
Ferdi pun lalu masuk kedalam Mencari Aya di kamar
" Sayang lagi dimana " kata Ferdi Yang melihat sekeliling kamar Namun tak ada Aya di dalam kamar
" Kemana dia " guman Ferdi meletakan tasnya Lalu melepas kan dasi dan kemeja nya Dan Ferdi hanya memakai kaos pun dari kamar .Karna khawatir ada orang yang menganggu Aya
" Aya ...Aya Aya .." teriak Ferdi nyaring
" Ya bang " kata Aya kaget yang lalu menghampiri Ferdi yang berdiri didepan kamar yang berteriak memanggilnya
" Abang sudah pulang, maaf tadi Aya di belakang " kata Aya .
" Aish .... kau ini bikin abang khawatir saja " kata Ferdi
" Abang ....kan Aya ngak kemana mana " kata Aya memeluk suaminya itu
" Abang hanya tak mau terjadi apa apa dengan mu " kata Ferdi mengingat ada orang mengirim paket untuk meneror sang istri
" Kan Aya ngak kemana mana bang . Hanya dirumah " kata Aya .
" Iya abang juga tahu " kata Ferdi merangkul sang istri lalu membawa Aya masuk kekamar Lalu mengunci pintu .
" Apa Aya memesan sesuatu " kata Ferdi menatap manik mata Aya
" Tidak Aya ngak pesan apapun Kan kemaren sudah belanja Jadi Aya tak memesan apa pun memang kenapa bang . " kata Aya
" Ah bukan apa apa Apa Aya sudah mencari oleh oleh " kata Ferdi
" Sudah bang , kan kemaren sekalian kalo kurang bisa belanja disana juga banyak " kata Aya yang mendongak mencium dagu Ferdi yang lebih tinggi dari nya .
" Bagus lah " kata Ferdi lalu mengecup bibir Aya dan ******* nya
" Bi sudah sholat magrib belum " kata
Aya mengingatkan
" Oh iya abang sholat dulu yuk , habis itu .... " kata Ferdi ******* kembali bibir Aya karna ia sudah tak bisa menahan diri
" Sholat nya nanti aja boleh ngak " kata Ferdi
" Nanti waktunya habis bang sebentar aja sana.....Aya tunggu " kata Aya yang mengurai pelukan suaminya itu takut kebablasan
Ferdi pun lalu kekamar mandi berwudhu dan tak lama keluar lagi lalu sholat Setelah selesai ia pun melipat sajadah Dan menuju ranjang mendekat Aya yang sibuk dengan ponselnya .
__ADS_1
" Ada apa ?" kata Ferdi
" Ah ngak bang itu Ara tanya kapan pulang " Kata Aya yang lalu meletakan ponselnya karna Ferdi sudah memeluk nya .Dan Aya tahu maksud suaminya itu
" Bang kita jadi kan pulang besok " tanya Aya menatap Ferdi
" Jadi dong emang Aya betah di sini " kata Ferdi ikut menatap Aya hingga manik mata mereka bertemu
" Ya betah karna abang " jawab Aya pelan Yang membuat Ferdi tersenyum Lalu mengecup bibir Aya Dan ********** kali ini pelan dengan nafsu
" Ya..... memang harus begitu jangan jauh jauh dari abang . Abang ngak akan kuat jauh dari Aya " kata Ferdi yang mulai bermain cantik Membuat Aya tersenyum pada suaminya itu Lalu membalas ******* Ferdi .Yang membuat Aya juga menikmati belaian suaminya itu.. Dan Aya akui ia jatuh cinta pada suami itu . Ya cinta pandangan pertama .Walau Aya Tahu banyak wanita dalam hidup Ferdi Yang datang silih berganti Tapi Aya tahu kini ia lah pemenangnya Karna Ia adalah istri sah Ferdi .Yang direstui oleh mami dan papi suaminya itu
Cukup lama keduanya memandu kasih Yang membuat Ferdi betah berlama lama Dan masih memeluk tubuh Aya erat Tampa melepaskan nya sambil mencium dalam bibir Aya
" Apa Aya menyukainya " kata Ferdi Yang masih tak mau turun dari tubuh Aya karna merasa nyaman .
