Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 264


__ADS_3

Dan lalu mengangkat sedikit dadanya


Karna ia terlalu memepet Tina


" Apa sakit " kata Alan meraba dua bagian menonjol itu .


" Hah....itu " kata Tina yang tegang


" Tenang saja , aku tak akan berbuat kasar " bisik Alan yang lalu mendekati wajah Tina yang terlihat tegang Dan Alan mencoba membawa Tina untuk santai


Perlahan Alan mengecup bibir Tina .Yang membuat Tina jadi mematung .Dan diam tak bergerak .


" Rileks saja , jangan tegang " kata Alan


" Apa tak bisa lain kali saja " kata Tina menawar Karna ia sangat gugup Yang membuat Alan tersenyum


" Ya lihat nanti " kata Alan santai Padahal ia pun ikut gugup Karna ini juga pertama kali baginya .


Lalu Alan mengecup bibir Tina. Yang membuat mereka saling berciuman Awalnya Tina tak membalas tapi Ketika Alan lama memungut bibir nya .Tina pun terpancing ikut memungut bibir tebal Alan .Darah Tina mendesir pelan Dan yang tadi nya tegang merubah santai Dan hawa dikamar itu tiba tiba berubah menjadi panas .


Alan yang merasa nyaman pun melanjutkan aksinya .Walau pelan tapi pasti sambil keduanya terus berciuman


" Kak Alan ....." desah Tina .Yang lolos dari mulutnya Dan itu membuat Alan senang Dan semakin sering Tina mendesah semakin Alan tergoda untuk melakukan nya .Tanpa disadari tubuh Tina pun sudah tak memakai sehelai pun benang .Dan Alan pun membuat Tina terbuai Dan mencari titik kelemahan gadis itu


Cukup lama mereka melakukan pemanasan Yang membuat Alan tak sabar Untuk melakukan nya .Dan Alan pun mencoba mencari celah yang tepat.


Sampai akhirnya ia bisa


" Santai lah " kata Alan santai ******* kembali bibir Tina Yang tadi sempat tegang Dan Tina mulai tenang


" Kita mulai ya , kata Alan menatap Tina


" Mulai apa kak " kata Tina


" Astaga ..... Kenapa pakai bertanya ?" kata Alan yang ******* bibir Tina lagi Takut gadis itu tak menjerit . Karna Tina tak mengerti dengan apa yang Alan maksud . Setelah Tina sedikit tenang Dan mulai mendesah pelan Alan pun kembali mencoba nya Walau cukup lama Namun akhirnya berhasil juga Dan Tina spontan mencakar punggung Alan


" Kak ......." kata Alan pelan Namun ia tak perduli karna kepalang tangung .Namun tiba tiba suara ponsel Alan berdering .


" Ah sial kenapa ada pengganggu " kata Alan Namun ia tak perduli melanjut kan Aksinya .


Disisi lain Tristan dan Wandi tertawa cekikikan Bisa mengusili Alan


" Ngak di angkat pasti dia mulai belajar mengodanya " kata Tristan

__ADS_1


" Aish kau ini tan , mana ada belajar Itu spontan alami. Ngak belajar juga sudah langsung bisa emang soal matematika " kata Wandi terkekeh


" Hahaha........iya juga ya , itulah sebabnya kalo sekolah kita belajar susah Tapi kok urusan begituan Ngak belajar langsung tancap gas Banyak yang kebablasan saking pintarnya Bahkan ahli sampai nagih berkali kali " kata Tristan


" Kan alami ngak pake ribet cuma satu lubang bro " kata Wandi


" Ck ..... Iya tahu, aku hanya bingung saja sudah kaya gitu Kok masih nyari yang lain Padahal kan rasanya sama cuma satu lubang " kata Tristan


" Plak ....iya , tapi sensasinya beda tan. Makanya mereka nyari yang lain " kata Wandi yang sempat memukul bahu teman nya itu .


" Ho ...oh ....tuh si Alan pasti tahu kita kerjain bro " kata Tristan


" Iya lah makanya ngak diangkat " kata Wandi Yang sengaja ingin mengerjai pengawal setia Ferdi itu Sedangkan mereka lagi berada di klub malam


" Yuk pulang " kata Tristan


" Ok " kata Wandi yang memang mencari hiburan Karna ia tak ingin mengusik Kaifa yang masih belum bisa melayani .


Keduanya pun lalu pergi dari tempat itu Setelah membayar semua minuman mereka . Dan Tristan mengantar Wandi pulang kerumahnya lebih dulu..


Kaifa yang belum tidur gelisah menunggu suaminya pulang Dan ketika mendengar suara mobil ia pun langsung membuka pintu .


" Wan .... Kenapa baru pulang " kata Kaifa .


" Tadi kami bersenang senang sebentar Kai dia lagi bad mood dikantor nya " kata Tristan .


