .
" Ih .... apa ngak kotor ni Yu " kata Yusuf melihat ayam dan mentok dikebun.
" Hahaha ..... jijik ya mas kalo non Ara dan non Aya sudah biasa asal ngak masuk rumah " kata yu irah yang membersihkan meja dan mencuci bekas makan lalu bersih bersih .
Lalu ia pun turun ke kebun Ara Yang terlihat banyak daun hijau nya di kebun
" Eh ini daun selada ya yu " kata Yusuf melihat banyak polibag di kebun ada sawi juga terong dan cabe.
" Iya mas ,itu biasanya di kirim ke cafe " teriak yu irah
" Heh..... kreatif " kata Yusuf yang tahu
Ara punya kebun dan rumah Yang membuat nya kagum pada bocah itu Dan Yusuf pun melihat Yu Irah membawa sisa nasi di mangkok mendekati kolam
" Lho yu kenapa sisa nasinya dibuang kesitu " kata Yusuf menegur yu Irah Yang membuang nasi kemaren kedalam kolam lele .
" Inu buat makan lele mas, kalo cuma makan pelet masih kurang " kata yu Irah
Yang lalu membersihkan area kolam .
" Jadi kalo lele nya sudah besar bisa dimakan yu " kata Yusuf
" Iya lah malah di jual mas jadi santapan di kafe kalo ada yang mau " kata Yu irah yang membuat Yusuf tersenyum .Hingga muncul ide untuk mengajak orang tuanya kembali pulang. Lagian tanah sang kakek bisa di bangun kembali karna tanah nya cukup luas .
" Ya aku bisa sukses disini " batin Yusuf yang terinspirasi pada Ara lalu melihat lihat kebun pisang dan singkong
" Yu ini ada buah semangka boleh dipetik ngak " kata Yusuf berteriak
Yu Irah pun lalu tergopoh gopoh menghampiri Yusuf di kebun pisang
" Masya allah berbuah toh itukan biji semangka Yang di buang mas Rio kok tumbuh dan berbuahnya banyak ya " kata yu irah heran
" Emang ngak ditanam yu " kata Yusuf
" Ngak mas, itu kan waktu dulu Saat bangun rumah mba Ara beli buah semangka biji nya di buang di kesini sama tukangnya yang suka merokok duduk di bawah pohon Mungkin tumbuh dan berbuah petik aja mas cari yang tua " kata Yu Irah senang
Yusuf pun tersenyum senang karna ia merasa betah lalu membawa nya pulang ke rumah .Sambil melihat lihat rumah penduduk sekitar dari atas balkon .
" Aku jual saja apartemen ku bisa beli tanah atau membangun rumah eyang disini " kata Yusuf yang merasa betah tinggal dengan rumah Ferdi dan Aya .
__ADS_1