Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 482


__ADS_3

Rio dan Pras pun menyiapkan karpet tipis di atas tempat tidur Bekas Aya melahirkan dulu Yang masih bisa di pakai Sedangkan Ara mondar mandir menelpon bu bidan .Setelah menunggu cukup lama Akhirnya tersambung juga Dan Ara langsung bicara pada sang bidan untuk memintanya datang


" Ya bu ini Ara, bisa kesini bu kakak ipar Ara mau lahiran " kata Ara


" ............."


" Baik bu bidan kami tunggu " kata Ara Yang lalu menutup pembicaraan nya pada bidan desa itu Tempat Ara berkonsultasi kemaren Tentang masalah kehamilannya .


Setelah semua siap mba Sinta di pun baringkan ketempat tidur Yang di temani mbok Sambil menunggu bidan desa datang kerumah .


Pras bingung menunggu di depan pintu kamar Karna sudah ada Ara dan mbok untuk menemani Santi ..Sedangkan Rio menunggu di depan pintu pagar rumah


" Aduh pie iki pae ... Opo ngak kita bawa ke rumah sakit saja " Kata bule panik


" Tenang lek, bu bidannya sudah berpengalaman kok jadi santai saja " kata yu Irah


" Ya mudahan saja yu " kata Bule Yang bergegas kedapur .Untuk menyiapkan air panas . Dan tak lama bu bidannya datang bersama seorang perawat


Yang akan membantu bu bidan Rio yang menyambut mereka langsung mengantar bu bidan dan perawatnya ke kamar di mana Sinta berada


Suasana pun menjadi tegang Yang membuat Rio yang mau berangkat kerja bersama Reyhan ikut bingung Tapi karna sudah banyak yang menunggu Akhirnya mereka pun berangkat kerja Begitu juga dengan Ratih Yang akan berangkat kesekolah .


Selama dua jam menunggu di ruang tamu Pras , pak le dan pa Mamat Terlihat senang Ketika mendengar suara bayi menangis


" Oek .....oek.....oek....."


" Alhamdulilah lek, sudah lahir " Kata Pras senang


" Alhamdulilah " kata pak le dan pa Mamat kompak .Ikut senang bayi pras lahir dengan selamat


" Le, anak mu laki laki sehat pras Sana wudhu biar habis di bersihkan di adzan kan le "Teriak mbok Dengan kepala yang muncul di balik pintu .


" Ya mbok " kata Pras tersenyum bahagia Lalu berjalan pelan kedapur untuk berwudhu Karna tepat jam 7 waktu dhuha .Pras memilih sholat dulu di kamar mbok Mumpung bayinya sedang di bersihkan Karna tadi bule sudah menyiap kan air hangat Untuk persiapan bayi mandi Dan membuat minuman untuk bidan dan perawatnya


" Alhamdulliah semuanya lancar mba Kami akan kesini lagi besok " kata bu bidan Yang sudah selesai membersihkan Sinta dan juga ari ari nya


" Ya bu bidan Trimakasih , ayo di minum dulu teh nya itu kue nya seadanya ya bu bidan mba suster " Kata mbok yang mempersilahkan bu bidan dan perawatnya untuk minum dulu sebelum pulang


" Trimakasih bu , kok malah repot ini " kata bu bidan basa basi Lalu duduk bersama perawatnya menikmati teh hangat dan jajanan buatan yu Irah


" Ngak repot kok bu, seadanya nya saja bu bidan " Kata yu irah tersenyum


" Yu irah sudah lama kerja disini " kata bu bidan Yang kenal Ara dari kecil


" Iya bu bidan " Kata yu Irah


"' Alhamdulilah pantesan sehat ya yu " kata bu bidan Yang melihat tubuh yu Irah rada berisi Dulu kurus dan lusuh Tapi sejak bekerja pada pa Kevin Sudah berubah banyak Yu Irah juga sudah bisa memperbaiki rumahnya pelan pelan Yang kini sama sama berkerja bersama suami nya Walau masa tuanya jauh dari anak anaknya Tapi mereka punya Ara dan Rio Yang mengangap yu Irah seperti orang tuanya sendiri .

__ADS_1


"' Alhamdulilah bu bidan di sini saya sudah betah kerja Karna di anggap orang tua sendiri " Kata yu Irah


" Ya baguslah" kata bu bidan tersenyum Apalagi melihat rumah Ara yang cukup besar dan luas .