" Kenapa harus ke klub Wan, kita sudah sepakat Untuk tak lagi pergi kesana .Apa kau lupa dengan yang terjadi dengan Ferdi " kata Kaifa .


" Apa kau memikir kan nya " kata Wandi masuk kedalam rumah yang diikuti Kaifa yang langsung mengunci pintu


" Wan apa kau masih cemburu , aku sudah berusaha melupakan nya " kata Kaifa Yang ikut masuk kekamar tamu Dan menutup pintu kamar


" Apa kau yakin ,atau hanya berpura pura Agar aku lengah " kata Wandi


" Wan..... Ferdi tak mencintai ku lagi Dan untuk apa aku berharap .Aku mencintai mu Wan " kata Kaifa yang berusaha menenangkan Wandi Yang memang pencemburu Sambil memeluk suaminya itu dari belakang Dan mencoba untuk mengodanya .


Wandi pun terdiam .Karna memang perasaan ini sedang tidak mood Dan juga tak nyaman .Dan ia butuh pelampiasan Tapi karna Kaifa punya bayi ia pun pergi mencari hiburan Untung Tristan mau menemaninya .


" Maaf bila belum bisa menyenangkan hatimu " kata Kaifa menaruh kepalanya di caruk leher Wandi .


" Aku yang minta maaf, bila masih curiga pada mu " kata Wandi berbalik badan Dan lalu memeluk Kaifa .


Cukup lama mereka berpelukan Dan membuat Kedua larut dalam percintaan Walau tak bisa memuaskan Wandi tapi paling tidak Kaifa bisa membuat suaminya itu tenang Dan tertidur pulas di pelukan nya .

__ADS_1


" Aku berusaha bertahan Wan, dan belajar mencintaimu ..Karna tak ada lagi tempat yang lain " kata Kaifa dalam hati Seraya menyelimuti Wandi yang tertidur pulas dan mengecup bibir nya Lalu memasang pakaian nya .Setelah itu beranjak ke kamarnya Untuk melihat Dean .Yang cukup lama ia tinggalkan seorang diri


Sedangkan Wandi hanya tersenyum Melihat kamar nya tertutup rapat Dan Wandi tahu pasti Kaifa kembali ke kamar nya


" Aku mencintai mu Kai , aku hanya ingin tahu Apa kau masih mencintainya Dan aku ingin memastikan itu " kata Wandi pelan Lalu memejamkan matanya Karna sangat mengantuk .


*********


Di tempat lain Ara baru saja bangun Dan menyiapkan tasnya setelah sholat subuh Lalu bergegas ingin mandi ketika Rio menarik tangan nya


" Mas ..... bikin kaget Ara saja " kata Ara yang tahu Kalo suaminya itu dari masjid kampung


" Mas hanya kangen Ara , biar kan mas memeluk Ara sebentar " kata Rio yang beberapa hari ini sibuk Begitu juga dengan Ara Yang membuat mereka tak sempat ngobrol beberapa hari ini Karna Ara banyak tugas .


" Ya mas , Ara juga " kata Ara tersenyum Karna ia juga sibuk dengan tugas sekolahnya


Keduanya saling berpelukan cukup lama Hingga saling berciuman dan saling bertukar saliva Hingga keduanya pun melakukan Yang biasa mereka lakukan Sampai masuk kekamar mandi Ara yang rindu pada suaminya itu. Cukup agresif kali ini Sampai alarm jam Aya berbunyi


" Mas sudah Ara bisa telat nih sudah ya " kata Ara kaget Namun Rio yang tangung tak mau melepaskan nya . Sebentar de tanggung sedikit lagi " kata Rio yang akhirnya melakukan pelepasan .


Setelah itu Ara langsung mandi cepat cepat .Dan lalu berpakaian


" Yu tolong bekal Ara banyakin " kata Ara yang menyiapkan sepatunya .Sedang Rio baru selesai mandi


" Aish kok jadi repot ya, punya istri sekolah " kata Rio Yang buru buru memasang pakaian nya Tapi belum dengan celana nya . Karna sudah tugasnya mengantar Ara sekolah tiap pagi


" Mas ayo cepat " teriak Ara dari teras


" Ya de " kata Rio buru buru .


Yu Irah yang melihat keduanya buru buru pun bingung Karna mereka terlihat panik


" Ada apa sih kok panik begitu ,apa tadi bangun kesiangan " kata Yu Irah


" Mas.....cepetan " Teriak Ara lagi


" Iya......ini ... mas sudah siap " kata Rio Yang bergegas keluar kamar


" Aaa ..... mas apaan sih " Teriak Ara membuat Yu Irah ikut kaget karna Rio keluar tanpa celana


" Hah ....." kata Rio melihat kebawah


" Astaga celananya " kata Rio kembali kekamar .Membuat Ara tertawa geli ..

__ADS_1


Begitu juga yu Irah yang tersenyum Sambil mengelengkan kepala


" Biyung biyung ....."kata Yu Irah terkekeh


__ADS_2