Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 374


__ADS_3

Lalu mobi pun melaju meninggal kan butik dan Nania terpaku menatap mobil itu pergi Yang membuat nya tahu Kalo Aya bukan saingan nya


" Apa dia serius " kata Nania


" Ah sudah lah aku pulang saja mengawasinya juga percuma " kata Nania yang lalu kembali ke mobilnya .


Sesampainya di rumah Aya lansung keruang kerja dan makan siang .Lalu ia mencari Ara dan si kembar di belakang


" Astaga kalian semua kumpul disini rupanya " kata Aya


" Iya kak, kak Aya baru pulang " kata Ara menatap Aya


" Ya de, oh ya apa kalian sudah beli oleh oleh " kata Aya


" Kan menunggu kak Aya , tapi kak Aya istirahat dulu saja kan baru pulang " kata Ara yang tahu kakaknya itu pasti lelah pulang kuliah dan dari butik


" Ya kakak bisa istirahat dan tiduran disini kok, sambil lihat Afnan dan Aska .Oh ya apa Ratih sudah bertemu mamah ji " kata Aya


" Nanti malam kak , Ratih ngak enak kalo kesana sendiri " kata Ratih


" Kan bisa ajak Ara dan Nila Lagian juga Tania juga disana Biar bisa lihat rumah mertua Ratih " kata Aya


" Nanti malam saja kak ngak enak sama mba Naura pas dia disana " kata Ratih


" Ya tapi kau juga punya hak kesana Jangan dengarkan perkataan orang Toh mamah ji sudah merestui mu Biar kan dia marah Asal kau bisa menjaga diri . Lagian kau tak merebut suaminya Tapi dia yang mendatangi mu untuk menikahi mu " kata Aya


" Ya kak, cuma Ratih belum siap mendengar kan omongan pedas " kata Ratih jujur Karna ia takut sakit hati


" Ambil lah hidup filosofi kura kura Sepedas apu pun bicara nya menjelekan mu biarkan saja Tapi kau tetap aman Karna kau tak merampas milik orang lain Dan mereka hanya membuang waktu untuk menjelek jelek kan mu .Kau masih muda lebih baik darinya Lagi pula orang nyinyir itu tanda nya ngak mampu Bisa nya hanya menjelekan orang lain Tanpa melihat kekurangan dirinya sendiri Sedang kan kita berbenah Tapi dia sibuk mengorek gorek kekurangan kita " kata Aya menasehati Ratih


" Ya benar itu Rat, lagian kak Reyhan juga ngak cinta lagi tuh sama dia Lho tetap semangat perjuangkan suami lho walau lho miskin Tapi punya potensi diri Ngapain takut lho kan bukan pelakor Dan lagi lho masih muda " kata Nila


" Iya lah kudu brani jangan lembek Kan lho juga punya hak sama bang Reyhan Jangan takut padanya Lagian kita slalu dukung lho " kata Ara Yang juga tak senang mendengar Naura yang ingin menjatuhkan sang kakak

__ADS_1


"' Ya kak Nil ra , aku tahu aku akan berani menghadapi nya Tapi aku hanya tak ingin cari ribut Dan lebih baik cari aman Kecuali dia menyerang ku Maka aku ngak akan tinggal diam " kata Ratih


" Bagus .... semangat " kata Nila terkekeh


" Hahaha... lho ini Nil semangat buat Ratih emang kamu belum nikah sama Paijo " kata Aya


" Sudah kak, tapi kita lagi LDR sekarang kan Nila juga butuh cuci mata dan hiburan masa kerja mulu kak " kata Nila


" Hahaha ... Iya lah betul itu masalah cinta bisa di urus Tapi kesenangan juga perlu Kita wajib menyenangkan diri kita sendiri . Jangan hanya cari duit dan menyenangkan orang lain Karna sedekah utama itu adalah diri kita sendiri Agar pikiran sehat hati tenang dan bahagia Dan juga panjang umur " kata Aya


" Ya betul itu kak, maka nya mas Paijo Nila tinggal .Kan Nila ingin menyenangkan diri sendiri dan hati juga pikiran kapan lagi bisa jalan jalan dengan duit sendiri " Kata Nila Yang heboh kalo belanja Dan mereka sempat bersenang senang dengan mami selama liburan


" Trus Ini Rio kemana de ?" kata Aya


" Masih di kantor kak sama kak Bimo " kata Ara Yang memang selama di sini Rio membantu Bimo dan Tris untuk belajar mengurus bisnis


" Ya sudah ayo istirahat boy, nanti lagi sini kira gelar karpet .Atau mau di kamar " kata Aya


" Tahu aja sini bantalnya pasang kak " kata Ara yang ikut rebahan begitu juga Afnan Dan mereka pun semua rebahan sambil bercerita di atas karpet bulu sampai semuanya tertidur .