***********


Di rumah besar pagi ini Aya Sedang sibuk menyiapkan buku bukunya untuk berangkat ke kampus Ketika perutnya merasa mual Karna tak enak saat di bawa makan


" Ada apa ?" kata Ferdi Ketika sudah duduk di meja makan


"' Ngak tahu bang , kaya nya bawaan nya ngak enak " kata Aya yang cepat cepat ke belakang Karna ingin muntah


Ferdi yang melihat itu Langsung saja menelpon dokter Dewi dokter langganan keluarganya Untuk segera datang ke rumah Karna tak ingin terjadi apa apa pada sang Istri


" Mana Aya ?" kata mami


" Tuh lagi di belakang mi " kata Ferdi


" Ada apa ? mana anak anak " Kata papi


" Anak anak masih di kamar pi, kalo Aya lagi ngak enak badan " Kata Ferdi .


Papi dan mami saling pandang Dan tak lama mang Didin masuk keruang makan .


" Tuan muda , dokter Dewi sudah datang beliau sudah menunggu di depan " Kata mang Didin datang melapor


" Sayang ada dokter Dewi di depan ayo ke kamar Biar kita di periksa dulu " Kata Ferdi merangkul Aya


" Aya ngak apa apa bang Mungkin Karna kecapean saja " Kata Aya


" Ya abang tahu Tapi perlu di periksa dulu " Kata Ferdi khawatir


" Ya baiklah " Kata Aya Yang melangkah menuju kamar Sambil dirangkul Ferdi kekamar mereka Lalu dokter Dewi ikut masuk Untuk memeriksa Aya .Cukup lama dokter Dewi memeriksanya Sambil memegang pelan perut dan dada Aya


Sedangkan Ferdi menunggu dokter Dewi Yang terlihat mengamati dada Aya juga bentuk tubuhnya Seakan sedang memastikan sesuatu


" Ada apa dok , apa Aya baik baik saja ?" Kata Ferdi


" Sangat baik dan sehat , saya hanya memberikan resep vitaminnya saja tuan Tuan Ferdi bisa memastikan nya lagi kerumah sakit nanti siang Bila tak berhalangan " kata dokter Dewi


" Hah ... untuk apa ?" kata Ferdi


" Untuk mengetahui usia janin nya " Kata dokter Dewi


" Janin " kata Aya kaget


Yang membuat Ferdi tersenyum senang Karna Aya hamil lagi

__ADS_1


" Yes ...... Istri saya hamil kan dokter " Kata Ferdi senang


" Iya tuan, jadi tuan Ferdi bisa memeriksakannya kembali Kedokter kandungan Untuk memastikannya lagi " Kata dokter Dewi


" Alhamdulilah sayang , trimakasih dok semua biaya akan saya transfer " kata Ferdi Yang menghampiri Aya di tempat tidur nya


" Baik tuan dan nona slamat ya Kalo begitu saya permisi dulu " Kata dokter Dewi pamit


" Ya dokter trimakasih banyak " kata Aya tersenyum Dan dokter Dewi pun membalasnya Seraya keluar dari kamar Aya dan Ferdi


" Bang " kata Aya menatap Ferdi


" Trimakasih sayang, kita berhasil membuatnya " Kata Ferdi Yang sangat senang lalu memeluk Aya erat Dan mencium pucuk rambut Aya berkali kali


Clek ....


" Ay ada apa ?" kata mami dan papi Yang melihat mereka berpelukan mesra


" Papi dan mami mau nambah cucu lagi mam " kata Ferdi


" Cucu ........!!! pi ....." kata mami Yang langsung memeluk papi


" Pi kita punya cucu lagi pi " Kata mami senang Yang membuat papi ikut tertawa dan memeluk mami Lalu mereka pun berdansa dan berputar putar Membuat Ferdi dan Aya ikut tertawa bahagia


Sehingga Afnan dan Aska yang melihat itu langsung melongo Karna melihat oma dan opanya sedang menari


" Opa .... Oma kenapa nari ?" kata Aska


" Iya dong kita lagi senang. Ade dan aka senang ngak mau punya dede bayi lagi ." Kata mami


" Ade .....ade bayi oma ?" kata Afnan kaget lalu mendongak ke papi


" Iya kalian mau punya ade " kata opa menatap wajah dua bocah itu Hingga saling pandang sejenak dan .....


" Hore .... punya ade bayi ...." Teriak keduanya ikut berjoget membuat Erni dan Wati ikut tergelak melihatnya


Ferdi kembali memeluk Aya Yang membuat pagi itu dangat heboh Dan Aya mendapat ucapan selamat dari semua pelayan dan sopir juga para pengawal Ferdi juga keluarganya


" Bi yam kita akan belanja siang ini , anak anak ada yang mau ikut ngak ?" Kata mami


" Mau oma kita ikut " kata Afnan dan Aska kompak


" Ok kita siap siap , sekarang kalian mandi dulu ya " kata oma


" Siap oma " Kata keduanya tersenyum


Yang membuat papi dan mami bahagia Lalu menuju kamar sambil saling bergandeng tangan bak pasangan abg Yang sedang jatuh cinta .

__ADS_1


__ADS_2