" Mhem..... apa abang belum puas " kata Aya balik bertanya
" Ya .... sebentar lagi , ya nanti kita mandi sama sama " kata Ferdi melanjutkan aksinya Dan Aya pun melayaninya sampai suami nya itu melepas semua kepuasan nya . Dan lalu berbaring lemas di samping Aya Dengan memeluk tubuh Aya
" Capek bang " kata Aya melap keringat suaminya itu
" Ngak cuma istirahat sebentar " kata Ferdi yang masih bermain didada Aya
Ferdi pun tersenyum tahu kelemahan Aya yang membuat Ferdi sengaja melakukan nya Agar istrinya itu memperlihat kan sisi liarnya.
Aya merasa ketagihan pun bergantian menaiki tubuh suaminya itu Dan entah berapa lama mereka melakukan nya setelah itu keduanya sama sama lemas Dan mandi bersama Lalu berpakaian dan makan malam .
" Bang ....ini kok banyak banget lihat " kata Aya yang memperlihatkan banyak tanda merah didada nya dan juga leher nya ulah nakal suaminya
" Mau lagi " kata Ferdi memeluk tubuh Aya dan mencium pipi nya ketika Aya menyisir rambutnya
" Sudah ah bang , Aya lapar " kata Aya
" Ya iyalah jelas lapar , kan tenaga Aya dan abang terkuras banyak " kata Ferdi terkekeh membayangkan istrinya itu bisa lebih ganas dari biasanya
" Ih ....abang kenapa senyum senyum " kata Aya yang lalu menaruh sisir nya
" Senang dong hari ini istri abang hebat menggenjot abang " kata Ferdi
" Ih abang apaan sih " kata Aya malu dengan wajah merah merona lalu bergegas pergi ke luar kamar .
" Eh....mau kemana sayang hahaha......." gelak Ferdi yang senang bisa mengoda istrinya itu .
__ADS_1
Ferdi pun lalu menyusul Aya keruang makan Ada rasa bahagia dihatinya karna
bisa melihat istrinya itu tersipu malu. Dan mengoda Aya . Entah mengapa Ferdi merasa ia seperti orang jatuh cinta lagi Setelah lama hati nya kecewa pada Kaifa dan Juga Naura.
" Kenapa lari hah..... kok ngak nungguin abang " kata Ferdi memeluk Aya dari belakang dan mencium pipi Aya
" Bang, malu di lihat bi Yam " kata Aya Yang sedang mengisi nasi ke piring suaminya Sedangkan bi Yam menata sayur dan lauknya
" Ngak usah malu , orang bibi aja biasa ya ngak bi .Ayo makan sama sama " kata Ferdi yang menarik kursi
" Tuan muda dan nona saja Bi Yam sudah makan tadi tuan,. Kalo menunggu tuan muda dan nona selesai indehoy bi Yam bisa mati kelaparan " kata Bi Yam menyindir
" Hahaha...... bi Yam tahu aja " kata Ferdi tertawa lepas
" Ya tahu lah sudah biasa kalo rambut masih basah gitu " kata bi Yam
" Bi Yam.....ih ...ngak usah dibahas lagi " kata Aya malu
" Lah ... malu ya non , kan sudah biasa bibi mendengar nya " goda bi Yam
" Bibi......." kata Aya merenggut Yang membuat bi Yam dan Ferdi tertawa
" Sudah tuan , Jangan digoda lagi kasihan tuh yang diperut lapar " kata bi Yam Yang lalu pergi meninggalkan kedua majikannya itu Dan kembali kekamarnya .
Disisi lain pa Kevin dan Rio baru saja pulang setelah tadi bertemu dengan investor Yang berniat mengelola perkebunan pa Kevin Karna perkebunan kopi itu cukup lumayan menghasilkan
Apalagi kwalitas kopinya cukup bagus
" Huh..... lelah juga " kata Pa Kevin duduk di sofa ruang tengah
" Baru pulang yah " kata Ara yang keluar dari kamar
" Ya nak tadi ayah ketemu investor yang ingin membantu perkebunan kita " kata pa
Kevin menatap putri bungsunya itu
" Iya de tapi mereka ingin mengambil alih mengelolanya Itu yang membuat mas setuju dan nggak mau " kata Rio
" Kok bisa memang kenapa mas ?" kata Ara bingung
" Mas jadi pengangguran dong kalo mereka yang mengelola begitu juga mamang " kata Rio
" Hah...... trus ayah setuju ngak " kata Ara menatap sang Ayah ...
__ADS_1
" Ngak sayang ayah ingin mengelola nya sendiri saja dibantu Rio dan Ara " kata pa Kevin