Wati dan Erni yang ikut menunggu pun ikut rebahan ikut istirahat sebelum nanti memandikan si kembar di waktu sore Dan kembali beraktivitas .


Bi Yam yang melihat nonanya itu tidur Bersama anak anaknya hanya tersenyum Karna ia bertugas untuk mengawasi Aya Selama nyonya nya tak ada .Karna mami Risma memintanya untuk menjaga Aya Dan juga mengawasi Aya Agar semua nya baik baik saja Karna bagaimana pun Aya tetap di jaga dan di awasi Karna Aya calon nyonya rumah itu Dan pasti ia akan jadi sorotan bila kedua mertuanya itu sudah tiada ..Itu sebabnya Aya di perhatikan khusus oleh bi Yam Karna nyonya besar nya minta untuk slalu setia padanya dan Aya . Karna Aya lah pemilik sah rumah dan butik mami Yang sudah diwariskan langsung oleh mami Risma


"' Bi .... kok pada tiduran di situ Kan kasihan nona " kata bi Siti


" Ngak apa apa ti, kan nona menemani anak anak nya tidur . Senyaman mereka tidur Jadi biar kan saja .Biar besarnya ngak jadi pemilih kaya tuan muda " Kata bi Yam


" Hehehe .......iya juga ya bi, tuan muda anti banget dulu tidur sembarangan Tapi sekarang kadang kadang " kata bi Siti


" Ya sudah ayo kita istirahat juga paling ngak dua jam Biar sore sudah segar pas bangun " kata bi Yam melangkah masuk ke dalam


" Ya bi " kata bi Siti Mengikuti bi Yam masuk kedalam rumah belakang .Untuk istirahat sebelum jam 3

__ADS_1


************


Di kantor Bimo Rio baru saja menaruh berkas dan duduk di kursi kebesaran Ferdi Ketika Abel masuk Yang membuat Rio kaget


" Maaf nona siapa ya ? kenapa masuk tak mengetuk pintu " kata Rio kaget


" Kau siapa , brani sekali anda duduk di tempat yang ngak pantas kau tempati " Kata Abel menatap Rio sinis


" Maaf saya hanya mewakili presdir disini bukan siapa siapa ?" Kata Rio jujur Karna memang ia mendapat mandat langsung dari papi Sandi dan juga Ferdi Yang meminta nya membantu Bimo selama Ferdi berobat


" Oh ya , apa kau keluargga nya " kata Abel penuh selidik


' Ya dia keluargga apa ada masalah ?" Kata Bimo Yang masuk keruangan Ferdi Dan lalu memberi Rio berkas


" Kenapa ngak Aya sendiri Yang menganti kan Ferdi " kata Abel


" Apa itu masalah bagi mu , Aya punya urusan lain Kenapa kau terlalu ingin tahu urusan presdir bel " kata Bimo


" Dia juga sepupu mu , wajar aku ingin tahu " kata Abel menatap Rio penuh selidik Karna pria itu berpenampilan biasa Seperti orang kebanyakan .


" Maaf nona, anda terlalu banyak ingin tahu. Saya memang wakil presdir Jadi kalo ingin tahu Kenapa ngak bertanya langsung pada pa Bimo . Beliau juga asisten presdir kan bang " kata Rio


" Yo jangan di ladeni , biar kan saja dia Dia wanita cerewet " bisik Bimo Yang membuat Rio tersenyum Padahal Rio tahu kalo Abel istri Bimo


" Hah..... kok bisa bang , mau tahu ngak bagaimana membuat wanita itu bungkam Buat dia terkapar pas malam hari tunjuk kan kejutan untuknya " kata Rio balas berbisik


" Hah bagaimana caranya " kata Bimo yang sampai hari ini tak pernah lagi menyentuh Abel sejak kejadian itu


" Rio bawa kopi jahe bang , nanti abang minum Dan beri dia teh jahe madu biar imbang " kata Rio mengedipkan matanya Karna biasanya Ara meminum itu Yang membuat nya seperti orang ketagihan Karna khasiat jahe merah nya lumayan merangsang hormon


" Boleh " kata Bimo yang ingin tahu resep kopi Rio Sedangkan Abel hanya diam melihat dua pria itu berbisik Karna sebal ia pun pergi dari ruangan itu


" Dasar pria " kata Abel

__ADS_1


__ADS_2